Menikmati Suasana Perdana di Terminal Keberangkatan Domestik T3 Ultimate Bandara Soekarno Hatta

Seperti kita ketahui bersama melalui pemberitaan di media massa dan sosial media, tentang dibangunnya Terminal 3 (T3) Ultimate di Bandara Soekarno Hatta yang konon kabarnya kemegahannya mampu menyaingi bandara-bandara besar kelas dunia seperti Changi, KLIA, Dubai, Hamad-Doha dan lainnya.

T3 Ultimate ini sudah santer diberitakan dan dibicarakan bahkan sebelum benar-benar resmi digunakan. Dulu pernah tersiar T3 Ultimate akan digunakan menyambut musim liburan lebaran 2016. Namun setelah melalui serangkain cek dan uji coba, akhirnya T3 Ultimate baru benar-benar bisa digunakan per tanggal 9 Agustus 2016 dan itu pun baru digunakan oleh maskapi Garuda Indonesia untuk penerbangan domestik saja.

Dua hari setelah mulai diresmikan dan digunakan, tepatnya tanggal 11 Agustus 2016, saya berkesempatan mencoba T3 Ultimate ini. Kebetulan saya dalam perjalanan dari Jakarta menuju Jogja dan sengaja membeli tiket Garuda hanya karena pengen melihat seperti apa sebenarnya suasana T3 Ultimate ini. Tentu saja apa yang akan saya tuliskan di bawah ini nanti belum bisa menggambarkan suasana lengkap T3 Ultimate, karena memang proses pembangunannya belum 100% selesai dan juga terminal yang digunakan baru untuk melayani penerbangan domestik.

Memasuki area T3 Ultimate, saya merasakan seperti memasuki area Hamad international2703 airport di Doha, Qatar. Menurut saya sekilas komplek bangunannya dari luar seperti seolah-olah saya menuju Hamad airport. Ada jalan layang menuju ke terminal keberangkatan di lantai atas dan ada jalan menuju terminal  kedatangan di lantai bawah. Dari kejauhan saya sudah bisa melihat informasi atau tulisan Gate nomor berapa. Karena tanggal 11 Agustus 2016 kemaren T3 Ultimate ini masih belum sepenuhnya digunakan untuk melayani penerbangan internasional dan hanya digunakan untuk melayani Garuda domestik, maka saya belum bisa melihat informasi maskapai apa saja yang akan terbang melalui gate tertentu. Di bandara-2709bandara internasional yang terminalnya sudah sepenuhnya beroperasi biasanya akan ada tulisan terpampang menginformasikan Gate tersebut untuk penerbangan maskapai apa saja. Memasuki halaman depan terminal keberangkatan T3 Ultimate, yang saya rasakan adalah suasana lega dan bersih. Tidak (belum) terlihat kerumunan penumpang maupun pengantar seperti yang sering terlihat di Terminal 2, yang ketika sedang penuh, maka suasananya terlihat seperti terminal bus, bukan bandara internasional lagi. Seandainya nanti T3 Ultimate sudah sepenuhnya melayani penerbangan internasional, saya rasa halaman depan ini mampu menampung terutama pengantar yang jumlahnya kadang lebih banyak dari pada penumpang yang mau berangkat/terbang itu sendiri.

2705Ketika anda membawa bagasi atau barang bawaan dan ragu berapa berat bagasi anda, maka di T3 Ultimate ini disediakan timbangan bagasi. Penumpang bebas menggunakannya. Ketika T3 Ultimate ini sudah 100% dioperasikan untuk melayani penerbangan internasional maka keberadaan timbangan ini akan sangat dirasakan manfaatnya oleh para penumpang, karena di2704 maskapai jalur penerbangan internasional berat barang bawaan yang boleh dibawa dan ditenteng benar-benar dicek. Dan kalau ada kelebihan berat maka bayar denda kelebihan berat bagasinya lumayan mahal. Selain timbangan bagasi ini, di halaman kedatangan T3 Ultimate juga disediakan papan informasi jadwal keberangkatan pesawat beserta jam dinding. Dengan demikian akan memudahkan para penumpang dan pengantar untuk mengetahui jadwal keberangkatan maskapai. Desain papan informasi cukup bagus, bukan layar televisi yang digantung di atas langit-langit yang kadang-kadang membuat para penumpang kesulitan untuk membaca informasi yang terpampang apalagi kalau papan atau layar televisi ini posisi digantungnya lumayan tinggi di atas langit-langit.

Untuk menambah rasa aman dan nyaman para penumpang, pengantar dan pengunjung2708 T3 Ultimate, pihak Angkasa Pura (AP) II selaku pengelola sekaligus penanggung jawab operasional Bandara Soekarno Hatta, bekerja sama dan menggandeng pihak Marinir TNI AL untuk membantu dari sisi keamanan. Ada 2 penjaga dari Marinir yang ditempatkan masing-masing di pintu masuk di depan terminal keberangkatan. Saya yakin ada juga yang ditempatkan di terminal kedatangan. Pihak Marinir tentunya  menempatkan prajurit-prajuritnya bukan untuk menakut-nakuti penumpang dan pengunjung bandara, walaupun mereka bersenjata lengkap, tetapi untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada mereka. Prajurit-prajurit Marinir ini juga berseragam rapi, bersenjata lengkap dan beridentitas2707 jelas jadi memang tidak ada alasan untuk tidak merasa nyaman ketika berada di lingkungan T3 Ultimate. Selain hal tersebut di atas, pihak AP II sepertinya ingin memanjakan pengunjung dan penumpang T3 Ultimate dengan memamerkan beberapa benda seni atau hasil seni yang dipajang dan dipamerkan di halaman depan terminal keberangkatan ini. Sebuah terobosan yang pantas diapresiasi. Dengan demikian pengunjung dan penumpang T3 Ultimate akan merasa terhibur dan tidak merasa bosan. Ketika saya di T3 Ultimate ini kebetulan di depan halaman terminal keberangkatan sedang dipamerkan mobil-mobil lawas yang bodi-nya dilukis dengan lukisan batik.

2712Memasuki area checkin, kita bisa2716 menjumpai  pemandangan yang sangat kontras yang berbeda dari area checkin di Terminal 2. Begitu kita menginjakan kaki menuju ke area checkin di terminal keberangkatan T3 Ultimate, kita dihadapkan ke sebuah ruangan terbuka, lega,  luas, bersih dan2717 tentu saja dengan beberapa area konter checkin. Konter checkin dibagi-bagi sesuai dengan keperuntukannya, misalnya konter checkin untuk kelas bisnis menempati lokasi tersendiri, konter checkin untuk penumpang tanpa bagasi menempati lokasi terpisah dan tentu saja konter checkin untuk kelas ekonomi juga menempati area berbeda. Dengan demikian penumpang diberikan 2720kemudahan dan keleluasan selama proses checkin. Di depan konter checkin, persisnya di tengah-tengah ruang, dilengkapi dengan kursi-kursi yang ergonomis yang bisa digunakan oleh penumpang atau keluarga untuk menunggu selama proses checkin berlangsung. Terutama pada saat musim liburan atau peak season, kadang kala antrian checkin memanjang dan membutuhkan waktu proses checkin yang relatif lebih lama dari pada dalam kondisi normal. Dengan adanya kursi-kursi tersebut sangat membantu penumpang atau keluarganya untuk beristirahat barang sejenak sambil menunggu proses checkin selesai. Dengan demikian waktu menunggu proses checkin akan terasa tidak membosankan.

2718Setelah proses checkin selesai, kita akan diarahkan ke2721 pintu keberangkatan dalam negeri. Petugas konter dengan ramah akan menunjukkan kepada anda dimana arah menuju ke pintu keberangkatan dalam negeri. Maklum karena T3 Ultimate ini juga baru saja dioperasikan dan itu pun masih terbatas untuk maskapai Garuda penerbangan domestik, jadi sebagian besar penumpang atau bahkan mungkin semuanya, masih belum tahu benar arah dimana lokasi pintu keberangkatan berada. Sebenarnya di T3 Ultimate juga dilengkapi dengan papan penunjuk atau informasi yang menurut saya sudah sangat informatif. Kita tinggal mengikuti arah yang ditunjukkan. Namun begitu mungkin masih banyak juga penumpang yang belum tahu letak papan informasi itu sendiri dimana.  Setelah dari konter checkin kemudian kita menuju ke pintu keberangkatan berdasarkan petunjuk dari petugas konter atau papan informasi.

2722Di seberang persis konter checkin sudah dibuka gerai-gerai makanan dan minuman, walaupun menurut saya ruangan gerai-gerai ini masih belum begitu tertata rapi karena seolah asal nempel saja dan sebagai alat pelengkap dulu, belum mempertimbangkan masalah estetika atau desain interior yang bagus seperti apa. Kembali saya maklum karena memang terminal ini baru dibuka. Namun menurut saya sepertinya pola pikir pengelola bandara di Indonesia2725 dan diluar negeri sepertinya agak berbeda. Saya pernah nonton siaran 2727National Geographic yang menyiarkan proses pembuatan Dubai International Airport dari awal mula dibangun sampai dengan awal mula terminal akan digunakan. Benar-benar dicek kesiapannya, termasuk salah satu di dalamnya adalah masalah kerapihan gerai-gerai penjual makanan dan minuman. Sampai lantai keramik pecah sedikit pun atau langit-langit bolong, harus segera diperbaiki. Begitu terminal diresmikan semuanya siap dan rapi. Tidak jauh dari gerai-gerai makanan ini, sebelum kita masuk ke area pintu keberangkatan, ada area clearance, dimana kita harus menunjukkan boarding pass dan memasukkan barang bawaan kita untuk di-scan.

