Suasana Duduk di Kelas Ekonomi Pesawat Emirates

Beberapa saat yang lalu saya menuliskan perbandingan naik kelas ekonomi dan kelas bisnis tiga maskapai kelas dunia yaitu Emirates, Qatar Airways, dan Etihad. Dan juga suasana transit di ketiga hub maskapai tersebut yaitu Dubai, Doha, dan Abu Dhabi. Kali ini saya akan mencoba menuliskan secara singkat suasana naik kelas ekonomi dan semoga kalau ada rejeki bisa naik kelas bisnis di ketiga maskapai dunia di atas.

Yang akan saya tuliskan kali ini adalah suasana duduk di kursi kelas ekonomi pesawat Emirates. Sebenarnya saya sudah beberapa kali naik baik kelas ekonomi dan bisnis ketiga maskapai tersebut, namun baru punya pikiran untuk menuliskan ceritanya sekarang ini. Sayangnya saya kemaren tidak membawa kamera, jadi terpaksa saya mengambil gambar-gambarnya dengan kamera BlackBerry butut saya, sehingga kalau nantinya ketika anda memperbesar photo-photo dan terlihat buram, mohon dimaklumi hehe.

Semoga apa yang akan saya ceritakan nanti bisa bermanfaat dan memberikan sedikit informasi terutama bagi anda yang baru pertama kali akan menggunakan atau naik pesawat Emirates.

IMG-20130222-00172Pada hari Jumat, 21 Februari kemaren saya naik pesawat Emirates EK-356 dari Dubai tujuan ke Jakarta, menggunakan seri Boeing 777-300. Apakah EK-356 Dubai-Jakarta selalu menggunakan seri Boeing ini? setahu saya tidak, kadang kala mereka menggunakan seri Airbus 340-500. Namun sepertinya suasana atau interior di dalamnya tidak jauh berbeda. Misalnya nanti suatu ketika saya naik Emirates yang menggunakan Airbus dan mempunyai interior berbeda, ceritanya akan saya tuliskan disini juga.

