Tahapan-Tahapan Mendirikan Bisnis Minimarket Bukan Waralaba (Non Franchise) untuk Pemula

Bagi yang ingin memulai menjalankan bisnis minimarket non waralaba atau non franchise, berikut tahap demi tahap langkah-langkah yang mungkin bisa dipertimbangkan. Tulisan berikut merupakan kompilasi tulisan-tulisan saya sebelumnya dari bagian kesatu sampai kedelapan langkah demi langkah mendirikan minimarket non waralaba.

  1. Bagian Pertama Memulai Minimarket Mandiri: Mengenal Segmen Pasar
  2. Bagian Kedua Memulai Minimarket Mandiri: Memilih Lokasi
  3. Bagian Ketiga Memulai Minimarket Mandiri: Menyiapkan Sarana Fisik
  4. Bagian Keempat Memulai Minimarket Mandiri: Mengisi Barang
  5. Bagian Kelima Memulai Minimarket Mandiri: Komputerisasi Minimarket
  6. Bagian Keenam Memulai Minimarket Mandiri: Strategi Penjualan
  7. Bagian Ketujuh Memulai Minimarket Mandiri: Strategi Memutar Modal dan Laba
  8. Bagian Kedelapan Memulai Minimarket Mandiri: Sedikit Kiat Menjalankan Minimarket

Saya dengan senang hati membuka waktu kapan saja apabila diantara anda semua ingin berdiskusi, bertukar-pikiran dan pengalaman tentang bisnis minimarket non waralaba ini lebih lanjut, dengan menghubungi email saya di widodo.nugroho@gmail.com.

Kalau dirasa banyak manfaatnya silahkan meng-copy dan membagikan tulisan saya di atas sebanyak-banyaknya gratis kepada siapa saja yang mungkin membutuhkan informasi pengalaman mendirikan minimarket non waralaba terutama kepada siapa saja yang akan memulai menjalankan peluang usaha ini. Boleh meng-kopi dan ditulis ulang di blog atau website anda, dengan satu syarat, mohon dituliskan sumber aslinya yaitu dari Widodo Nugroho (www.tulisan-ringan.com)

Semoga bermanfaat….

About WiD

Founder&Owner jogja geowisata (www.ygeotour.com) dan geodwipa teknika (www.geodwipa.com). Alumni Teknik Geologi UGM. Hobby: International Travel, Photography, Gourmet Cooking, Entrepreneurship, Blogging.
This entry was posted in Peluang Usaha and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

62 Responses to Tahapan-Tahapan Mendirikan Bisnis Minimarket Bukan Waralaba (Non Franchise) untuk Pemula

  1. WENNY says:

    To : Bapak Widnu …
    saya mau tanya kalau mau tau tentang informasi mengenai supplier besar atau pabrikan untuk mensupply barang yang saya mau jual ke customer, bagaimana caranya? dan dari mana saja info tersebut dapat saya dapatkan

    Thanks a lot
    best rgts

    wenny

    • WiD says:

      Ibu Wenny, mohon maaf saya tidak mempunyai informasi supplier besar atau pabrikan seperti yang Ibu inginkan. Semoga ada pengunjung atau pembaca yang lainnya yang mengetahui informasi ini dan berkenan berbagi informasi dengan kita. Best Regards – WiD

  2. agus says:

    thanks infonya,bagus sekali,saya mohon ijin mengcopy mas

    • WiD says:

      Dengan senang hati Mas Agus..kalau dirasa bermanfaat, silahkan di-copy sebanyak mungkin atau di-share kepada teman-teman Mas Agus yang mungkin membutuhkan informasi yang saya tuliskan tersebut 🙂

  3. dafri says:

    to bapak widnu
    saya sebagai pemula dalam hal minimarket,dan sy blum mengerti pengaturan barang- barang yang harus sy jual, mana yang harus ditempatkan didepan dan mana yang dibelakang agar pengunjung dapat dgn mudah mencari barang yang diinginkannya. trims

    • WiD says:

      Selamat pagi Bapak Dafri, terima kasih kunjungannya di blog saya. Pak Dafri, menurut saya, tidak ada salahnya kita belajar dan meniru tata letak penyusunan barang-barang yang kita jual dari minimarket lain atau malah supermarket besar. Mungkin sesekali Pak Dafri bisa mampir ke minimarket franchise atau supermarket besar di tempat Bapak untuk sekedar mengamati tata letak rak-rak disana, kemudian tata letak itu bisa kita terapkan dan disesuaikan dengan kondisi di minimarket kita. Yang pasti akan lebih memudahkan pembeli seandainya tata letak rak-nya dikelompokkan menurut barangnya, misalnya kelompok makanan dan minuman jangan dicampur dengan kelompok sabun, peralatan mandi dan sejenisnya. Kemudian labeling harga juga akan sangat membantu pembeli. Cantumkan label-label harga di sisi-sisi masing rak. Cara yang kedua, ini memang ada biayanya, kita tanyakan ke interior design, arsitek, atau perusahaan jasa yang memang khusus menyediakan jasa konsultasi yang terkait dengan minimarket. Namun kalau saya pribadi lebih memilih cara yang pertama, dengan mengamati tata letak rak dari minimarket atau supermarket lain kemudian diterapkan dan disesuaikan dengan kondisi minimarket mandiri kita.

  4. Telpa abdi says:

    ass… mas saya mw buka… mini market gmn cara bisa mulai…… krn saya takut ngk berhasil.
    saya tinggal di rengat barat inhu riau

    • WiD says:

      Waalaikumsalam Mas..cara memulai usaha minimarket adalah sbb: 1) niat, 2) tahan banting dan tidak takut jatuh bangun, 3) modal. Ketika hal tersebut sama-sama penting, bedanya no 1 dan no 2 harus datang dari diri kita sendiri. Sedangkan no 3 bisa dibantu oleh pihak lain. Artinya yang Mas butuhkan saat ini adalah keberanian untuk memulai dan jangan takut jatuh bangun. Keberanian itu yang Mas harus tumbuhkan terus dalam diri mas sendiri. Mari kita lihat filosofi seorang bayi ketika dia sedang belajar berjalan. Dari sama sekali tidak bisa bergerak, tengkurap, gulang-guling, merangkak, merayap, tertatih berjalan sampai jatuh bangun, sampai akhirnya dia bisa berlari. Dia tidak takut jatuh bangun untuk belajar supaya bisa berjalan atau berlari kencang. Dia belajar begitu datang dari dirinya sendiri, karena ingin maju, supaya bisa berjalan. Atau contoh lain, ketika Mas pertama kali belajar naik sepeda, sama juga, kalau ada perasaan takut terus menerus maka selamanya tidak akan pernah bisa naik sepeda. Begitu juga dengan memulai usaha. Kalau Mas takut gagal, kapan bisa memulainya dan memperbaiki kegagalan untuk bisa maju. Tidak ada usaha yang tidak pernah gagal atau jatuh bangun. Coba kalau Mas ada waktu, sesekali browsing kisah-kisah sukses pendiri Google, Apple, Facebook, atau kisah Thomas A Edison, penemu bola lampu..kesuksesan mereka tidak lepas dari kegagalan-kegagalan yang pernah mereka alami. Mereka semua pernah gagal. Jadi kesimpulannya, kalau tidak dimulai sekarang juga, tentunya Mas tidak akan bisa mempunyai dan merasakan bagaimana cara menjalankan bisnis minimarket. Ayo Mas..jangan takut gagal…:)

  5. ilyas says:

    asslkm pak, ini saya mau buka minimarket cuma yg saya bingung masalah pembagian shift kerja n jumlah karyawan per shift. rencana minimarket saya buka jam 6pagi-8malam. dan ukuran minimarket 6mx10m. trus nanti kalo ada barang yg hilang itu penanganannya gmn n tanggung jawabnya siapa?
    trm ksh