2732AP II sebagai penanggung jawab dan2734 pengelola T3 Ultimate sepertinya benar-benar ingin memanjakan penumpang. Begitu penumpang keluar dari area scan, mereka akan disuguhkan dengan area yang dilengkapi dengan pemandangan penuh nuansa seni dan lukisan. Kalau anda di terminal 1C (Batik Air), ketika anda menuju pintu keberangkatan, maka anda akan melihat beberapa lukisan bercorak batik ditempel di dinding kanan dan kiri di hall menuju pintu keberangkatan. Demikian juga di T3 Ultimate ini, bukan lukisan batik, 2723tetapi photo-photo beberapa tokoh dan pahlawan nasional menghiasi dinding menuju pintu keberangkatan. Dengan mengikuti papan petunjuk, kita bisa berjalan menuju pintu keberangkatan sambil menikmati photo-photo beberapa tokoh-tokoh2735 nasional. Kemudian bagaimana kita tahu dimana letak Gate atau pintu keberangkatan pesawat kita? Di boarding pass akan tertera informasi Gate dimana pesawat akan diberangkatkan. Sebagai contoh di tiket saya tertera Gate 11. Nah saya harus menuju ke Gate 11 tersebut. Terminal keberangkatan T3 Ultimate terdiri dari 2 lantai. Lantai 2 (lantai atas) digunakan untuk proses checkin. Sedangkan lokasi semua gate atau pintu keberangkatan berada di lantai satu (lantai bawah). Jadi setelah melewati area scan, saya harus mencari Gate 11 ini di lantai 1. Ada eskalator atau tangga berjalan yang bisa digunakan penumpang untuk berjalan dari lantai 2 ke lantai 1.

2737Tepat di ujung akhir dari eskalator ini terpampang papan informasi yang menunjukkan arah menuju gate atau pintu keberangkatan. Berbeda dengan Terminal 2 keberangkatan domestik, dimana pintu keberangkatan berada dalam satu “rumah” yang kadang dalam satu rumah diisi oleh penumpang-penumpang dari 1-2 tujuan keberangkatan, kemudian ada 7 pintu keberangkatan (1 s/d 7), maka di T3 Ultimate keberangkatan domestik, pintu keberangkatan berada dalam satu ruangan2736 terbuka dan luas dan hanya terdiri dari 2 pintu keberangkatan, yaitu pintu keberangkatan 11 dan 12 dan tidak ada sekat yang memisahkan antara keduanya. Di terminal 2 ketika kita mau menuju ke 2749pintu-pintu keberangkatan tersebut, kita berjalan melalui satu ruangan terbuka yang ada kursi-kursi di kanan dan kirinya dengan 2739eskalator berada di tengah-tengah. Kemudian baru kita berbelok menuju ke pintu keberangkatan melalui sebuah hall/lorong menuju ke sebuah “rumah” kecil yang seolah-olah terpisah dari rumah induk. Di T3 Ultimate Domestik, tidak ada eskalator di tengah-tengah ruangan, karena memang lokasi antara pintu keberangkatan 11 dan 12 ini dekat sekali bahkan tanpa sekat. Di sebelah kanan (dekat dengan jendela) ditempatkan kursi-kursi untuk penumpang duduk sambil menunggu proses boarding. Kursinya nyaman dilengkapi dengan meja dan kebanyakan kursinya berwarna biru. Sedangkan di sebelah kiri dipakai untuk gerai-gerai makanan, minuman dan parfum.

2740Informasi nomor Gate atau nomor pintu keberangkatan terpampang jelas di sebuah dinding yang menjadi penyekat antara ruang tunggu dan meja tempat petugas melayani boarding penumpang. Kemudian2755 ada juga informasi yang ditampilkan melalui layar mengenai jadwal keberangkatan maskapai Garuda tujuan kemana saja yang akan diberangkatkan melalui gate tersebut. Kalau saya perhatikan desain ruang tunggu keberangkatan di T3 Ultimate keberangkatan domestik ini mirip-mirip dengan terminal keberangkatan internasional di Hongkong International Airport. Ketika proses boarding di mulai penumpang berbaris di depan meja petugas boarding. Penumpang yang sudah selesai melakukan proses boarding akan berjalan melalui garbarata untuk memasuki pesawat atau turun ke area penjemputan dan naik bus seandainya pesawat parkit di remote area.

27502752Tentunya kita patut berbangga dengan dioperasikannya T3 Ultimate ini. Walaupun tentu saja masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki karena memang belum selesai 100%. Mungkin beberapa hal yang belum selesai ini bukan sesuatu yang vital yang bisa menghentikan atau mengganggu operasional terminal, melainkan hanya hal kecil bersifat komestik atau estetika saja yang bisa menambah keindahan terminal. Misalnya masih adanya lubang di langit-langit yang belum dipasangi lampu atau lubang angin yang belum ditutup. Kemudian saya lihat juga salah satu gerai parfum ruangannya belum selesai tetapi sudah digunakan untuk men-display barang atau item-item parfum. Kalau hal-hal kecil ini tidak segera diperbaiki, maka tetap saja akan mengganggu kenyamanan penumpang. Perlu diingat photo-photo ini saya ambil tanggal 11 Agustus 2016, dan postingan ini saya tulis dan saya posting di blog saya pada tanggal 17 Agustus 2016. Sangat boleh jadi apa yang saya tuliskan sebagai hal yang perlu diperbaiki, pada saat ini sudah diperbaiki.

Semoga T3 Ultimate segera selesai 100% dan tidak hanya melayani penerbangan Garuda domestik namun juga bisa segera melayani penerbangan internasional tidak hanya untuk Garuda tetapi juga maskapai-maskapai internasional yang lainnya. Bandara adalah salah satu gerbang utama untuk memasuki Indonesia. Dengan bandara yang besar, megah dan tentu saja dioperasikan secara profesional, akan memberikan kesan dan nama baik Indonesia di mata para pelancong manca negara.

Posted in Cerita-Cerita | Tagged , , | Leave a comment

All-in-One Tours Solution dari Jogja Geowisata Tours

PT. Joglogoja Geowisata Utama (untuk selanjutnya disebut Jogja Geowisata atau Geowisata Tours) adalah perusahaan yang bergerak di bidang jasa dan biro perjalanan wisata, berijin resmi dan terdaftar sebagai anggota ASITA (Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies), menghadirkan pengalaman berwisata dengan konsep All-in-One Tours Solution baik kepada individu, famili maupun group travellers.

20160422_143646Berkedudukan di Yogyakarta, dengan Widodo Nugroho sebagai Direktur Utama sekaligus Pemilik. Jogja Geowisata berkantor pusat di Cluster Jogokaryan No 7B, Jl. Jogokaryan No. 7, Yogyakarta, Telp: +62274374733, HP/WA: +6282137777025, email: cs@ygeotour.com dengan alamat official website di www.ygeotour.com.

Menyadari kebutuhan akan kemudahan yang sangat diinginkan para travellers dalam IMG_0030merencanakan dan mengatur liburannya, dengan motto “Geowisata Tours: Your All-in-One Tours Solution”, Geowisata Tours berusaha untuk selalu menghadirkan pengalaman berlibur yang sangat berkesan kepada semua tamu-tamunya, dengan memberikan kemudahan pelayanan dimulai pada saat mereka merencanakan liburan, mengatur dan kemudian pada akhirnya menikmati paket liburan tersebut. Segala kemudahan dihadirkan dimulai dari ketika tamu memilih paket wisata, booking tiket pesawat terbang atau kereta api sampai dengan menentukan dan memilih akomodasi selama berlibur (hotel, restoran, persewaan kendaraan/transportasi, guide), semuanya bisa dilakukan dalam satu kali reservasi dan tentu saja bisa disesuaikan dengan budget tamu yang bersangkutan.

FB_IMG_1463950442812Didukung jaringan kerjasama yang luas yang dimiliki Jogja Geowisata dengan sesama pelaku industri pariwisata antara lain dengan perusahaan otobis/rental kendaraan, hotel, restoran, asosiasi pramuwisata/guide professional dan saat ini Geowisata Tours juga telah menjadi agen resmi penjualan tiket pesawat terbang dan tiket kereta api, serta dibackup oleh tenaga professional dan Travel Consultant yang berpengalaman dan ramah, menjadikan Jogja Geowisata selalu percaya diri setiap saat bisa memberikan kepuasan layanan paket wisata yang sangat berkesan kepada semua tamu-tamunya.

Jogja Geowisata tidak hanya menghadirkan paket wisata di Jogja dan sekitarnya saja,20160430_101817 namun juga mengadirkan paket wisata domestik lainnya seperti destinasi paket wisata ke Bali, Lombok, Flores, Komodo, Malang, Batu, Bromo, Dieng dan Karimunjawa. Selain paket wisata domestik, Jogja Geowisata juga menghadirkan paket wisata internasional antara lain destinasi wisata di Malaysia dan Singapura. Berbagai macam pilihan destinasi paket wisata domestik dan manca negara akan terus bertambah seiring dengan makin luasnya kerja sama yang dimilik oleh Geowisata Tours dengan partner-partnernya. Yang membedakan Geowisata Tours dengan perusahaan tours dan travel lainnya adalah bahwa kami juga menghadirkan paket wisata minat khusus berupa Paket Wisata Geologi, oleh karena dilatarbelakangi sebagian besar personilnya mempunyai latar belakang pendidikan Teknik Geologi, UGM. Sedangkan Travel Consultant adalah berlatar belakang  Sarjana Pariwisata.

IMG_20160529_123334Paket wisata minat khusus di bidang Geologi ini terbuka untuk umum sehingga siapa saja yang berminat bisa ikut program paket wisata ini untuk berwisata sekaligus belajar mengenal alam, mengetahui proses pembentukannya, mengetahui potensi sumbar daya alam yang dikandungnya seperti mengetahui proses pembentukan minyak bumi, panas bumi, berbagai tambang, serta lebih mengenal dan memahami tentang bermacam potensi kebencanaan seperti gempa bumi, letusan gunung api atau tanah longsor dan sebagainya. Geowisata Tours kini juga_MG_1897 menghadirkan layanan terbaru yaitu jasa penyewaan drone untuk berbagai kepentingan seperti dokumentasi wisata, acara dan pesta pernikahan dan pesta lainnya, pembuatan profil wilayah, pemetaaan dan wisata suatu daerah dan lainnya. Perusahaan dan organisasi yang pernah menjadi customer Jogja Geowisata antara lain Pertamina, Citibank, Telkom, BNI, BRI, BCA, FKG Usakti, Teknik Geologi UGM, United Nations, Damai Indah Golf, Bhayangkari Kepolisian , Florin Logistic, Denstply Indonesia, Asuransi Bumida, Group, famili dan individual traveler lainnya. Silahkan kunjungi official website Geowisata Tours di www.ygeotour.com untuk mengetahui lebih detail dan melakukan pemesanan paket wisata yang tersedia.

