Suasana Transit di Dubai International Airport

Meneruskan tulisan saya sebelumnya tentang suasana transit di Doha International Airport, berikut akan saya tuliskan suasana transit di Dubai International Airport, terutama di Terminal 3 sebagai hub maskapai Emirates Airlines. Untuk suasana transit di Abu Dhabim bisa dibaca dalam tulisan suasana transit di Abu Dhabi International Airport. Berbeda dengan Qatar Airways, seluruh penumpang Emirates Airline baik yang tujuan terakhir turun di Dubai maupun yang transit di sana (baik untuk penumpang kelas ekonomi maupun bisnis), akan turun di terminal yang sama. Yang membedakan hanya pintu masuk ke terminal, apakah masuk melalui pintu yang bertuliskan Dubai Arrival, atau masuk ke pintu yang bertuliskan transfer.
 

Ketika kita naik Emirates Airlines kadang kala pesawat akan turun jauh dari pintu kedatangan dan kadang juga pesawat akan merapat di pintu kedatangan dengan menggunakan garbarata. Ketika pesawat parkir di area jauh dari pintu kedatangan, bus akan mengantar penumpang ke terminal kedatangan. Begitu tiba disana, jangan sampai salah masuk pintu. Ketika kita keluar dari bus, ada dua pintu memasuki terminal, sebelah kiri (dari arah kita keluar dari pintu bus) terdapat pintu dengan tulisan “Dubai Arrival” dan ketika kita menghadap ke kanan, ada pintu bertuliskan “Transfer”. Tentu saja ketika kita hanya transit di Dubai, kita harus masuk melalui pintu yang bertuliskan “Transfer” ini.

Begitu kita memasuki pintu transfer ini, selanjutnya yang perlu dilakukan adalah antri untuk custom clearance barang bawaan kita. Proses custom clearance barang bawaan di Dubai International Airport terbilang lumayan ketat. Selain tas bawaan yang harus masuk x-ray scanner, semua barang bawaan yang mengandung metal juga harus masuk ke x-ray scanner, seperti perhiasan, ikat pinggang, sepatu yang mengandung sol metal, dll. Kalau tidak, begitu kita melewati pintu detektor, alarm akan berbunyi dan petugas akan menyuruh kita untuk melakukan hal yang sama melewati pintu detektor kembali, dengan sebelumnya petugas menyuruh kita melepas semua barang yang kira-kira mengandung unsur metal tersebut.

Sekali lagi, sebaiknya sebelum mengantri di custom clearance ini, segala sesuatunya dipersiapkan terlebih dahulu, untuk mempermudah dan mempercepat proses custom clearance. Tiket dan passport disimpan saja di dalam tas, tidak usah dikeluarkan. Ikat pinggang, perhiasan, jam tangan dan barang lainnya dimasukkan juga ke dalam tas, nanti bisa dipakai kembali selepas melewati pintu detektor dan mesin x-ray selesai. Setelah proses custom clearance selesai, perhatikan petunjuk arah yang bertuliskan “All Departures Gates” dan ikuti petunjuk arah ini. Pintu kedatangan terletak di lantai satu. Sedangkan pintu keberangkatan terletak di lantai dua. Ketika kita mengikuti petunjuk arah tersebut, kita akan diarahkan ke semua pintu keberangkatan di lantai dua, untuk keberangkatan pesawat dengan tujuan manapun.

