Bagian Kedua Mendirikan Usaha Biro Perjalanan Wisata Untuk Pemula: Mencari, Membangun dan Mengembangkan Ide

Lanjutan dari tulisan Bagian Pertama Mendirikan Usaha Biro Perjalanan Wisata untuk Pemula

Pepatah bijak mengatakan kesuksesan seseorang selalu berawal dari sebuah mimpi. Karena dari sebuah mimpi bisa tercipta dan muncul ide-ide brilian. Mempunyai sebuah ide, betul sebuah perkataan yang sangat mudah diucapkan, tetapi pada prakteknya banyak orang yang kesulitan untuk sekedar mampu mengungkapkan atau mencetuskan sebuah ide. Sebuah ide diawali dari sebuah impian. Selama anda masih bisa bermimpi, niscaya ide akan muncul dengan sendirinya.

Sama halnya dengan mendirikan sebuah usaha biro perjalanan wisata. Di tengah-tengah persaingan yang semakin ketat di bidang usaha jenis ini, anda harus mampu menemukan, mencari dan membangun ide. Kira-kira seperti apa jenis layanan yang pada nantinya akan anda kembangkan yang bisa membedakan usaha anda dengan usaha sejenis yang sudah ada. Ketika anda mampu menghadirkan sesuatu yang berbeda di tengah persaingan usaha sejenis yang semakin ketat, maka niscaya konsumen akan melirik dan datang ke tempat anda. Anda harus berani berpikir “out of the box”, berpikir di luar pakem yang sudah umum dan mampu menciptakan ide-ide di luar main stream kebanyakan.

Ketika anda sudah mempunyai sebuah ide, langkah selanjutnya adalah membangun dan mengembangkan ide tersebut. Buatlah konsep-konsep atau coretan-coretan berdasarkan ide yang sudah anda tangkap di benak anda tadi. Kira-kira apa yang perlu anda lakukan ketika ide itu ingin anda jalankan. Banyak membaca, mencari referensi dan bertanya adalah salah satu cara paling ampuh yang bisa anda lakukan untuk bisa mengembangkan ide tadi. Jika memungkinkan anda bisa berdiskusi dengan rekan atau teman anda yang sudah menjalankan usaha serupa. Namun jika tidak memungkinkan, bertanya tidak harus saling bertatap muka dengan seseorang. Di jaman serba informasi digital seperti sekarang ini anda dengan sangat mudah bisa mencari referensi dan bertanya melalui internet seperti Google, YouTube, Pinterest, artikel atau blog dan lain sebagainya masih banyak lagi cara yang bisa anda lakukan.

Ketika anda sudah mampu mengembangkan sebuah ide dan merumuskan menjadi sebuah konsep, langkah berikutnya adalah anda harus berani mengeksekusi dan menjalankan konsep tadi. Berbekal dari referensi-referensi yang sudah anda dapatkan sebelumnya, anda sudah mempunyai semacam guideline atau pedoman apa-apa yang harus anda siapkan dan lakukan. Jadi sebenarnya langkah-langkahnya sangat mirip ketika anda akan membuat sebuah tulisan atau karangan. Anda mempunyai ide, konsep ide tersebut mejadi sebuah judul dan kembangkan judul tadi menjadi beberapa kisi-kisi apa yang akan anda tulis. Kisi-kisi ini menjadi guideline ketika anda hendak memulai menulis dan merangkai kata demi kata, paragraf demi paragraf.

Ketika anda sudah mampu mengembangkan sebuah ide menjadi konsep, maka jangan berhenti hanya pada konsep saja apalagi berhenti hanya di ide saja tanpa anda berani mengeksekusi atau menjalankannya. Kalau anda tidak berani menjalankan, maka konsep atau ide tersebut tinggal menjadi sebuah impian yang tidak akan pernah anda bisa wujudkan. Kalau kita hanya mampu bermimpi tanpa bisa mewujudkannya terus kapan kita bisa maju dan berubah untuk menjadi lebih baik?

Saya mendirikan travel Jogja Geowisata juga saya awali dari sebuah ide pada awal tahun 2012. Ide itu muncul dengan sendirinya ketika saya aktif (sampai sekarang) bergabung dalam miling list alumni Teknik Geologi UGM. Saya melihat salah seorang alumni yang mengajak alumni yang lainnya untuk bernostalgia melakukan field trip geologi sambil jalan-jalan di sepanjang area yang dilewati. Kemudian terbersitlah sebuah ide di benak saya, kenapa saya tidak mencoba membantu para alumni dengan membuatkan paket tour geowisata dan bisa saya tawarkan kepada mereka?

Berawal dari sebuah ide di atas, kemudian saya menyempatkan diri mengunjungi teman saya satu angkatan yang kebetulan menjadi salah satu pengajar di jurusan Teknik Geologi UGM. Singkat cerita saya meminta bantuan teman saya ini untuk memilihkan jalur lintasan sepanjang pegunungan selatan dan jalur utara sekitar gunung Merapi, mana yang kira-kira cocok dan menarik baik dari sisi ilmu geologi maupun sisi wisatanya. Selengkapnya cerita asal muasal berdirinya travel saya ini juga saya tuliskan di blog ini dan bisa di baca disini

  1. Jogja: Memadukan Potensi Wisata Geologi, Kuliner dan Budaya
  2. Mencoba Mengais Peluang di antara Potensi Wisata di Jogja dan Sekitarnya
  3. Alhamdulillah Akhirnya Saya Bisa Mewujudkannya….
  4. Jogja Geowisata: Alternatif Liburan Sambil Belajar Mengenal Alam
  5. Jogja Geowisata: Melayani Paket Tour Wisata ke Jogja dan Sekitarnya

Dan dalam beberapa seri tulisan kedepan, insha Allah saya akan membagikan pengalaman saya bagaimana tahapan-tahapan mendirikan usaha biro perjalanan wisata dari nol. Dari yang hanya berawal dari sebuah ide, menjelma menjadi sebuah perusahaan (PT) biro perjalanan wisata.

Bersambung….

Posted in Peluang Usaha | Tagged , , | Leave a comment

Bagian Pertama Mendirikan Usaha Biro Perjalanan Wisata Untuk Pemula: Pendahuluan

Di bawah ini akan saya uraikan secara ringkas dan singkat tahapan-tahapan mendirikan usaha biro perjalanan wisata mandiri (non-franchise) untuk pemula. Sama seperti tulisan saya sebelumnya tentang tahapan mendirikan minimarket mandiri untuk pemula, tulisan ini akan saya tulis dalam beberapa seri tulisan berdasarkan pengalaman saya sendiri dalam merintis bisnis dan mendirikan biro perjalanan wisata (travel saya bernama Jogja Geowisata yang beralamat di www.ygeotour.com), yang semoga bisa membantu memberikan gambaran kepada anda semua, langkah-langkah apa yang harus dilakukan ketika anda ingin merintis dan mendirikan bisnis sejenis.

Kadang ketika kita ingin mencoba dan memulai menjalankan sebuah usaha, kita sudah terlebih dahulu dibayangin rasa takut akan kegagalan yang akan kita hadapi, salah satu penyebabnya karena kita merasa tidak mempunyai pengalaman dan atau karena kita merasa belum pernah sama sekali menjalankan bisnis atau usaha tersebut sebelumnya. Ketika kita sudah dibayangin rasa takut dan khawatir maka dibenak kita akan selalu muncul pertanyaan “jangan-jangan ini atau jangan-jangan itu” maka bisa dipastikan kita tidak akan pernah sama sekali bisa merintis dan memulai usaha tersebut.

Begitu juga ketika saya akan merintis dan membuka usaha travel biro perjalan wisata ini. Saya sama sekali tidak mempunyai latar belakang pengetahuan atau pendidikan tentang pariwisata, tidak tahu seluk-beluk detailnya seperti apa, langkahnya bagaimana, yang saya lakukan hanya nekat dan langsung terjun.  Namun tentu saja nekat yang saya lakukan disini bukan nekat-nekat tanpa langkah yang jelas. Tetapi nekat dengan dibarengi tekad yang bulat, insting, naluri, perencanaan dan tujuan yang jelas agar bisnis berjalan maju, tentu saja menurut versi saya sendiri. Pepatah bijak mengatakan learning by doing itu guru yang paling baik.

Pada awal mula mau merintis usaha biro perjalanan wisata ini saya sengaja tidak mengikutkan atau bekerjasama dengan orang lain karena saya ingin bisa bebas mengeluarkan dan menerapkan ide-ide saya sendiri. Selain itu, ketika saya jatuh bangun dalam merintis usaha, saya tidak mau merepotkan orang lain. Dan ketika saya berhasil, maka saya pun bisa membagikan pengalaman saya kepada orang lain.

Tentu saja bukan berarti menjalin kerja sama dengan orang lain di awal-awal anda merintis sebuah usaha adalah tindakan yang tidak baik. Hanya saja terkadang sangat sulit mencari partner usaha yang mempunyai ide dan pemahaman yang sama. Anda harus benar-benar mencari rekan yang satu visi dan tujuan. Semua pada akhirnya kembali kepada keputusan anda.

Merintis sebuah usaha salah satu factor yang yang paling penting adalah kenyamanan berusaha dan minimalisir konflik sekecil mungkin. Jangan sampai ketika anda baru mau merintis usaha anda sudah dihadapkan oleh konflik-konflik dikarenakan beda pemahaman, tujuan, visa dan misi sedari awal. Kalau anda sudah dihadapkan dengan konflik-konflik seperti ini maka konsentrasi anda untuk memulai sebuah usaha akan hilang dan buyar dengan sendirinya.

