Sejarah Singkat Layanan Komunikasi dan Tip Hemat Berkomunikasi di Luar Negeri

Banyak diantara kita sering melakukan perjalanan keluar negeri, baik dalam rangka berwisata, perjalanan dinas, sekolah, ataupun assignment diluar negeri. Ketika kita sedang berada di lingkungan yang jauh dari temen-temen dekat ataupun keluarga ada saja perasaan kangen untuk tetap terus berbagi berita dan cerita maupun bertutur sapa.

Sebelum era smartphone dan social network meledak belakangan ini, dulu orang saling mengirimkan kabar dengan saling mengirimkan surat melalui kantor pos, dah membutuhkan waktu beberapa lama untuk saling tahu dan mengerti kabar masing-masing. Kalau ingin kabar beritanya sampai ke orang yang dituju, maka harus dikirimkan dengan telegram, walaupun beritanya tetap saja tidak bisa diterima pada saat itu juga.

Kemudian teknologi informasi semakin berkembang dan muncullah layanan email. Pada era tahun 80-an email mulai banyak digunakan untuk saling berkomunikasi. Ada beberapa layanan email gratis yang sudah dikenalkan oleh beberapa korporasi seperti yahoo walaupun pada saat itu kapasitas inbox yang diberikan sangat terbatas dan cepat penuh apabila email-email lama tidak dihapus. Google sebagai raksasa mesin pencari dan layanan email gratis belum menunjukkan taringnya seperti belakangan ini, praktis waktu itu didominasi oleh yahoo. Email menjadi alternatif pengganti surat-menyurat karena sifatnya yang lebih cepat untuk diterima, walaupun masih belum interaktif.

Pada era awal 90an khususnya di Indonesia sudah mulai bermunculan operator-operator telekomunikasi yang memberikan layanan mobile telecommunication, layanan sms, tilpon melalui HP walaupun pada saat itu sms belum bisa dikirimkan antar operator telekomunikasi dan dikenakan biaya roaming untuk bisa berkomunikasi lintar operator. Dan pada saat itu untuk berlangganan mobile telecommunication ataupun membeli pulsa lebih mahal dari pada apa yang ada sekarang.

Selain itu pada awal era 90-an layanan messaging mulai dikenal. Namun sebenarnya teknologi ini lahir sekitar tahun 60an, walaupun penggunaan layanan messaging mulai meledak tahun 90an pada saat teknologi internet mulai berkembang dengan cepat dan banyak dipergunakan orang. Layanan messaging baru benar-benar meledak di dunia maya pada saat Mirabilis memperkenalkan ICQ (dibaca: I seek you). Layanan yang bersifat interaktif antar penggunanya menjadikan layanan messaging ini cepat dikenal oleh pengguna teknologi internet. Setelah ICQ muncul, kemudian menyusul dibelakangnya layanan-layanan messaging lainnya seperti AOL, Yahoo Messenger dan kemudian menyusul Windows Live Messenger, Google Talk, dan belakangan yang cukup fenomenal khususnya di Indonesia karena banyak penggunanya adalah Blackberry Messenger. Dan sekarang muncul layanan social networking seperti twitter, facebook, dan layanan sejenis lainnya.

Terima kasih kepada teknologi informasi yang berkembang begitu cepat sehingga banyak sekali membantu dalam kehidupan manusia sehari-hari. Dengan teknologi informasi hubungan antar manusia serasa tidak ada sekat ruang dan waktu. Interaktif dan diterima pada saat dan detik yang sama. Jarak sudah tidak menjadi masalah, karena apa yang terjadi nun jauh disana ribuan kilometer dari tempat kita berdiri, bisa langsung kita ketahui pada saat yang sama ketika sebuah peristiwa terjadi di tempat yang jauh tersebut.

Tentu saja untuk bisa mendapatkan layanan teknologi informasi tersebut tidaklah benar-benar gratis. Sekarang bagaimana mensiasati agar kita bisa menikmati layanan-layanan produk teknologi informasi diatas semaksimal mungkin agar bisa terus berkomunikasi dan bertutur sapa dengan teman, pacar, keluarga dengan biaya yang relatif hemat, apalagi ketika kita jauh dari mereka? Saya yakin semua orang mempunyai versi yang berbeda-beda untuk mensiasatinya, pun begitu versi hemat yang akan saya tuliskan berikut sudah dipraktekkan oleh sebagian besar diantara kita, namun tidak ada salahnya saya tuliskan disini, siapa tahu ada diantara kita yang belum tahu dan mempraktekkan:

  • Tentukan dulu layanan produk teknologi informasi apa yang ingin kita gunakan dan menurut kita cocok dengan kriteria yang sudah kita tentukan sebelumnya. Khusus untuk saya pribadi, apalagi saya sedang assignment diluar Indonesia, untuk berkomunikasi saya membutuhkan layanan messenger dan tilpon
  • Kriteria layanan messenger yang ingin saya gunakan adalah yang bisa saya pakai setiap saat dan interaktif. Saya ingin menggunakan layanan messenger selain dengan keluarga juga dengan teman-teman yang lainnya. Untuk memenuhi “needs” saya ini maka saya memilih menggunakan smartphone besutan RIM yaitu Blackberry, karena didalamnya ada layanan Blackberry Messenger yang banyak digunakan juga oleh keluarga dan temen-temen saya di Indonesia
  • Kriteria layanan telekomunikasi yang ingin saya gunakan adalah yang bisa saya pergunakan sesering mungkin terutama ketika menghubungi keluarga saya, sebisa mungkin semurah-murahnya dan kalau perlu gratis. Untuk ini pilihan saya jatuh pada Skype. Saya install Skype di komputer saya, dan saya pasang Skype di rumah saya di Indonesia.
  • Ketika saya menggunakan Blackberry: tentu saja saya harus berlangganan dan membayar layanan Blackberry service di negara dimana saya sekarang tinggal. Bagaimana tips-nya agar tidak membayar layanan Blackberry Service di negara dimana kita berada yang bisa jadi mungkin lebih mahal biayanya daripada di Indonesia, namun kita masih terus bisa menikmati layanan dari Blackberry?
  • Di flat apartemen dan di kantor saya kebetulan ada Wi-Fi connection, ini nilai plus buat saya karena Blackberry bisa jalan dengan menggunakan Wi-Fi connection. Yang saya lakukan adalah ketika saya pulang ke Indonesia, saya mempergunakan simcard lokal untuk berlangganan harian BIS. Ketika saya kembali keluar negeri, simcard tersebut tidak saya lepas dari device yang saya pergunakan agar service book yang sudah terdaftar di device saya tidak hilang. Yang saya lakukan adalah, saya matikan mobile network option-nya dan saya aktifkan Wi-Fi nya. Dengan cara ini sangat-sangat menghemat biaya berkomunikasi melalui Blackberry (dan untuk case saya malahan gratis sama sekali) dibandingkan saya berlangganan BIS di negara dimana saya assigment sekarang.
  • Apabila perjalanan keluar negerinya singkat dan tidak menetap, coba browsing informasi provider dan layanan BIS lokal sebelum kita menuju negara tersebut. Kalau kita ingin bisa ber-BB-an setiap saat pada waktu kita berada di negara tersebut, membeli simcard lokal yang akan kita pergunakan selama kita berada di negara tersebut kadang lebih murah dan hemat daripada menghidupkan layanan roaming dari provider yang kita gunakan di Indonesia. Kalau pilihannya hanya kadang-kadang saja penggunaan BB-nya, tentu saja pilihan yang lebih hemat adalah mencari area hotspot yg ada Wi-Fi connection-nya untuk bisa memakai layanan BIS ini dengan tetap menggunakan simcard dari Indonesia. Jangan lupa mematikan layanan roaming-nya dari BB device anda.
  • Ketika saya ingin berkomunikasi dengan suara dan bertatap muka. Seperti saya sebutkan diatas saya menjatuhkan pilihan kepada Skype. Skype adalah salah satu produk telekomunikasi melalui teknologi VoIP, atau voice over internet protocol, yaitu menggunakan jalur internet connection untuk bisa berkomunikasi dan sekaligus saling bertatap muka melalui layanan Video Call. Ada banyak layanan serupa yang mempergunakan teknologi VoIP ini seperti VBuzzer, Yahoo Call, Google Call dll-nya. Tetapi pilihan saya jatuh kepada si Skype karena menurut saya koneksi lebih stabil alias jarang putus di tengah-tengah percakapan yang kita lakukan. Karena layanan ini menggunakan VoIP, tentu saja kita harus punya sambungan internet dulu.
  • Di Indonesia saya berlangganan ADSL connection Speedy dari telkom yang kebetulan di tempat saya Speedy ini sudah menggunakan jaringan fiber optic, sehingga koneksi internetnya lumayan kenceng dan stabil. Biaya langganan per bulan kurang lebih 90rb. Saya install Skype di rumah. Kebetulan di rumah ada laptop dengan webcam internal dan dekstop dengan webcam external
  • Di beberapa negara, seperti di negara dimana sekarang saya tinggal, situs Skype diblock dan kita tidak bisa download Skype. Ketika saya pulang ke Indonesia, saya download Skype di rumah dan saya pasang di laptop saya. Begitu sudah balik kembali ke negara dimana saya sekarang berada, Skype sudah bisa digunakan. Jadi yang diblock bukan layanan Skype-nya melainkan situs Skype-nya 🙂
  • Calling Skype to Skype sama sekali gratis dan tidak perlu membeli kredit dari Skype. Dengan demikian saya bisa menghemat banyak dari cara ini. Bisa tilpon selama saya mau sekaligus bisa bertatap muka dengan lawan bicara di seberang sana :). Yang perlu dilakukan hanya install Skype di komputer masing-masing, kemudian membuat ID Skype.

Selamat pagii dan selamat mencoba…

About WiD

Founder&Owner jogja geowisata (www.ygeotour.com) dan geodwipa teknika (www.geodwipa.com). Alumni Teknik Geologi UGM. Hobby: International Travel, Photography, Gourmet Cooking, Entrepreneurship, Blogging.
This entry was posted in Cerita-Cerita, Tips and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Sejarah Singkat Layanan Komunikasi dan Tip Hemat Berkomunikasi di Luar Negeri

  1. leo says:

    Saya tertarik dengan artikel yang ada di website anda mengenai ” Sejarah Singkat Layanan Komunikasi dan Tip Hemat Berkomunikasi di Luar Negeri ” . Saya juga mempunyai E-book mengenai Komunikasi di E-book Komunikasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*