Membuat Menu Buka Puasa di Negeri Orang

Seperti puasa tahun 1433 H kemaren yang ceritanya saya tuliskan disini juga, saya kembali mengawali puasa tahun 1434 H di negeri orang lagi, jauh dari keluarga, jauh dari orang-orang yang saya sayangi, menyiapkan menu buka dan sahur sendiri dan tentunya dinikmati sendiri. Semua saya anggap sebagai ujian yang pasti ada hikmahnya di kelak kemudian hari. Sebenarnya sendirian bukan berarti benar-benar sendiri, karena ada cukup banyak juga keluarga Indonesia yang berada di negara ini. Jadi sendiri disini dalam arti sendirian di dalam flat apartemen ketika waktu buka dan sahur saja hehe. Lagi pula minggu ketiga puasa nanti insha Allah saya juga akan mudik pulang untuk merayakan lebaran di kampung halaman. Ditambah minggu kedua puasa akan ada acara buka bersama keluarga Indonesia yang kebetulan akan dilakukan di flat apartemen saya. Tahun kemaren acara buka bersama keluarga Indonesia juga dilakukan di apartemen saya. Jadi rasa kesendirian saya lebih kurang bisa terobati.

Sebenarnya di dalam era kemajuan di bidang teknologi informasi seperti sekarang ini, saling terpisah dalam jarak yang sangat jauh, sudah bukan menjadi sesuatu hal yang terlalu menyedihkan, karena jarak yang jauh bisa diatasi dengan bisa saling bertatap muka dan saling sapa dengan bantuan teknologi informasi tadi. Namun tentu saja akan sangat berbeda rasanya ketika secara fisik bisa saling berdekatan dibandingkan hanya bisa saling bertatap dan bercakap melalui webcam. Kondisi yang saya alami seperti sekarang ini lebih banyak saya atasi dengan melakukan berbagai macam aktivitas serta selalu mencoba untuk menyibukkan diri sendiri, salah satunya dengan memasak.

Alhamdulillah, untuk urusan masak-memasak saya bisa “menyombongkan diri sendiri”. Mungkin hikmah yang saya dapatkan ketika saya jauh dari keluarga adalah salah satunya saya jadi jago memasak. Paling tidak menurut saya, rasa hidangan yang saya masak enak dan saya suka hahaha. Beberapa teman saya juga bilang masakan saya enak. Sejak hari pertama sampai hari keempat puasa sekarang ini, saya memilih memasak menu buka dan sahur sendiri dibandingkan beli di restoran. Dengan dapur yang cukup luas dan peralatan yang lumayan lengkap saya bisa berkreasi sesuka dan sebebas saya untuk mencoba memasak menu makanan sesuai dengan hasil khayalan sendiri hihihi.

Buka puasa di hari pertama saya menyiapkan hidangan sayur lodeh irisan kentang dan kobis dengan lauk kerupuk udang. Buka puasa di hari kedua saya memasak sayur cah kangkung dicampur tauge dan irisan tomat merah dengan saos tiram dan minyak wijen (sesame oil). Buka puasa di hari ketiga kemaren saya memasak nasi goreng sayur. Dan Alhamdulillah di hari keempat sore hari ini saya menyiapkan menu buka puasa yang tidak kalah menariknya dari hari-hari kemaren.