Posted in Cerita-Cerita | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Bagian Kedua Mendirikan Usaha Biro Perjalanan Wisata Untuk Pemula: Mencari, Membangun dan Mengembangkan Ide

Lanjutan dari tulisan Bagian Pertama Mendirikan Usaha Biro Perjalanan Wisata untuk Pemula

Pepatah bijak mengatakan kesuksesan seseorang selalu berawal dari sebuah mimpi. Karena dari sebuah mimpi bisa tercipta dan muncul ide-ide brilian. Mempunyai sebuah ide, betul sebuah perkataan yang sangat mudah diucapkan, tetapi pada prakteknya banyak orang yang kesulitan untuk sekedar mampu mengungkapkan atau mencetuskan sebuah ide. Sebuah ide diawali dari sebuah impian. Selama anda masih bisa bermimpi, niscaya ide akan muncul dengan sendirinya.

Sama halnya dengan mendirikan sebuah usaha biro perjalanan wisata. Di tengah-tengah persaingan yang semakin ketat di bidang usaha jenis ini, anda harus mampu menemukan, mencari dan membangun ide. Kira-kira seperti apa jenis layanan yang pada nantinya akan anda kembangkan yang bisa membedakan usaha anda dengan usaha sejenis yang sudah ada. Ketika anda mampu menghadirkan sesuatu yang berbeda di tengah persaingan usaha sejenis yang semakin ketat, maka niscaya konsumen akan melirik dan datang ke tempat anda. Anda harus berani berpikir “out of the box”, berpikir di luar pakem yang sudah umum dan mampu menciptakan ide-ide di luar main stream kebanyakan.

Ketika anda sudah mempunyai sebuah ide, langkah selanjutnya adalah membangun dan mengembangkan ide tersebut. Buatlah konsep-konsep atau coretan-coretan berdasarkan ide yang sudah anda tangkap di benak anda tadi. Kira-kira apa yang perlu anda lakukan ketika ide itu ingin anda jalankan. Banyak membaca, mencari referensi dan bertanya adalah salah satu cara paling ampuh yang bisa anda lakukan untuk bisa mengembangkan ide tadi. Jika memungkinkan anda bisa berdiskusi dengan rekan atau teman anda yang sudah menjalankan usaha serupa. Namun jika tidak memungkinkan, bertanya tidak harus saling bertatap muka dengan seseorang. Di jaman serba informasi digital seperti sekarang ini anda dengan sangat mudah bisa mencari referensi dan bertanya melalui internet seperti Google, YouTube, Pinterest, artikel atau blog dan lain sebagainya masih banyak lagi cara yang bisa anda lakukan.

Ketika anda sudah mampu mengembangkan sebuah ide dan merumuskan menjadi sebuah konsep, langkah berikutnya adalah anda harus berani mengeksekusi dan menjalankan konsep tadi. Berbekal dari referensi-referensi yang sudah anda dapatkan sebelumnya, anda sudah mempunyai semacam guideline atau pedoman apa-apa yang harus anda siapkan dan lakukan. Jadi sebenarnya langkah-langkahnya sangat mirip ketika anda akan membuat sebuah tulisan atau karangan. Anda mempunyai ide, konsep ide tersebut mejadi sebuah judul dan kembangkan judul tadi menjadi beberapa kisi-kisi apa yang akan anda tulis. Kisi-kisi ini menjadi guideline ketika anda hendak memulai menulis dan merangkai kata demi kata, paragraf demi paragraf.

Ketika anda sudah mampu mengembangkan sebuah ide menjadi konsep, maka jangan berhenti hanya pada konsep saja apalagi berhenti hanya di ide saja tanpa anda berani mengeksekusi atau menjalankannya. Kalau anda tidak berani menjalankan, maka konsep atau ide tersebut tinggal menjadi sebuah impian yang tidak akan pernah anda bisa wujudkan. Kalau kita hanya mampu bermimpi tanpa bisa mewujudkannya terus kapan kita bisa maju dan berubah untuk menjadi lebih baik?

Saya mendirikan travel Jogja Geowisata juga saya awali dari sebuah ide pada awal tahun 2012. Ide itu muncul dengan sendirinya ketika saya aktif (sampai sekarang) bergabung dalam miling list alumni Teknik Geologi UGM. Saya melihat salah seorang alumni yang mengajak alumni yang lainnya untuk bernostalgia melakukan field trip geologi sambil jalan-jalan di sepanjang area yang dilewati. Kemudian terbersitlah sebuah ide di benak saya, kenapa saya tidak mencoba membantu para alumni dengan membuatkan paket tour geowisata dan bisa saya tawarkan kepada mereka?

Berawal dari sebuah ide di atas, kemudian saya menyempatkan diri mengunjungi teman saya satu angkatan yang kebetulan menjadi salah satu pengajar di jurusan Teknik Geologi UGM. Singkat cerita saya meminta bantuan teman saya ini untuk memilihkan jalur lintasan sepanjang pegunungan selatan dan jalur utara sekitar gunung Merapi, mana yang kira-kira cocok dan menarik baik dari sisi ilmu geologi maupun sisi wisatanya. Selengkapnya cerita asal muasal berdirinya travel saya ini juga saya tuliskan di blog ini dan bisa di baca disini

  1. Jogja: Memadukan Potensi Wisata Geologi, Kuliner dan Budaya
  2. Mencoba Mengais Peluang di antara Potensi Wisata di Jogja dan Sekitarnya
  3. Alhamdulillah Akhirnya Saya Bisa Mewujudkannya….
  4. Jogja Geowisata: Alternatif Liburan Sambil Belajar Mengenal Alam
  5. Jogja Geowisata: Melayani Paket Tour Wisata ke Jogja dan Sekitarnya

Dan dalam beberapa seri tulisan kedepan, insha Allah saya akan membagikan pengalaman saya bagaimana tahapan-tahapan mendirikan usaha biro perjalanan wisata dari nol. Dari yang hanya berawal dari sebuah ide, menjelma menjadi sebuah perusahaan (PT) biro perjalanan wisata.

Bersambung….

Posted in Peluang Usaha | Tagged , , | Leave a comment

Bagian Pertama Mendirikan Usaha Biro Perjalanan Wisata Untuk Pemula: Pendahuluan

Di bawah ini akan saya uraikan secara ringkas dan singkat tahapan-tahapan mendirikan usaha biro perjalanan wisata mandiri (non-franchise) untuk pemula. Sama seperti tulisan saya sebelumnya tentang tahapan mendirikan minimarket mandiri untuk pemula, tulisan ini akan saya tulis dalam beberapa seri tulisan berdasarkan pengalaman saya sendiri dalam merintis bisnis dan mendirikan biro perjalanan wisata (travel saya bernama Jogja Geowisata yang beralamat di www.ygeotour.com), yang semoga bisa membantu memberikan gambaran kepada anda semua, langkah-langkah apa yang harus dilakukan ketika anda ingin merintis dan mendirikan bisnis sejenis.

Kadang ketika kita ingin mencoba dan memulai menjalankan sebuah usaha, kita sudah terlebih dahulu dibayangin rasa takut akan kegagalan yang akan kita hadapi, salah satu penyebabnya karena kita merasa tidak mempunyai pengalaman dan atau karena kita merasa belum pernah sama sekali menjalankan bisnis atau usaha tersebut sebelumnya. Ketika kita sudah dibayangin rasa takut dan khawatir maka dibenak kita akan selalu muncul pertanyaan “jangan-jangan ini atau jangan-jangan itu” maka bisa dipastikan kita tidak akan pernah sama sekali bisa merintis dan memulai usaha tersebut.

Begitu juga ketika saya akan merintis dan membuka usaha travel biro perjalan wisata ini. Saya sama sekali tidak mempunyai latar belakang pengetahuan atau pendidikan tentang pariwisata, tidak tahu seluk-beluk detailnya seperti apa, langkahnya bagaimana, yang saya lakukan hanya nekat dan langsung terjun.  Namun tentu saja nekat yang saya lakukan disini bukan nekat-nekat tanpa langkah yang jelas. Tetapi nekat dengan dibarengi tekad yang bulat, insting, naluri, perencanaan dan tujuan yang jelas agar bisnis berjalan maju, tentu saja menurut versi saya sendiri. Pepatah bijak mengatakan learning by doing itu guru yang paling baik.

Pada awal mula mau merintis usaha biro perjalanan wisata ini saya sengaja tidak mengikutkan atau bekerjasama dengan orang lain karena saya ingin bisa bebas mengeluarkan dan menerapkan ide-ide saya sendiri. Selain itu, ketika saya jatuh bangun dalam merintis usaha, saya tidak mau merepotkan orang lain. Dan ketika saya berhasil, maka saya pun bisa membagikan pengalaman saya kepada orang lain.

Tentu saja bukan berarti menjalin kerja sama dengan orang lain di awal-awal anda merintis sebuah usaha adalah tindakan yang tidak baik. Hanya saja terkadang sangat sulit mencari partner usaha yang mempunyai ide dan pemahaman yang sama. Anda harus benar-benar mencari rekan yang satu visi dan tujuan. Semua pada akhirnya kembali kepada keputusan anda.

Merintis sebuah usaha salah satu factor yang yang paling penting adalah kenyamanan berusaha dan minimalisir konflik sekecil mungkin. Jangan sampai ketika anda baru mau merintis usaha anda sudah dihadapkan oleh konflik-konflik dikarenakan beda pemahaman, tujuan, visa dan misi sedari awal. Kalau anda sudah dihadapkan dengan konflik-konflik seperti ini maka konsentrasi anda untuk memulai sebuah usaha akan hilang dan buyar dengan sendirinya.

Bersambung…

Posted in Peluang Usaha | Tagged , , | Leave a comment

Ketika Rasa saling Percaya (trust) hanya Dijadikan Barang Mainan

Pernahkan anda membuat sebuah perjanjian atau persetujuan dengan rekan bisnis anda, teman anda, pacar anda atau siapa pun? Saya yakin ketika komitmen atau perjanjian itu dibuat, maka hal tersebut didasarkan atas persetujuan kedua belah pihak, tanpa paksaan untuk sama-sama berkomitment menjalankan perjanjian atau persetujuan tersebut dengan sebaik-baiknya. Tidak ada pikiran sedikit pun untuk mengingkari. Paling tidak semangat itulah yang muncul sesaat ketika perjanjian itu sudah disetujui kedua belah pihak.