Bersambung…

Posted in Peluang Usaha | Tagged , , | Leave a comment

Ketika Rasa saling Percaya (trust) hanya Dijadikan Barang Mainan

Pernahkan anda membuat sebuah perjanjian atau persetujuan dengan rekan bisnis anda, teman anda, pacar anda atau siapa pun? Saya yakin ketika komitmen atau perjanjian itu dibuat, maka hal tersebut didasarkan atas persetujuan kedua belah pihak, tanpa paksaan untuk sama-sama berkomitment menjalankan perjanjian atau persetujuan tersebut dengan sebaik-baiknya. Tidak ada pikiran sedikit pun untuk mengingkari. Paling tidak semangat itulah yang muncul sesaat ketika perjanjian itu sudah disetujui kedua belah pihak.

Ketika perjanjian itu dibuat oleh anda yang mengatasnamakan perusahaan, baik perusahaan anda sendiri atau perusahaan dimana anda bekerja, dengan pihak lain, rekan bisnis atau perusahaan lain, maka untuk mengikat kedua belah pihak supaya mematuhi pokok-pokok yang diperjanjikan dan supaya menghindari salah satu dari keduanya wan prestasi mengenai hal-hal yang sudah disetujui tersebut, maka biasanya perjanjian itu dibikin di depan notaris. Apa-apa yang diatur dalam perjanjian dan apa-apa akibatnya ketika melanggar perjanjian, semua diatur di dalam akta perjanjian yang ditandatangani kedua belah pihak di atas materai di depan notaris. Tentunya akta perjanjian seperti ini bisa dipertanggungjawabkan di depan hukum. Dalam arti ketika salah satu wan prestasi, maka pihak yang dirugikan bisa menuntut pihak tersebut di depan hukum sesuai dengan apa-apa yang disebutkan di dalam akta perjanjian.

Apakah ketika akta perjanjian itu dibuat di depan notaris, berarti sudah tidak ada atau pintu sudah tertutup rapat-rapat adanyan kemungkinan pihak-pihak yang terlibat mengingkari (wan prestasi) isi dari perjanjian tersebut? Salah besar, masih saja ada kemungkinan salah satu pihak mengingkari perjanjian, karena alasan-asalan tertentu. Tetapi dengan perjanjian itu dibikin di depan notaris, paling tidak ada jaminan perlindungan hukum bagi pihak yang merasa dirugikan.

Sekarang lain cerita ketika anda sebagai pribadi mempunyai perjanjian bisnis atau perjanjian lainnya dengan rekan atau teman anda sebagi pribadi juga. Banyak diantara kita, membuat perjanjian bisnis atau perjanjian lainnya hanya didasarkan atas rasa saling percaya (trust), tidak ada ikatan apa-apa karena mungkin karena anda sudah saling kenal lama dengan rekan anda tersebut, atau mungkin karena anda terpesona dari pandangan pertama, walaupun anda belum begitu mengenal pribadinya secara utuh dan mendalam, dikarenakan cara rekan anda tersebut merepresentasikan pribadinya di depan anda begitu hebat dan menawan sehingga anda begitu percaya kepadanya.

Misal, anda belum begitu lama kenal dengan seseorang, tetapi anda sudah begitu percaya dengan orang tersebut gara-gara cara berpakaian orang tersebut sangat rapi, tiap hari memakai jas dan dasi, tutur bicaranya sopan, atau orang tersebut setiap hari memakai pakaian yang menunjukkan atau sekilas menggambarkan orang tersebut taat beragama. Jadi anda pun mantap tanpa ragu-ragu membuat perjanjian bisnis dan lainnya dengan orang tersebut dan di dalam benak anda pun tidak terlintas pikiran atau keraguan sedikit pun kalau rekan anda tersebut suatu saat akan mengingkari perjanjian yang sudah anda setujui berdua.

Bagaimanakah perasaan anda, ketika anda selama setahun terakhir menjalankan sebuah bisnis, misal bisnis dimulai bulan November 2014, dan dalam menjalankan bisnis ini anda pernah membuat perjanjian dengan rekan anda tersebut dengan hanya didasarkan atas rasa saling percaya (trust). Namun di tahun terakhir di bulan November 2015 tiba-tiba secara tidak direncanakan dan tidak terduga sama sekali anda mulai tahu ternyata 5 bulan terakhir dari bulan Juli 2015 – November 2015 rekan anda tersebut menusuk anda dari belakang, mengingkari komitmen yang sudah dibicarakan dan disetujui sebelumnya tentu saja diam-diam tanpa sepengetahuan anda, bahkan dibela-belain sampai berbohong kepada anda.

Mungkin bagi anda hal tersebut akan menjadi pukulan yang sangat berat. Anda seolah-olah tidak habis-habisnya geleng-geleng kepala dan heran bukan kepalang. Mungkin anda akan terus bertanya-tanya dan tidak habis pikir, bisa-bisanya rekan anda tersebut membohongi anda. Mungkin anda tiap detik akan bergumam,”masa sih dia bisa begitu, kok tega-teganya dia membohongi aku. Apa sih yang terlintas dalam pikiran dia setiap kali dia mengingkari perjanjian, apakah tidak takut dosa, apakah tidak takut karma datang kepadanya, apakah tidak takut dia didoakan yang jelek-jelek oleh orang yang dibohongi. Padahal kalau melihat cara berpakaiannya menunjukkan dia orang yang sopan dan taat beragama?”

Don’t judge the book by it’s cover. Biasanya ungkapan ini digunakan dalam sisi positif. Artinya kita jangan meremehkan kemampuan seseorang hanya melihat dari tampilan luarnya saja. Misal, kita jangan meremehkan keahlian seseorang atau kepinteran seseorang hanya karena dia berkulit hitam, atau berwajah jelek, atau asalnya dari pelosok desa. Karena belum tentu mereka dengan kondisi seperti itu lebih bodoh dari kita, mungkin malah sebaliknya mereka lebih pintar dan lebih jago segala-galanya dari kita.

Namun ternyata ungkapan di atas bisa juga digunakan untuk menggambarkan supaya kita hati-hati kepada seseorang, jangan begitu mudah percaya membuat sebuah perjanjian, komitmen, kerja sama hanya didasarkan oleh rasa saling percaya (trust) hanya karena kita melihat tampilan orang tersebut dari luar, klimis, berdasi, berjas, berpakaian yang seolah taat beragama dan lain sebagainya. Ada baiknya kita mengenal pribadi dan watak orang tersebut lebih dalam, jangan mudah percaya. Karena ternyata ada beberapa orang yang menjadikan rasa percaya (trust) yang anda berikan kepada orang tersebut hanya seperti sebuah mainan. Bisa dia mainkan kapan saja sesuai dengan suasana hati, perasaan dia, angin-anginan tergantung situasi dan kondisi yang sekiranya menguntungkan dia.

Ketika anda menjumpai karakter orang seperti yang saya gambarkan di atas, kira-kira sikap anda bagaimana? tentunya anda akan semakin berhati-hati. Begitu rasa percaya yang anda berikan tersebut dikhianati dan dihancurkan, tentu saja sikap respect atau hormat yang dulu pernah anda berikan kepada rekan anda tersebut, akan luntur dengan sendirinya, cepat ataupun lambat. Sekali dia merusak rasa percaya (trust) yang anda berikan, maka anda pun akan bersikap lebih hati-hati ketika berhubungan dengan dia. Karena sekarang anda tahu, teman anda tersebut tidak dapat dipercaya. Seperti kata pepatah,”Dipegang ekornya mendongak kepalanya, dipegang kepalanya menjungkit ekornya”.

Posted in Cerita-Cerita | Tagged , , , | Leave a comment

Berselancar Dengan Sambungan WiFi di Atas Kabin Ekonomi Etihad

Melengkapi tulisan-tulisan saya sebelumnya mengenai pengalaman ber-internet-an ria dengan sambungan WiFi di kabin ekonomi beberapa maskapai penerbangan internasional, seperti Qatar Airways (baca disini: internet-an di atas Qatar Airways) dan Emirates (baca disini: internet-an di atas Emirates), berikut di bawah ini akan saya ceritakan cara ber-internet-an ria dengan sambungan WiFi di kabin ekonomi pesawat Etihad.

  • Check apakah sambungan WiFi sudah diaktifkan atau belum. Biasanya beberapa saat setelah take-off Flight Attendance (pramugari) akan mengumumkan fasilitas apa saja yang bisa dinikmati selama penerbangan. Atau bisa juga dicek di layar monitor yang ada di depan kursi kita. Atau kita bisa juga mengecek lewat handphone kita.  Seandainya sambungan WiFi sudah diaktifkan maka SID-nya akan muncul di layar monitor handphone ketika kita melakukan pencarian sambungan WiFi.

snapshot1

  • Kemudian pilih SID “ETIHAD WI-FLY” dan lakukan sambungan, maka kita akan mendapatkan window seperti di bawah ini:

snapshot2

  • Langkah selanjutnya kemudian klik “Buy Internet Access”, kita akan mendapatkan window seperti di bawah ini:

snapshot3

  • Isikan security code yang tertera kemudian klik Submit, selanjutnya kita akan mendapatkan window seperti di bawah ini. Ada 3 pilihan layanan dan harga, apakah kita akan membeli layanan sambungan WiFi untuk 2 jam, 4 jam atau selama dalam perjalanan.

snapshot4

  • Setelah kita menentukan pilihan maka akan muncul window seperti di bawah ini. Kalau kita belum punya username/password sebelumnya, maka kita bisa membuat untuk koneksi ke WiFi tersebut pada nantinya.

snapshot5

  • Masukkan data-data kita seperti yang diminta di dalam menu tersebut, seperti alamat email, nama, no HP:

snapshot9

  • Kemudian masukkan no HP kita untuk pengiriman access code:

snapsht10

  • Kemudian selesaikan proses pembayaran dengan menggunakan kartu kredit kita

snapshot11

  • Setelah semua tahapan di atas selesai kita lakukan, maka kita sudah bisa Online

snapshot14

 

Kalau saya bandingkan biaya layanan WiFi antara Qatar Airways, Etihad dan Emirates, maka biaya layanan Emirates masih yang paling murah. Untuk mengetahui detail informasi layanang sambungan WiFi di Qatar Airways dan Emirates silahkan anda bisa klik tautan-tautan.