Kelas ekonomi di dalam pesawat Boeing 777-300 yang digunakan Emirates EK-356,IMG-20130221-00169 mempunyai interior dengan kursi 3-4-3, 3 deret kursi di kanan dan kiri, serta 4 deret kursi di tengah. Biasanya ketika kita naik kelas ekonomi Emirates untuk perjalanan jarak jauh, di masing-masing kursi sudah disediakan bantal dan selimut. Tentunya bantalnya juga tidak sebesar dan mungkin tidak senyaman bantal di tempat tidur kita masing-masing, namun lumayan, karena masih bisa kita pakai untuk sandaran kepala atau ditaruh di belakang untuk sandaran pinggang ketika duduk. Selimutnya tipis, tidak tebal, dan ukurannya saya perkirakan 1×1 IMG-20130221-00168meter saja. Jadi memang tidak bisa menyelimuti seluruh anggota badan. Sandaran kursi bisa direbahkan ke belakang (reclyning seat) maksimal sampai 15-20 derajat. Hati-hati ketika kita mau merebahkan sandaran kursi, jangan sampai mengganggu penumpang di belakang kita, terutama ketika saat makan. Karena kalau kita merebahkan sandaran kursi maksimal, penumpang di belakang kita tidak akan cukup mempunyai ruangan yang membikin tidak nyaman ketika makan. Lorong di bawah kursi lumayan luas, bisa untuk menaruh tas bawaan dan selonjoran kedua kaki. Kantong yang menempel di kursi bisa dimanfaatkan untuk menaruh buku atau barang bawaan yang lain. Di atas kursi ada blower AC dan lampu. Blower AC bisaIMG-20130221-00165 diatur dengan memutar ke kiri dan ke kanal panel AC, seperti di pesawat-pesawat yang lain.  Tetapi lampu tidak bisa dinyalakan dan dimatikan dengan tangan, melainkan diatur dengan remote yang menempel pada badan kursi di depan kita. Remote bisa dilepas dari badan kursi, dengan menekan panel di ujung kiri. Remote tersambung dengan seutas pengikat. Remote bisa dikembalikan lagi menempel di badan kursi. Remote ini sekaligus untuk mengatur pemilihan program acara di layar monitor TV dan juga bisa difungsikan sebagai alat komunikasi (tilpon). Di sisi pinggir remote terdapat celah untuk menggesekkan kartu kredit ketika kita akan melakukan sambungan tilpon ke teman atau keluarga kita di darat. Kadang kala monitor TV ada yang 17-inch dengan penampilan yang lebih baru, kadang juga masih monitor yang lama berukuran 15 inch seperti nampak dalam gambar di atas. Emirates mempunyai Flight Entertainment program yang mereka sebut ICE. Mereka mencoba membawa 3 konsep hiburan di dalam kabin yaitu Information, Communication, dan Entertainment. Program-program ICE bisa dipilih dengan menggunakan remote dan juga langsung disentuh di layar (touch screen). Information, artinya penumpang akan disuguhi dengan berbagai macam cuplikan informasi berita terkini yang terjadi di seluruh dunia. Emirates dalam hal ini mengusung informasi yang diambil dari berita di BBC World. Selain itu di menu Information penumpang juga bisa melihat informasi tentang perjalanan mereka, misalnya peta lintasan IMG-20130221-00166pesawat, dimana penumpang secara interaktif bisa mengetahui posisi pesawat melintas di negara mana di dalam map, kemudian informasi tentang penerbangan saat itu, misalnya total jauh jarak yang akan ditempuh, berapa jarak yang sudah ditempuh, lama perjalanan, waktu di lokasi asal dan tujuan, temperatur, kondisi angin dan lain sebagainya. Layanan Communication, artinya penumpang dimanjakan dengan fasilitas komunikasi antar penumpang dengan fasilitas panggilan dari satu kursi ke kursi penumpang yang lainnya. Fasilitas tilpon antar sesama penumpang tidak dipungut biaya, sedangkan fasilitas komunikasi (tilpon) antara penumpang dan orang yang ada di darat dikenai biaya. Remote control yang menempel di punggung kursi selain berfungsi sebagai remote TV juga difungsikan sebagai alat tilpon. Perlu diketahui Emirates dilengkapi fasilitas aeromobile, artinya ketika kita sedang terbang dan berada di dalam pesawat Emirates, kita bisa menerima SMS dan panggilan tilpon, maupun mengirimkan SMS dan melakukan panggilan tilpon. Biaya yang dikenakan sama persis dengan biaya roaming di negara mana pada saat kita melakukan aktivitas komunikasi pesawat Emirates sedang melintas. Sedangkan Entertainment berisi program-program hiburan berupa musik, acara TV, dokumenter, dan film-film bioskop baik film-film baru maupun yang sudah lama. Film-film baru biasanya film yang sudah 1-2 bulan tayang di bioskop kemudian dibawa di dalam program ICE. Tetapi tidak semua film-film baru langsung tayang di ICE. Saya tidak tahu kriteria mereka ketika memilih film-film yang akan dimasukkan ke dalam program ICE. Kemaren selama penerbangan saya menonton beberapa film sekedar untuk melupakan IMG-20130222-00171waktu terbang, beberapa diantaranya Paranormal Activity 4, Sinister, dan Argo. Khusus judul film terakhir adalah film baru dan pemenang Oscar 2013 sebagai kategori film terbaik dan yang banyak mendapatkan penghargaaan di ajang acara film-film internasional. Film Argo dibintangi dan disutradarai oleh Ben Affleck. Untuk mendengarkan acara-acara tadi, kita diberikan headphone. Supaya bisa mendengarkan suaranya (audio) colokan headphone dicolokkan di tangan kursi sebelah kiri.