Ketika perjanjian itu dibuat oleh anda yang mengatasnamakan perusahaan, baik perusahaan anda sendiri atau perusahaan dimana anda bekerja, dengan pihak lain, rekan bisnis atau perusahaan lain, maka untuk mengikat kedua belah pihak supaya mematuhi pokok-pokok yang diperjanjikan dan supaya menghindari salah satu dari keduanya wan prestasi mengenai hal-hal yang sudah disetujui tersebut, maka biasanya perjanjian itu dibikin di depan notaris. Apa-apa yang diatur dalam perjanjian dan apa-apa akibatnya ketika melanggar perjanjian, semua diatur di dalam akta perjanjian yang ditandatangani kedua belah pihak di atas materai di depan notaris. Tentunya akta perjanjian seperti ini bisa dipertanggungjawabkan di depan hukum. Dalam arti ketika salah satu wan prestasi, maka pihak yang dirugikan bisa menuntut pihak tersebut di depan hukum sesuai dengan apa-apa yang disebutkan di dalam akta perjanjian.

Apakah ketika akta perjanjian itu dibuat di depan notaris, berarti sudah tidak ada atau pintu sudah tertutup rapat-rapat adanyan kemungkinan pihak-pihak yang terlibat mengingkari (wan prestasi) isi dari perjanjian tersebut? Salah besar, masih saja ada kemungkinan salah satu pihak mengingkari perjanjian, karena alasan-asalan tertentu. Tetapi dengan perjanjian itu dibikin di depan notaris, paling tidak ada jaminan perlindungan hukum bagi pihak yang merasa dirugikan.

Sekarang lain cerita ketika anda sebagai pribadi mempunyai perjanjian bisnis atau perjanjian lainnya dengan rekan atau teman anda sebagi pribadi juga. Banyak diantara kita, membuat perjanjian bisnis atau perjanjian lainnya hanya didasarkan atas rasa saling percaya (trust), tidak ada ikatan apa-apa karena mungkin karena anda sudah saling kenal lama dengan rekan anda tersebut, atau mungkin karena anda terpesona dari pandangan pertama, walaupun anda belum begitu mengenal pribadinya secara utuh dan mendalam, dikarenakan cara rekan anda tersebut merepresentasikan pribadinya di depan anda begitu hebat dan menawan sehingga anda begitu percaya kepadanya.

Misal, anda belum begitu lama kenal dengan seseorang, tetapi anda sudah begitu percaya dengan orang tersebut gara-gara cara berpakaian orang tersebut sangat rapi, tiap hari memakai jas dan dasi, tutur bicaranya sopan, atau orang tersebut setiap hari memakai pakaian yang menunjukkan atau sekilas menggambarkan orang tersebut taat beragama. Jadi anda pun mantap tanpa ragu-ragu membuat perjanjian bisnis dan lainnya dengan orang tersebut dan di dalam benak anda pun tidak terlintas pikiran atau keraguan sedikit pun kalau rekan anda tersebut suatu saat akan mengingkari perjanjian yang sudah anda setujui berdua.

Bagaimanakah perasaan anda, ketika anda selama setahun terakhir menjalankan sebuah bisnis, misal bisnis dimulai bulan November 2014, dan dalam menjalankan bisnis ini anda pernah membuat perjanjian dengan rekan anda tersebut dengan hanya didasarkan atas rasa saling percaya (trust). Namun di tahun terakhir di bulan November 2015 tiba-tiba secara tidak direncanakan dan tidak terduga sama sekali anda mulai tahu ternyata 5 bulan terakhir dari bulan Juli 2015 – November 2015 rekan anda tersebut menusuk anda dari belakang, mengingkari komitmen yang sudah dibicarakan dan disetujui sebelumnya tentu saja diam-diam tanpa sepengetahuan anda, bahkan dibela-belain sampai berbohong kepada anda.

Mungkin bagi anda hal tersebut akan menjadi pukulan yang sangat berat. Anda seolah-olah tidak habis-habisnya geleng-geleng kepala dan heran bukan kepalang. Mungkin anda akan terus bertanya-tanya dan tidak habis pikir, bisa-bisanya rekan anda tersebut membohongi anda. Mungkin anda tiap detik akan bergumam,”masa sih dia bisa begitu, kok tega-teganya dia membohongi aku. Apa sih yang terlintas dalam pikiran dia setiap kali dia mengingkari perjanjian, apakah tidak takut dosa, apakah tidak takut karma datang kepadanya, apakah tidak takut dia didoakan yang jelek-jelek oleh orang yang dibohongi. Padahal kalau melihat cara berpakaiannya menunjukkan dia orang yang sopan dan taat beragama?”

Don’t judge the book by it’s cover. Biasanya ungkapan ini digunakan dalam sisi positif. Artinya kita jangan meremehkan kemampuan seseorang hanya melihat dari tampilan luarnya saja. Misal, kita jangan meremehkan keahlian seseorang atau kepinteran seseorang hanya karena dia berkulit hitam, atau berwajah jelek, atau asalnya dari pelosok desa. Karena belum tentu mereka dengan kondisi seperti itu lebih bodoh dari kita, mungkin malah sebaliknya mereka lebih pintar dan lebih jago segala-galanya dari kita.

Namun ternyata ungkapan di atas bisa juga digunakan untuk menggambarkan supaya kita hati-hati kepada seseorang, jangan begitu mudah percaya membuat sebuah perjanjian, komitmen, kerja sama hanya didasarkan oleh rasa saling percaya (trust) hanya karena kita melihat tampilan orang tersebut dari luar, klimis, berdasi, berjas, berpakaian yang seolah taat beragama dan lain sebagainya. Ada baiknya kita mengenal pribadi dan watak orang tersebut lebih dalam, jangan mudah percaya. Karena ternyata ada beberapa orang yang menjadikan rasa percaya (trust) yang anda berikan kepada orang tersebut hanya seperti sebuah mainan. Bisa dia mainkan kapan saja sesuai dengan suasana hati, perasaan dia, angin-anginan tergantung situasi dan kondisi yang sekiranya menguntungkan dia.

Ketika anda menjumpai karakter orang seperti yang saya gambarkan di atas, kira-kira sikap anda bagaimana? tentunya anda akan semakin berhati-hati. Begitu rasa percaya yang anda berikan tersebut dikhianati dan dihancurkan, tentu saja sikap respect atau hormat yang dulu pernah anda berikan kepada rekan anda tersebut, akan luntur dengan sendirinya, cepat ataupun lambat. Sekali dia merusak rasa percaya (trust) yang anda berikan, maka anda pun akan bersikap lebih hati-hati ketika berhubungan dengan dia. Karena sekarang anda tahu, teman anda tersebut tidak dapat dipercaya. Seperti kata pepatah,”Dipegang ekornya mendongak kepalanya, dipegang kepalanya menjungkit ekornya”.

Posted in Cerita-Cerita | Tagged , , , | Leave a comment

Berselancar Dengan Sambungan WiFi di Atas Kabin Ekonomi Etihad

Melengkapi tulisan-tulisan saya sebelumnya mengenai pengalaman ber-internet-an ria dengan sambungan WiFi di kabin ekonomi beberapa maskapai penerbangan internasional, seperti Qatar Airways (baca disini: internet-an di atas Qatar Airways) dan Emirates (baca disini: internet-an di atas Emirates), berikut di bawah ini akan saya ceritakan cara ber-internet-an ria dengan sambungan WiFi di kabin ekonomi pesawat Etihad.

  • Check apakah sambungan WiFi sudah diaktifkan atau belum. Biasanya beberapa saat setelah take-off Flight Attendance (pramugari) akan mengumumkan fasilitas apa saja yang bisa dinikmati selama penerbangan. Atau bisa juga dicek di layar monitor yang ada di depan kursi kita. Atau kita bisa juga mengecek lewat handphone kita.  Seandainya sambungan WiFi sudah diaktifkan maka SID-nya akan muncul di layar monitor handphone ketika kita melakukan pencarian sambungan WiFi.

snapshot1

  • Kemudian pilih SID “ETIHAD WI-FLY” dan lakukan sambungan, maka kita akan mendapatkan window seperti di bawah ini:

snapshot2

  • Langkah selanjutnya kemudian klik “Buy Internet Access”, kita akan mendapatkan window seperti di bawah ini:

snapshot3

  • Isikan security code yang tertera kemudian klik Submit, selanjutnya kita akan mendapatkan window seperti di bawah ini. Ada 3 pilihan layanan dan harga, apakah kita akan membeli layanan sambungan WiFi untuk 2 jam, 4 jam atau selama dalam perjalanan.

snapshot4

  • Setelah kita menentukan pilihan maka akan muncul window seperti di bawah ini. Kalau kita belum punya username/password sebelumnya, maka kita bisa membuat untuk koneksi ke WiFi tersebut pada nantinya.

snapshot5

  • Masukkan data-data kita seperti yang diminta di dalam menu tersebut, seperti alamat email, nama, no HP:

snapshot9

  • Kemudian masukkan no HP kita untuk pengiriman access code:

snapsht10

  • Kemudian selesaikan proses pembayaran dengan menggunakan kartu kredit kita

snapshot11

  • Setelah semua tahapan di atas selesai kita lakukan, maka kita sudah bisa Online

snapshot14

 

Kalau saya bandingkan biaya layanan WiFi antara Qatar Airways, Etihad dan Emirates, maka biaya layanan Emirates masih yang paling murah. Untuk mengetahui detail informasi layanang sambungan WiFi di Qatar Airways dan Emirates silahkan anda bisa klik tautan-tautan.

Semoga tulisan di atas bermanfaat…

Posted in Cerita-Cerita | Tagged , , | Leave a comment

Happy Independence Day My Lovely Indonesia

Indonesiaku, selamat ulang tahun yang ke-70. Aku selalu mencintaimu. Tidak peduli kata orang yang suka menjelek-jelekkanmu, masa bodoh kata orang yang suka menghinamu. Namun, kau, Indonesiaku, tetap menjadi pujaanku.

Banyak negara sudah pernah aku singgahi. Banyak macam budaya dari berbagai bangsa sudah pernah aku lihat. Banyak ragam makanan dari berbagai negara sudah pernah aku rasakan. Namun kau, Indonesiaku, tetap ada di hatiku.

Aku akan memberikan segalanya demi kamu. Aku akan berkorban semuanya untuk kamu. Aku akan berjuang dan berusaha untuk kamu. Mengharumkan namamu adalah tugasku. Iya, semuanya untuk kamu, untuk kejayaan dan kemajuan Indonesiaku.