Semoga tulisan di atas bermanfaat…

Posted in Cerita-Cerita | Tagged , , | Leave a comment

Happy Independence Day My Lovely Indonesia

Indonesiaku, selamat ulang tahun yang ke-70. Aku selalu mencintaimu. Tidak peduli kata orang yang suka menjelek-jelekkanmu, masa bodoh kata orang yang suka menghinamu. Namun, kau, Indonesiaku, tetap menjadi pujaanku.

Banyak negara sudah pernah aku singgahi. Banyak macam budaya dari berbagai bangsa sudah pernah aku lihat. Banyak ragam makanan dari berbagai negara sudah pernah aku rasakan. Namun kau, Indonesiaku, tetap ada di hatiku.

Aku akan memberikan segalanya demi kamu. Aku akan berkorban semuanya untuk kamu. Aku akan berjuang dan berusaha untuk kamu. Mengharumkan namamu adalah tugasku. Iya, semuanya untuk kamu, untuk kejayaan dan kemajuan Indonesiaku.

Happy Independence Day My Lovely Indonesia

Arkana – Gebyar-Gebyar (Official Video)

Posted in Cerita-Cerita | Tagged , , , | Leave a comment

Berkunjung ke Pune, India…

India, salah satu negara dengan jumlah populasi penduduknya kurang lebih 1, 2 milyar menempatkan diri sebagai negara nomor 2 dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia, tentu saja setelah Cina. Bisa dibayangkan betapa luasnya negara India. Dari sisi budaya, India merupakan salah satu negara dengan budaya yang sudah mapan sejak ribuan tahun yang lalu, seperti halnya Mesir dan Cina. Budaya India hampir menyebar memberikan pengaruh kepada budaya-budaya di negara lain, tak terkecuali budaya Indonesia. Lihat saja contohnya, candi-candi yang ada di beberapa kota di Indonesia, semua berasal atau terpengaruh oleh budaya India. Belum lagi nama, bahasa, istilah dan lain sebagainya yang dipakai dalam banyak hal di kehidupan sehari-hari banyak terpengaruh oleh budaya India. Contoh budaya India terkini yang banyak memberi pengaruh kepada budaya negara lain adalah musik, film dan makanan.

Saya tidak akan membahas secara detail mengenai hal di atas dalam postingan saya kali ini. Namun saya akan mencoba sedikit membahas dan melihat India dari kacamata lain. Mungkin yang akan saya tulis disini tidak bisa dipakai untuk mewakili atau menggambarkan tentang India secara utuh dan menyeluruh. Karena memang India itu sangat luas dan terdiri dari banyak suku, bahasa dan bangsa seperti halnya Indonesia. Mungkin India lebih besar dari itu. Di Pune sendiri bahasa lokal mereka adalah Marati. Sedangkan bahasa nasional resmi yang digunakan di India adalah Hindi dan Inggris. Namun setiap negara bagian (state) di India mempunyai bahasa ibu dan cara penulisan huruf yang berbeda dari satu negara bagian dengan negara bagian lainnya. Dan huruf-huruf tersebut masih dipakai sampai sekarang untuk urusan resmi pemerintahan dan kehidupan sehari-hari. Cobalah buka google.co.id (Google India), maka akan diberikan beberapa pilihan mau dibuka dalam bahasa dan menggunakan huruf apa:

goglein Bandingkan dengan di Indonesia, beberapa suku mempunyai huruf seperti huruf Jawa, huruf Batak, dll namun huruf-huruf tersebut boleh dibilang tidak pernah lagi digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Walaupun hanya secuil tulisan mengenai salah satu kota di India, harapan saya semoga tulisan ini bisa sedikit banyak memberikan gambaran atau informasi mengenai India seperti apa, terutama bagi yang ingin mengunjungi India pada umumnya dan khususnya kota Pune dalam waktu dekat nanti.

Karena terkait dengan pekerjaan kantor, saya harus terbang dan berada di India kurang lebih selama 3 minggu. Kebetulan salah satu Technology Center dimana saya bekerja kantornya berada di India, tepatnya di Pune. Namun begitu based saya bukan di Pune, India, melainkan di Doha, Qatar.

mapbig

Seperti terlihat di dalam peta di atas, Pune terletak berdekatan dengan Mumbai dimana pusat industri film Bollywood berada. India secara administratif pemerintahan dibagi menjadi beberapa state (negara bagian). Sedangkan state dibagi lagi menjadi beberapa distrik. Pune adalah salah satu distrik di state Maharastra. Mumbai adalah ibu kota state Maharastra. Menurut staff hotel dimana saya menginap, Pune merupakan salah satu kota budaya dan pendidikan di India. Banyak universitas-universitas ternama di India yang berada di Pune. Dan juga banyak peninggalan-peninggalan bersejarah seperti benteng, istana raja dan lainnya yang bisa ditemukan di Pune. Mungkin mirip-mirip dengan Jogja jika ingin dibandingkan dengan Indonesia. Di Pune juga banyak terdapat kantor perusahaan-perusahaan ternama di India seperti TATA, Bajaj dan beberapa perusahaan dunia seperti  VolksWagen juga mempunyai kantor perwakilan di Pune. Selain itu Pune menjadi based beberapa angkatan bersenjata India, seperti angkatan darat dan angkatan udara.

Dari sisi iklimnya Pune berhawa relatif sejuk sepanjang tahun dibandingkan dengan wilayah atau kota India lainnya, mungkin hampir-hampir menyerupai Bandung, karena letak posisi Pune berada 560 meter di atas muka laut. Perbandingan letak terhadap muka laut (mean sea level): Bandung terletak kira-kira 768 meter di atas muka laut. Bogor terletak  290 meter di atas muka laut.

Sebelum membahas panjang lebar mengenai situasi di Pune, saya akan sedikit menceritakan perjalanan saya ke India. Kebetulan saya berangkat ke India dari Jakarta menggunakan low cost carrier yaitu Jet Airways. Rute-nya dari Jakarta-Singapore-Delhi-Pune. Berangkat dari Jakarta jam 14.35 WIB dan mendarat di Pune jam 5.00 pagi waktu setempat, dengan terlebih dahulu transit di dua bandara besar yaitu Changi dan Indira Gandhi International Airport, Delhi. Indira Gandhi airport bandaranya besar, bagus, tidak kalah dengan Changi, Singapore.

Biaya hidup sehari-hari di Pune terbilang murah. Selama di Pune saya tinggal di servis apartemen, namanya Oakwood Premier Pune. Rate per malam terbilang murah, kurang lebih INR 6500 (sudah termasuk pajak, INR 1 = Rp 211), dengan melihat fasilitas yang kita dapatkan. Dengan rate sejumlah itu saya sudah bisa mendapatkan kelas studio lengkap dengan living room yang besar, dapur yang lengkap (lemari es, kompor listrik, oven, microware, peralatan dapur, mesin cuci), 1 tempat tidur yang nyaman, dan kamar mandi yang besar dan bersih. Peralatan kamar mandi diganti setiap hari. Ada setrika, timbangan, lemari pakaian dsb. Lingkungan sekitar di lengkapi dengan kolam renang, gym dan fitness center dan dua restoran yaitu restoran India dan Itali yang masakannya sangat lezat.

oakwoodSuasana di Oakwood Premier Pune

Jika ada di antara anda yang kebetulan sedang mempunyai urusan pribadi maupun bisnis di Pune, saya sangat merekomendasikan untuk menginap di Oakwood Premier ini.

Jarak kantor dengan tempat saya menginap tidak begitu jauh, kurang lebih 15-20 menit perjalanan tergantung macet atau tidaknya di jalan. Sebenarnya jalanan yang saya lalui dari hotel menuju kantor atau sebaliknya tidak lah begitu rame atau macet. Mungkin tidak semua ruas jalan di Pune seperti yang saya lalui. Mungkin ada juga yang rame dan macet.

jalanSalah satu ruas jalan di Pune

Yang menarik dan yang berhasil saya amati adalah perilaku pengguna jalan di Pune ini boleh dibilang tidak lebih baik dari pada perilaku pengendara kendaraan di Jakarta, bahkan menurut saya sedikit lebih buruk hehe. Kata temen saya, Pune adalah kota dengan pengendara sepeda motor terbanyak di India (atau di Asia ya, lupa saya hehe). Memang benar adanya, karena banyaknya pengendara sepeda motor di jalanan, dan yang paling mengejutkan adalah mereka banyak yang tidak memakai helm. Sepertinya sudah lazim begitu, bahkan melintas di depan polisi atau di jalanan di depan kantor polisi sekalipun mereka tidak memakai helm.