Begitu sampai di lantai dua atau terminal keberangkatan, hal yang pertama yang menurut saya penting dilakukan adalah mencari layar monitor yang bertuliskan “Departures – Flight Information” karena disana kita akan mengetahui pesawat lanjutan akan  diberangkatkan melalui gate nomer berapa dan jam berapa. Layar monitor ini terletak di beberapa titik dan mudah sekali ditemukan. Kemudian hal kedua yang perlu dilakukan adalah mengetahui direktori atau peta lantai dua ini sendiri. Perhatikan atau cari konter yang ada teks berjalan bertuliskan “Welcome to Dubai International” . Di sisi-sisi dinding konter ini akan ada layar atau monitor sentuh yang memuat direktori atau peta petunjuk yang berisi informasi dimana kita bisa menemukan toilet, tempat mandi, tempat makan, duty free dan tempat belanja, tempat hiburan, lounge, dll. Sepertinya memang Dubai airport ini didesain se-user friendly mungkin, bagaimana penumpang bisa dengan mudah menemukan atau mencari informasi yang diperlukan tanpa harus bersusah payah atau kebingungan dimana mereka harus bertanya. Apalagi Dubai International Airport ini luas sekali. Tanpa dilengkapi dengan sarana-sarana informasi seperti yang saya sebutkan diatas, saya tidak bisa membayangkan bagaimana kebingungan para penumpang menemukan informasi terkait dengan jadwal penerbangan, pintu keberangkatan, hiburan, tempat belanja dan makan, dan lain sebagainya. Dan jangan khawatir, ketika kita tidak bisa atau bingung mengoperasikan alat direktori di atas, kita bisa bertanya kepada petugas yang duduk di konter informasi. Mereka akan menjawab semua pertanyaan dengan ramah. Tentu saja petugas hanya melayani dalam bahasa Inggris. Kalau sangat terpaksa karena bahasa Inggris kita pas-pas-an, coba padukan dengan bahasa tarzan hehe. Yang penting petugas mengerti maksud dari pertanyaan kita tadi. Tapi gimana mereka bisa tahu ya kalau mereka tidak paham apa yang kita tanyakan haha. Pokoknya tidak usah khawatir tersesat di Dubai International Airport karena disana dilengkapi dengan segala bentuk sarana informasi yang sangat memadai.

Ketika kita berada di dalam Dubai International Airport, suasananya seperti kita sedang berada di dalam sebuah mal besar. Di kanan, kiri, dan tengah koridor banyak sekali ditemukan konter-konter yang menjual aneka barang mulai dari perhiasan, jam tangan, fashion, restoran, elektronik, sun glass, minuman, makanan, apotik, minimarket, parfum, kosmetik, apa saja ada disana. Suasana transit jadi tidak membosankan. Menunggu waktu transit terasa cepat berlalu, apalagi kalau diantara kita memang senang berbelanja. Dan barang-barang yang dijualpun bukan sembarangan barang, misalnya item fashion yang dijual di konter-konter disitu terdiri dari item-item yang branded. Tinggal kita sesuaikan saja uang saku yang ada di dompet hehe. Terus terang sama halnya seperti di Doha airport, saya tidak mempunyai data apakah harga-harga yang dijual di Dubai airport ini lebih mahal atau lebih murah dibandingkan dengan airport lainnya atau di toko di luar airport. Yang pasti hampir semua item bisa dengan mudah kita temukan di duty free terminal 3 Dubai airport. Jadi seandainya memang pada nantinya anda akan transit di Dubai, siap-siap saja bawa uang saku yang cukup, siapa tahu memang ada item atau barang yang mau dicari dan bisa didapatkan disini hihi. Kalau kita ingin mencari makanan atau minuman, pun begitu mudah. Dari makanan cepat saji, restoran yang menjual aneka sea food dan caviar, konter cafe ternama waralaba internasional, konter yogurt dan aneka jus, konter bakery ternama semuanya ada dan sangat mudah ditemukan di dalam airport. Atau mungkin kita ingin membeli cindera mata khas negara Timur  Tengah, barang-barang kerajinan, makanan seperti aneka olahan dari kurma,  kaos bertulis “Dubai” ada juga.  Jadi penumpang benar-benar dimanjakan dengan suasana interior terminal keberangkatan yang benar-benar mencegah mereka untuk cepat dan mudah merasa bosan, namun menjaga mereka tetap senang sambil menunggu menghabiskan waktu transit dan tentu saja tidak mereka sadari menghabiskan uang untuk dibelanjakan di duty free di sini. Sebuah konsep yang dibuat dengan perencanaan sangat matang, perpaduan sebuah bandara internasional dengan tempat belanja modern. Salut, dan semoga bandara internasional Soekarno Hatta yang baru, yang akan mulai dioperasikan tahun 2014 mendatang, bisa mengikuti jejak Dubai International Airport. Semoga..

Seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya, Dubai Airport ini sangat luas. Ada lima terminal  keberangkatan, yaitu A, B, C, D dan F. Untuk kali ini saya hanya bisa menyusuri Gate B dan C saja karena terbatasnya waktu transit saya. Semoga lain waktu saya bisa menyusuri dan menuliskan cerita sampai di Gate A, D dan F. Apa yang saya tuliskan lebih banyak tentang suasana di Gate B. Ada beberapa pintu keberangkatan di Gate B ini. Semisal karena saking asyiknya kita jalan-jalan dan tanpa disadari kita berada di suatu lokasi di dekat B21, dan ternyata pesawat lanjutan akan diberangkatkan dari B2, kita dengan mudah bisa memperkirakan berapa lama waktu yang dibutuhkan ketika kita berjalan dari B21 menuju ke B2 dengan melihat diagram Time Planner.

Atau semisal kita kehabisan uang tunai dan membutuhkan beberapa lembar uang dollar, euro, atau pound, ada beberapa ATM dari sebuah bank yang bisa kita temukan. Namun hati-hati, terutama ketika anda transit di Dubai dan mau pulang balik ke Jakarta dan kemudian mengambil uang tunai berbentuk lembaran US dollar dari ATM ini, karena uang kertas US dollar yang dikeluarkan akan berupa pecahan kertas 50 USD dan kadang-kadang lembaran kertasnya tidak selalu mulus, beberapa diantaranya ada yang lecek. Tahu sendiri kan bagaimana bank-bank di tanah air memperlakukan uang kertas USD hehe. Nah jalan satu-satunya ketika anda sudah terlanjur menarik uang USD dari ATM ini, anda harus menghabiskan untuk belanja di Dubai duty free dari pada anda membawa pecahan uang kertas 50an USD tadi ke tanah air, dan anda tukarkan di salah satu bank nasional di tanah air. Nilainya akan merosot. Saya mempunyai pengalaman sendiri bagaimana kecewanya saya karena terlanjut menarik uang USD dari salah satu ATM yang ada di Dubai airport. Cerita lengkapnya bisa dibaca disini Bijak Menarik Tunai USD Melalui ATM.

Di Gate B sendiri terbagi menjadi dua area, pertama area duty free yaitu area dimana banyak kita temukan tempat untuk berbelanja segala  macam keperluan dan kedua area keberangkatan. Kedua area ini letaknya sejajar, dibatasi sebuah sekat dimana sekat ini adalah konter-konter duty free itu sendiri. Di gate atau pintu keberangkatan akan dipasang tujuan pesawat dan tanda B yang diikuti dengan nomor pintu, misalnya B25, artinya pintu keberangkatan ada di terminal B, gate nomer 25. Di masing-masing pintu keberangkatan akan disediakan kursi-kursi tempat menunggu penumpang. Ketika gate sudah dibuka, penumpang bisa mulai melakukan proses check-in. Ruang tempat menunggu penumpang setelah proses check-in sampai waktu boarding tiba adalah di lantai satu. Jadi ketika proses check-in selesai, penumpang akan diarahkan menuju ke lantai satu melalui ekskalator. Jadi ketika kita transit dan jalan-jalan di Dubai duty free, kita berada di lantai dua dari Dubai airport. Dan ketika kita selesai check-in dan menunggu waktu boarding tiba, kita akan berada di lantai satu Dubai airport.

Di antara terminal B dan C ada sebuah taman yang cukup memberikan pemadangan berbeda, sejuk dan hijau. Ada beberapa tanaman asli dan air terjun artificial serta kolam mini buatan. Ketika kaki sudah capek melangkah menyusuri luasnya Dubai duty free, kita bisa berhenti sejenak di taman ini sekedar menikmati pemandangan hijau dan suara gemericik air. Cukup bisa memberikan kesegaran dan suasan lain. Apabila kita terus melangkah menjauh dari taman, kita akan menuju ke terminal C. Terminal ini terletak di lantai satu. Begitu kita menginjak ke terminal C, pemandangan pertama di hadapan kita yang sangat mencolok adalah koridor atau dinding yang berwarna biru dihiasi dengan photo-photo mengenai sejarah perkembangan Emirates Airlines dan pembangunan Dubai airport. Kalau anda tertarik ingin mengetahui sejarah perkembangan Emirates dan Dubai airport, anda bisa membacanya dari ujung ke ujung. Lumayan informatif memberikan informasi kepada penumpang dan sekaligus secara tidak langsung sebagai sarana promosi yang efektif mengenai Dubai dan sejarahnya kepada para penumpang yang datang dari seluruh penjuru dunia. Sekali lagi saya kagum dengan arsitek yang merancang Dubai International Airport ini. Perpaduan bandara, tempat belanja dan sekaligus paparan sejarah. Tidak sedikit para penumpang menyempatkan diri untuk mampir dan membaca cerita dan mengamati photo yang terpampang di dinding berwarna biru ini. Penumpang bisa membaca sejarah dari tahun ke tahun perkembangan Emirates Airlines dan Dubai International airport.

