Pernahkah perasaan itu hinggap di pikiran anda? ya menghitung hari. Sesuatu yang ditunggu untuk segera datang dan sebenarnya sudah tahu kapan saatnya itu datang, justru karena sudah tahu itu pasti datang maka setiap detik, menit dan jam dihitung dan mengharapkan hari itu segera datang. Itulah sebenarnya yang disebut menghitung hari. Saya tidak tahu secara medis psikologis istilahnya apa, hari dimana sesuatu yang tidak kita harapkan untuk datang, seolah dan serasa waktu berjalan cepat tiba pada hari itu, namun ketika kita mengharapkan sesuatu itu segera datang, rasanya sangat lama menunggu saat itu segera datang 🙂
Ketika kita dikejar deadline untuk menyelesaikan tugas yang dibebankan di pundak kita, seolah waktu berjalan begitu cepat. Serasa weekend baru saja berlalu kemaren sekarang sudah tiba saatnya weekend lagi. Ketika kita harus menyampaikan sebuah presentasi untuk klien minggu depan, belum juga selesai melakukan persiapan dan mengumpulkan bahan, tiba waktu presentasi begitu terasa dekat. Berbeda ketika kita menantikan kapan tiba hari saatnya gajian, terasa lama sekali…
Semua orang sepertinya pernah merasakan syndrome menghitung hari ini, kasusnya sama yaitu mengharapkan sesuatu yang diinginkan segera datang. Kalau sesuatu yang diharapkan itu datangnya pada hari Selasa minggu depan, sedangkan sekarang baru hari Minggu, kalau bisa dan mampu maka mesin waktu dipercepat agar hari Selasa depan itu segera datang, kalau bisa sehabis hari Minggu ini langsung melompat menjadi hari Selasa, supaya bisa segera bertemu dengan yang diharapkan segera datang tersebut hihi
Saya sedang menghitung hari. Dari hari ini, hari Minggu 25 Desember 2011 sampai pada hari H nanti kurang lebih 8 hari lagi, namun perasaan untuk sampai pada hari H tadi lama banget datangnya. Tidak berlebihan kalau ada pepatah yang mengatakan menunggu selama sehari seolah menunggu selama seabad hehe. Apakah anda juga sedang menghitung hari?