Di Pune, beberapa pertigaan dan perempatan tidak dilengkapi dengan lampu lalu lintas. Akibatnya perilaku saling serobot tidak bisa dihindarkan. Bahkan pertigaan, perempatan atau persimpangan jalan yang ada lampu lalu lintasnya sekalipun, menerobos lampu merah, perilaku saling serobot, tidak sabaran dan tidak saling menghargai satu sama lain dalam berkendara sangat umum terjadi.

mtrPerilaku berkendara di Pune

Jenis moda transportasi yang melintas di jalanan di Pune beragam. Ada mobil, sepeda motor, bus, truk, sepeda angin, angkot dan jangan kaget ada juga bajaj. Khusus moda transportasi terakhir, bajaj yang kita lihat di Jakarta memang asalnya dari India. Bajaj sendiri sebenarnya adalah merk sepeda motor yang cukup terkenal di India. Bedanya bajaj yang ada di India menggunakan argo hehe. Hal lain yang baru pertama kali saya lihat secara langsung dengan mata kepala sendiri adalah adanya gerombolan sapi yang jalan-jalan di jalan raya atau duduk di tengah-tengah persimpangan jalan tanpa ada orang yang berani menganggu. Hal ini sangat umum terjadi dan dibiarkan. Dalam arti tidak ada yang berani mengusir sapi-sapi yang berkeliaran di jalan raya tersebut. Tentu saja para pengendara ketika berpapasan dengan kawanan sapi ini akan memperlambat laju kendaraannya. Ini bisa dimengerti karena mayoritas penduduk India adalah beragama Hindu dan tentu saja sapi adalah salah satu hewan suci yang dikeramatkan oleh mereka sesuai dengan ajaran agama yang mereka anut.

spSebenarnya saya ingin memotret momen ini, ketika ada sapi duduk persis di tengah-tengah persimpangan jalan raya. Namun saya harus menjaga perasaan sopir saya yang asli orang India. Takut salah paham atau menyinggung perasaan dia.

modaModa transportasi yang melintasi jalanan di Pune

Tipikel orang India adalah pekerja keras, tekun dan giat. Beberapa bidang dikuasai oleh orang-orang India antara lain di bidang IT, otomotif, perbankan, persenjataan (India adalah salah satu negara dari sedikit negara di dunia yang mempunyai rudal berhulu nuklir) dan lain sebagainya. Kantor saya yang berada di Pune ini kebetulan terletak di kawasan perkantoran Commerzone namanya. Sebagian besar pegawainya orang India, tentu saja wajar, karena memang kantornya berada di India. Ada beberapa expat namun jumlahnya tidak begitu banyak dibandingkan dengan pegawai lokal. Suasana kantor dibikin senyaman mungkin untuk para pegawai supaya nyaman dan akhirnya produktif. Kantor berada di lantai 7, dilengkapi dengan cafetaria. Setiap harinya disediakan sarapan pagi dan makan siang gratis untuk semua pegawai. Cafetaria terletak di top roof gedung dan open space sehingga ketika sarapan, makan siang atau rehat di sore hari sambil menikmati snack bisa sembari melihat suasana dan view sekitar kantor yang asri nan hijau.

viewSuasana sekitar komplek perkantoran

20150813105958Bersama teman kantor di divisi Pune (saya yang paling kiri, ya iya lah ga usah dikasih tahu juga sudah kelihatan banget gitu dari mukanya hehe)

Kemarin hari Kamis, 30 Juli 2015 kebetulan bertepatan dengan pemakaman salah satu tokoh India yang sangat dihormati oleh mereka. Ketika acara pemakaman berlangsung, ada pengumuman melalui pengeras suara di kantor dan diumumkan kepada semua pegawai untuk mengheningkan cipta selama 2 menit. Semua pegawai lokal berdiri mengheningkan cipta, saya pun ikut berdiri dan ikut dalam posisi senyap (walaupun tidak mengheningkan cipta), untuk menghargai dan menghormati sikap dari teman-teman saya pegawai lokal India. Saya kira ini adalah hal yang menarik, mereka sangat menghormati para tokoh-tokohnya tak terkecuali ketika para tokoh tersebut meninggal, mereka menyempatkan untuk mengheningkan cipta sejenak dan berdoa untuk mereka, termasuk ketika di kantor sekalipun. Bagaimana dengan di Indonesia? saya belum pernah mempunyai pengalaman mengheningkan cipta di kantor atau mendengar informasi ada kegiatan serupa di kantor ketika ada salah satu tokoh bangsa yang meninggal dunia.

80% dari jumlah total penduduk India beragama Hindu, 13% muslim dan sisanya adalah penganut agama kristen, singh, dan lainnya. Walaupun mayoritas penduduknya beragama Hindu, namun sekilas saya rasakan toleransi antar umat beragama terjalin dengan baik. Setidaknya hal itu yang bisa saya lihat dan rasakan di Pune, tidak tahu persis situasi di kota lain selain Pune. Pada hari Jumat, 31 Juli 2015 kemaren, saya Alhamdulillah bisa melaksanakan sholat Jumat di salah satu masjid yang kebetulan letaknya dekat dengan kantor. Catatan: ketika waktu sholat tiba, adzan pun dikumandangkan melalui pengeras suara.

20150807_132018Salah satu masjid di Pune

Hanya berjalan kaki kurang lebih 15 menit dari kantor. Masjidnya cukup besar, saya rasa bisa menampung 100 an jamaah. Kalau saya perhatikan jamaah yang datang sebagian besar adalah orang India juga, mungkin beberapa sebagian kecil jamaah orang asing seperti saya. Masjid terletak di tengah-tengah perkampungan. Seperti halnya masjid-masjid di tengah perkampungan yang ada di sekitar Karet Kuningan atau sekitar/di belakang Mall Ambasador, Jakarta. Saya yakin penduduk kampung di sekitar masjid tempat saya sholat Jumat kemaren terdiri dari beberapa orang dengan latar belakang dan agama yang berbeda-beda. Hal itu sangat terlihat jelas bahkan di depan masjid terdapat bangunan sekolah atau pemerintahan yang di bagian dinding depannya ada lukisan seorang dewi atau dewa yang dipuja di dalam agama Hindu.

Seperti yang sudah saya sebutkan di atas, bahwa masakan atau menu India adalah salah satu budaya India yang sudah merambah dan mempengaruhi budaya bangsa dan negara lain di dunia, seperti halnya masakan Cina. Dengan mudah kita bisa menemukan restoran atau masakan India di negara lain di luar India, bahkan di Indonesia sendiri kita bisa dengan mudah menemukan restoran India yang tentunya menyajikan menu-menu India. Hari ini saya memuaskan diri dengan mencoba beberapa menu atau masakan India. Kata teman saya yang asli orang India (dan rumahnya di India hehe), secara garis besar masakan India dibagi menjadi dua, mereka menyebutnya northern Indian dan southern Indian food, atau masakan India Utara dan India Selatan. Bedanya dari cara penyajian dan pembuatannya. Mungkin kalau di Indonesia perbandingan antara masakan Manado, Jawa dan Padang berbeda cara pembuatan, penyajian dan rasanya.

menuindiaBeberapa contoh menu masakan India

Nah pagi dan siang hari ini saya khusus memanjakan diri saya dengan mencoba beberapa menu masakan India, walaupun ada menu atau masakan non India yang disediakan. Photo atas sebelah kiri adalah menu sarapan saya tadi pagi. Saya mencoba pongal (di dalam mangkok kecil). Pongal terbuat dari nasi, mirip dengan bubur kalau di Indonesia yang dimasak sedemikian rupa dengan campuran bumbu-bumbu sehingga warnanya berubah menjadi kekuningan dan rasanya gurih. Mungkin kalau di Jakarta seperti bubur ayam yang sudah diberi bumbu kuah yang dituangkan dari botol oleh si tukang bubur sehingga warnanya juga menjadi kekuningan. Sedangkan kue pipih namanya bathore dan yang bulet namanya bonde. Rasa keduanya gurih dan renyah.

Photo atas sebelah kanan, adalah menu makan saya siang ini. saya ambil beberapa menu antara lain dhaniya murgh (ayam kari), paneer butter masala (kotak-kota berwarna agak orange: sepertinya tahu), lasooni palak (bayam yang dihaluskan diberi bumbu-bumbu, warna hijau), dal tadka (di dalam mangkok kecil), jeera pulao (nasi diberi rempah-rempah) dan garlic naan (yang ada di dalam keranjang kecil, roti India diberi bumbu-bumbu dibakar di dalam tungku). Dan malam tadi saya mencoba masakan India yang sudah sangat terkenal, tentu saja apalagi kalau bukan chicken briyani. Ayam yang sudah dimasak dengan diberi bumbu atau rempah dan dimasukkan ke dalam nasi. Jadi ketika kita menyendok nasi otomatis akan mengenai daging ayam yang memang cara penyajiannya daging ayam ini dibenamkan ke dalam nasi. Sayangnya saya lupa mengambil photonya hehe. Kalau saya rasakan semua masakan India ini masih cocok dengan lidah orang Indonesia. Menu-menu yang saya sebutkan di atas terutama yang kari rasanya sangat mirip dengan kari-kari di restoran Padang. Beberapa kari India rasanya pedas. Dan saya rasa untuk orang Indonesia masih bisa menerima masakan pedas India.

Weekend pertama di Pune, saya habiskan dengan jalan-jalan dan nonton film di bioskop di salah satu mall yang letaknya tidak terlalu jauh dengan hotel, kurang lebih 10 menit jalan kaki. Seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya di atas, kalau udara di Pune ini relatif sejuk dengan kelembaban udara yang relatif rendah. Dengan demikian walaupun saya jalan kaki ke mal pada tengah hari sekitar jam 12.00-13.00 an, badan tidak berasa gerah dan tidak banyak keringat yang keluar. Kemudian saya bisa jalan kaki dengan nyaman di sepanjang trotoar yang cukup lebar seperti tampak dalam gambar di bawah. Tidak terlihat adanya pedagang-pedagang kaki lima yang memenuhi atau menggunakan trotoar untuk mendirikan atau membuka lapak dagangannya. Jadi langkah kaki saya ketika berjalan ke mall pun bertambah nyaman dan lancar. Belakangan baru saya tahu, ternyata tidak semua kondisi trotoar rapi seperti yang terlihat di dalam photo di bawah, ada juga trotoar-trotoar yang banyak dipenuhi pedagang-pedagang kaki lima persis seperti halnya beberapa lokasi di Jakarta.

