KTKLN…Satu Lagi Kartu Identitas Baru Menghiasi Dompet Saya

KTKLN adalah sebuah kartu yang berwarna dominan putih dan merah di bagian atas dengan hologram bersimbol BNP2TKI. Di pojok kiri atas  kartu tertera simbol burung Garuda dan di pojok kanan atas ada logo BNP2TKI. Iya betul, kartu ini sekarang menjadi penghuni baru dompet Longchamp saya. Apa sih kepanjangan dari KTKLN itu? Kalau saya melihat di kartu-nya, disana tertulis kepanjangan dari KTKLN adalah Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri, kemudian di dalam tanda kurung bertuliskan terjemahan bahasa Inggrisnya “Overseas Worker’s ID Card”. Berikut wujud dari kartu KTKLN (gambar sengaja dibuat kabur hehe)

Saya ingat, awal-awal dimunculkan ide pembuatan KTKLN pada awal tahun 2011 lalu menimbulkan pro dan kontra. Bahkan banyak yang mengatakan ide ini adalah cara yang digunakan pemerintah untuk mendata para pekerja profesional yang bekerja di luar negeri dari kewajiban membuat NPWP, melaporkan atau membayar pajak apa yang didapatkan dari hasil kerjanya di luar negeri, dan lain-lainnya. Saya tidak akan membahas pro dan kontra dengan adanya KTKLN ini. Yang akan saya ceritakan disini adalah pengalaman saya membuat kartu tersebut itu sendiri.

Beberapa teman yang sudah pulang cuti terlebih dahulu ke Indonesia, sudah jauh-jauh hari mengurus dan mempunyai KTKLN, karena memang diwajibkan. Untuk saya sendiri baru tanggal 19 Mei 2012 ini berkesempatan membuat KTKLN. Karena suatu hal saya baru mendapatkan visa kerja di tempat assignment saya yang baru di negara ini, baru awal Mei kemaren. Sedangkan 9 bulan terakhir sebelum mendapatkan visa kerja saya  menggunakan visa bisnis yang mengharuskan tiap bulan keluar dari negara tersebut untuk memperbaharui dan membuat visa bisnis berikutnya. Selama masih menggunakan visa bisnis, tidak ada keharusan membuat KTKLN karena dianggap bukan atau belum bekerja di luar negeri.

Pada saat kita check-in tiket pesawat, petugas konter checkin akan menanyakan tujuan kita bepergian keluar negeri, apakah dalam rangka kerja atau tujuan lainnya. Seandainya dalam rangka kerja dan dikuatkan dengan visa kerja, petugas akan menanyakan apakah kita sudah mempunyai KTKLN atau belum. Seandainya belum, petugas akan menyuruh kita untuk membuat kartu tersebut terlebih dahulu baru kemudian kita bisa melakukan checkin. Pada saat tulisan ini dibuat, konter penerbitan KTKLN di bandara internasional Soekarno Hatta adalah di dalam terminal keberangkatan 2D.  Begitu kita masuk terminal keberangkatan 2D, konter penerbitan kartu ini ada di sebelah kiri paling ujung dari pintu masuk terminal.

Pengalaman saya membuat KTKLN prosesnya sangat simpel dan cepat. Saya mendatangi konter dan berkata kepada petugas untuk membuat KTKLN. Petugas mengajukan beberapa pertanyaan yang akan di-input-kan di dalam komputer diantaranya pekerjaan kita (saya menyebutkan sebagai pekerja profesional), alamat, nama ayah dan ibu, gaji per bulan, dll. Kemudian saya diambil photonya saat itu juga. Setelah itu saya disuruh menunggu diluar. Tidak lebih dari 5 menit kartu sudah jadi dan langsung diserahkan kepada saya. Semuanya gratis tanpa dipungut biaya sepeserpun. Paling tidak hal tersebut berdasarkan pengalaman yang saya alami kemaren. Selain di bandara, KTKLN bisa dibuat di kantor Departemen Tenaga Kerja di masing-masing wilayah di seluruh Indonesia. Setelah proses pembuatan kartu selesai, kita bisa mendatangi konter checkin tiket kembali. Waktu itu petugas konter checkin mengatakan kepada saya untuk tidak lupa melakukan validasi KTKLN.

Sebelum masuk ke antrian imigrasi, ada satu konter bertuliskan Validasi KTKLN. Kita serahkan tiket dan kartunya kepada petugas yang ada disana. Petugas akan mengecek dan memberikan stampel di atas tiket pesawat yang kita pegang. Mungkin itulah yang dinamakan proses validasi KTKLN. Pada saat immigration clearance pun petugas imigrasi juga akan menanyakan kartu ini. Kalau semua lancar petugas imigrasi akan mengijinkan kita untuk segera masuk ke terminal keberangkatan pesawat masing-masing. Kalau belum punya kartu di atas, petugas imigrasi pun akan meminta kita untuk membuat kartu ini terlebih dahulu, sebelum kita bisa keluar dari immigration clearance process.

Demikian sekilas cerita tentang bagaimana proses pembuatan KTKLN, semoga bermanfaat.

About WiD

Founder&Owner jogja geowisata (www.ygeotour.com) dan geodwipa teknika (www.geodwipa.com). Alumni Teknik Geologi UGM. Hobby: International Travel, Photography, Gourmet Cooking, Entrepreneurship, Blogging.
This entry was posted in Cerita-Cerita and tagged , , . Bookmark the permalink.

6 Responses to KTKLN…Satu Lagi Kartu Identitas Baru Menghiasi Dompet Saya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*