Perbandingan Kenyamanan Naik Kelas Ekonomi Emirates, Qatar Airways, dan Etihad

Tidak bisa dipungkiri maskapai Emirates, Qatar Airways, dan Etihad adalah maskapai-maskapai langganan sepuluh besar maskapai terbaik dunia menurut lembaga pemeringkat SkyTrak. Jadi tidak perlu diragukan lagi layanan terbaik yang akan kita nikmati ketika terbang dengan ketiga maskapai dunia diatas.

Apa yang akan saya tuliskan disini adalah pendapat pribadi saya untuk mencoba membandingkan kenyamanan layanan ketika terbang menggunakan ketiga maskapai diatas berdasarkan apa yang saya rasakan sendiri. Saya akan membandingkan berdasarkan empat kriteria yaitu: layanan dan informasi dari website, harga, servis selama di pesawat (in flight entertainment, layanan pramugari, makanan dan minuman), dan transit di hub masing-masing. NOTE: perbandingan ini diambil dengan asumsi titik keberangkatan awal adalah dari bandara internasional Soekarno Hatta.

  1. Layanan dan informasi dari official website. Baik Emirates, Etihad, maupun Qatar Airways mempunyai official website yang up to date, cepat diakses, memberikan informasi yang lengkap seperti jam keberangkatan, informasi harga, layanan checkin online, program reward frequent flyer, dan lainnya. Website ketiganya masing-masing adalah www.emirates.com, www.etihadairways.com, dan www.qatarairways.com
  2. Harga. Harga ketiganya tidak jauh berbeda satu sama lain tentu saja tergantung kepada hari/jam keberangkatan dan tujuan. Saya sering mengecek dan membandingkan harga ketiganya sebelum saya melakukan pemesanan tiket, melalui situs pembanding seperti www.kayak.com untuk memilih harga yang lebih kompetitif pada tanggal keberangkatan, kedatangan dan tujuan perjalanan saya
  3. Servis selama di dalam pesawat. Biasanya ketiga maskapai ini menggunakan pesawat Airbus A330-300 ketika berangkat dari bandara internasional Soekarno Hatta, dengan layout tempat duduk di kelas ekonomi adalah 3-4-3, 3 deretan kursi di sisi sebelah kiri, 4 deratan kursi di tengah, dan 3 deretan kursi di sisi sebelah kanan. Khusus untuk Qatar Airways mereka sering menggunakan pesawat dengan formasi tempat duduk 2-4-2.  Menurut saya jarak antar kursi cukup lega, ruang untuk kaki di bawah kursi cukup luas sehingga cukup nyaman dan bebas untuk kaki berselonjor. Toilet ada empat, dua di kabin ekonomi bagian depan, dan dua di kabin ekonomi bagian belakang. Namun kadang-kadang selain menggunakan Airbus A330-300 adakalanya mereka berangkat dari Jakarta dengan Boeing-777-300. Nah untuk pesawat tipe ini sepertinya layout di kabin ekonomi kurang begitu nyaman, terutama terletak di sisi kursi sebelah kiri dan kanan (deretan dua atau tiga kursi), karena ruang untuk kaki terutama yang duduk di dekat jendela kurang begitu luas. Untuk hiburan selama di dalam pesawat, ketiganya menawarkan konsep yang hampir sama, menyuguhkan hiburan dengan berbagai macam pilihan film-film baru, musik, berita, game yang bisa diputar oleh setiap penumpang sesuai dengan pilihannya masing-masing melalui layar monitor/televisi yang ada di depan kursi masing-masing. Menurut saya monitor TV untuk Etihad dan Emirates lebih terkesan baru dari pada monitor TV Qatar Airways. Khusus untuk Emirates, sesaat setelah take-off penumpang bisa menghidupkan HP atau alat komunikasi yang lainnya, karena pesawat sudah dilengkapi dengan teknologi aeromobile dan sangat aman, tidak akan mengganggu jalur komunikasi yang digunakan pilot kepada menara pengawas (ATC: air traffic control) maupun jalur navigasi pesawat. Dengan demikian penumpang bisa menghubungi sahabat atau keluarga yang ada di darat baik melalui panggilan telepon ataupun SMS. Biaya yang dikenakan tergantung kepada operator masing-masing sama persis seperti biaya yang dikenakan pada saat roaming internasional. Biasanya pramugari akan memberitahukan kapan HP sudah mulai bisa dihidupkan, dan sesaat sebelum landing/mendarat akan ada pengumuman yang memberitahukan kapan HP dan alat komunikasi lainnya harus sudah dimatikan. Pengumuman juga akan tertera di layar monitor TV yang ada di depan kursi masing-masing penumpang. Sesaat setelah menghidupkan HP, nanti akan ada SMS yang terkirim di HP kita dari nomor +1234 yang bunyinya seperti berikut,”Use your phone on your Emirates flight today. Remember to use the country code e.g. +971 and please set your phone to vibrate mode”.  