Jogja: Memadukan Potensi Wisata Geologi, Kuliner dan Budaya

Dulu sekitar tahun 1994-1995an ada salah satu kegiatan yang dinamakan Geowisata yang diprakarsai Himpunan Mahasiswa Geologi UGM, kebetulan waktu itu angkatan kami yang memegang kepengurusannya. Antusiasme peserta Geowisata saat itu luar biasa. Sebuah kegiatan yang memadukan wisata geologi dan petualangan sambil menikmati keindahan alam. Kalau tidak salah ingat jalur Geowisata yang diambil pada saat itu adalah sekitar pegunungan selatan. Peserta bisa menikmati keindahan pegunungan selatan sekaligus menikmati view pantai dari ketinggian pegunungan selatan. Kegiatan Geowisata yang diprakarsai angkatan kami inilah kemudian menjadi cikal bakal kegiatan Geowisata yang diselanggarakan oleh HMTG UGM pada tahun-tahun berikutnya bahkan sampai saat ini. Beberapa tahun kemudian, di sela-sela kegiatan kampus seperti reuni akbar, dies natalis, dan lain sebagainya, selalu disisipkan dan ditawarkan acara geowisata plus wisata kuliner ini kepada para alumni.

Berangkat dari latar belakang diatas, kemudian saya berpikir dan tergerak, kenapa tidak sekalian dipikirkan bagaimana mengelola potensi geowisata ini dengan lebih profesional? Beberapa hari yang lalu saya mencoba menghubungi dua teman seangkatan yang kebetulan beliau saat ini menjadi salah satu staff pengajar dan pengurus di kampus Geologi UGM. Saya sampaikan ide saya langsung kepada beliau berdua ini karena waktu penyelenggaran Geowisata tahun 1994-1995an tadi mereka menjadi salah satu anggota panitia acaranya. Dan gayung pun bersambut, mereka setuju dengan ide yang saya sampaikan. Hari Senin 22 Januari 2012, kami sepakat bertemu dan melakukan brainstorming menggali potensi ini.

Kami bertemu di kantin Fakultas Teknik. Dalam brainstorming serius tapi santai sambil menyantap hidangan makan siang, ada beberapa ide yang terlontar dalam brainstorming tahap pertama:

  1. Konsep geowisata akan dipadukan dengan wisata kuliner dan budaya. Paket wisata ini dikemas se-exclusive mungkin. Sasaran konsumen yang akan ditawarkan mengenai wisata dengan minat khusus ini adalah kalangan profesional, lokal, expat maupun manca negara. Konsep pemasaran dilakukan secara online dan dijual dengan harga exclusive. Paket yang ditawarkan adalah all-in sudah termasuk pengurusan visa dan akomodasi (penginapan dan transportasi)
  2. Sebagai langkah awal adalah menentukan jalur lintasan geologi yang menarik baik dari sisi ilmu geologi, wisata adventure/petualangan, maupun keindahan alam. Jalur lintasan ini akan dibahas kembali di pertemuan berikutnya. Pada saat menentukan jalur lintasan wisata geologi ini akan diidentifikasi juga wisata kuliner maupun wisata budaya sepanjang dan atau yang terdekat dengan jalur lintasan geologi tersebut, penginapan dan transportasi
  3. Setelah jalur lintasan geologi, wisata kuliner, dan wisata budaya sudah ditentukan, langkah berikutnya adalah mendokumentasikan jalur-jalur tersebut. Professional photographer akan disewa untuk memotret keindahan, keunikan, dan keragaman di sepanjang lintasan tadi baik dari sisi ilmu geologi, kuliner, maupun budaya.
  4. Photo-photo diatas akan diunggah ke sebuah web. Webmaster professional akan disewa untuk membuat dan mengelola web ini. Web ini akan digunakan sebagai basis pemasaran jalur lintasan wisata geologi, wisata kuliner, dan wisata budaya.
  5. Pemasaran akan dilakukan dengan berbagai cara dengan mengiklankan web tersebut diatas.
  6. Brainstorming-brainstorming berikutnya akan dilakukan kembali sampai persiapan benar-benar matang dan siap dijalankan. Brainstorming yang kedua akan dilakukan besok hari Kamis, 26 Januari 2012.