    • WiD says:

      walaikum salam Pak Ilyas..satu hal yang saya terapkan di minimarket saya adalah saya selalu menganggap karyawan saya seperti keluarga sendiri, dengan demikian mereka juga akan merasa mempunyai, menjaga dan menjalankan usaha dengan sungguh-sungguh. Saya memasang kamera CCTV di minimarket, bukan untuk mengawasi gerak-gerik karyawan saya, namun untuk memberikan rasa aman dan nyaman baik bagi karyawan maupun konsumen yang datang berbelanja, nyaman karena mereka merasa bahwa sistem keamanan terjamin dengan adanya kamera CCTV tersebut. Pikiran-pikiran tentang barang hilang dsb adalah sangat wajar. Namun saya tidak terlalu kaku menerapkan aturan siapa yang bakal mengganti ketika ada barang yang hilang, pertama karena ada kamera CCTV dengan demikian orang yang bermaksud jahat berpikir sekian kali untuk nakal mengutil barang, dan kedua saya sudah memberikan kepercayaan kepada karyawan saya dengan demikian saya tidak merasa terganggu dengan pikiran-pikiran yang terlintas bagaimana seandainya klo ada barang hilang dan sejenisnya, dan ketiga tentunya akan saya pertimbangkan kondisi dan kejadiannya seperti apa ketika memang benar-benar ada barang yang hilang, tidak serta merta saya akan timpakan kesalahan kepada karyawan, namun saya akan mengajak mereka untuk membahas bersama langkah berikutnya seperti apa untuk mencegah jangan sampai kejadian yang sama bisa terulang kembali di kemudian hari.

  6. ilyas says:

    trus masalah pembagian shift kerja n jumlah
    karyawan per shift gmn pak?. rencana minimarket
    saya buka jam 6pagi-8malam. dan ukuran
    minimarket 6mx10m

    • WiD says:

      Pak Ilyas, minimarket-minimarket saya ukurannya hampir sama dengan ukuran rencana minimarket Bapak, kemudian buka jam 06-20.30. Untuk kami, shift-nya kami bikin jam 6-13.00 dan jam 13-20.30. Karyawan kami berikan libur 1x dalam 1 minggu dalam hari yang tidak bersamaan. Untuk tahap awal Bapak bisa mencoba terlebih dahulu 1 karyawan setiap shift, kemudian dilihat perkembangannya, kalau seandainya di kemudian hari 1 karyawan kewalahan, Bapak bisa menambah karyawan setiap shift sesuai dengan kondisi dan kebutuhan.

  7. ilyas says:

    pak kalo boleh tahu, minimarket bapak namanya apa? n dijogja mana? soalnya saya tiap minggu ke yogya, siapa tau bisa maen ke minimart bapak!

  8. ropik says:

    Assalamualaikum . bpk mhn sharing .saya berencana untuk membuka minimarket dilingkungan perumnas .kira2 jumlah penduduk nya atau berapa rumah yg ideal untuk membuka minimarket di daerah tersebut .trims ..

    • WiD says:

      Waalaikumsalam…menurut saya tidak ada patokan khusus berapa besar jumlah penduduk/jumlah rumah yang ideal utk kita bisa buka usaha minimarket. Menurut saya yang paling penting adalah seberapa baik kita bisa memberikan pelayanan kepada para pembeli, karena tidak mustahil walaupun kita mendirikan minimarket di lingkungan perumahan yang kecil, karena kita bisa memberikan pelayanan sebaik-baiknya, maka yang akan berlaku adalah mouth marketing atau pemasaran tidak langsung dari mulut ke mulut dari para pembeli kita tersebut, yang pada nantinya akan menarik para pembeli di luar komplek perumahan untuk datang berbelanja di minimarket kita. Semoga sukses ya Pak..

  9. saeful says:

    berapa modal yang diperlukan dari awl sampe pengisian barang dagangan sesuai pengalama bapak sendiri?trims

    • WiD says:

      semua tergantung besar minimarket yang ingin Bapak mulai dan dirikan. Saya memulai dari nol, dari garasi rumah ukuran 3x4m pd th 2002. Waktu itu modal saya 5jt utk beli 2 rak alumunium plus ngisi barang.