IMG-20130713-00513Sebagai menu utama saya mencoba membuat lauk ayam sesame (minyak wijan) dengan cocolan sambel tomat kasar. Cara membuatnya sangat sederhana. Siapkan ayam boneless (tanpa tulang) secukupnya, kemudian potong-potong seukuran dadu kecil. Taruh potongan ayam ini di dalam mangkok kecil kemudian curahkan sesame oil (minyak wijen) secukupnya. Taburkan garam, bawang putih bubuk dan merica bubuk secukupnya. Aduk adonan potongan ayam dadu ini beserta bumbu-bumbu di atas sampai rata. Diamkan selama 2-3 jam agar adonan bumbu meresap kedalam daging ayam. Siapkan adonan tepung terigu, tepung maizena (corn flour), dan baking powder. Tambahkan air secukupnya dan aduk sampai rata. Setelah 2-3 jam angkat adonan ayam dadu dan minyak wijen dan campurkan ke dalam adonan tepung di atas. Kemudian goreng di atas minyak panas sampai warna berubah kecoklatan. Untuk cocolan sambelnya siapkan cabe ijo 5 biji, bawang merah 5 siung, bawah putih 1 siung, tomat merah 1 buah, potong kecil-kecil dan buang bijih tomatnya.. Sangrai semuanya kurang lebih 5 menit. Angkat dan taruh semua bahan ke dalam cobek batu. Berikan garam secukupnya, tumbuk kasar. Setelah itu angkat semua bahan dan tumis kurang lebih selama 5 menit. Sajikan dengan nasi pulen yang panas…hmm makknyusss hehe.

Untuk makanan pembuka, saya mencoba membuat kolak pisang jahe. Seperti caraIMG-20130713-00515 membuat kolak lainnya, kolak pisang ala saya ini cara bikinnya juga sangat mudah. Pertama-tama panaskan air kurang lebih 350ml dengan campuran 5 sendok gula pasir, 1 bongkah gula jawa, 3 potong jahe seukuran jari, dan 1 sendok teh garam ke dalam panci. Aduk sampai semuanya rata. Setelah mendidih tuangkan santan kental cair kurang lebih 250 ml, aduk terus supaya campuran santan tidak pecah. Setelah beberapa saat kemudian campurkan pisang yang sudah diiris-iris sebelumnya sesuai selera. Aduk terus sampai irisan pisang larut ke dalam campuran santan dan air di atas. Kurang lebih setelah 15 menit angkat dan taruh kolak ke dalam mangkok. Kolak pisang jahe siap dihidangkan. Kolak bisa dihidangkan dengan irisan dadu roti tawar.

IMG-20130713-00514Penganan kedua sebagai menu buka puasa yang saya siapkan adalah pisang bakar coklat. Siapkan 2 sisir pisang potong miring sesuai selera. Saya membakar pisangnya dengan air frier Philips. Saya taruh irisan-irisan pisang tadi ke dalam nampan air frier. Kemudian suhu saya pasang pada 160 C dan saya panaskan selama 1o menit. Setelah selesai, irisan pisang diangkat ke dalam piring dan dioleskan sirup coklat di atasnya.

Sampai akhirnya semua sudah selesai dan siap untuk disantap sebagai menu buka puasaIMG-20130713-00517 hari ini. Walaupun semuanya disiapkan dan dimasak sendiri dan pada nantinya disantap sendiri juga hehe tapi rasanya puas karena dalam kesendirian menyiapkan hidangan buka puasa saya tetap bisa menjalankan puasa sepenuh hati, iklas, dan penuh semangat sambil tetap melakukan aktivitas-aktivitas yang lainnya tanpa hambatan. Sesekali saya potret setiap kali satu menu selesai kemudian saya kirimkan lewat BlackBerry kepada dia sekedar minta pendapatnya. Dari bentuknya sih rasanya enak, begitu dia berkata. Walaupun sampai detik ini ketika saya memposting tulisan ini saya belum tahu rasa masakan di atas, karena selama saya masak menu-menu tadi, saya tidak mencicipi sama sekali, lha wong namanya juga puasa..takut batal heheh. Tapi insha Allah rasanya enak 🙂

Akhir kata tidak lupa saya mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1434 H. Semoga amal ibadah puasa kita diterima oleh Tuhan Yang Masa Esa. Amin….

About WiD

Founder&Owner jogja geowisata (www.ygeotour.com) dan geodwipa teknika (www.geodwipa.com). Alumni Teknik Geologi UGM. Hobby: International Travel, Photography, Gourmet Cooking, Entrepreneurship, Blogging.
This entry was posted in Cerita-Cerita and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

3 Responses to Membuat Menu Buka Puasa di Negeri Orang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*