Teman saya ada yang nanya, apakah aman jalan kaki di India. Terus terang saya juga tidak tahu jawabannya, karena saya jalan kaki di siang hari, tidak tahu suasana dan keamanan kalau jalan di malam hari. Namun siang hari itu saya diikuti pengemis anak-anak mungkin berusia 13-14 tahun dengan adik kecilnya yang minta diajak ke mall dan dibeliin makanan di mall. Heran juga ngakunya pengemis dan tidak bersekolah namun bahasa Inggrisnya asli lancar. Saya kasih uang 100 rupees (1 INR kurang lebih Rp 211,-) eh dia nawar minta 500 rupees hehe. Akhirnya saya tinggal dan saya langsung masuk menuju mall.

jlnSuasana trotoar di Pune yang ramah untuk pejalan kaki

Sejak pertama kali kaki saya menjejakkan tanah India, hal pertama kali yang saya temukan dan rasakan adalah security check yang sangat ketat ada di mana-mana. Entah itu di bandara, hotel, mall bahkan ketika mau masuk bioskop sekalipun. Mungkin hal ini disebabkan karena pengalaman-pengalaman yang dihadapi India sebelumnya terhadap situasi keamanan di dalam negeri sehingga membuat India menerapkan langkah-langkah preventif seperti ini. Apalagi pengalaman dalam berhubungan dengan tetangga sebelah Pakistan yang kadang memanas. Beberapa tahun lalu sebuah Hotel bintang lima di Mumbai diserang teroris yang memakan banyak korban jiwa. Beberapa pelaku yang berhasil ditembak mati dan ditangkap pihak otoritas keamanan India menunjukkan mereka berasal dari Pakistan. Belum lagi masalah konflik perbatasan dengan Pakistan yang mengharuskan India selalu berada pada situasi di level tertinggi dalam masalah peringatan keamanan.

Kembali ke bahasan semula tentang jalan-jalan di mall hehe. Mall yang lokasinya dekat dengan hotel tempat saya menginap namanya Nitesh Mall. Ada juga yang menyebut namanya sebagai Koregaon Plaza. Pun begitu ketika saya masuk ke mall ini, saya harus melewati security check terlebih dahulu, metal detektor. Sebenarnya hampir-hampir mirip dengan di Indonesia. Ketika kita masuk juga harus ada security check. Bedanya Kalau di India, begitu kita masuk metal detektor, security masih akan mengecek satu per satu pengunjung, mirip seperti hal-nya kalau kita akan masuk ruang tunggu di bandara. Kemudian khusus untuk pengunjung wanita, setelah melewati metal detektor, mereka harus masuk ruangan tertutup dan dilakukan pengecekan ulang lagi oleh security wanita juga. Jadi double check security-nya benar-benar ketat.

malNitesh Mall Pune

Mall yang saya kunjungi ini terbilang mall kecil, masih terlihat beberapa konter yang sedang dalam persiapan untuk dibuka atau direnovasi. Sepertinya mall ini belum 100% beroperasi. Dan sepertinya juga bukan mall terbesar di Pune. Ketika saya datang jam 13.00 an bayangan saya pengunjung sudah banyak. Ternyata dugaaan saya salah. Jam segitu pengunjung mall masih sedikit dan suasana mall masih lengang dan sepi. Belakangan saya baru tahu, pengunjung mall mulai ramai dan berdatangan sekitar jam 16.00 sore ke atas.

Tujuan pertama saya datang ke mall ini adalah ingin nonton film di bioskop. Jangan dibayangkan saya mau nonton film India tau Bollywood ya. Sudah enek dari sananya sama film India hehe. Ketika saya datang dan mengecek konter tiket untuk mengetahui kira-kira ada film apa yang tayang hari Minggu kemaren, ternyata disana terpampang jadwal pemutaran film Ant-Man (3D). Nahh kebetulan sekali. Kemudian saya membeli satu tiket untuk melihat film Ant-Man. Kok cuman beli satu tiket, memangnya nonton sendirian? Ya iya lah, saya nonton sendirian hehe.

bioskopBioskop di Nitesh Mall Pune

Kalau di Indonesia salah satu distributor film-film di bioskop dikuasai jaringan Cinema 21, pun begitu di India distribusi film bioskop dilakukan oleh jaringan PVR namanya. Kembali lagi saya harus melewati security check dan metal detector ketika mau masuk ke bioskop. Security juga sekalian memerika tiket saya. Ujung bawah tiket saya dirobek, sebagai tanda kalau tiket sudah di-check. Belakangan baru tahu kalau pengecekan tiket hanya dilakukan sekali oleh security di depan, sedangkan ketika kita memasuki Cinema atau Studio, tidak ada lagi penjaga yang memeriksa tiket seperti halnya kalau kita ingin nonton bioskop di Indonesia yaitu tiket masih harus kita tunjukkan kepada penjaga yang menunggu penonton di depan pintu masuk studio, kemudian penjaga akan merobek satu bagian tiket sedangkan bagian tiket yang lain diserahkan kepada kita.

Studio (disini menyebutkan Cinema) sudah dibuka 15 menit sebelum jam tayang film Ant-Man (13.50) dimulai. Saya mengikuti pengunjung-pengunjung lainnya yang juga sudah memasuki cinema. Kalau saya lihat mayoritas penontonnya juga anak-anak muda. Jangan dibayangkan kita akan melihat anak-anak muda di India memakai pakain sari, pakaian nasional India, ketika mereka jalan-jalan di mal. Yang terlihat masih mau menggunakan sari ketika jalan di mall hanyalah orang-orang tua. Seperti anak-anak muda di Jakarta, mereka memakai pakaian casual seperti biasa.

Seperti biasa di menit-menit awal nonton film di bioskop akan diputarkan beberapa klip film yang akan tayang di bioskop tersebut. Juga diputarkan beberapa iklan komersial. Kemudian saya juga melihat diputarkan sebuah iklan layanan masyarakat dari Polisi Pune tentang bagaimana masyarakat harus waspada dengan ancaman bom. Sama persis dengan suasana ketika kita nonton bioskop di Indonesia, tidak ada perbedaan. Nahh saya baru terkejut dan terkesima ketika di layar terpampang tulisan semua harus berdiri untuk pemutaran lagu kebangsaan India. Semua penonton yang saat itu cukup penuh, berdiri dengan sikap sempurna. Saya pun ikut berdiri. Sesaat kemudian lagu kebangsaan India diputar. Suasana sudut-sudut ruangan menjadi sepi sunyi namun hikmat. Semua orang diam termasuk anak-anak kecil yang biasanya tidak mau diam. Semua dengan hikmat mendengarkan lagu kebangsaan India. Terus terang saya juga ikut terhanyut dengan kehikmatan sikap mereka dalam mendengarkan lagu kebangsaan mereka Jana Gana Mana. Ketika lagu kebangsaan India selesai diputar, penonton pun duduk kembali. Saya sekilas melihat penonton yang duduk di sebelah saya menoleh ke arah saya. Mungkin dia heran, muka non India nonton bioskop di India dan harus berdiri mendengarkan lagu kebangsaan India diputar di bioskop hahaha. Mungkin saya satu-satunya orang asing yang ada di cinema tersebut siang itu.

Sebenarnya ini pengalaman kedua kali saya mendengarkan lagu kebangsaan diputar di bioskop. Pengalaman pertama yaitu ketika saya berada di Bangkok dan kebetulan saat itu saya nonton bioskop dengan teman baik saya. Kalau di Bangkok selain mendengarkan lagu kebangsaan Thailand, juga diputarkan film dokumenter tentang raja mereka. Semua penonton pun harus berdiri sebagai penghormatan terhadap raja mereka. Nah ada kejadian sedikit lucu, mungkin karena waktu itu pengalaman pertama saya dan teman saya menghadapai situasi seperti ini, teman saya sempat tidak bisa menahan ketawa, untungnya saya berhasil menahan supaya tawa dia tidak keceplosan. Kalau sampai tertawa kelepasan dan terbahak-bahak kan bisa gawat, nanti dianggap menghina raja mereka hehe.

Kembali ke cerita semula tentang suasana nonton di dalam bioskop di Pune. Setelah lagu kebangsaan selesai diputar, film utama pun juga diputar. Sebenarnya cerita film-nya sama seperti cerita-cerita film Marvel lainnya, bertema tentang orang biasa yang kemudian menjadi superhero. Detik demi detik, menit demi menit berlalu. Saya pun juga bisa menikmati alur cerita yang ditampilkan. Namun ketika cerita film sedang seru-serunya, tiba-tiba layar mati. Wahh kejutan apa lagi ini, begitu dalam hati saya berkata. Tengok sana, tengok sini saya ingin mencari tahu. Namun anehnya penonton lain biasa-biasa saja, kecuali saya yang sangat curious pengen tahu ada kejadian apa. Kemudian di layar ada tulisan intermission bla bla…Wah hahaha ternyata ada pause, commercial break atau iklan di tengah-tengah pemutaran film. Waduhh kayak nonton film atau sinetron di TV saja nih. Selama intermission atau commercial brake berlangsung, penonton pada keluar, ada yang ke toilet, ada yang membeli cemilan lagi seperti popcorn dan sejenisnya. Saya lihat ada petugas di depan membawa keranjang sampah untuk mengumpulkan sampah-sampah sisa popcorn dan makanan yang dibawa penonton sesaat film akan diputar tadi. Intermission dan commercial break berlangsung kurang lebih 15 menit. Film pun diputar kembali mulai dari bagian atau alur cerita yang terpotong tadi. Hehehe seru juga nih pengalaman nonton bioskop di India. Ada-ada saja, nonton film bioskop diselingi iklan..huhh untungnya commercial break atau iklannya cuman sekali hehe.

Pagi harinya ketika saya di kantor, saya menanyakan hal ini kepada teman saya orang asli India. Teman saya bilang bahwa kebiasaan ini dulunya disebabkan oleh karena panjangnya durasi film Bollywood yang diputar di bioskop. Satu film Bollywood paling tidak berdurasi 3-4 jam. Nah untuk menghilangkan kejenuhan, diselingilah dengan intermission ini. Seiring berjalannya waktu orang-orang India sudah semakin terbiasa dengan intermission di tengah-tengah pemutaran film, entah itu film Bollywood ataupun non Bollywood, sampai sekarang ini.