  10. abdul says:

    Pak Wid, Mohon sharingnya saat ini saya adalah karyawan perusahaan swasta dan sangat ingin membuka usaha mini market dalam waktu dekat, bagaimana caranya saya masih dapat membagi waktu antara saya sebagai karyawan dan mengelola usaha mandiri, karena sbg karyawan jam kerja saya sangat padat senin sd sabtu pkl 8 sd 17, atau haruskan saya resign dari perusahaan saya utk fokus total di usaha mandiri? thank you for advise

    • WiD says:

      Pak Abdul, saya sendiri juga karyawan perusahaan swasta, malah saya kerjanya di luar Indonesia :). Jadi menurut saya begini, usaha apapun bentuknya bisa berjalan dengan beriringan dengan aktifitas kita yang lainnya tanpa harus mengorbankan salah satu diantaranya. Menurut saya Bapak tidak harus resign. Pak Abdul masih bisa terus bekerja di perusahaan Bapak sekarang sekaligus dalam waktu bersamaan membuka usaha minimarket. Yang perlu Bapak lakukan adalah bekerja sama dengan orang lain. Orang lain disini bisa saja istri, kakak, adik, saudara atau mungkin temen2 Bapak. Bapak yang mengembangkan ide-ide bisnis, dan pelaksananya atau eksekutor di lapangan bisa diserahkan kepada orang lain seperti yang saya sebutkan tadi. Salam – WiD

  11. dea kurnia says:

    assalamu’alaikum pak wid. Mhon bntuan nya. Saya sekeluarga ingin mendirikan usaha mini market. Stelah membca blog bpak. Bnyak pertnyaan saya sudah trjawab. Tp msh ada yg ingin saya tnyakan. Bagaimana cara mencari investor untuk usaha mini market ini, krna usaha ini benar2 saya mulai dari 0. Mulai dari mendrikan bngunan nya. Mhon bntuan nya bapak. Trimkasih

    • WiD says:

      Walaikumsalam Ibu Dea. Pengalaman saya pribadi waktu itu adalah saya memulai dari yang kecil-kecil dulu semampu saya. Dengan berjalannya waktu Alhamdulillah bisa berkembang. Klo mencari investor sepertinya akan banyak tantangannya karena mereka rata-rata memikirkan bagaimana cara mendapatkan keuntungan banyak dalam waktu yang sesingkat-singkatnya, kecuali Ibu ikut program franchise dengan minimarket-minimarket besar. Namun untuk mengikuti program franchise itu Ibu harus menyetor biaya penyertaan modal/biaya franchise yang kadang tidak sedikit jumlahnya. Salam – WiD

  12. arie says:

    trima kasih.,blognya sangat bermanfaat…
    saya terinspirasi dgn ukuran bangunan 3x4m sudah cukup untuk memulai usaha mini market dari 0 kebetulan disebelah lokasi saya akan didirikan Bank BRI,Yg ingin saya tanya,apa apa saja jenis produk yg wajib saya jual..?

    • WiD says:

      selamat siang Mas Arie..untuk ukuran 3x4m saya selalu melihat Circle K adalah contoh paling tepat untuk ditiru, karena mereka banyak mempunyai gerai yang berukuran kecil dan selalu ramai dikunjungi pembeli. Tidak ada salahnya Mas Arie menjiplak konsep yang sama seperti yang dibawa oleh Circle K, apa yang mereka biasanya jual dengan gerai seukuran seperti yang Mas Arie mau rencanakan sekarang, termasuk tata letak penyusunan rak dsbnya. Saya rasa tidak ada salahnya kita meniru sesuatu yang sudah berjalan baik yang sudah dilakukan oleh peritel-peritel ternama.

  13. yuniar says:

    pak saya mau tanya,,, rencananya saya mau memulai usaha mini market, di daerah pertokoaan yang di belakangnya itu adalah daerah perumahan. ukuran toko si ga besar sekitar 5X7 meter. kira2 modalnya berapa ya pak untuk membuka usaha minimarket dengan ukuran segitu, trus saya bingung perijinannya, apa saja yang harus saya urus??? terima kasih…

    • WiD says:

      Ibu Yuniar, tentang modal tentunya relatif melihat kondisi yang Ibu hadapi sekarang ini. Klo ruko itu sudah milik Ibu sendiri, tentu saja modalnya tinggal mengisi barang-barang yang ada di dalam toko. Misal rak toko, barang yang akan dijual, perabotan pelengkap yang lain, dan sebagainya. Menurut saya Ibu harus mempunyai gambaran terlebih dulu wujud tokonya nanti mau seperti apa. Saya selalu mencontohkan, seandainya kita masih bingung maunya bentuk toko kita seperti apa, jangan ragu-ragu untuk menjiplak minimarket-minimarket besar yang sudah berjalan misalnya melihat dan mencotoh design dan tata letak rak-nya, barang apa saja yang dijual dan lain sebagainya. Setelah gambaran toko tersebut kita punya, baru kemudian bisa kita tuangkan kira-kira apa saja yang dibutuhkan dan membutuhkan biaya berapa, misalnya apakah butuh komputer, barcode scanner, program sales, berapa jumlah pegawai, barang apa saja yang akan kita isikan dan lain sebagainya. Tentang perijinan sepertinya tergantung di masing-masing wilayah Bu…akan lebih baik Ibu datang ke kantor pemerintah daerah setempat dimana Ibu berdomisili, dan menanyakan kelengkapan perijinannya.

  14. vyta says:

    Asalamualaikum,, maaf pak sekedar mau tanya
    Kira2 berapa untuk buka minimarket?

    • WiD says:

      walaikum salam Ibu Vyta..menurut saya begini, kita sebaiknya jangan selalu terpaku dengan seberapa modal yang harus kita siapkan dulu untuk bisa memulai membuka usaha. Kalau Ibu menanyakan seperti jawabannya tentu sangat relatif, tergantung dengan banyak hal, seberasa besar minimarketnya, mau franchise atau mandiri, sudah punya tempatnya belum, dan lain sebagainya. Coba Ibu lihat jawaban-jawaban saya dari pertanyaan-pertanyaan pengunjung sebelumnya. Dulu saya memulai usaha minimarket mandiri ini dari sebuah ruangan kecil berukuran 3x4m hanya dengan 2-3 rak saja. Lama-kelamaan bisa terus berkembang menjadi sebuah minimarket. Nahh sekarang coba Ibu merubah cara pandang Ibu; seberapa pun modal yang Ibu punya, jangan ragu untuk segera memulai berwirausaha…Salam sukses 🙂

  15. Artikel yang sangat lengkap dan bagus yang diulas secara bertahap sehingga bisa menambah wawasan dan mendorong calon-calon wirausahawan untuk lebih semangat dalam memulai bisnisnya khususnya dalam mendirikan usaha minimarket. 2 jempol buat penulisnya..!!

  16. titin says:

    Pak unruk sistem pos lengkap dengan komputer sepaket bapak habis biaya brp ya?thx

    • WiD says:

      sebenarnya biayanya bisa bervareasi tergantung spesifikasi komputer dan program POS yang akan digunakan. Saya waktu itu untuk membeli komputer dan memasang program POS menghabiskan kurang lebih 4jt

  17. DONIE says:

    as…wr..wb.. selamat mlm pak Wid, maap Pak saya mau numpang nanya, saya berniat juga mendirikan sebuah mini market di kampung saya soal nya di kampung saya belum ada yang mendirikan minimarket dan saya juga cuma memiliki modal cuma 15 juta, saran bapak bagaimana alangkah baik nya….?

    • WiD says:

      Walaikumsalam Mas Donie, menurut saya mas Donie bisa mulai membuka usaha disesuaikan dengan budget yang ada sekarang. Memulai usaha tidak selalu harus dengan sesuatu yang besar. Dan tentu saja sebaiknya jangan berpikiran bentuknya nanti langsung bisa berwujud minimarket sebesar minimarket waralaba. Untuk tahap awal dengan budget yang anda punyai tersebut bisa saja dimulai dengan membuka toko kelontong. Diiringi kerja keras dan tekun insha Allah beberapa saat kemudian anda bisa kembangkan dan perluas menjadi minimarket.

  18. Malik says:

    Halo Pak, minta sarannya, kali saya mau buka minimarket, sayur, buah, kebutuhan dapur, menurut pendapat bapak, sulit ga?

