Tanggal 1 Januari 2012 kemaren saya transit di Terminal 3, Dubai International Airport untuk perjalanan ke Jakarta. Karena saya menginginkan US Dollar dalam bentuk tunai, kemudian saya berpikir untuk mencari ATM yang melayani pengambilan dalam mata uang US Dollar. Sebenarnya beberapa hari sebelumnya saya sudah menarik USD beberapa lembar dalam pecahan 100 melalui ATM bank di Kuwait. Dan saya juga sudah melakukan transfer melalui internet banking ke rekening bank saya di Indonesia. Tetapi sayangnya saya terkena batas jumlah maksimum per bulan yang bisa saya transfer dari rekening bank saya di Kuwait ke rekening bank saya di tanah air.
Dengan membawa USD dalam bentuk tunai akan memberikan kemudahan dan keuntungan lebih dibandingkan nanti sesampainya di Jakarta saya harus menarik Rupiah dengan kartu ATM dari bank luar negeri yang saya pegang sekarang, yang pastinya akan terkena biaya pada saat penarikan, dan juga akan terkena nilai konversi, yang pada akhirnya nilainya akan berkurang banyak. Dengan USD tunai di tangan saya bisa menabungkan kembali ke rekening USD saya di salah satu bank nasional di tanah air. Di bank ini rate kurs USD ke IDR-nya lebih bagus di bandingkan beberapa bank nasional lainnya.
Saya menemukan beberapa ATM Standard Chartered Bank di terminal 3 ini. Di bagian depan ATM ada logo mata uang Dollar, Euro, dan Pound Sterling. Tidak ada keterangan lebih lanjut selain logo-logo mata uang di atas, misalnya tentang pecahan yang disediakan di mesin ATM tadi. Wahh bagus, dalam hati saya berkata. Kemudian saya menuju ke salah satu ATM dan melakukan penarikan. Mumpung ketemu ATM yang melayani penarikan dollar, saya tulis jumlah penarikan yang lumayan. Begitu uang keluar dari mesin ATM, lemesss…..ternyata yang keluar dari mesin ATM tadi adalah Dollar dalam bentuk pecahan 50. Cilaka deh, Dollar dalam bentuk pecahan 50 oleh bank-bank di tanah air akan diberi nilai yang lebih rendah dari pada Dollar dalam bentuk pecahan 100. Saya mendapatkan 6 lembar diantaranya bentuknya lusuh dan ada bagian yang terlipat. Waduhh nyesel juga tadi menarik USD dari ATM ini dalam jumlah yang lumayan. Sampai sekarang saya masih belum menemukan jawabannya, kenapa bank-bank atau money changer di tanah air akan memberikan nilai kurs yang lebih rendah apabila kita mempunyai lembaran Dollar yang lecek, lusuh, ataupun terlipat walaupun lipatannya sangat kecil di ujung lembar kertas ini sekalipun. Hal yang tidak saya temukan di luar Indonesia.
Dari pada nanti di tanah air 6 lembar uang Dollar pecahan 50 ini tidak diterima atau nilai kurs-nya jatuh banget, saya kemudian berpikir untuk saya belanjakan saja di Dubai Duty Free. Setelah melirik-lirik kesana kemari akhirnya pilihan jatuh untuk membeli parfum Channel 150ml. Itu saja harganya hanya 150 USD. Masih ada 3 lembar lagi perlu saya belanjakan disini. Karena memang niatnya tidak ingin berbelanja akhirnya saya bingung sendiri mau dibelanjakan untuk membeli apa. Akhirnya pilihan saya adalah menukarkan USD yang lusuh tadi ke Ringgit Malaysia, karena nanti RM ini walaupun lecek, lusuh, dan terlipat nilai tukarnya tidak akan lebih rendah dibandingkan lembaran kertas RM yang masih baru.
Siang tadi saya pergi ke salah satu bank nasional tanah air untuk menabung uang Dollar yang saya ambil dari ATM di Terminal 3, Dubai Airport lusa kemaren. Setelah di depan counter teller, lembaran uang kertas tadi saya serahkan dan dicek oleh petugas teller. Dan benar dugaan saya, bahwa yang lembaran Dollar 50 tidak bisa langsung dimasukkan ke rekening, namun harus dikurs-kan dulu ke Rupiah dengan nilai kurs hari itu, kemudian dari Rupiah baru dikurs-kan kembali ke USD dollar. Artinya begini, kalau anda mempunyai uang 50 USD, nilainya tidak akan sama 50 USD walaupun anda akan menabung uang tersebut ke rekening Dollar milik anda sendiri di bank tersebut, namun uang tadi harus dikonversi dulu ke Rupiah, misalnya hari itu kurs beli Dollar ada di kisaran Rp 8995 atau sama dengan Rp 449750. Kemudian pada saat kita akan memasukkan ke rekening Dollar, kita akan terkena kurs jual dari Bank, misalnya 1 USD nilai kurs jual di bank tadi di kisaran Rp 9100. Jadi uang kita sebesar 50 USD tadi oleh pihak bank akan dinilai sebesar 449750/9010 = 49.42 USD. Bayangkan kalau jumlah lembaran 50-an tadi jumlahnya banyak berapa loss currency yang akan kita alami.
Pengalaman yang ingin saya bagikan disini adalah agar kita selalu bijak menarik mata uang Dollar secara tunai dari ATM karena kita tidak mengetahui secara pasti kualitas dan nilai nominal lembaran kertas yang akan kita terima dari mesin ATM tadi. Kalau ada kesempatan dan waktu lebih baik mengambil langsung dari bank, atau kalau misalnya sangat terpaksa harus menarik dari ATM terutama kalau ATM US Dollar-nya ini di luar negeri seperti contoh yang saya sebutkan di atas yaitu ATM Standard Chartered Bank di Terminal 3, Dubai Airport, ambillah dengan jumlah yang paling sedikit terlebih dahulu untuk mengecek kualitas lembaran kertas dan nilai nominal yang disediakan di ATM tersebut. Kalau memang kualitas lembarannya bagus dan dalam nominal pecahan 100, nahh baru kita bisa menarik beberapa lembar yang kita inginkan dari ATM tersebut.