Happy Independence Day My Lovely Indonesia

Arkana – Gebyar-Gebyar (Official Video)

Posted in Cerita-Cerita | Tagged , , , | Leave a comment

Berkunjung ke Pune, India…

India, salah satu negara dengan jumlah populasi penduduknya kurang lebih 1, 2 milyar menempatkan diri sebagai negara nomor 2 dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia, tentu saja setelah Cina. Bisa dibayangkan betapa luasnya negara India. Dari sisi budaya, India merupakan salah satu negara dengan budaya yang sudah mapan sejak ribuan tahun yang lalu, seperti halnya Mesir dan Cina. Budaya India hampir menyebar memberikan pengaruh kepada budaya-budaya di negara lain, tak terkecuali budaya Indonesia. Lihat saja contohnya, candi-candi yang ada di beberapa kota di Indonesia, semua berasal atau terpengaruh oleh budaya India. Belum lagi nama, bahasa, istilah dan lain sebagainya yang dipakai dalam banyak hal di kehidupan sehari-hari banyak terpengaruh oleh budaya India. Contoh budaya India terkini yang banyak memberi pengaruh kepada budaya negara lain adalah musik, film dan makanan.

Saya tidak akan membahas secara detail mengenai hal di atas dalam postingan saya kali ini. Namun saya akan mencoba sedikit membahas dan melihat India dari kacamata lain. Mungkin yang akan saya tulis disini tidak bisa dipakai untuk mewakili atau menggambarkan tentang India secara utuh dan menyeluruh. Karena memang India itu sangat luas dan terdiri dari banyak suku, bahasa dan bangsa seperti halnya Indonesia. Mungkin India lebih besar dari itu. Di Pune sendiri bahasa lokal mereka adalah Marati. Sedangkan bahasa nasional resmi yang digunakan di India adalah Hindi dan Inggris. Namun setiap negara bagian (state) di India mempunyai bahasa ibu dan cara penulisan huruf yang berbeda dari satu negara bagian dengan negara bagian lainnya. Dan huruf-huruf tersebut masih dipakai sampai sekarang untuk urusan resmi pemerintahan dan kehidupan sehari-hari. Cobalah buka google.co.id (Google India), maka akan diberikan beberapa pilihan mau dibuka dalam bahasa dan menggunakan huruf apa:

goglein Bandingkan dengan di Indonesia, beberapa suku mempunyai huruf seperti huruf Jawa, huruf Batak, dll namun huruf-huruf tersebut boleh dibilang tidak pernah lagi digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Walaupun hanya secuil tulisan mengenai salah satu kota di India, harapan saya semoga tulisan ini bisa sedikit banyak memberikan gambaran atau informasi mengenai India seperti apa, terutama bagi yang ingin mengunjungi India pada umumnya dan khususnya kota Pune dalam waktu dekat nanti.

Karena terkait dengan pekerjaan kantor, saya harus terbang dan berada di India kurang lebih selama 3 minggu. Kebetulan salah satu Technology Center dimana saya bekerja kantornya berada di India, tepatnya di Pune. Namun begitu based saya bukan di Pune, India, melainkan di Doha, Qatar.

mapbig

Seperti terlihat di dalam peta di atas, Pune terletak berdekatan dengan Mumbai dimana pusat industri film Bollywood berada. India secara administratif pemerintahan dibagi menjadi beberapa state (negara bagian). Sedangkan state dibagi lagi menjadi beberapa distrik. Pune adalah salah satu distrik di state Maharastra. Mumbai adalah ibu kota state Maharastra. Menurut staff hotel dimana saya menginap, Pune merupakan salah satu kota budaya dan pendidikan di India. Banyak universitas-universitas ternama di India yang berada di Pune. Dan juga banyak peninggalan-peninggalan bersejarah seperti benteng, istana raja dan lainnya yang bisa ditemukan di Pune. Mungkin mirip-mirip dengan Jogja jika ingin dibandingkan dengan Indonesia. Di Pune juga banyak terdapat kantor perusahaan-perusahaan ternama di India seperti TATA, Bajaj dan beberapa perusahaan dunia seperti  VolksWagen juga mempunyai kantor perwakilan di Pune. Selain itu Pune menjadi based beberapa angkatan bersenjata India, seperti angkatan darat dan angkatan udara.

Dari sisi iklimnya Pune berhawa relatif sejuk sepanjang tahun dibandingkan dengan wilayah atau kota India lainnya, mungkin hampir-hampir menyerupai Bandung, karena letak posisi Pune berada 560 meter di atas muka laut. Perbandingan letak terhadap muka laut (mean sea level): Bandung terletak kira-kira 768 meter di atas muka laut. Bogor terletak  290 meter di atas muka laut.

Sebelum membahas panjang lebar mengenai situasi di Pune, saya akan sedikit menceritakan perjalanan saya ke India. Kebetulan saya berangkat ke India dari Jakarta menggunakan low cost carrier yaitu Jet Airways. Rute-nya dari Jakarta-Singapore-Delhi-Pune. Berangkat dari Jakarta jam 14.35 WIB dan mendarat di Pune jam 5.00 pagi waktu setempat, dengan terlebih dahulu transit di dua bandara besar yaitu Changi dan Indira Gandhi International Airport, Delhi. Indira Gandhi airport bandaranya besar, bagus, tidak kalah dengan Changi, Singapore.

Biaya hidup sehari-hari di Pune terbilang murah. Selama di Pune saya tinggal di servis apartemen, namanya Oakwood Premier Pune. Rate per malam terbilang murah, kurang lebih INR 6500 (sudah termasuk pajak, INR 1 = Rp 211), dengan melihat fasilitas yang kita dapatkan. Dengan rate sejumlah itu saya sudah bisa mendapatkan kelas studio lengkap dengan living room yang besar, dapur yang lengkap (lemari es, kompor listrik, oven, microware, peralatan dapur, mesin cuci), 1 tempat tidur yang nyaman, dan kamar mandi yang besar dan bersih. Peralatan kamar mandi diganti setiap hari. Ada setrika, timbangan, lemari pakaian dsb. Lingkungan sekitar di lengkapi dengan kolam renang, gym dan fitness center dan dua restoran yaitu restoran India dan Itali yang masakannya sangat lezat.

oakwoodSuasana di Oakwood Premier Pune

Jika ada di antara anda yang kebetulan sedang mempunyai urusan pribadi maupun bisnis di Pune, saya sangat merekomendasikan untuk menginap di Oakwood Premier ini.

Jarak kantor dengan tempat saya menginap tidak begitu jauh, kurang lebih 15-20 menit perjalanan tergantung macet atau tidaknya di jalan. Sebenarnya jalanan yang saya lalui dari hotel menuju kantor atau sebaliknya tidak lah begitu rame atau macet. Mungkin tidak semua ruas jalan di Pune seperti yang saya lalui. Mungkin ada juga yang rame dan macet.

jalanSalah satu ruas jalan di Pune

Yang menarik dan yang berhasil saya amati adalah perilaku pengguna jalan di Pune ini boleh dibilang tidak lebih baik dari pada perilaku pengendara kendaraan di Jakarta, bahkan menurut saya sedikit lebih buruk hehe. Kata temen saya, Pune adalah kota dengan pengendara sepeda motor terbanyak di India (atau di Asia ya, lupa saya hehe). Memang benar adanya, karena banyaknya pengendara sepeda motor di jalanan, dan yang paling mengejutkan adalah mereka banyak yang tidak memakai helm. Sepertinya sudah lazim begitu, bahkan melintas di depan polisi atau di jalanan di depan kantor polisi sekalipun mereka tidak memakai helm.

Di Pune, beberapa pertigaan dan perempatan tidak dilengkapi dengan lampu lalu lintas. Akibatnya perilaku saling serobot tidak bisa dihindarkan. Bahkan pertigaan, perempatan atau persimpangan jalan yang ada lampu lalu lintasnya sekalipun, menerobos lampu merah, perilaku saling serobot, tidak sabaran dan tidak saling menghargai satu sama lain dalam berkendara sangat umum terjadi.

mtrPerilaku berkendara di Pune

Jenis moda transportasi yang melintas di jalanan di Pune beragam. Ada mobil, sepeda motor, bus, truk, sepeda angin, angkot dan jangan kaget ada juga bajaj. Khusus moda transportasi terakhir, bajaj yang kita lihat di Jakarta memang asalnya dari India. Bajaj sendiri sebenarnya adalah merk sepeda motor yang cukup terkenal di India. Bedanya bajaj yang ada di India menggunakan argo hehe. Hal lain yang baru pertama kali saya lihat secara langsung dengan mata kepala sendiri adalah adanya gerombolan sapi yang jalan-jalan di jalan raya atau duduk di tengah-tengah persimpangan jalan tanpa ada orang yang berani menganggu. Hal ini sangat umum terjadi dan dibiarkan. Dalam arti tidak ada yang berani mengusir sapi-sapi yang berkeliaran di jalan raya tersebut. Tentu saja para pengendara ketika berpapasan dengan kawanan sapi ini akan memperlambat laju kendaraannya. Ini bisa dimengerti karena mayoritas penduduk India adalah beragama Hindu dan tentu saja sapi adalah salah satu hewan suci yang dikeramatkan oleh mereka sesuai dengan ajaran agama yang mereka anut.

spSebenarnya saya ingin memotret momen ini, ketika ada sapi duduk persis di tengah-tengah persimpangan jalan raya. Namun saya harus menjaga perasaan sopir saya yang asli orang India. Takut salah paham atau menyinggung perasaan dia.

modaModa transportasi yang melintasi jalanan di Pune

Tipikel orang India adalah pekerja keras, tekun dan giat. Beberapa bidang dikuasai oleh orang-orang India antara lain di bidang IT, otomotif, perbankan, persenjataan (India adalah salah satu negara dari sedikit negara di dunia yang mempunyai rudal berhulu nuklir) dan lain sebagainya. Kantor saya yang berada di Pune ini kebetulan terletak di kawasan perkantoran Commerzone namanya. Sebagian besar pegawainya orang India, tentu saja wajar, karena memang kantornya berada di India. Ada beberapa expat namun jumlahnya tidak begitu banyak dibandingkan dengan pegawai lokal. Suasana kantor dibikin senyaman mungkin untuk para pegawai supaya nyaman dan akhirnya produktif. Kantor berada di lantai 7, dilengkapi dengan cafetaria. Setiap harinya disediakan sarapan pagi dan makan siang gratis untuk semua pegawai. Cafetaria terletak di top roof gedung dan open space sehingga ketika sarapan, makan siang atau rehat di sore hari sambil menikmati snack bisa sembari melihat suasana dan view sekitar kantor yang asri nan hijau.