Brainstorming kedua dilanjutkan di ruangan salah satu temen saya di kampus Geologi UGM. Kebetulan minggu-minggu ini masa liburan dimulai sehabis ujian sehingga temen-temen saya pun tidak sedang dalam situasi sibuk mengajar mahasiswa. Dalam diskusi kali ini ditentukan stop site lokasi-lokasi yang kira-kira menarik untuk dikunjungi. Dalam menentukan titik-titik lokasi ini ada beberapa pertimbangan yang kami ambil antara lain titik pemberhentian adalah sebuah tempat yang menarik secara scientific kegeologian, pemandangan bagus namun relatif belum banyak dikenal oleh orang banyak, akses menuju kesana dan juga akomodasi (penginapan) tidak terlalu susah, dan dimungkinkan adanya pertunjukan budaya/kehidupan maupun hidangan kuliner lokal sepanjang titik-titik pemberhentian tersebut.

Berdasarkan pertimbangan diatas, akhirnya kami bisa menentukan beberapa titik pemberhentian (stop site) seperti nampak dalam gambar di bawah ini. Ada 8 (delapan) stop sites yang sebagian lokasinya berada di wilayah Gunung Kidul, Yogyakarta. Kedelapan titik-titik pemberhentian yang pertama tersebut adalah sebagai berikut: Ancient Volcanic Nglanggeran, Kalisuci undeground river (possible to do rafting), Ancient Bengawan Solo, Sadeng Beach, Timang Beach, Baron Beach, Parangtritis Beach, dan Limestone Natural Bridge Mulo

Kedelapan site stops ini tentu saja tidak akan bisa ditempuh dalam waktu satu hari. Perjalanan dalam waktu satu hari diperkirakan hanya bisa menempuh empat titik pemberhentian. Dengan demikian untuk titik-titik pemberhentian diatas pada nantinya akan ada beberapa pilihan jalur lintasan yang akan diberikan kepada peminat:

  1. Jalur lintasan satu hari: stop site 1-4
  2. Jalur lintasn dua hari: stop site 1-4 dan city tour kota Jogja dan sekitarnya.
  3. Jalur lintasan tiga hari: stop site 1-8 dan city tour kota Jogja dan sekitarnya

Selain itu akan diberikan juga pilihan untuk melanjutkan lintasan pada hari berikutnya. Enam titik pemberhentian pada jalur selanjutnya berada di wilayah Kabupaten Wonogiri dan Pacitan seperti nampak dalam gambar di bawah ini. Keenam titik pemberhentian ini adalah sebagai berikut: Kars Museum, Tabuhan Cave, Gong Cave, Klayar Beach, Pacitan Bay, dan Gajah Mungkur Reservoir.

  1. Jalur lintasan 4 hari: stop site 1-11 dan city tour kota Jogja dan sekitarnya
  2. Jalur lintasan 5 hari: stop site 1-14 dan city tour kota Jogja dan sekitarnya

Bagi ada peminat yang ingin melanjutkan perjalanan sampai satu minggu akan ditawarkan tambahan jalur lintasan seperti yang tertera dalam gambar di bawah ini:

Jalur lintasan selanjutnya berada di wilayah kota Solo, Magelang dan Wonosobo. Ada lima titik pemberhentian yang ditawarkan, antara lain City Tour di kota Solo, Mount Merapi, Mount Merbabu, Mount Telomoyo, dan Rawapening Reservoir.

  1. Jalur lintasan 6 hari: stop site 1-14 dan 18-19
  2. Jalur lintasan 7 hari: stop site 1-19

Bentuknya seperti apa nantinya? Tunggu sampai semua persiapan selesai dilakukan…:)

Dan akhirnya semua yang saya inginkan sudah terwujud. Silahkan kunjungi www.jogja-geowisata.com untuk memilih dan memesan alternatif liburan wisata alam, budaya, dan petualangan di Jogja dan sekitarnya.

About WiD

Founder&Owner jogja geowisata (www.ygeotour.com) dan geodwipa teknika (www.geodwipa.com). Alumni Teknik Geologi UGM. Hobby: International Travel, Photography, Gourmet Cooking, Entrepreneurship, Blogging.
This entry was posted in Peluang Usaha and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*