Cara Tiga Mantan Mahasiswa Geologi Menghabiskan Waktu Akhir Pekan di Negara Orang

Melihat judulnya kok seolah-olah saya ingin mengeneralisasikan bahwa semua mantan mahasiswa Geologi akan menghabiskan acara akhir pekan dengan cara yang sama seperti yang akan saya tuliskan di bawah ini. Nah supaya tidak salah paham, saya perlu nulis disclaimer-nya dulu  nih. Judul di atas hanya berlaku untuk saya saja ya dan di suatu satu hari itu saja.

Saya, sore tadi dijemput temen untuk diajakin jalan. Setelah menjemput saya, mobil Dodge Nitro warna merah yang kita naiki meluncur dengan kecepatan lumayan kencang menuju ke arah apartemen salah seorang teman lagi. Setelah bertemu dengan teman ini, kemudian kita bertiga meluncur ke arah kota untuk sekedar melepas lelah dan menikmati suasana akhir pekan bersama-sama. Karena sama-sama di rantau, rasanya senang bisa berkumpul dan menghabiskan waktu bersama. Namun seperti biasa kita dihadapkan pada satu pertanyaan yang sama dari waktu ke waktu,”mau jalan kemana?” huahehaha. Di sini tidak terlalu banyak pilihan tempat untuk menikmati dan menghabiskan acara di akhir minggu, tidak sebanyak opsi yang ada di tanah air. Setelah berunding..akhirnya diputuskan kita makan malam dulu sebelum melanjutkan perjalanan selanjutnya. Kali ini pilihan makan malam jatuh di sebuah restoran yang menyajikan Chinese Food cuisine. Sepanjang perjalanan menuju ke restoran ini, temen saya memutar sebuah lagu melalui panel audio yang ada di Dodge Nitro, sebuah lagu dangdut yang dibawakan oleh orkes PSP (Pancaran Sinar Petromak), sebuah band lama tahun 1980an. Judul lagunya Fatimah, lagu kocak menceritakan seorang janda cantik asal Singapore yang bernama Fatimah. Nahh yang penasaran ingin mengunduh dan mendengarkan lagunya seperti apa bisa diunduh disini nih psp_fatimah. Sepanjang perjalanan kita bertiga ketawa-ketiwi sambil saling berkomentar dan sesekali menirukan syair lagu Fatimah yang dinyanyikan band PSP ini.

Setibanya di restoran China, kita langsung memesan beberapa menu, seingat saya kami memesan beberapa mangkok sup dan beberapa piring menu ayam, udang dan ikan. Sepanjang waktu menghabiskan santap makan malam, kami banyak bercerita ngalor ngidul, kesana kemari, dari cerita-cerita kami semasa masih kuliah, praktikum, kuliah lapangan, sampai suasana kerja. Oh iya, kami bertiga sama-sama sebagai mantan mahasiswa Geologi. Saya alumni Geologi UGM, sedangkan kedua teman saya adalah alumni Geologi ITB. Saya dan salah satu teman kebetulan bekerja di Schlumberger, sedangkan satu teman lagi bekerja di salah satu perusahaan minyak di negara ini.

Setelah selesai dan puas menikmati makan malam, kami bertiga melanjutkan perjalanan menuju ke sebuah mal terbesar di negara ini. Di sini hanya ada 3 mal besar, jumlah yang sangat sedikit misalnya dibandingkan dengan jumlah mal yang ada di Jakarta. Bayangkan dengan hanya 3 mal besar untuk memuaskan keinginan semua orang berlibur di akhir pekan, bisa dibayangkan betapa padatnya pengunjung mal. Setelah hampir 1 jam berjuang mencari tempat parkir yang kosong, pada akhirnya kita bisa juga mendapatkan tempat parkir. Memasuki mal di akhir minggu suasananya penuh oleh pengunjung. Saya jadi teringat suasana keramaiannya agak-agak mirip ketika saya memasuki pasar Beringharjo di Jogja hehe. Setelah sampai ke dalam mal pun pertanyaan yang sama masih terulang kembali terlontar diantara kami bertiga,”mau nongkrong dimana?” Sebuah pertanyaan rutin yang kembali terulang hahaha.

Akhirnya kita memutuskan untuk nongkrong di Starbucks sambil duduk melihat, mengamati, dan menikmati pemandangan orang-orang yang berlalu lalang kesana kemari hihi. Kebetulan kita mendapatkan tempat di dalam gerai, di sebuah meja kosong di dekat jendela dengan kaca yang transparan yang bisa terlihat dari dalam atau dari luar gerai. Begitu kita duduk dengan bebas kita bisa melihat makhluk Tuhan paling seksi bersliweran kesana kemari bak laron-laron di waktu malam yang mendekat mencari arah terang dari sebuah lampu. Tiba-tiba di samping persis tempat kami duduk, datang dua orang makhluk Tuhan paling seksi, duduk berseberangan dengan meja kami, sayangnya tersekat oleh jendela transparan ini. Walaupun tersekat, tapi kami masih bisa mengagumi mereka dengan bebas. Kedua teman saya sudah saling berkomentar tentang apa yang ada di hadapan kami tersebut, tentu saja saya juga ikut menimbrung mengomentari komentar-komentar mereka. Kami mengamati kedua gadis di depan kami ini menunjukkan sikap yang salah tingkah, entah karena merasa kami perhatikan, atau karena dia mencari perhatian, atau karena diperhatikan oleh pengunjung yang lainnya haha.

Hampir tiga jam kami nongkrong di Starbucks, dan sudah membuat kami cukup lelah. Kami akhirnya memutuskan pulang. Sepanjang perjalanan pulang, kembali teman saya memutar lagu dangdut. Hebat juga nih teman saya senang lagu dangdut hehe. Kali ini lagu yang diputar adalah sebuah lagu berirama dangdut keroncong kocak judulnya mahasiswa rantau oleh band PeHaBe (Pemuda Harapan Bangsa). Kami sepanjang jalan tertawa terbahak-bahak mendengarkan syair kocak lagu ini, membuat ingatan kami menerawang jauh mengingat kisah kami sewaktu mahasiswa dulu…kurang lebih persis seperti yang diceritakan dalam lagu ini. Bagi yang penasaran dengan syair dan lagu kocaknya, bisa diunduh disini PeHaBe – Mahasiswa Rantau.

Hahaha…begitulah kami bertiga menghabiskan acara akhir pekan kami kali ini, makan, nongkrong di mal dan ber-dangdut ria mendengarkan lagu-lagu kocak yang dibawakan oleh orkes melayu kreatif di dalam mobil.

About WiD

Founder&Owner jogja geowisata (www.ygeotour.com) dan geodwipa teknika (www.geodwipa.com). Alumni Teknik Geologi UGM. Hobby: International Travel, Photography, Gourmet Cooking, Entrepreneurship, Blogging.
This entry was posted in Cerita-Cerita and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Cara Tiga Mantan Mahasiswa Geologi Menghabiskan Waktu Akhir Pekan di Negara Orang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*