Internet dan SMSan Sepanjang Penerbangan dengan Layanan Sambungan WiFi di dalam Kabin Kelas Ekonomi Qatar Airways

Tanggal 11 Agustus 2014 kemaren saya berkesempatan lagi untuk menggunakan pesawat Qatar Airways dari Jakarta dan transit di Doha. Dari Jakarta berangkat kurang lebih pukul 17.00 WIB. Kalau tidak salah ingat pesawat yang digunakan untuk penerbangan dari Jakarta menuju Doha pada saat itu adalah termasuk jajaran armada Qatar Airways yang masih relatif baru dari seri Airbus 320-200. Seperti biasanya saya naik di kelas ekonomi hehe.

Kenapa saya mengatakan menggunakan jajaran armada yang relatif baru? karena dari interior kelas ekonominya saya lihat suasana di dalam kabin terasa masih baru dan mewah. Deretan kursi-kursi penumpang yang masih jelas kelihatan masih baru, layar monitor TV yang tertempel di bagian belakang kursi penumpang yang relatif lebar dengan ukuran kurang lebih 15 inch dengan fully touch screen support dan tentu saja bisa juga dioperasikan dengan remote control, adanya colokan untuk sambungan USB di sebelah monitor TV, bagian langit-langit kabin dan dinding pesawat yang masih keliatan bersih dan karpet yang menutupi lantai di dalam kelas ekonomi yang masih kelihatan berwarna cerah dan bersih.

Namun begitu sependek pengalaman saya menggunakan maskapai Qatar Airways, kadang kala armada yang digunakan untuk melayani penerbangan dari Jakarta juga menggunakan pesawat-pesawat yang sudah relatif lama (bukan berarti tua yaa). Hanya pas sore itu saya beruntung karena penerbangan saat itu kebetulan pesawat yang digunakan masih relatif baru. Dengan demikian teknologi in-flight entertainment yang digunakannya pun juga lebih bagus dan lebih baru. Dalam postingan saya kali ini, saya tidak akan menuliskan detail mengenai suasana dan pernak-pernik interior kelas ekonomi Qatar Airways dengan armada yang baru ini, tetapi saya akan menuliskan pengalaman saya menikmati teknologi in-flight entertainment yang diusung oleh Qatar Airways salah satunya adalah menikmati sambungan internet dan SMS sepanjang perjalanan dari Jakarta – Doha (kurang lebih 8 jam) dengan menggunakan layanan sambungan WiFi di dalam kabin kelas ekonomi Qatar Airways.

Mungkin anda heran apa iya dan mungkin kita bisa tersambung dengan sambungan internet melalui WiFi dan aktif ber-SMS-an dan bahkan melakukan sambungan tilpon menghubungi sanak saudara, famili, keluarga dan teman-teman kita dari dalam pesawat yang masih terbang jauh tinggi di atas awan sana? Selama ini ketika kita naik pesawat domestik di dalam negeri, selalu diingatkan oleh awak kabin untuk segera mematikan peralatan elektronik dan HP ketika kita sudah di dalam pesawat dengan alasan demi keselamatan bersama. Nah sekarang ini saya malah mengatakan bisa tersambung ke internet, SMS-an, tilpon-tilponan dari dalam pesawat yang sedang terbang dengan orang-orang di darat. Amankah?

Ternyata beberapa armada Qatar Airways sudah mengusung teknologi aeromobile yang memungkinkan untuk melakukan hal-hal seperti yang saya sebutkan di atas tadi. Armada-armada Qatar Airways yang sudah mendukung layanan tersebut di atas adalah datang dari armada seri Airbus A319, A320, A321 dan semua seri Boeing B787. Qatar Airwyas meng-klaim teknologi ini sudah 100% certified dan sangat aman dengan melalui pengujian yang sangat ketat sehingga aman digunakan di dalam pesawat. Untuk detail keterangan mengenai in-flight entertainment bisa dibaca di link official website Qatar Airways berikut ini http://www.qatarairways.com/global/en/IFE/IFE_OnAir.page.

Nah saya waktu berkesempatan mencoba dan merasakan SMS dan internetan dari  dalam kabin pesawat kelas ekonomi Qatar Airways. Tidak tanggung-tanggung saya tersambung dengan kedua layanan itu non stop di dalam penerbangan dari Jakarta ke Doha hahaha. Namun perlu diingat, kita hanya bisa menyalakan HP ketika sudah ada tanda-tanda atau aba-aba baik dari cabin sign, pengumuman dari awak kabin ataupun informasi (text) yang tertulis di monitor TV. Sesaat akan terbang dan take off HP, peralatan komunikasi dan alat elektronik lainnya tetap harus dimatikan. Beberapa saat setelah terbang nanti ada informasi kapan kita boleh menyalakan HP kita. Nah pada saat itulah kita bisa SMS-an, tilpon atau tersambung ke internet melalui koneksi WiFi yang ada di dalam kabin.

