Seperti beberapa tahun terakhir, seperti biasa saya memulai menjalankan hari pertama ibadah puasa pada Ramadhan 1433 H ini jauh dari keluarga, puasa di negeri orang, penuh dengan kesederhanaan. Kebetulan di negara di mana saya tinggal sekarang ini, ditetapkan hari pertama Ramadhan jatuh pada hari Jumat, 20 Juli 2012.
Saya tinggal di sebuah apartemen, lumayan besar, dengan 3 kamar tidur, 3 kamar mandi, ruang keluarga dan dapur dengan peralatan masak lengkap. Namun begitu tinggal sendirian di saat Ramadhan seperti sekarang ini tetap dirasa seperti ada yang kurang lengkap, tidak ada teman berbuka puasa dan sahur di rumah, kemungkinan ketiduran saat waktunya sahur sangat besar, contohnya di hari pertama seperti tadi malam, saya kelewatan sahur karena ketiduran hehe. Apalagi bulan puasa kali ini masih bertepatan dengan musim panas, dimana pengaruhnya adalah jam berpuasa menjadi lebih panjang dibandingkan dengan di tanah air, walaupun sebenarnya hanya beda kurang lebih 1-an jam saja. Apapun kondisinya saya tetap bersyukur. Saya beranggapan sebagai bagian dari sebuah ujian di bulan puasa yang harus dijalani dengan penuh keiklasan. Insha Allah kalau semua dijalani semata hanya mencari keridhoan-Nya, semua akan berjalan lancar, adem ayem di hati dan pikiran.
Untuk persiapan berbuka puasa di hari pertama kali ini, saya memasak sendiri sekaligus untuk mengisi dan menghabiskan waktu agar terasa cepat berlalu menjelang waktu berbuka. Pertengahan bulan Juni 2012 kemaren, saya pulang ke tanah air, untuk bertemu dengan seorang teman yang baik, dan saya diajak oleh dia untuk makan siang di sebuah rumah makan Sunda , Sambara namanya, yang lokasinya ada di seputaran Jalan Wolter Monginsidi, Jakarta Selatan. Waktu itu kami memesan masakan Sunda yang disajikan dengan beras merah. Nah sejak saat itu saya mencoba untuk mengkonsumsi beras merah ini, apalagi hasil medikel cekup saya bulan Mei kemaren dokter memberi nasehat untuk mengkonsumsi low fat, katanya kolestrol saya sudah tinggi. Beras merah banyak yang menyarankan untuk dikonsumsi karena baik untuk kesehatan. Beberapa minggu lalu saya pulang ke tanah air lagi, dan sepulangnya dari tanah air, saya membawa 5Kg beras merah untuk dikonsumsi sehari-hari. Nanti kalau beras merahnya habis, ya beli lagi balik ke Indonesia hihi. Nah sore ini saya menyiapkan hidangan buka puasa dengan menu beras merah, sayur lodeh kacang panjang, sambel terasi, telur dadar, dan irisan buah mangga. Untuk minumnya cukup dengan es teh manis saja, twinings earl grey. Menu yang sederhana, dimasak sendiri, dan disantap sendiri.
Karena ada tugas kantor, besok hari Sabtu, 21 Juli saya harus berangkat ke Dubai sampai tanggal 29 Juli 2012. Jadi puasa di tempat lain lagi. Tentu saja suasana puasa yang akan saya jalani berbeda lagi.
Pesawat Emirates yang membawa saya ke Dubai mendarat agak sedikit telat dari yang dijadwalkan. Alhamdulillah saya tetap puasa, tidak tergiur dengan hidangan makanan yang setiap saat disajikan di dalam pesawat Emirates.
Walaupun saya memegang passport Indonesia, namun karena kerja dan mempunyai residence dari salah satu negara di wilayah GCC, saya bisa mengajukan visa on arrival ke Dubai. Cara mengajukannya cukup sederhana dan mudah. Begitu pesawat mendarat, terus saja melangkah ke arah baggage claims dan passport control. Di ujung paling kanan ada money changer sekaligus tempat membeli formulir pengajuan visa on arrival, “Emirates NBD”, samping sebelah kiri tempat Eye Scan. Formulir aplikasi visa on arrival harganya 185 Dirham (1 Dirham kurang lebih Rp 2570 per kurs hari ini). Setelah form diisi, kemudian saya mengantri di Eye Scan, untuk scan mata sekaligus formulir aplikasi distempel.
Antrian di Eye Scan cukup panjang, dan baru 2jam kemudian saya selesai. Proses selanjutnya adalah langsung menuju passport control untuk immigration cleareance. Setelah immigration clearance selesai, saya langsung menuju ke carousel tempat pengambilan bagasi kemudian keluar bandara. Tidak lupa saya menyempatkan diri membeli local simcard prepaid di konter Etisalat persis di pintu luar kedatangan, supaya tetap bisa berkomunikasi murah dengan BlackBerry . Harga kartunya 50 Dirham dan untuk mengaktifkan layanan BIS ditambah 40 Dirham, total 90 Dirham. Saya pikir lebih murah daripada menggunakan simcard negara asal, karena kena roaming.
Taksi yang membawa saya dari bandara ke hotel tempat saya menginap sampai tanggal 29 Juli nanti meluncur dengan kecepatan sedang, kurang lebih jam 16.00 local time sudah sampai di hotel. Sopirnya seorang India, bahasa Inggrisnya bagus, tapi anehnya dia bilang tidak bisa membaca tulisan bahasa Inggris hehe. Tarif taksi yang tertera di argo meter sebesar 45 Dirham dari bandara ke Novotel WTC. Setelah segala urusan checkin selesai, segera saya menuju kamar dan istirahat sejenak. Karena saya puasa, sedangkan paket hotelnya termasuk sarapan gratis, maka sarapan gratisnya bisa diganti dengan paket sahur.
Hari ini lumayan capek, apalagi tadi harus berdiri antri selama 2jam di tempat Eye Scan, cukup membuat kaki pegel-pegel. Istirahat sejenak di kamar adalah pilihan paling pas. Menjelang berbuka puasa saya menyempatkan diri membalas email kantor. Setengah jam menjelang buka puasa, saya memesan beberapa menu makanan lewat room service. Eh ternyata pesanan saya kebanyakan hihi. Setelah tiba waktu berbuka, saya pun menyantap hidangan berbuka puasa yang saya pesan tadi dengan hari senang hehe..Alhamdulillah
Pada kesempatan yang baik ini, tidak lupa saya ingin mengucapkan selamat menjalankan ibadah Puasa 1433 H bagi yang menjalankan, semoga amalan kita bersama di bulan suci Ramadhan ini diterima oleh Allah SWT..aminn