viewSuasana sekitar komplek perkantoran

20150813105958Bersama teman kantor di divisi Pune (saya yang paling kiri, ya iya lah ga usah dikasih tahu juga sudah kelihatan banget gitu dari mukanya hehe)

Kemarin hari Kamis, 30 Juli 2015 kebetulan bertepatan dengan pemakaman salah satu tokoh India yang sangat dihormati oleh mereka. Ketika acara pemakaman berlangsung, ada pengumuman melalui pengeras suara di kantor dan diumumkan kepada semua pegawai untuk mengheningkan cipta selama 2 menit. Semua pegawai lokal berdiri mengheningkan cipta, saya pun ikut berdiri dan ikut dalam posisi senyap (walaupun tidak mengheningkan cipta), untuk menghargai dan menghormati sikap dari teman-teman saya pegawai lokal India. Saya kira ini adalah hal yang menarik, mereka sangat menghormati para tokoh-tokohnya tak terkecuali ketika para tokoh tersebut meninggal, mereka menyempatkan untuk mengheningkan cipta sejenak dan berdoa untuk mereka, termasuk ketika di kantor sekalipun. Bagaimana dengan di Indonesia? saya belum pernah mempunyai pengalaman mengheningkan cipta di kantor atau mendengar informasi ada kegiatan serupa di kantor ketika ada salah satu tokoh bangsa yang meninggal dunia.

80% dari jumlah total penduduk India beragama Hindu, 13% muslim dan sisanya adalah penganut agama kristen, singh, dan lainnya. Walaupun mayoritas penduduknya beragama Hindu, namun sekilas saya rasakan toleransi antar umat beragama terjalin dengan baik. Setidaknya hal itu yang bisa saya lihat dan rasakan di Pune, tidak tahu persis situasi di kota lain selain Pune. Pada hari Jumat, 31 Juli 2015 kemaren, saya Alhamdulillah bisa melaksanakan sholat Jumat di salah satu masjid yang kebetulan letaknya dekat dengan kantor. Catatan: ketika waktu sholat tiba, adzan pun dikumandangkan melalui pengeras suara.

20150807_132018Salah satu masjid di Pune

Hanya berjalan kaki kurang lebih 15 menit dari kantor. Masjidnya cukup besar, saya rasa bisa menampung 100 an jamaah. Kalau saya perhatikan jamaah yang datang sebagian besar adalah orang India juga, mungkin beberapa sebagian kecil jamaah orang asing seperti saya. Masjid terletak di tengah-tengah perkampungan. Seperti halnya masjid-masjid di tengah perkampungan yang ada di sekitar Karet Kuningan atau sekitar/di belakang Mall Ambasador, Jakarta. Saya yakin penduduk kampung di sekitar masjid tempat saya sholat Jumat kemaren terdiri dari beberapa orang dengan latar belakang dan agama yang berbeda-beda. Hal itu sangat terlihat jelas bahkan di depan masjid terdapat bangunan sekolah atau pemerintahan yang di bagian dinding depannya ada lukisan seorang dewi atau dewa yang dipuja di dalam agama Hindu.

Seperti yang sudah saya sebutkan di atas, bahwa masakan atau menu India adalah salah satu budaya India yang sudah merambah dan mempengaruhi budaya bangsa dan negara lain di dunia, seperti halnya masakan Cina. Dengan mudah kita bisa menemukan restoran atau masakan India di negara lain di luar India, bahkan di Indonesia sendiri kita bisa dengan mudah menemukan restoran India yang tentunya menyajikan menu-menu India. Hari ini saya memuaskan diri dengan mencoba beberapa menu atau masakan India. Kata teman saya yang asli orang India (dan rumahnya di India hehe), secara garis besar masakan India dibagi menjadi dua, mereka menyebutnya northern Indian dan southern Indian food, atau masakan India Utara dan India Selatan. Bedanya dari cara penyajian dan pembuatannya. Mungkin kalau di Indonesia perbandingan antara masakan Manado, Jawa dan Padang berbeda cara pembuatan, penyajian dan rasanya.

menuindiaBeberapa contoh menu masakan India

Nah pagi dan siang hari ini saya khusus memanjakan diri saya dengan mencoba beberapa menu masakan India, walaupun ada menu atau masakan non India yang disediakan. Photo atas sebelah kiri adalah menu sarapan saya tadi pagi. Saya mencoba pongal (di dalam mangkok kecil). Pongal terbuat dari nasi, mirip dengan bubur kalau di Indonesia yang dimasak sedemikian rupa dengan campuran bumbu-bumbu sehingga warnanya berubah menjadi kekuningan dan rasanya gurih. Mungkin kalau di Jakarta seperti bubur ayam yang sudah diberi bumbu kuah yang dituangkan dari botol oleh si tukang bubur sehingga warnanya juga menjadi kekuningan. Sedangkan kue pipih namanya bathore dan yang bulet namanya bonde. Rasa keduanya gurih dan renyah.

Photo atas sebelah kanan, adalah menu makan saya siang ini. saya ambil beberapa menu antara lain dhaniya murgh (ayam kari), paneer butter masala (kotak-kota berwarna agak orange: sepertinya tahu), lasooni palak (bayam yang dihaluskan diberi bumbu-bumbu, warna hijau), dal tadka (di dalam mangkok kecil), jeera pulao (nasi diberi rempah-rempah) dan garlic naan (yang ada di dalam keranjang kecil, roti India diberi bumbu-bumbu dibakar di dalam tungku). Dan malam tadi saya mencoba masakan India yang sudah sangat terkenal, tentu saja apalagi kalau bukan chicken briyani. Ayam yang sudah dimasak dengan diberi bumbu atau rempah dan dimasukkan ke dalam nasi. Jadi ketika kita menyendok nasi otomatis akan mengenai daging ayam yang memang cara penyajiannya daging ayam ini dibenamkan ke dalam nasi. Sayangnya saya lupa mengambil photonya hehe. Kalau saya rasakan semua masakan India ini masih cocok dengan lidah orang Indonesia. Menu-menu yang saya sebutkan di atas terutama yang kari rasanya sangat mirip dengan kari-kari di restoran Padang. Beberapa kari India rasanya pedas. Dan saya rasa untuk orang Indonesia masih bisa menerima masakan pedas India.

Weekend pertama di Pune, saya habiskan dengan jalan-jalan dan nonton film di bioskop di salah satu mall yang letaknya tidak terlalu jauh dengan hotel, kurang lebih 10 menit jalan kaki. Seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya di atas, kalau udara di Pune ini relatif sejuk dengan kelembaban udara yang relatif rendah. Dengan demikian walaupun saya jalan kaki ke mal pada tengah hari sekitar jam 12.00-13.00 an, badan tidak berasa gerah dan tidak banyak keringat yang keluar. Kemudian saya bisa jalan kaki dengan nyaman di sepanjang trotoar yang cukup lebar seperti tampak dalam gambar di bawah. Tidak terlihat adanya pedagang-pedagang kaki lima yang memenuhi atau menggunakan trotoar untuk mendirikan atau membuka lapak dagangannya. Jadi langkah kaki saya ketika berjalan ke mall pun bertambah nyaman dan lancar. Belakangan baru saya tahu, ternyata tidak semua kondisi trotoar rapi seperti yang terlihat di dalam photo di bawah, ada juga trotoar-trotoar yang banyak dipenuhi pedagang-pedagang kaki lima persis seperti halnya beberapa lokasi di Jakarta.

Teman saya ada yang nanya, apakah aman jalan kaki di India. Terus terang saya juga tidak tahu jawabannya, karena saya jalan kaki di siang hari, tidak tahu suasana dan keamanan kalau jalan di malam hari. Namun siang hari itu saya diikuti pengemis anak-anak mungkin berusia 13-14 tahun dengan adik kecilnya yang minta diajak ke mall dan dibeliin makanan di mall. Heran juga ngakunya pengemis dan tidak bersekolah namun bahasa Inggrisnya asli lancar. Saya kasih uang 100 rupees (1 INR kurang lebih Rp 211,-) eh dia nawar minta 500 rupees hehe. Akhirnya saya tinggal dan saya langsung masuk menuju mall.

jlnSuasana trotoar di Pune yang ramah untuk pejalan kaki

Sejak pertama kali kaki saya menjejakkan tanah India, hal pertama kali yang saya temukan dan rasakan adalah security check yang sangat ketat ada di mana-mana. Entah itu di bandara, hotel, mall bahkan ketika mau masuk bioskop sekalipun. Mungkin hal ini disebabkan karena pengalaman-pengalaman yang dihadapi India sebelumnya terhadap situasi keamanan di dalam negeri sehingga membuat India menerapkan langkah-langkah preventif seperti ini. Apalagi pengalaman dalam berhubungan dengan tetangga sebelah Pakistan yang kadang memanas. Beberapa tahun lalu sebuah Hotel bintang lima di Mumbai diserang teroris yang memakan banyak korban jiwa. Beberapa pelaku yang berhasil ditembak mati dan ditangkap pihak otoritas keamanan India menunjukkan mereka berasal dari Pakistan. Belum lagi masalah konflik perbatasan dengan Pakistan yang mengharuskan India selalu berada pada situasi di level tertinggi dalam masalah peringatan keamanan.

Kembali ke bahasan semula tentang jalan-jalan di mall hehe. Mall yang lokasinya dekat dengan hotel tempat saya menginap namanya Nitesh Mall. Ada juga yang menyebut namanya sebagai Koregaon Plaza. Pun begitu ketika saya masuk ke mall ini, saya harus melewati security check terlebih dahulu, metal detektor. Sebenarnya hampir-hampir mirip dengan di Indonesia. Ketika kita masuk juga harus ada security check. Bedanya Kalau di India, begitu kita masuk metal detektor, security masih akan mengecek satu per satu pengunjung, mirip seperti hal-nya kalau kita akan masuk ruang tunggu di bandara. Kemudian khusus untuk pengunjung wanita, setelah melewati metal detektor, mereka harus masuk ruangan tertutup dan dilakukan pengecekan ulang lagi oleh security wanita juga. Jadi double check security-nya benar-benar ketat.

malNitesh Mall Pune

Mall yang saya kunjungi ini terbilang mall kecil, masih terlihat beberapa konter yang sedang dalam persiapan untuk dibuka atau direnovasi. Sepertinya mall ini belum 100% beroperasi. Dan sepertinya juga bukan mall terbesar di Pune. Ketika saya datang jam 13.00 an bayangan saya pengunjung sudah banyak. Ternyata dugaaan saya salah. Jam segitu pengunjung mall masih sedikit dan suasana mall masih lengang dan sepi. Belakangan saya baru tahu, pengunjung mall mulai ramai dan berdatangan sekitar jam 16.00 sore ke atas.

