Pada saat kita berhasil menjual ide kepada klien kita sesaat setelah presentasi selesai, tentunya perasaan lega dan senang menghinggapi diri kita. Jerih payah yang kita lakukan dalam menyiapkan presentasi terbayar sudah. Karena apa? menyiapkan sebuah presentasi tentunya tidaklah mudah, butuh waktu mungkin bisa beberapa hari, studi kasus, mencari data pendukung tentang apa yang akan kita sampaikan, review dan rehearsal baik dengan diri sendiri maupun dengan teman sejawat atau supervisor kita, koreksi beberapa kali dari apa yang kita tuliskan di slide, sampai akhirnya kita mempresentasikan di depan klien atau manajemen.
Alokasi waktu yang diberikan kepada kita untuk mempresentasikan ide kita tersebut biasanya kurang lebih 1 jam, dan itu sudah termasuk di dalamnya Q&A session dan feedbacks. Bagaimana sekian lama persiapan yang sudah kita lakukan sebelumnya sebisa mungkin bisa kita sampaikan dalam kurun waktu yang sangat terbatas tersebut, 15-20 menit maksimum untuk presentasi dan selebihnya mendengarkan feedback dari audience. Kalau kita bisa mengatur waktu dengan baik dan bisa menyampaikan gagasan kita secara meyakinkan dalam presentasi tersebut, niscaya ide yang kita bawa akan diterima oleh klien atau kepada siapapun audience yang mendengarkan presentasi kita. Bagaimana caranya agar presentasi kita meyakinkan? Faktor rehearsal sangat sangat penting, karena dengan semakin banyak rehearsal akan semakin banyak input yang kita terima dan tentu saja akan semakin lancar kita mempresentasikannya.
Kita tentunya akan semakin bersemangat mengeluarkan segenap kemampuan pada saat mempresentasikan sesuatu, apalagi kalau kita tahu bahwa sebagian orang penting atau key person dalam menggoalkan gagasan kita ada datang di antara audience dalam ruangan tersebut. Sebetulnya kita bisa mengetahui sebelumnya siapakah yang diundang dalam presentasi kita dari email invitation yang dikirimkan oleh representative client yang mengorganisir presentasi tersebut. Kalau di antara orang-orang yang diundang tadi beberapa di antaranya orang-orang besar, sebaiknya sedari awal kita sudah benar-benar melakukan persiapan dengan matang.
Ketika kita dengan lancar bisa menyampaikan ide dan gagasan selama presentasi tersebut, bisa menjawab semua pertanyaan dengan lancar dan merasakan aroma positif dari komentar, feedback, dan response dari audience yang kita terima dan pada akhir presentasi mereka menyatakan “ok go ahead” tentunya semua hal tadi membuat perasaan kita sangat lega. Ada semacam rasa kepuasan tersendiri dengan hasil jerih payah kita tersebut, dan kita bisa berbangga dengan diri kita sendiri.
Pagi ini saya presentasi di depan klien saya, dan mereka menerima ide yang saya sampaikan dan setuju untuk melanjutkan ke tahapan berikutnya. Bagaimana dengan presentasi anda? Semoga juga berakhir dengan happy ending seperti apa yang saya alami dengan presentasi saya pagi ini 🙂