Kemudian tentang menu makanan, mereka menyajikannya dalam 3 tahap. Tergantung jadwal terbang mereka, seandainya dari asal ke tujuan berangkat pada pagi hari maka menu yang akan disajikan adalah sarapan, snack, dan makan siang. Kalau jadwal keberangkatan mereka dari lokasi asal pada malam hari, maka menu yang akan disajikan adalah menu makan malam, snack, dan sarapan. Ada salah pengertian tentang menu yang disajikan oleh sebuah maskapai dari negara Timur Tengah. Sebagian orang berpikiran kalau semua menunya akan serba berbau Timur Tengah. Menurut saya pendapat seperti ini salah. Maskapai-maskapai ini justru membawa konsep internasionalisasi. Contoh mulai dari awak kabin (Flight Attendances), mereka merekrut awak kabin dari berbagai bangsa. Dalam setiap kali terbang, biasanya akan diumumkan pesawat tadi diawaki oleh awak kabin dari negara mana saja dan bisa berbahasa asing apa saja selain bahasa Arab. Perlu diketahui tidak semua awak kabin Emirates bisa berbahasa Arab, mungkin mereka hanya membawa 1-2 orang awak kabin yang berbahasa Arab, selebihnya bahasa asing dan tentu saja bahasa Inggris masih sebagai bahasa pengantar utama.

Sama halnya dengan menu makanan yang disajikan. Makanan yang disajikan tidak selaluIMG-20130222-00176 bermenu masakan Arab. Namun tergantung dari asal dan tujuan pesawat Emirates tadi. Misal pesawat Emirates EK-356 dari Dubai tujuan Jakarta. Menu sarapan, snack, makan siang yang disajikan sama sekali tidak berbau resep masakan Arab, justru sangat condong dengan menu dan lidah cita rasa orang Indonesia. Setelah kurang lebih 1 jam pesawat lepas landas awak kabin akan membagikan handuk hangat untuk penyela muka. Kemudian 2 jam kemudian menu sarapan akan disajikan. Menu yang disajikan berupa sepotong croissant dan kue bolu ditambah dengan irisan buah dan segelas plastik jus jeruk. Tidak lupa disertakan juga mentega dan selai sebagai teman menyantap croissant. Setelah menu sarapan dibagikan dan disantap oleh penumpang, awak kabin masih akan terus berkeliling untuk menawarkan berbagai macam jenis minuman dan juga tambahan kue croissant seandainya ada penumpang yang IMG-20130222-00177masih pengen nambah. Oh iya semua menu makanan yang disajikan adalah complementary alias gratis sama sekali tidak perlu khawatir untuk membayar seperti halnya kalau kita naik pesawat low cost carrier. Kurang lebih 3 jam sebelum mendarat kembali awak kabin akan membagikan handuk hangat, dan tidak lama kemudian menu minuman dan snack akan dibagikan. Snack-nya berupa kue kering sebesar jari kelingking, rasanya gurih dibungkus dalam kemasan plastik. Menu minuman yang disajikan ada air putih, berbagaiIMG-20130222-00179 macam pilihan jus, dan beberapa pilihan minuman beralkohol. Saya lebih suka pesan air putih. Oh iya bagi anda penggemar mie instan, di Emirates bisa memesan setiap saat mie instant gelas. Yang perlu kita lakukan hanya memanggil awak kabin untuk membikinkan mie instant tersebut, enak kan hehe.Kurang lebih 2 jam sebelum mendarat, menu makan siang disajikan. Teorinya menu bisa dipesan berdasarkan daftar menu yang sudah dibagikan sebelumnya. Namun biasanya penumpang kelas ekonomi tidak akan membaca daftar menu entah itu males karena ngantuk atau ga sempat baca. Biasanya ketika makan siang dibagikan dengan troli, awak kabin akan menawari menu yang tersedia dan kita mau milih yang mana di antara pilihan yang ada tersebut. Biasanya menu makan siang/malam di IMG-20130222-00180kelas ekonomi cuma ada 2 pilihan. Apa yang tersedia? tentu saja tidak bisa kita tebak. Namun pengalaman saya selama terbang menggunakan Emirates tujuan Jakarta dan berangkat dari Jakarta, 2 pilihan menu itu rata-rata antara menu ayam atau ikan dan ayam atau daging sapi. Kemaren ketika saya naik EK-356 tujuan Jakarta, saya memilih menu utamanya berupa ayam, isinya ayam bumbu saos tomat, kentang, dan sayuran. Menu pelengkapnya adalah salad bakmi, dan  kue coklat yang diatasnya dikasih serupa krim yang rasanya manis. Ada juga kue tawar bentuknya bulat, disertai dengan mentega, selai dan sebungkus kotak kecil coklat. Segelas air putih kemasan plastik juga disertakan dalam nampan. Jangan khawatir kalau air minumnya tidak cukup, karena awak kabin akan menawarkan tambahan menu minuman sesuai yang kita pesan. Setelah santap makan siang selesai, kembali lagi awak kabin akan berkeliling dengan memegang teko berisi teh atau kopi. Kalau kita ingin memesan, tinggal memberi tahu awan kabin yang sedang melintas terdekat di kursi kita kemudian kita serahkan cangkir putih yang ada di dalam nampan makan siang tadi.

