Pengalaman Kecopetan

Pernahkah anda kecopetan? saya pernah sekali, di dalam kereta Pakuan Express dari Jakarta menuju Bogor. Peristiwa itu terjadi kurang lebih hampir 7 tahun yang lalu, sekitar bulan April 2006. Tentu saja ada perasaan dongkol, gondok, marah campur aduk ketika tahu dompet saya sudah hilang diambil si tangan jahil, karena di dalam dompet tadi berisi surat-surat penting. Ada satu peristiwa menggelikan yang mengiringi kejadian ini. Saya menulis surat pembaca di sebuah media online. Dan Surat pembaca itu dimuat. Temen saya mentertawakan apa yang saya lakukan waktu itu yaitu dengan menulis dan mengirimkan Surat Pembaca ke sebuah media online. Kata temen saya,”mana ada pencopet rajin baca internet?” hehehe.

Singkat cerita saya berhasil mendapatkan dompet saya kembali setelah melewati sebuah perjalanan seru, sampai minta antar 3 anggota Polisi, 1 anggota berpakaian preman, dan 2 anggota berpakaian dinas, karena ada orang yang mengaku menemukan tetapi ketika saya ajak ketemu dia menunjukkan sebuah lokasi antah berantah. Demi amannya waktu itu saya minta tolong Bapak-Bapak Polisi mengantarkan dan menemani saya mengambil dompet tadi.

Saya iseng-iseng googling, karena saya samar-samar masih ingat judul Surat Pembaca yang saya tuliskan waktu itu, saya memasukkan kata kunci “mengharapkan kebaikan sang pencopet” dan ternyata ketemu. Ketika saya membacanya kembali, ingatan saya kembali ke masa 7 tahun silam. Saya hanya bisa senyum-senyum sendiri ketika membacanya kembali.¬†Berikut saya copy&paste-kan URL link dan isi Surat Pembaca ini.

sumber: http://suarapembaca.detik.com/read/2006/04/24/094028/580742/283/mengharap–kebaikan–sang-pencopet

Jakarta РHari Minggu 23 April 2006 saya ke Stasiun Gambir dengan menggunakan sepeda motor. Setelah saya parkir sepeda motor, saya kemudian ke loket pemesanan tiket. Saya membeli tiket kereta eksekutif BIMA Yogya-Jakarta untuk tanggal 30 April 2006. Setelah semuanya beres, saya bermaksud main ke Bogor, hitung-hitung jalan-jalan untuk refreshing. Saya beli tiket KA Pakuan Express. Tepat pukul 12.15 kereta Pakuan Express diberangkatkan. Sepanjang perjalanan tidak terjadi sesuatu yang mencolok.

Penumpangnya tidak terlalu banyak. Kurang lebih pukul 13.00 kereta Pakuan Express sampai di Bogor. Pada saat kereta berhenti dan pintu mulai terbuka ada beberapa rombongan penjual dan pengamen terlihat bergerombol di depan pintu dan ikut masuk ke dalam kereta. Saya tidak terlalu memperhatikan keberadaan mereka. Saya kemudian berjalan ke arah pintu kereta untuk turun. Secara samar-samar saya mendengar seorang ibu berteriak “awas”. Tapi saya tidak terlalu memperhatikan juga. Saya pikir waktu itu beliaunya memperingatkan anaknya untuk berhati-hati pada saat mau turun kereta.

Saya baru sadar, setelah saya turun, ternyata dompet saya sudah hilang. Mungkin teriakan ibu tadi untuk memperingatkan saya karena ada tangan jahil yang mengambil dompet dari saku belakang saya. Seketika itu juga saya lapor ke kepolisian untuk membuat surat tanda kehilangan barang. Ada beberapa yang hilang dari dompet, di antaranya sejumlah uang dan surat-surat penting (SIM A dan C, STNK, ATM, kartu kredit, kartu Jamsostek, kartu kesehatan dan tiket kereta eksekutif BIMA semuanya atas nama Widodo Nugroho, kecuali STNK motor atas nama Tama Yudistira). Ada perasaan khawatir juga terbersit dalam benak saya. STNK motor dan karcis penitipan motor ikut tercopet. Saya khawatir kalau pencopetnya punya pikiran ‘cerdas’ pergi ke arah Gambir dan mengambil sepeda motor yang saya titipkan, karena mereka sudah memegang STNK dan karcis. Kunci motor mereka bisa akalin, namanya juga kelompok pencoleng, pasti ada jiwa ‘kreatif’ yang mereka miliki.¬†Setelah urusan di kepolisian beres, saya cepat-cepat kembali ke Gambir dan alhamdulillah, motor masih ada di tempat dan bisa saya bawa pulang.

Imbauan dan harapan saya kepada sang pencopet, semoga di balik keburukan sifat hati Anda yang suka mengambil barang milik orang lain, masih ada sedikit saja rasa kasihan kepada sesama. Tolong kembalikan surat-surat penting saya terutama SIM, STNK, kartu Jamsostek, dan kartu kesehatan. Anda tidak akan bisa menyalahgunakan kartu kredit dan ATM saya, karena sudah saya blokir semua. Anda pun tidak bisa menjual tiket kereta eksekutif BIMA, karena saya sudah melaporkannya ke Customer Service PT KA di Stasiun Gambir. Saya sudah mengikhlaskan uangnya. Mungkin Anda benar-benar lagi membutuhkan uang tersebut. Justru apabila Anda mengembalikan surat-surat penting saya tersebut di atas, saya akan memberikan imbalan uang sama jumlahnya dengan uang yang Anda copet dari dompet saya. Alamat saya baik rumah atau kantor ada di dalam surat identitas atau kartu nama yang ada di dompet saya. Sekali lagi saya berharap anda mau mengembalikan surat-surat tersebut. Surat-surat itu tidak ada gunanya buat Anda. widodo.nugroho@gmail.com

About WiD

Founder&Owner jogja geowisata (www.ygeotour.com) dan geodwipa teknika (www.geodwipa.com). Alumni Teknik Geologi UGM. Hobby: International Travel, Photography, Gourmet Cooking, Entrepreneurship, Blogging.
This entry was posted in Cerita-Cerita and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*