Untuk SMS dan tilpon, biaya yang dikenakan sama dengan biaya roaming ketika kita berada di suatu negara. Misal kita SMS-an dan pada saat SMS-an pesawat sedang melintas di wilayah udara Malaysia, maka biaya SMS yang dikenakan sama seperti ketika kita sedang jalan-jalan di Malaysia, kemudian mengirimkan SMS dari nomor Indonesia ke teman-teman kita yang ada di Indonesia. Biaya roaming akan langsung diambil dari pulsa atau kredit yang ada di HP kita. Kalau pulsa tidak mencukupi tentu saja kita tidak bisa SMS-an atau melakukan sambungan tilpon.

Screenshot_2014-08-11-17-53-05Untuk sambungan WiFi ada dua opsi, tersambung selama 1 jam atau tersambung non stop selama penerbangan. Opsi pertama biayanya kurang lebih 11 USD, sedangkan opsi kedua biayanya kurang lebih 22 USD. Tentu saja saya memilih opsi kedua yaitu sambungan non stop selama penerbangan, karena jauh lebih hemat dibandingkan opsi yang pertama. Cara pembayarannya dengan kartu kredit. Pertama-tama yang perlu kita lakukan adalah melakukan sambungan WiFi. Mereka menamai SID WiFi-nya denganScreenshot_2014-08-11-17-43-17 nama OryxComm. Setelah tersambung, kemudian buka browser melalui HP nanti akan diarahkan ke login landing page dan windows untuk memilih opsi berapa lama sambungan WiFi yang kita inginkan dan cara pembayarannya. Di dalam navigasi menu ini nanti kita diminta membuat user, password dan memasukkan alamat email kita yang akan kita gunakan untuk melakukan sambungan WiFi selama di dalam penerbangan. Setelah kita melakukan pembayaran dengan memasukkan informasi kartu kredit seperti yang diminta di dalam menu, sesaat kemudian akan ada konfirmasi yang dikirim ke email kita. Konfirmasinya seperti bisa anda lihat pada gambar di samping kiri. Nah dengan begitu kita sudah bisa langsung tersambung ke internet. Ketika kita buka browser maka akan ada tulisan “Welcome, you are now connected to the internet” seperti yang ada di gambar sebelah kanan. Ketika kita tersambung ke internet di dalam pesawat yang sedang terbang jauh tinggi di atas awan sana, ternyata ada beberapa area blank spot dimana sambungan internet tiba-tiba hilang. Melalui layar monitor TV yang terpampang di dinding pesawat yang menampilkan peta dan jalur penerbangan, saya sempat menandai area blank spot koneksi atau sambungan internet ini. Ketika pesawat sudah melintasi samudra Hindia kurang lebih ketika mendekati Pulau Andamanan dan Nicobar, maka koneksi internet akan hilang. Koneksi akan tersambung kembali sesaat mendekati Madagaskar dan Kolombo dan terus tersambung sampai pesawat mendarat di Doha.

Dengan tersambung ke internet dan SMS, sesaat penerbangan 8 jam dari Jakarta menuju Doha terasa begitu cepat dan tidak membosankan karena saya bisa terus setiap saat tersambung melalui SMS, berbagai layanan messenger dan media sosial dengan siapa saja dan semua orang yang saya sayangi yang waktu itu jaraknya terpisah ribuan meter dari saya, mereka ada di darat, sedangkan saya saat itu jauh ribuan meter di atas langit sedang duduk di kursi pesawat.

Untuk cara internetan di atas pesawat Emirates bisa dibaca disini Internetan di atas Pesawat Emirates

Demikian tulisan saya, semoga bermanfaat…..

About WiD

Founder&Owner jogja geowisata (www.ygeotour.com) dan geodwipa teknika (www.geodwipa.com). Alumni Teknik Geologi UGM. Hobby: International Travel, Photography, Gourmet Cooking, Entrepreneurship, Blogging.
This entry was posted in Cerita-Cerita and tagged , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Internet dan SMSan Sepanjang Penerbangan dengan Layanan Sambungan WiFi di dalam Kabin Kelas Ekonomi Qatar Airways

  1. yuli says:

    wah asik bener!
    saya berencana ke paris dgn Qatar airline dengan rute KUL-DOH-CDG

    saya rencananya ada transit 8 jam, apakah perlu visa?
    saya milih yg 8 jam supaya ada lebih banyak waktu di airport karena kalau 2 jam rasanya terlalu terburu-buru.
    mohon masukannya

    • WiD says:

      Kalau selama 8 jam tersebut tidak ada rencana keluar airport maka tidak perlu visa. Jika perlu Mbak Yuli bisa istirahat di hotel transit yang ada di dalam Hamad Internatoanl Airport, Doha.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*