Hal terakhir yang perlu kita lakukan sesaat pesawat akan mendarat adalah mengisi formulir bea cukai (custom form). Formulir akan dibagikan oleh awak kabin. Ketika mereka membagikan formulir, mereka akan bertanya kita orang Indonesia atau berpasspport non Indonesia. Kalau orang Indonesia, mereka hanya akan membagi formulir bea cukai. Sedangkan untuk non Orang Indonesia, awak kabin akan membagikan formulir bea cukai dan formulir imigrasi (kedatangan dan keberangkatan). Perlu diingat, sekarang untuk WNI tidak mempunyai kewajiban untuk mengisi formulir imigrasi. Sekali lagi yang perlu diisi hanya formulir bea cukai, karena nanti formulir ini akan diminta petugas bea cukai sesaat ketika kita akan keluar dari custom clearance dimana petugas akan menyuruh kita memasukkan barang bawaan atau tas ke dalam mesin scanner menjelang pintu kedatangan. Semua yang saya tuliskan tadi khusus apabila anda naik pesawat dari luar menuju Indonesia. Kalau sebaliknya naik pesawat dari Indonesia menuju keluar negeri tentu saja kita tidak perlu mengisi formulir bea cukai dan formulir imigrasi.

Demikian cerita singkat saya mengenai suasana duduk di kelas ekonomi Emirates. Semoga bermanfaat dan bisa memberikan informasi terutama untuk anda yang baru pertama kali atau baru mau naik pesawat Emirates.

About WiD

Founder&Owner jogja geowisata (www.ygeotour.com) dan geodwipa teknika (www.geodwipa.com). Alumni Teknik Geologi UGM. Hobby: International Travel, Photography, Gourmet Cooking, Entrepreneurship, Blogging.
This entry was posted in Cerita-Cerita and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

14 Responses to Suasana Duduk di Kelas Ekonomi Pesawat Emirates

  1. Adi Yap says:

    Thanks buat infonya. Lagi terbang ke dubai.

  2. Endang says:

    Makasih Pak. yang ulasan pesawatnya Etihad mana pak?

  3. Eqqy says:

    itu mie atau apapun semuanya gratis?

  4. Thomas says:

    wah kalau gini berarti gak merasa bosan ya pak..

  5. barre says:

    Mksh infonya… ada wifi nya ga pak? Pas kt lg terbang..

  6. Igm sutrisna says:

    Terimakasi infonya saya akan ke spanyol lewat Dubai bulan November, biasa klas ekonomi dgn emirat

  7. yudhi rentcar tanti says:

    maaf saya awam untuk pesawat eka 356 penjemputannya di terminalana ya?

  8. iyep muslihat says:

    Apakah sama menunya dengan penerbangan Indo – Dubai?? Tks ya infonya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*