    • WiD says:

      Ide yang bagus Pak..apalagi kalau nantinya Bapak bisa memberikan pilihan yang serba segar untuk sayur dan buah-buahan yang akan dijual. Sudah ada beberapa contoh minimarket khusus sayur dan buah-buahan yang selalu menyediakan sayur dan buah segar dan ternyata sambutan konsumen sangat baik.

  19. Nugroho says:

    Assalamu’alaikum pak widodo. Mhon bntuan nya. Saya sekeluarga ingin mendirikan usaha mini market tapi khusus utk produk Susu dan mau tanya kepada pak Widodo bagaimana tata cara tentang perizinan dari awal sampai akhir mendirikan mini market ini. Makasih

    • WiD says:

      Walaikumsalam Pak Nugroho 🙂
      Saya kira teknis perijinan tergantung dari masing-masing kebijaksanaan wilayah/kota/kabupaten. Untuk minimarket mandiri saya rasa akan lebih mudah perijinannya dibandingkan ketika kita ingin membuka minimarket waralaba, paling tidak itu yang saya alami di daerah saya. Saya hanya datang ke dinas perijinan kabupaten, kemudian mereka akan melakukan survey dan mengecek wujud fisik dari minimarket kita. Setelah beberapa saat kemudian ijin akan keluar. Jalan paling mudah walaupun memerlukan biaya adalah dengan meminta tolong kepada biro jasa (Notariat) yang ada di wilayah Bapak untuk menguruskan ijin tersebut. Biayanya tentunya bervareasi tergantung tarif yang dipatok oleh biro jasa tersebut.

  20. naufal says:

    pak numpang taya ibu saya mau buka mini market depan rumah tetapi bingung bedaya minimarket mandiri dan kerjasama misalya indomaret kerugian dan keuntungan ya baik yang mana pak

    • WiD says:

      Pertanyaan yang susah mas dan terus terang saya tidak bisa menjawabnya. Dulu belasan tahun yang lalu saya memilih memulai minimarket mandiri karena saya tidak mempunyai modal keikutsertaan minimarket waralaba. Jadi saya memulai benar-benar dari nol. Namun ketika minimarket mandiri saya sudah besar dan sudah jadi seperti sekarang ini semua keuntungan 100% masuk ke saya. Nah ketika anda mempunyai modal keikutsertaan minimarket waralaba dan memilih bergabung dengan jaringan minimarket mereka, anda tidak perlu pusing memikirkan bagaimana setup awal minimarket tersebut dan tentu saja operasionalnya. Semuanya nanti akan dikerjakan oleh mereka dan anda tinggal menerima porsi keuntungannya. Berapa besarnya tergantung dari perjanjian awal ketika anda menyertakan modal kepada mereka.

  21. panji says:

    Pak Widodo, saya mohon bantuannya untuk sistem shift karyawan. Kalau setiap shift 1 orang, sehari 2 shift, dengan giliran libur 1 kali seminggu. Ketika 1 orang libur berarti pada saat shift tersebut menjadi kosong (tdk ada karyawan) ya Pak? Mohon pencerahannya. Terima kasih banyak.

    • WiD says:

      Semoga saya tidak salah memahami pertanyaan Pak Panji, solusinya adalah dalam satu hari dibikin 2x shift dengan ada overlapping. Misanya karyawan bapak ada 2 orang, maka shift-nya jam 7-15 (misal karyawan A) dan jam 15-21 (karyawan B). Overlapping-nya dari jam 13-15 (karyawan B sudah masuk dari jam 13). Hari liburnya ditentukan pilihan apakah memilih di hari Sabtu atau hari minggu. Ketika karyawan A misalnya memilih libur hari Sabtu, maka bapak harus turun tangan sendiri dengan sistem shift dengan karyaan B di hari Sabtu menggantikan karyawan A. Ketika karyawan B memilih hari minggu, maka bapak juga harus turun tangan menggantikan karyawan B dan shift dengan karyawan A. Jadwal pagi dan sore antara karyawan A dan B bisa diganti sesuai dengan periode tertentu yang disepakati.

  22. panji says:

    Jelas sekali Pak. Terima kasih & sukses selalu.