Tujuan pertama saya datang ke mall ini adalah ingin nonton film di bioskop. Jangan dibayangkan saya mau nonton film India tau Bollywood ya. Sudah enek dari sananya sama film India hehe. Ketika saya datang dan mengecek konter tiket untuk mengetahui kira-kira ada film apa yang tayang hari Minggu kemaren, ternyata disana terpampang jadwal pemutaran film Ant-Man (3D). Nahh kebetulan sekali. Kemudian saya membeli satu tiket untuk melihat film Ant-Man. Kok cuman beli satu tiket, memangnya nonton sendirian? Ya iya lah, saya nonton sendirian hehe.

bioskopBioskop di Nitesh Mall Pune

Kalau di Indonesia salah satu distributor film-film di bioskop dikuasai jaringan Cinema 21, pun begitu di India distribusi film bioskop dilakukan oleh jaringan PVR namanya. Kembali lagi saya harus melewati security check dan metal detector ketika mau masuk ke bioskop. Security juga sekalian memerika tiket saya. Ujung bawah tiket saya dirobek, sebagai tanda kalau tiket sudah di-check. Belakangan baru tahu kalau pengecekan tiket hanya dilakukan sekali oleh security di depan, sedangkan ketika kita memasuki Cinema atau Studio, tidak ada lagi penjaga yang memeriksa tiket seperti halnya kalau kita ingin nonton bioskop di Indonesia yaitu tiket masih harus kita tunjukkan kepada penjaga yang menunggu penonton di depan pintu masuk studio, kemudian penjaga akan merobek satu bagian tiket sedangkan bagian tiket yang lain diserahkan kepada kita.

Studio (disini menyebutkan Cinema) sudah dibuka 15 menit sebelum jam tayang film Ant-Man (13.50) dimulai. Saya mengikuti pengunjung-pengunjung lainnya yang juga sudah memasuki cinema. Kalau saya lihat mayoritas penontonnya juga anak-anak muda. Jangan dibayangkan kita akan melihat anak-anak muda di India memakai pakain sari, pakaian nasional India, ketika mereka jalan-jalan di mal. Yang terlihat masih mau menggunakan sari ketika jalan di mall hanyalah orang-orang tua. Seperti anak-anak muda di Jakarta, mereka memakai pakaian casual seperti biasa.

Seperti biasa di menit-menit awal nonton film di bioskop akan diputarkan beberapa klip film yang akan tayang di bioskop tersebut. Juga diputarkan beberapa iklan komersial. Kemudian saya juga melihat diputarkan sebuah iklan layanan masyarakat dari Polisi Pune tentang bagaimana masyarakat harus waspada dengan ancaman bom. Sama persis dengan suasana ketika kita nonton bioskop di Indonesia, tidak ada perbedaan. Nahh saya baru terkejut dan terkesima ketika di layar terpampang tulisan semua harus berdiri untuk pemutaran lagu kebangsaan India. Semua penonton yang saat itu cukup penuh, berdiri dengan sikap sempurna. Saya pun ikut berdiri. Sesaat kemudian lagu kebangsaan India diputar. Suasana sudut-sudut ruangan menjadi sepi sunyi namun hikmat. Semua orang diam termasuk anak-anak kecil yang biasanya tidak mau diam. Semua dengan hikmat mendengarkan lagu kebangsaan India. Terus terang saya juga ikut terhanyut dengan kehikmatan sikap mereka dalam mendengarkan lagu kebangsaan mereka Jana Gana Mana. Ketika lagu kebangsaan India selesai diputar, penonton pun duduk kembali. Saya sekilas melihat penonton yang duduk di sebelah saya menoleh ke arah saya. Mungkin dia heran, muka non India nonton bioskop di India dan harus berdiri mendengarkan lagu kebangsaan India diputar di bioskop hahaha. Mungkin saya satu-satunya orang asing yang ada di cinema tersebut siang itu.

Sebenarnya ini pengalaman kedua kali saya mendengarkan lagu kebangsaan diputar di bioskop. Pengalaman pertama yaitu ketika saya berada di Bangkok dan kebetulan saat itu saya nonton bioskop dengan teman baik saya. Kalau di Bangkok selain mendengarkan lagu kebangsaan Thailand, juga diputarkan film dokumenter tentang raja mereka. Semua penonton pun harus berdiri sebagai penghormatan terhadap raja mereka. Nah ada kejadian sedikit lucu, mungkin karena waktu itu pengalaman pertama saya dan teman saya menghadapai situasi seperti ini, teman saya sempat tidak bisa menahan ketawa, untungnya saya berhasil menahan supaya tawa dia tidak keceplosan. Kalau sampai tertawa kelepasan dan terbahak-bahak kan bisa gawat, nanti dianggap menghina raja mereka hehe.

Kembali ke cerita semula tentang suasana nonton di dalam bioskop di Pune. Setelah lagu kebangsaan selesai diputar, film utama pun juga diputar. Sebenarnya cerita film-nya sama seperti cerita-cerita film Marvel lainnya, bertema tentang orang biasa yang kemudian menjadi superhero. Detik demi detik, menit demi menit berlalu. Saya pun juga bisa menikmati alur cerita yang ditampilkan. Namun ketika cerita film sedang seru-serunya, tiba-tiba layar mati. Wahh kejutan apa lagi ini, begitu dalam hati saya berkata. Tengok sana, tengok sini saya ingin mencari tahu. Namun anehnya penonton lain biasa-biasa saja, kecuali saya yang sangat curious pengen tahu ada kejadian apa. Kemudian di layar ada tulisan intermission bla bla…Wah hahaha ternyata ada pause, commercial break atau iklan di tengah-tengah pemutaran film. Waduhh kayak nonton film atau sinetron di TV saja nih. Selama intermission atau commercial brake berlangsung, penonton pada keluar, ada yang ke toilet, ada yang membeli cemilan lagi seperti popcorn dan sejenisnya. Saya lihat ada petugas di depan membawa keranjang sampah untuk mengumpulkan sampah-sampah sisa popcorn dan makanan yang dibawa penonton sesaat film akan diputar tadi. Intermission dan commercial break berlangsung kurang lebih 15 menit. Film pun diputar kembali mulai dari bagian atau alur cerita yang terpotong tadi. Hehehe seru juga nih pengalaman nonton bioskop di India. Ada-ada saja, nonton film bioskop diselingi iklan..huhh untungnya commercial break atau iklannya cuman sekali hehe.

Pagi harinya ketika saya di kantor, saya menanyakan hal ini kepada teman saya orang asli India. Teman saya bilang bahwa kebiasaan ini dulunya disebabkan oleh karena panjangnya durasi film Bollywood yang diputar di bioskop. Satu film Bollywood paling tidak berdurasi 3-4 jam. Nah untuk menghilangkan kejenuhan, diselingilah dengan intermission ini. Seiring berjalannya waktu orang-orang India sudah semakin terbiasa dengan intermission di tengah-tengah pemutaran film, entah itu film Bollywood ataupun non Bollywood, sampai sekarang ini.

Wiken terakhir  saya menyempatkan diri keliling kota Pune untuk sekedar menikmati city tour. Dari beberapa informasi yang saya dapatkan, beberapa teman merekomendasikan untuk mengunjungi Agakhan Palace (atau museum Mahatma Gandhi), Shaniwar Wada fort dan jalan-jalan belanja di MG road (semacam Malioboro-nya Pune). Sebenarnya ada beberapa lokasi wisata lagi diluar atau di pinggiran kota Pune. Namun waktu yang terbatas sudah tidak memungkinkan lagi untuk menuju kesana.

Dengan menyewa mobil dari hotel selama 4 jam sebesar INR 2000, tujuan lokasi wisata pertama yang saya kunjungi adalah Agakhan Palace. Dari hotel berangkat jam 12.00 dengan suasana langit Pune yang sedikit mendung. Suasana jalanan seperti biasa padat dan cenderung ruwet. Jangan dibandingkan keruwetan lalu lintas Pune dengan keruwetan lalu lintas di Hong Kong. Di Hong Kong jalanan kelihatan ruwet karena banyaknya taksi dan bus dengan lebar jalan yang sempit-sempit. Namun disana semua pengendara teratur mentaati peraturan lalu lintas. Di Pune seperti yang sudah saya sebutkan di atas, kesadaran berkendara dan mematuhi aturan lalu lintas masih rendah.

apAgakhan Palace

Dengan membayar tiket masuk sebesar INR 100 (kurang lebih Rp 25rb) saya bisa memasuki komplek istana. Agakhan Palace pada dasarnya museum tempat menyimpan segala macam peninggalan Mahatma Gandhi dan sahabat-sahabatnya selama mereka berjuang dalam masa pendudukan tentara Inggris di India. Rumah ini dulunya digunakan untuk tempat tahanan rumah Mahatma Gandhi sampai dia meninggal dunia. Di area yang luas, rindang dan sejuk ini juga ada tempat yang digunakan oleh Mahatma Gandhi untuk bersemedi. Disini juga lokasi dimana abu Mahatma Gandhi dikubur.

mgTempat semedi dan Abu Mahatma Gandhi disemayamkan

Setelah puas berkeliling dan melihat beberapa peninggalan dan kisah hidup Mahatma Gandhi selama di penjara di Agakhan Palace, langkah saya berikutnya adalah menuju sebuah beteng kuno, Shaniwar Wada Fort, yang terletak di tengah-tengah kota Pune, peninggalan abad ke-18, tepatnya dibangun pada tahun 1746 pada masa pemerintahan Peshwa di kerajaan Maratha. Beteng ini mengalami kebakaran hebat pada tahun 1828 dan sisa-sisa bangunan yang masih ada sekarang dijadikan tempat tujuan atau obyek wisata.

btgGerbang utama dan suasana di dalam Shaniwar Wada Fort

Harga masuk tiket wisata untuk orang asing sepertinya seragam sebesar INR 100 (100 rupees). Sama seperti di Agakhan Palace, tiket masuk di Shaniwar Wada Fort pun sebesar INR 100. Sayang sekali ketika saya tiba di Shaniwar Wada Fort, kondisi HP saya lowbat sehingga hanya berhasil mengabadikan dua photo di atas hehe. Beteng ini dikelilingi tembok yang tinggi dan tebal, kalau saya perhatikan terbuat dari batu bata merah. Di tengah-tengah tembok yang mengelilinginya terdapat taman yang luas dan ada bekas air mancurnya. Sekilas beberapa bagian masih belum benar-benar direnovasi.