Wiken terakhir  saya menyempatkan diri keliling kota Pune untuk sekedar menikmati city tour. Dari beberapa informasi yang saya dapatkan, beberapa teman merekomendasikan untuk mengunjungi Agakhan Palace (atau museum Mahatma Gandhi), Shaniwar Wada fort dan jalan-jalan belanja di MG road (semacam Malioboro-nya Pune). Sebenarnya ada beberapa lokasi wisata lagi diluar atau di pinggiran kota Pune. Namun waktu yang terbatas sudah tidak memungkinkan lagi untuk menuju kesana.

Dengan menyewa mobil dari hotel selama 4 jam sebesar INR 2000, tujuan lokasi wisata pertama yang saya kunjungi adalah Agakhan Palace. Dari hotel berangkat jam 12.00 dengan suasana langit Pune yang sedikit mendung. Suasana jalanan seperti biasa padat dan cenderung ruwet. Jangan dibandingkan keruwetan lalu lintas Pune dengan keruwetan lalu lintas di Hong Kong. Di Hong Kong jalanan kelihatan ruwet karena banyaknya taksi dan bus dengan lebar jalan yang sempit-sempit. Namun disana semua pengendara teratur mentaati peraturan lalu lintas. Di Pune seperti yang sudah saya sebutkan di atas, kesadaran berkendara dan mematuhi aturan lalu lintas masih rendah.

apAgakhan Palace

Dengan membayar tiket masuk sebesar INR 100 (kurang lebih Rp 25rb) saya bisa memasuki komplek istana. Agakhan Palace pada dasarnya museum tempat menyimpan segala macam peninggalan Mahatma Gandhi dan sahabat-sahabatnya selama mereka berjuang dalam masa pendudukan tentara Inggris di India. Rumah ini dulunya digunakan untuk tempat tahanan rumah Mahatma Gandhi sampai dia meninggal dunia. Di area yang luas, rindang dan sejuk ini juga ada tempat yang digunakan oleh Mahatma Gandhi untuk bersemedi. Disini juga lokasi dimana abu Mahatma Gandhi dikubur.

mgTempat semedi dan Abu Mahatma Gandhi disemayamkan

Setelah puas berkeliling dan melihat beberapa peninggalan dan kisah hidup Mahatma Gandhi selama di penjara di Agakhan Palace, langkah saya berikutnya adalah menuju sebuah beteng kuno, Shaniwar Wada Fort, yang terletak di tengah-tengah kota Pune, peninggalan abad ke-18, tepatnya dibangun pada tahun 1746 pada masa pemerintahan Peshwa di kerajaan Maratha. Beteng ini mengalami kebakaran hebat pada tahun 1828 dan sisa-sisa bangunan yang masih ada sekarang dijadikan tempat tujuan atau obyek wisata.

btgGerbang utama dan suasana di dalam Shaniwar Wada Fort

Harga masuk tiket wisata untuk orang asing sepertinya seragam sebesar INR 100 (100 rupees). Sama seperti di Agakhan Palace, tiket masuk di Shaniwar Wada Fort pun sebesar INR 100. Sayang sekali ketika saya tiba di Shaniwar Wada Fort, kondisi HP saya lowbat sehingga hanya berhasil mengabadikan dua photo di atas hehe. Beteng ini dikelilingi tembok yang tinggi dan tebal, kalau saya perhatikan terbuat dari batu bata merah. Di tengah-tengah tembok yang mengelilinginya terdapat taman yang luas dan ada bekas air mancurnya. Sekilas beberapa bagian masih belum benar-benar direnovasi.

Pemberhentian terakhir saya harusnya di MG road, cuman karena hujan, saya hanya melihat sekilas dari atas mobil. Sama seperti di Malioboro, MG road adalah satu jalan lurus yang terdapat deretan toko-toko tempat menjual souvenir. Sayang saya tidak bisa mengeksplore terlalu detail suasana MG road sehingga tidak bisa bercerita banyak.

Demikian kisah saya selama 3 minggu di Pune, India…semoga memberikan informasi yang semoga berguna bagi anda semuanya.

Posted in Cerita-Cerita | Tagged , , | Leave a comment

Ber-internet-an Ria Sepanjang Perjalanan di Dalam Pesawat Emirates Tujuan Jakarta-Dubai dan Dubai-Jakarta

Beberapa waktu yang lalu saya pernah mem-posting-kan tulisan saya mengenai Internetan di atas pesawat Qatar Airways, sekarang dalam kesempatan ini saya akan menuliskan bagaimana kita bisa ber-internet-an dengan tersambung ke WiFi di atas pesawat Emirates. Kebetulan pada saat saya mencoba koneksi WiFi ini saya sedang di atas pesawat Emirates tujuan Dubai-Jakarta maupun Jakarta-Dubai. Layanan WiFi onboard yang disediakan Emirates mereka namakan OnAir. Perlu diketahui layanan OnAir ini terdapat dan bisa diakses baik di kelas ekonomi maupun kelas bisnis.

Sebagai informasi belum semua jenis pesawat Emirates ada fasilitas sambungan WiFi-nya. Jenis pesawat Emirates yang sudah ada fasilitas OnAir antara lain adalah tipe Airbus A380 dan Boeing 777-300. Jadi seandainya dalam perjalanan anda menggunakan Emirates dan kebetulan armadanya yang digunakan pada saat itu bukan dari salah satu kedua tipe pesawat di atas, maka ada kemungkinan anda tidak akan bisa menikmati layanan WiFi onboard.

Sebenarnya ada atau tidaknya layanan OnAir bisa diketahui dengan mendengarkan pengumuman dari Flight Attendance-nya. Sesaat sesudah take-off nanti akan diumumkan fasilitas apa saja yang bisa anda nikmati selama terbang dalam perjalanan. Ketika ada fasilitas OnAir, otomatis juga ada fasilitas mobile connection, artinya anda bisa juga menerima dan mengirimkan pesan/SMS maupun menerima dan melakukan panggilan tilp/HP dengan teman dan famili yang ada di darat. Roaming charge akan berlaku dan dikenakan sama seperti anda sedang melakukan panggilan dari luar negeri ke Indonesia. Perlu diingat, seandainya memang anda ingin melakukan panggilan tilpon hendaknya tetap menghomati privasi penumpang sebelah kiri, kanan, depan dan belakang anda. Jangan sampai gaduh, berisik dan mengganggu penumpang yang lain.

Saya pribadi lebih suka tersambung ke WiFi dan bisa mengirimkan kabar-kabar dengan orang-orang yang saya cintai melalui layanan messenger semacam WhatsApp, BBM dan sejenisnya, sehingga tidak mengganggu privasi penumpang lainnya. Siapa tahu ada di antara anda yang belum tahu, berikut di bawah ini adalah cara mengetahui adanya layanan OnAir atau tidak dan bagaimana cara anda bisa tersambung (baik kelas ekonomi maupun bisnis):

  • Aktifkan layanan WiFi di smartphone atau laptop anda. Seandainya ada layanan OnAir makan akan muncul disana seperti gambar di bawah ini:

gambar1

  • Kemudian untuk mengetahui apakah layanan OnAir sudah diaktifkan oleh Emirates atau belum bisa di-cek dengan cara sebagai berikut. Buka peramban (browser) di media anda kemudian ketikkan onair.onboard.aero. Seandainya belum aktif maka akan muncul pesan seperti gambar di bawah ini. Perlu diketahui anda juga akan mendapatkan pesan seperti di bawah ini, walaupun layanan OnAir sudah aktif, yaitu ketika pesawat melintasi atau di atas laut luas seperti samudra Hindia. Bagaimana anda tahu posisi pesawat anda sedang berada dimana? Caranya mudah, melalui layar monitor di depan anda gunakan layanan ICE dan pilih Information > Flight Info

gambar2

  • Ketika anda tersambung dengan layanan OnAir, maka informasi yang akan anda dapatkan seperti gambar di bawah ini

gambar3

 

  • Selanjutnya anda bisa mulai melakukan koneksi ke layanan OnAir ini. Ada dua opsi, yang pertama opsi gratisan kuota sebesar 10MB dan opsi yang tidak gratis sebesar 500MB. Jangan khawatir, biayanya sangat murah hanya 1 USD (kurang lebih Rp 13rb) dan anda sudah mendapatkan kuota 500MB yang sangat-sangat cukup anda gunakan sepanjang perjalanan sampai tujuan akhir. Saya lebih suka memilih opsi 500 MB ini daripada yang opsi gratisan 10MB.

gambar4

 

  • Setelah anda memutuskan mau memilih yang mana langkah selanjutnya adalah melakukan koneksi. Ketika anda memilih opsi kuota 500MB, langkah berikutnya anda harus melakukan pembayaran dengan meng-klik tombol “Buy now” dan anda akan mendapatkan gambar sebagai berikut:

gambar5

 

  • Anda harus mempunyai dan menggunakan salah satu kartu kredit seperti yang terlihat di dalam gambar berikut untuk bisa melakukan pembayaran. Isikan detail informasi kartu kredit anda seperti yang diminta termasuk jangan lupa menuliskan alamat email (wajib diisi) anda.

gambar6

  • Setelah selesai, maka proses selanjutnya adalah sistem akan melakukan validasi pembayaran anda seperti tampak dalam gambar berikut

gambar7

 

  • Setelah pembayaran anda tervalidasi maka anda akan mendapatkan konfirmasi seperti nampak dalam gambar berikut

gambar8

  • Anda pun akan menerima email konfirmasi ketika pembayaran layanan OnAir berhasil, seperti gambar berikut:

gambar10

 

  • Untuk mengetahui apakah anda benar-benar sudah tersambung ke layanan OnAir, buka browser anda dan ketikkan www.emirates.com/onair seperti gambar di bawah ini

gambar9

 

  • Atau bisa juga mengetikkan www.onboard.onair.aero seperti gambar berikut

gambar11

 

Dengan demikian anda sudah tersambung dan sudah bisa berselancar di internet sepanjang perjalanan anda bersama Emirates.