  23. naufal says:

    bapak yg baik kami mengerti dengan penjelasan bapak jadi sekarang kami bangun dulu gedungnya setelah udah jadi konsultasinya kami lanjutkan tapi pak gimana caraya membangun percayan diri sendiri kalo kami bisa menjalankan minimarket mandiri ibu saya memang udah terbiasa jualan kami puya toko pakan ternak dan masalahya mini market itu jenis barangya bayak persaingan harga barang jadi pak belum buka aja sepertiya bayak yg harus di siapkan bapak waktu awal buka mini market sibuk juga

  24. eka says:

    Pak mau tanya, sebelumnya saya baca dulu bapak buat ukuran 3×4 milik sendiri, n kalau seandainya saya mau bikin usaha seperti bapak dulu tapi saya mau sewa ruko untuk pemula dgn ukuran 4×4, gmn strateginya untuk langkah awal biar penghasilan nanti tidak habis buat sewa ruko n yg pastinya masih dapat untung , terima kasih sebelumnya

    • WiD says:

      Mbak Eka, terus terang pertanyaan anda sangat susah untuk dijawab. Anda harus bisa mempertimbangkan lokasi ruko dengan proyeksi prospek kedepannya berkaitan dengan apa yang akan anda jual nantinya di ruko tersebut. Kira-kira anda akan menggunakan ruko tersebut untuk menjual apa saja, apakah ada saingannya, seberapa jauh lokasi saingan tersebut dari ruko yang anda akan sewa, dan lain sebagainya. Sebelum memulai coba amati dan lakukan survei kecil-kecilan sehingga anda mempunyai gambaran kondisi pesaing dan kondisi konsumen di sekeliling ruko tersebut. Anda harus bisa membawa sesuatu yang berbeda yang tidak atau belum dilakukan oleh pelaku usaha yang lainnya. Langkah awal selalu harus dimulai dengan mengenal medan terlebih dahulu. Setelah anda tau medan sekeliling, baru anda bisa mengembangkan dan menciptakan strategi-strategi untuk memulai dan memajukan usaha anda tersebut.

  25. selamat pagi pak wid
    saya sdh baca semua saran2 bpk,saya punya ruko ukuran 144m2 dibilang besar cukupan.untuk skrg ini rak sdh terisi yang ingin sy tanyakan brp modal yg harus sy keluarkan untuk ruko sy.soalx sy berencana pinjam modal kebank tolong pakwid di bantu kiat-kiatnya,terus terang sy msh ragu,rencana sy mau pinjam 150 jt cukupkah dgn dana tersbt mhn penjelasanx.

  26. abdul basith says:

    pak sy nau konsultasi ingin mendirikan minimarket bisa pak

  27. SAIFUDIN says:

    pak mohon pencerahan, saya mau buka min market mandiri di lingkungan pedesaan dengan luas bangunan sekitar 8x 5 meter, yang saya mau tanyakan bagaimana cara melakukan survey dan segmentasi pasar pak….

  28. Rakyan Sina says:

    pak saya sedang mencoba mengembangkan minimarket skala kecil, lokasinya sangat sttategis dengan pasar tetapi luas ruanganya hanya 15 meter persegi, saya menghitung butuh modal sekitar 50 jutaan, mungkin bapak punya opini lain, terima kasih atas bantuanya

  29. Dedy Achmady says:

    Assalamualaikum Wr. Wb.. Maaf mas,saya ingin bertanya sedikit,apakah boleh Toko ATK saya,saya ubah seperti model Minimarket? terus klo bisa,gmna langkah-langkahnya?
    Terimakasih sebelumnya mas.. 🙂

  30. syafarudin says:

    Assalammualaikum pak. mau nanya ni. kira2 dengan modal 50 juta apakah bisa membuka minimarket?

  31. nunung says:

    ass pak wid, saya ingin membuka swalayan .tapi yang saya bingung membuat izin dulu/ membuka swalayan nya.trims

    • WiD says:

      Walaikum salam Ibu Nunung…sekarang pengurusan ijin dipermudah Bu. Untuk sekala UKM cukup datang ke kelurahan terus minta surat pengantar untuk mengurus ijin UKM, kemudian ibu bawa surat pengantar dari kelurahan tersebut dan dibawa ke kecamatan. Nanti ijin UKM cukup sampai ke kecamatan saja bu.