Pemberhentian terakhir saya harusnya di MG road, cuman karena hujan, saya hanya melihat sekilas dari atas mobil. Sama seperti di Malioboro, MG road adalah satu jalan lurus yang terdapat deretan toko-toko tempat menjual souvenir. Sayang saya tidak bisa mengeksplore terlalu detail suasana MG road sehingga tidak bisa bercerita banyak.

Demikian kisah saya selama 3 minggu di Pune, India…semoga memberikan informasi yang semoga berguna bagi anda semuanya.

Posted in Cerita-Cerita | Tagged , , | 3 Comments

Ber-internet-an Ria Sepanjang Perjalanan di Dalam Pesawat Emirates Tujuan Jakarta-Dubai dan Dubai-Jakarta

Beberapa waktu yang lalu saya pernah mem-posting-kan tulisan saya mengenai Internetan di atas pesawat Qatar Airways, sekarang dalam kesempatan ini saya akan menuliskan bagaimana kita bisa ber-internet-an dengan tersambung ke WiFi di atas pesawat Emirates. Kebetulan pada saat saya mencoba koneksi WiFi ini saya sedang di atas pesawat Emirates tujuan Dubai-Jakarta maupun Jakarta-Dubai. Layanan WiFi onboard yang disediakan Emirates mereka namakan OnAir. Perlu diketahui layanan OnAir ini terdapat dan bisa diakses baik di kelas ekonomi maupun kelas bisnis.

Sebagai informasi belum semua jenis pesawat Emirates ada fasilitas sambungan WiFi-nya. Jenis pesawat Emirates yang sudah ada fasilitas OnAir antara lain adalah tipe Airbus A380 dan Boeing 777-300. Jadi seandainya dalam perjalanan anda menggunakan Emirates dan kebetulan armadanya yang digunakan pada saat itu bukan dari salah satu kedua tipe pesawat di atas, maka ada kemungkinan anda tidak akan bisa menikmati layanan WiFi onboard.

Sebenarnya ada atau tidaknya layanan OnAir bisa diketahui dengan mendengarkan pengumuman dari Flight Attendance-nya. Sesaat sesudah take-off nanti akan diumumkan fasilitas apa saja yang bisa anda nikmati selama terbang dalam perjalanan. Ketika ada fasilitas OnAir, otomatis juga ada fasilitas mobile connection, artinya anda bisa juga menerima dan mengirimkan pesan/SMS maupun menerima dan melakukan panggilan tilp/HP dengan teman dan famili yang ada di darat. Roaming charge akan berlaku dan dikenakan sama seperti anda sedang melakukan panggilan dari luar negeri ke Indonesia. Perlu diingat, seandainya memang anda ingin melakukan panggilan tilpon hendaknya tetap menghomati privasi penumpang sebelah kiri, kanan, depan dan belakang anda. Jangan sampai gaduh, berisik dan mengganggu penumpang yang lain.

Saya pribadi lebih suka tersambung ke WiFi dan bisa mengirimkan kabar-kabar dengan orang-orang yang saya cintai melalui layanan messenger semacam WhatsApp, BBM dan sejenisnya, sehingga tidak mengganggu privasi penumpang lainnya. Siapa tahu ada di antara anda yang belum tahu, berikut di bawah ini adalah cara mengetahui adanya layanan OnAir atau tidak dan bagaimana cara anda bisa tersambung (baik kelas ekonomi maupun bisnis):

  • Aktifkan layanan WiFi di smartphone atau laptop anda. Seandainya ada layanan OnAir makan akan muncul disana seperti gambar di bawah ini:

gambar1

  • Kemudian untuk mengetahui apakah layanan OnAir sudah diaktifkan oleh Emirates atau belum bisa di-cek dengan cara sebagai berikut. Buka peramban (browser) di media anda kemudian ketikkan onair.onboard.aero. Seandainya belum aktif maka akan muncul pesan seperti gambar di bawah ini. Perlu diketahui anda juga akan mendapatkan pesan seperti di bawah ini, walaupun layanan OnAir sudah aktif, yaitu ketika pesawat melintasi atau di atas laut luas seperti samudra Hindia. Bagaimana anda tahu posisi pesawat anda sedang berada dimana? Caranya mudah, melalui layar monitor di depan anda gunakan layanan ICE dan pilih Information > Flight Info

gambar2

  • Ketika anda tersambung dengan layanan OnAir, maka informasi yang akan anda dapatkan seperti gambar di bawah ini

gambar3

 

  • Selanjutnya anda bisa mulai melakukan koneksi ke layanan OnAir ini. Ada dua opsi, yang pertama opsi gratisan kuota sebesar 10MB dan opsi yang tidak gratis sebesar 500MB. Jangan khawatir, biayanya sangat murah hanya 1 USD (kurang lebih Rp 13rb) dan anda sudah mendapatkan kuota 500MB yang sangat-sangat cukup anda gunakan sepanjang perjalanan sampai tujuan akhir. Saya lebih suka memilih opsi 500 MB ini daripada yang opsi gratisan 10MB.

gambar4

 

  • Setelah anda memutuskan mau memilih yang mana langkah selanjutnya adalah melakukan koneksi. Ketika anda memilih opsi kuota 500MB, langkah berikutnya anda harus melakukan pembayaran dengan meng-klik tombol “Buy now” dan anda akan mendapatkan gambar sebagai berikut:

gambar5

 

  • Anda harus mempunyai dan menggunakan salah satu kartu kredit seperti yang terlihat di dalam gambar berikut untuk bisa melakukan pembayaran. Isikan detail informasi kartu kredit anda seperti yang diminta termasuk jangan lupa menuliskan alamat email (wajib diisi) anda.

gambar6

  • Setelah selesai, maka proses selanjutnya adalah sistem akan melakukan validasi pembayaran anda seperti tampak dalam gambar berikut

gambar7

 

  • Setelah pembayaran anda tervalidasi maka anda akan mendapatkan konfirmasi seperti nampak dalam gambar berikut

gambar8

  • Anda pun akan menerima email konfirmasi ketika pembayaran layanan OnAir berhasil, seperti gambar berikut:

gambar10

 

  • Untuk mengetahui apakah anda benar-benar sudah tersambung ke layanan OnAir, buka browser anda dan ketikkan www.emirates.com/onair seperti gambar di bawah ini

gambar9

 

  • Atau bisa juga mengetikkan www.onboard.onair.aero seperti gambar berikut

gambar11

 

Dengan demikian anda sudah tersambung dan sudah bisa berselancar di internet sepanjang perjalanan anda bersama Emirates.

Demikian tulisan saya semoga bermanfaat…

Posted in Cerita-Cerita | Tagged , , | Leave a comment

Bagaimana Cara Membuat Rata Tengah (Center Alignment) pada Themes Twenty Fourteen di WordPress

Saya menggunakan WordPress versi 4.2.2 pada saat tulisan ini saya buat.

Seperti yang sudah diketahui, ketika kita memilih WordPress sebagai sarana untuk membuat blog maka blogger bisa memilih beberapa pilihan themes untuk menampilkan postingan-postingan atau tulisan-tulisannya. Themes ini ibaratnya seperti baju dan make up bagaimana seseorang bisa tampil dengan percaya diri dengan berbagai macam variasi baju dan make up. Begitu pula dengan sebuah blog, bagaimana blog bisa tampil menarik dan enak dilihat oleh pengunjung blog.

Salah satu themes yang ditawarkan pada WordPress versi 4.2.2 adalah Twenty Fourteen.  Beberapa themes lain yang ada antara lain Twenty Ten, Twenty Eleven, Twenty Thirteen, Twenty Fifteen. Saya tidak tahu sejarahnya kenapa WordPress banyak menamai themes-themes yang mereka gunakan dengan nama angka.

Ketika kita memilih Twenty Fourteen sebagai themes blog kita, maka pertama kali ketika kita aktifkan, kita akan mendapatkan blog kita by default rata kiri seperti nampak dalam gambar di bawah ini:

 ratakiri

Sehingga ketika blog tersebut ditampilkan di peramban (browser), akan terlihat hanya bagian kiri peramban yang akan terisi oleh halaman blog kita. Pengunjung atau pembaca blog akan merasa tidak nyaman ketika membaca tulisan-tulisan kita ketika posisi blog seperti itu, karena mata akan cenderung untuk melihat ke kiri terus-menerus yang akan menyebabkan mata cepat lelah.

Bagaimana caranya agar posisi blog kita ketika menggunakan themes Twenty Fourteen bisa berada di tengah atau rata tengah dengan peramban seperti di bawah ini?

ratatengah

Berikut di bawah ini langkah-langkah untuk bisa membuat posisi blog terhadap peramban berada di tengah atau rata tengah:

  • Install plugin baru yang namanya Custom CSS Manager. Caranya dari Dashboard > Plugin > Add New

instalplugin

 

  • Pada kolom search tuliskan nama plugin yang akan dipasang “Custom CSS Manager” tekan tombol Enter

addnewplug

  • Kita akan diarahkan pada halaman plugin seperti berikut

cssmngr2

 

  • Klik tombol Installed dan tunggu sampai proses instalasi selesai. Ketika sudah selesai, jalankan plugin tersebut dengan cara sebagai berikut Dashboard > Appearance > Custom CSS Manager

appearance

 

  • Halaman Custom CSS Manager akan terbuka seperti di bawah ini. Kemudian ketikan code seperti yang tertulis di bawah ini pada CSS Code di Custom CSS Manager kemudian klik Save Changes

 

cssmngr

  • Refresh browser dan blog kita sudah akan tampil dengan posisi rata tengah terhadap peramban/browser

Semoga tulisan di atas bermanfaat…silahkan mencoba.

Posted in Tips | Tagged , , | 1 Comment