Tulisan Santai tentang Pilihan Berinvestasi

Bisnis properti bisa dikaitkan dengan jual beli atau mengontrakkan rumah, apartemen, ruko, kost-kostan, tanah, dan aset tidak bergerak yang lainnya. Saya cenderung untuk tidak mau disebut sebagai pelaku atau menekuni bisnis properti. Saya masih jauh untuk bisa dikatakan sebagai pelaku bisnis properti. Saya lebih tepat dikelompokkan ke golongan orang yang mencoba berinvestasi dengan membeli properti.

Saya bukan ahli di bidang financial planning. Apa yang saya lakukan dan praktekkan pada diri sendiri ini berdasarkan insting dan commonse sense yang saya putuskan sendiri untuk berinvestasi berdasarkan browsing-browsing dan membaca uraian atau artikel dari para ahli financial planning maupun hasil konsultasi saya dengan jalan diskusi dengan teman ataupun senior-senior saya. Menurut mereka investasi di bidang properti ini sebagai salah satu instrumen investasi jangka panjang yang menguntungkan, karena kecenderungan nilai asetnya yang akan terus naik sepanjang waktu.

Dulu waktu saya kecil baik di rumah ataupun di sekolah selalu ditanamkan semangat untuk menabung uang di bank. Namun sekarang ini seiring dengan berjalannya waktu dan oleh karena pengetahuan saya semakin bertambah, saya jadi lebih tahu kalau uang ditabung di bank saja tidaklah cukup. Nilai uang tidak semakin bertambah malah berkurang, karena dipotong untuk biaya administrasi dan biaya lainnya yang dipotong oleh bank. Saya sering mendengar ungkapan dari senior saya sebagai berikut, buatlah uang bekerja untuk kamu, jangan kamu yang terus-menerus bekerja untuk mendapatkan uang. Saya tidak tahu ungkapan itu asal muasalnya dari mana, namun kalau dipertimbangkan dengan masak-masak memang benar begitulah adanya.

Masing-masing orang mempunyai preferensi instrumen investasi sendiri-sendiri, apa yang akan dipilih berdasarkan pertimbangan masing-masing. Ada yang senang berinvestasi melalui pasar saham, pasar uang, ataupun reksadana. Ada juga yang melakukan diversifikasi investasi ke beberapa macam instrumen investasi selain hal yang disebutkan di atas juga melakukan investasi ke logam mulia dan properti.

Salah satu instrumen investasi yang saya tekuni adalah membeli properti. Saya belum sampai pada taraf jual-beli properti, namun baru pada tataran membeli properti dan dipakai untuk diri sendiri dan keluarga. Pada saat saya membeli properti saya tidak sampai melakukan analisa detail sampai perhitungan untung rugi-nya, menghitung return of investment dan lain sebagainya. Yang paling penting buat saya adalah kelengkapan dan legalitas surat atau sertifikatnya, keluarga senang, saya senang dan properti itu pun saya beli.

Ngomong-ngomong tentang investasi properti kemaren saya baru ditawari tetangga saya untuk membeli rumahnya,  sepertinya akan saya beli awal tahun depan, untuk menambah investasi saya di bidang properti. Alhmadulillah hari ini Minggu, 15 Januari 2012 rumah itu akhirnya jadi kami beli 🙂

Selamat berinvestasi…

About WiD

Founder&Owner jogja geowisata (www.ygeotour.com) dan geodwipa teknika (www.geodwipa.com). Alumni Teknik Geologi UGM. Hobby: International Travel, Photography, Gourmet Cooking, Entrepreneurship, Blogging.
This entry was posted in Cerita-Cerita and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*