Pada saat tulisan ini saya buat, setahu saya Etihad dan Qatar Airways belum menerapkan teknologi aeromobile di jajaran pesawatnya. Tilpon atau SMS juga bisa dilakukan di dalam pesawat, namun bukan melalui HP masing-masing penumpang melainkan melalui remote (sekaligus berfungsi sebagai remote TV) yang ada di kursi penumpang. Pembayarannya melalui kartu kredit dengan cara menggesekkan kartu kredit pada remote tersebut kemudian layanan panggilan atau SMS baru bisa dilakukan. Biayanya tertera pada lembar informasi, kalau tidak salah ingat kurang lebih biaya untuk melakukan panggilan adalah 6-USD per menit. Untuk layanan refreshment (makanan, snack dan minuman) menurut saya Emirates menyajikan lebih banyak dan menu yang lebih enak. Selain hidangan utama, Emirates juga memberikan makanan kecil dan tentu saja tawaran minuman (jus, kopi, teh) yang lebih sering dibandingkan Qatar Airways dan Etihad. Untuk detail suasana duduk di kelas ekonomi Emirates bisa dibaca disini. Keramahan layanan pramugari tentu saja ketiganya memberikan layanan kelas dunia, sebagaimana wajarnya servis yang diberikan oleh maskapai yang selalu menduduki posisi 10 besar dunia. Namun saya mempunyai pengalaman yang tidak mengenakkan dengan salah satu layanan pramugari Etihad beberapa waktu lalu di tahun 2010, sampai-sampai saya harus menulis surat keluhan melalui website mereka. Dan tentu saja keluhan saya ditindaklanjuti oleh mereka secara profesional juga.
  4. Transit. Seandainya perjalanan kita memerlukan dan mengharuskan transit yang cukup lama, saya lebih suka transit di bandara yang luas, lengkap, dan memberikan berbagai macam pilihan untuk berbelanja, istirahat, maupun jalan-jalan menghabiskan waktu selama transit. Hub Etihad adalah terminal tiga bandara internasional Abu Dhabi. Bandaranya lumayan ramai, ada beberapa pilihan restoran, cafe, dan tempat belanja. Namun begitu bandaranya tidak begitu luas, demikian juga dengan Qatar Airways yang mempunyai hub di bandara internasional Doha. Walaupun ada beberapa pilihan restoran, cafe, dan duty shop, bandara internasional Doha relatif kecil. Untuk perjalanan yang memerlukan transit yang cukup lama saya lebih suka menggunakan Emirates, karena hub mereka di terminal tiga, bandara internasional Dubai. Bandaranya sangat luas, banyak sekali pilihan tempat makan, cafe, tempat istirahat, toilet bahkan mandi, tempat berbelanja, dan tentu saja banyak tempat yang bisa digunakan sekedar untuk jalan-jalan menghabiskan waktu transit. Dengan demikian waktu transit akan terasa berlalu lebih cepat dan tidak melelahkan.

Dari tulisan saya ini tentunya anda sudah tahu maskapai pilihan saya, bagaimana dengan maskapai pilihan anda dari ketiga maskapai tersebut di atas?

Untuk perbandingan kelas bisnis dari ketiganya bisa dibaca di tulisan berikut

About WiD

Founder&Owner jogja geowisata (www.ygeotour.com) dan geodwipa teknika (www.geodwipa.com). Alumni Teknik Geologi UGM. Hobby: International Travel, Photography, Gourmet Cooking, Entrepreneurship, Blogging.
This entry was posted in Tips and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

35 Responses to Perbandingan Kenyamanan Naik Kelas Ekonomi Emirates, Qatar Airways, dan Etihad

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*