Demikian tulisan saya semoga bermanfaat…

Posted in Cerita-Cerita | Tagged , , | Leave a comment

Bagaimana Cara Membuat Rata Tengah (Center Alignment) pada Themes Twenty Fourteen di WordPress

Saya menggunakan WordPress versi 4.2.2 pada saat tulisan ini saya buat.

Seperti yang sudah diketahui, ketika kita memilih WordPress sebagai sarana untuk membuat blog maka blogger bisa memilih beberapa pilihan themes untuk menampilkan postingan-postingan atau tulisan-tulisannya. Themes ini ibaratnya seperti baju dan make up bagaimana seseorang bisa tampil dengan percaya diri dengan berbagai macam variasi baju dan make up. Begitu pula dengan sebuah blog, bagaimana blog bisa tampil menarik dan enak dilihat oleh pengunjung blog.

Salah satu themes yang ditawarkan pada WordPress versi 4.2.2 adalah Twenty Fourteen.  Beberapa themes lain yang ada antara lain Twenty Ten, Twenty Eleven, Twenty Thirteen, Twenty Fifteen. Saya tidak tahu sejarahnya kenapa WordPress banyak menamai themes-themes yang mereka gunakan dengan nama angka.

Ketika kita memilih Twenty Fourteen sebagai themes blog kita, maka pertama kali ketika kita aktifkan, kita akan mendapatkan blog kita by default rata kiri seperti nampak dalam gambar di bawah ini:

 ratakiri

Sehingga ketika blog tersebut ditampilkan di peramban (browser), akan terlihat hanya bagian kiri peramban yang akan terisi oleh halaman blog kita. Pengunjung atau pembaca blog akan merasa tidak nyaman ketika membaca tulisan-tulisan kita ketika posisi blog seperti itu, karena mata akan cenderung untuk melihat ke kiri terus-menerus yang akan menyebabkan mata cepat lelah.

Bagaimana caranya agar posisi blog kita ketika menggunakan themes Twenty Fourteen bisa berada di tengah atau rata tengah dengan peramban seperti di bawah ini?

ratatengah

Berikut di bawah ini langkah-langkah untuk bisa membuat posisi blog terhadap peramban berada di tengah atau rata tengah:

  • Install plugin baru yang namanya Custom CSS Manager. Caranya dari Dashboard > Plugin > Add New

instalplugin

 

  • Pada kolom search tuliskan nama plugin yang akan dipasang “Custom CSS Manager” tekan tombol Enter

addnewplug

  • Kita akan diarahkan pada halaman plugin seperti berikut

cssmngr2

 

  • Klik tombol Installed dan tunggu sampai proses instalasi selesai. Ketika sudah selesai, jalankan plugin tersebut dengan cara sebagai berikut Dashboard > Appearance > Custom CSS Manager

appearance

 

  • Halaman Custom CSS Manager akan terbuka seperti di bawah ini. Kemudian ketikan code seperti yang tertulis di bawah ini pada CSS Code di Custom CSS Manager kemudian klik Save Changes

 

cssmngr

  • Refresh browser dan blog kita sudah akan tampil dengan posisi rata tengah terhadap peramban/browser

Semoga tulisan di atas bermanfaat…silahkan mencoba.

Posted in Tips | Tagged , , | 1 Comment

Bonus 100 US Dollar dari Google Adsense

Hari ini iseng-iseng saya mengecek saldo dan mutasi rekening tabungan USD Bank Mandiri. Ola la…sebuah kejutan manis yang sudah saya tunggu-tunggu datang juga, ada transfer masuk dari Google sebesar USD 97,46 (sembilan puluh tujuh koma empat enam Dollar Amerika).

adnsense2

Memang transfer di atas bukan sesuatu yang tidak saya  ketahui sebelumnya. Pun bukan sesuatu yang tidak saya duga. Bukan pula transfer dari individu atau kelompok yang saya tidak tahu yang kemudian sekonyong-konyong berbaik hati mentransfer sejumlah 100 USD ke rekening Bank Mandiri saya. Dan bukan juga transfer dari dari aktivitas atau kegiatan pencucian uang, korupsi, dana teroris dan kegiatan kejahatan lainnya hehe.

Seperti yang tertera dalam keterangan transaksi di atas, uang tersebut ditransfer oleh Google Advertising Payment karena blog ini (www.tulisan-ringan.com) saya daftarkan ke Google Adsense, artinya ada beberapa iklan dari Google yang nampang dan mejeng di blog saya ini. Kalau anda perhatikan di sebelah kanan blog saya ini ada beberapa iklan yang muncul diiklankan oleh Google. Iklan-iklan yang muncul di blog saya ini  akan berganti secara otomatis dalam periode waktu tertentu yang semuanya diatur oleh Google. Bagaimana teknisnya, saya sendiri tidak tahu.

Nah setiap kali ada pengunjung atau pembaca  blog yang berbaik hati, ketika berkunjung dan membaca tulisan-tulisan saya kemudian meng-klik iklan-iklan tersebut, maka saya akan mendapatkan fee (upah) dari Google. Sedemikian seterusnya sehingga ketika minimum threshold value (nilai ambang batas) tercapai dimana uang yang terkumpul sudah bisa dibayarkan, maka Google akan membayarkan ke rekening kita, tergantung dari metode pembayaran yang kita pilih (selain transfer ke rekening bank, kita bisa juga memilih dengan Western Union). Minimum threshold Google Adsense adalah sebesar 100 USD. Artinya ketika uang jasa sudah mencapai 100 USD maka secara otomatis setiap tanggal 21 setiap bulannya, Google akan mentransfer ke rekening bank yang kita daftarkan. Begitu seterusnya. Semakin cepat minimum threshold tercapai, maka akan semakin sering pula kita bisa menerima uang saku dari Google. Seperti menjadi pasif income buat kita jadinya, enak bukan? Dalam kesempatan ini saya sekali lagi ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pengunjung dan pembaca blog saya yang sudah menyempatkan meng-klik iklan-iklan tersebut.

Besaran fee atau upah yang saya terima setiap kali satu iklan di-klik akan berbeda dari satu iklan dan iklan lainnya. Semua diatur oleh Google. Namun tentu saja saya bisa memantau performa Google Adsense yang saya miliki. Seperti yang sudah saya sebutkan di atas, saya sudah mengetahui kalau bakal ada transfer masuk dari Google karena saya bisa memantaunya dari sini:

adsense1

Dari dashboard payment history di atas saya tahu bahwa pada tanggal 21 April 2015, Google membayarkan sejumlah 102,46 USD ke rekening Bank Mandiri saya. Dan pada tanggal 23 April 2015, uang tersebut sudah masuk di rekening Bank Mandiri saya. Tetapi kenapa yang saya terima hanya 97,46 USD? jawabannya adalah karena ada biaya transfer sejumlah 5 USD yang dikenakan oleh Bank Mandiri.

Apakah saya mengetahui Google Adsense secara tiba-tiba? jawabannya tentu saja tidak. Saya memulainya melalui sebuah proses dengan belajar dari nol. Saya mulai mencoba-coba mendaftarkan blog saya ini ke Google Adsense sejak 16 Desember 2011. Saya pun menuliskan beberapa kisahnya di blog ini juga seperti yang bisa dibaca di link di bawah ini:

Dengan terus belajar dan belajar akhirnya bisa juga saya mendapatkan uang jasa atau fee dari Google Adsense hehe..Alhamdulillah. Kalau saya bisa, tentu saja saya yakin anda pun juga bisa.

Menulis menuangkan hobi, berbagi pengalaman, ilmu, kisah dan cerita melalui sebuah tulisan sambil mendapatkan uang saku dari Google….hmmm siapa yang ga mau. Bagaiman dengan anda, mau juga bukan hehe? Kalau begitu ayoo buruan daftarkan blog anda ke Google Adsense…

Posted in Cerita-Cerita | Tagged , , | 2 Comments

Cara Pelaporan SPT Secara Online Bagi TKI yang Sudah Mempunyai NPWP Pribadi

Bulan Maret sudah tiba, dan biasanya bagi wajib pajak pribadi baik itu karyawan maupun non karyawan yang sudah mempunyai NPWP (nomor pokok wajib pajak), disibukkan dengan pelaporan SPT pribadi ke kantor pajak, tidak terkecuali diantaranya adalah orang Indonesia yang bekerja di luar negeri yang kebetulan juga sudah mempunyai NPWP. Biasanya formulir yang digunakan untuk melaporkan pajak penghasilan pribadi ini adalah formulir SPT1770S.

Terlepas dari perdebatan apakah setiap warga negara Indonesia baik yang ada di dalam maupun di luar negeri wajib memiliki NPWP  atau tidak dan perlu lapor SPT setiap tahun atau tidak, namun pada kenyataannya setiap orang yang sudah mempunyai NPWP, tak terkecuali yang kemudian bekerja di luar negeri, tetap harus melaporkan pajak penghasilan pribadinya tersebut ke kantor pajak. Misalnya anda, sebelum bekerja di luar negeri, anda pernah bekerja di sebuah perusahaan di dalam negeri dan ketika itu anda sudah mempunyai NPWP dan rutin melaporkan SPT tahunan ke kantor pajak. Setahun kemudian anda bekerja di luar negeri. Apakah kemudian anda terbebas dari kewajiban melaporkan SPT anda setelah anda berada di luar negeri? Jawabannya tidak, karena tetap saja kantor pajak akan mengirimkan surat pemberitahuan untuk melaporkan SPT pribadi anda tersebut, yang dikirimkan ke alamat terakhir anda seperti yang terdaftar di NPWP, meskipun anda sekarang bekerja di luar negeri.