  32. mufita rachmawati says:

    selamat siang pk wid. ini saya mufita dr nganjuk. mau tanya. sbnrya sya skrv sdh mmbuka semi agen sembako slm 3 tahun. n skrg sya sdh dajukn oleh desperindag mslah keagenan lpg. nah yg mnjd bbn skrg adlah penjualan sembako sya smkin menurun krn bnyk orang2x dprumahan dskitarnya suka berbelanja di swalayan besar d daerah nganjuk & diseberang perumahan sya jg sdh ada indomart. n sya berfikir ingin membuka mini swalayan to minimarket. saya jg baru beli rumah asli deprumhan psisi didepan jalan utama perumahan. trkadang sya jg gk enak sma pelanggan2x to pengecer yg belanja dtmpt sya. menurt bpk bgaimana solusinya? sya mnta pengarahanya bpk. trimaksih

    • WiD says:

      Menurut saya Ibu harus tetap menjalankan rencana ibu untuk membuka minimarket. Jangan merasa tidak enak, kan sama-sama mencari rejeki. Tinggal nanti bagaimana Ibu dan minimarket-minimarket yang ada di sekitar Ibu bisa saling bersaing secara positif bahkan saling melengkapi memberikan layanan kepada pelanggan. Kalau ibu amati setiap ada Indomart pasti tidak jauh dari situ berdiri Alfamart, dan mereka bukan satu group loh bu..dan satu sama lain tidak ada perasaan tidak enak untuk saling berkompetisi secara positif.

  33. windy says:

    Assalammualaikum pak, saya tertarik membuka minimarket di jalan lokasi yang merupakan jalan utama,apakah saya harus urus dulu perizinan atau sambil saya mempersiapkan minimarketnya?
    Sebetulnya saya sudah punya izin usaha untuk usaha sebelumnya, apakah izin usaha tersebut khusus untuk miinimarket?
    Terima kasih

    • WiD says:

      Waalaikum salam bu Windy. Hal terkait tentang perijinan sepenuhnya tergantung kepada kebijaksanaan masing-masing pemerintah daerah (otonomi) bu. Apakah ijin yang sudah ibu punyai bisa digunakan untuk menjalankan usaha minimarket, menurut saya sepertinya belum bu, karena ijin tersebut sudah ibu pergunakan untuk menjalankan usaha ibu yang lain. Namun tentu saja ada baiknya bisa ibu konsultasikan ke Dinas Perijinan di pemerintah daerah setempat dimana ibu sekarang tinggal. Menurut saya ibu bisa membuka minimarket terlebih dulu kemudian secara pararel ibu bisa mengurus ijin-ijinnya.

  34. Sigit says:

    Salam sehat pak…sedikit nimbrung…untuk mmendirikan sebuah toko ala minimarket dibutuhkan suatu kaahlian dalm mengelola usaha ini pak…trs trng saya ingin mmendirikan usaha ala minimarket..tapi ga ada pengalamn dlm bisnis dagang…mohon solusinya pak

    • WiD says:

      Yang dibutuhkan kerja keras dan tahan banting pak..kalau keahlian bisa didapat dengan learning by doing. Jadi tidak usah takut untuk mencoba. Pengalaman bisnis dagang bisa didapatkan sambil jalan..

  35. alzam says:

    Selamat sore pak WID saya mau konsultasi cara membuka minimarket, apakah harus ada izinnya. Terimakasih

    • WiD says:

      Kebijaksanaan tentang perijinan tergantung kepada pemerintah daerah setempat. Kalau bapak ingin membuka minimarket mandiri (bukan franchise) apalagi kalau baru mulai buka, biasanya pemerintah daerah masih akan mengkategorikan sebagai “Toko”, ijinnya cukup Ijin Usaha Mikro, yang perolehannya cukup diurus di tingkat kelurahan dan kecamatan.

  36. alzam says:

    Baik pak wid… terimakasih banyak untuk infonya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*