Dalam Pasal 2 ayat 1 UU No 28 Tahun 2007 tentang Perubahan Ketiga atas Undang-undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan menyebutkan bahwa Setiap Wajib Pajak yang telah memenuhi persyaratan subjektif dan objektif sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan wajib mendaftarkan diri pada kantor Direktorat Jenderal Pajak yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal atau tempat kedudukan Wajib Pajak dan kepadanya diberikan Nomor Pokok Wajib Pajak. Selangkapnya bisa dibaca disini http://www.pajak.go.id/dmdocuments/UU-28-2007.pdf.

Akan tetapi Dirjen Perpajakan akhirnya mengeluarkan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER – 2/PJ/2009 Tentang Perlakuan Pajak Penghasilan Bagi Pekerja Indonesia Di Luar Negeri yang menegaskan bahwa WNI yang bekerja di Luar Negeri lebih dari 183 hari diperlakukan Wajib Pajak Luar Negeri. Selengkapnya bisa dibaca disini http://www.pajak.go.id/dmdocuments/PER-02-2009.pdf

Pemahaman saya sebagai orang awam ketika membaca kedua aturan tersebut diatas adalah bagi setiap warga negara Indonesia yang bekerja di luar negeri lebih dari 183 hari tidak akan diperlakukan sebagai wajib pajak dalam negeri. Kalaupun tetap harus melaporkan SPT tahunan, nanti yang dilaporkan adalah Nihil. Jadi kesimpulannya adalah tidak ada salahnya anda mempunyai NPWP dan rutin melakukan pelaporan SPT tahunan, walaupun kemudian atau sekarang ini anda sedang bekerja di luar negeri. Apalagi ada sanksi-nya loh bagi wajib pajak yang alpa atau sengaja tidak melaporkan SPT tahunannya. Seperti saya kutip dari media online Kompas.com, sanksinya bervareasi dari denda Rp 100 rb sampai pidana 3 bulan kurungan. Selengkapnya bisa dibaca disini Sanksi jika Telat Lapor SPT Tahunan.

Ditambah lagi sekarang ini untuk segala macam transaksi keuangan di Indonesia contohnya seperti ketika anda ingin mengajukan segala macam kredit di bank, membeli rumah dengan cara KPR, membeli mobil dengan pembiayaan KPM dari bank, mendirikan badan usaha (PT, CV dan sebagainya) dan lain sebagainya salah satu syaratnya adalah diwajibkan mencantumkan NPWP anda. Yang perlu anda pertimbangkan adalah apakah ketika anda sudah berada di luar negeri kemudian memutuskan untuk sama sekali tidak akan melakukan segala macam kegiatan bisnis dan atau transaksi keuangan di dalam negeri? Apakah anda suatu ketika tidak ingin membeli rumah, mobil atau membuka usaha di dalam negeri? kalau masih tergantung dengan segala macam hal transaksi keuangan atau rencana bisnis di dalam negeri, memang sebaiknya, mau tidak mau anda harus mempunyai NPWP pribadi.

Dulu banyak orang berkeluh kesah ketika terlanjur sudah mempunyai NPWP, apalagi bagi orang yang kemudian bekerja di luar negeri, karena membayangkan betapa ribet dan repotnya harus melaporkan pajak penghasilan setiap tahunnya. Apalagi dulu ketika melapor SPT tahunan tersebut kita harus datang ke kantor pajak.

Tetapi segala macam keribetan itu hanya terjadi duluuuu…Sekarang Dirjen Pajak sudah membuat terobosan yang sangat memudahkan wajib pajak melaporkan SPT tahunan tanpa harus datang ke kantor pajak, yaitu dengan cara pelaporan SPT secara online yang sangat mudah, praktis dan interface aplikasinya yang sangat user friendly. Tetapi anda baru bisa melaporkan SPT secara online, hanya bila anda sudah mempunyai e-fin. Jadi untuk bisa melaporkan SPT secara online, yang perlu anda lakukan pertama kali adalah mempunyai e-fin. Saya pernah menuliskan di blog ini cara mendapatkan e-fin. Selengkapnya bisa dibaca disini cara mendapatkan e-filling.

Berikut langkah-langkah sederhana cara pelaporan SPT tahunan melalui aplikasi e-filling dari Dirjen Pajak khususnya bagi anda yang bekerja di luar negeri. Langkah-langkah yang akan saya tulis dan sebutkan berikut di bawah mungkin tidak cocok untuk pelaporan SPT tahunan bagi anda yang bekerja di dalam negeri, karena semua angka di dalam langkah ini dibuat nihil atau nol. Ingat seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya, Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER – 2/PJ/2009 Tentang Perlakuan Pajak Penghasilan Bagi Pekerja Indonesia Di Luar Negeri yang menegaskan bahwa WNI yang bekerja di Luar Negeri lebih dari 183 hari diperlakukan Wajib Pajak Luar Negeri, artinya tidak diperlakukan sama seperti wajib pajak dalam negeri.

Langkah-langkahnya pelaporan SPT online melalu e-filing adalah sebagai berikut:

  • Langkah pertama masuk ke website Dirjen Pajak yang beralamat di http://pajak.go.id.
  • Kemudian lihat di sebelah kanan atas ada beberapa link aplikasi salah satunya e-Filling

efiling0

 

 

 

  • Klik aplikasi e-Filling, akan mendapatkan halaman seperti di bawah ini. Isikan no NPWP dan kata sandi anda kemudian klik tombol login

efiling1

 

 

 

 

 

 

 

  • Ketika anda sudah login, maka akan mendapatkan halaman seperti di bawah ini, kemudian klik menu “Buat SPT”

efiling2

 

 

  • Setelah itu anda akan mendapatkan halaman seperti di bawah ini. Pilih menu Isi SPT

efiling3

 

  • Dari menu Isi SPT kemudian pilih menu “1770 S Formulir”, anda akan mendapatkan halaman seperti di bawah ini. Selanjutnya dari menu formulir ini nanti yang akan kita gunakan untuk pembahasan lebih lanjut.

isispt1770sformulir

 

  • Isikan informasi yang disebutkan pada menu no 1 “Identitas”. Setelah lengkap klik tombol “Lanjut”.
  • Isikan informasi yang disebutkan pada menu no 2 “Lampiran II”. Catatan: semua angka ditulis 0 (nol) seperti di bawah ini. Setelah lengkap dan semua informasi diisikan kemudian klik tombol “Lanjut”.

SPTLAMPIRAN2

 

  • Isikan informasi yang disebutkan pada menu no 3 “Lampiran I”. Catatan: semua angka ditulis 0 (nol) seperti di bawah ini. Setelah lengkap dan semua informasi diisikan kemudian klik tombol “Lanjut”.

SPTLAMPIRAN3

 

  • Isikan informasi yang disebutkan pada menu no 4 “Induk”. Catatan: semua angka ditulis 0 (nol) seperti di bawah ini. Setelah lengkap dan semua informasi diisikan kemudian klik tombol “Lanjut”.

SPTLAMPIRAN4

  • Setelah Menu 1 sampai dengan 4 diisi dengan lengkap, langkah terakhir adalah mengirimkan SPT tersebut. Sekali lagi pastikan semua informasi yang ditanyakan pada menu 1 sampai dengan 4 diisi dengan lengkap dan jangan ada yang terlewatkan. Karena kalau ada yang terlewatkan anda tidak akan bisa melanjutkan ke menu 5. Klik Tombol “Lanjut” maka anda akan berada di menu 5 “Kirim” seperti halaman di bawah ini:

SPTLAMPIRAN5

 

  • Sebelum anda bisa mengirimkan SPT secara online, anda perlu mengisikan kode verifikasi terlebih dahulu. Klik tombol “di sini” berwarna hijau pada menu nomor 5 di atas. Ketika anda meng-klik tombol “di sini” anda akan mendapatkan halaman seperti di bawah ini. Pilih apakah kode verifikasi akan dikirimkan lewat email atau nomor handphone, kemudian klik OK

kodeverifikasi

 

 

 

 

  • Seandainya kode verifikasi dikirimkan lewat email anda yang terdaftar ketika anda mendaftar e-filling, maka kode tersebut akan dikirimkan ke email anda seperti contoh di bawah ini

emailkode

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  • Masukkan kode verifikasi pada menu nomor 5 seperti gambar di bawah ini, kemudian klik tombol “Kirim SPT” warna hijau

inputkode

 

  • Setelah anda meng-klik tombol “Kirim SPT”, proses sudah selesai dan akan ada halaman atau windows pop up muncul seperti di bawah ini

buktikirim

 

 

 

 

 

 

 

  • Bukti pelaporan SPT akan dikirimkan melalui email seketika setelah anda meng-klik tombol “Tutup” dari halaman di atas seperti contoh di bawah ini

buktipenerimaanelec

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  • Proses pelaporan SPT secara online sudah selesai. Anda bisa memeriksa apa yang sudah anda laporkan melalui menu Dashboard seperti contoh di bawah ini

daftardokumenSPT

 

 

Demikian tulisan singkat saya, semoga ada manfaatnya dan bisa memberikan informasi bagaimana cara pelaporan SPT pribadi secara online terutama bagi anda yang bekerja di luar negeri. Sangat mudah, praktis, cepat dan menyingkat waktu bukan?

Catatan: saya bukan konsultan pajak, saya adalah wajib pajak biasa seperti anda yang kebetulan mempunyai NPWP pribadi dan sekarang sedang bekerja di luar negeri. Kalau sekiranya ada kekeliruan dengan apa  yang saya sebutkan di atas, dengan senang hati saya menerima koreksi.

Posted in Tips | Tagged , , , , | 28 Comments