Suasana di terminal C agak sedikit berbeda dengan suasana di terminal B. Ketika kita bisa menjumpai banyak konter duty free di terminal B, tidak demikian dengan suasana di terminal C. Di kanan dan kiri lebih banyak dijumpai pintu-pintu atau gate keberangkatan. Hanya beberapa di temukan konter restoran, cafe, apotik di sela-sela pintu keberangkatan tersebut. Ketika kita ingin datang ke duty free di terminal C ini, kita harus jalan sampai ke ujung terminal C kira-kira berdekatan dengan gate C18. Di bawah gate C18 akan terlihat duty free yang terletak di ground floor dari terminal C ini. Duty free-nya pun tidak selengkap yang ada di terminal B, walaupun tentu saja saya yakin apa yang ada di duty free terminal C sudah cukup lengkap untuk memenuhi keinginan anda berbelanja. Hal yang perlu diperhatikan ketika kita ingin berjalan-jalan menyusuri seluruh isi terminal adalah selalu ingat kapan atau jam berapa pesawat lanjutan kita akan diberangkatkan dan melalui gate atau pintu keberangkatan nomer berapa. Misalnya tujuan pesawat lanjutan kita adalah EK356 dengan tujuan ke Jakarta dan akan diberangkatkan melalui gate B25. Ketika kita jalan-jalan sampai ke C18, kita harus bisa memperkirakan berapa lama waktu yang dibutuhkan dari gate C18 untuk kembali lagi menuju ke gate B25, jangan sampai tidak cukup waktu untuk menuju ke pintu keberangkatan pesawat kita tersebut. Di terminal C pun ada monitor yang menampilkan informasi keberangkatan pesawat, pada jam dan melalui gate nomer berapa. Dengan demikian sebaiknya sebelum menyusuri semua lokasi di Dubai International Airport ini, benar-benar diingat jam keberangkatan pesawat lanjutan kita mengingat begitu luasnya bandara Dubai. Nanti kalau keasyikan jalan melihat-lihat bandara Dubai tapi pada akhirnya kita ketinggalan pesawat, kan jadinya ga asyik lagi hehe.

Seandainya pesawat lanjutan anda akan diberangkatkan melalui terminal A, D atau F dan ketika anda turun001 pertama kali di bandara Dubai anda berada di terminal B, maka untuk menuju terminal A, D, F perhatikan arah petunjuk. Dari terminal B harus menggunakan kereta untuk menuju ke terminal A, D dan F. Pertama kali yang perlu anda lakukan adalah mencari lift yang mengantarkan anda ke tempat menunggu kereta yang akan menuju ketiga terminal tersebut. Gampang sekali, karena akan ada papan penunjuknya dan ikuti saja arahnya. Kemudian setelah 003sampai tunggu saja sampai kereta datang. Kereta akan menempuh tidak lebih dari 10 menit menuju ke terminal A, D dan F. Sesampainya di kedatangan ketiga terminal tersebut dan sesaat anda keluar dari kereta, perhatikan petunjuk arah dan akan lebih mudah kalau anda menggunakan lift untuk mengantarkan anda menuju ruang tunggu terminal A, D dan F. Begitu sampai di ketiga terminal tersebut, anda akan menikmati suasana yang sama persis dengan terminal B dan C, bersih, luas, dan anda akan dimanjakan dengan banyaknya pilihan untuk berbelanja, makan, atau sekedar cuci mata dan melihat-lihat saja.

Demikian tulisan saya mengenai suasana transit di Dubai International Airport. Semoga bermanfaat terutama bagi anda yang belum pernah transit disana dan mungkin baru pertama kali akan transit di Dubai.

About WiD

Founder&Owner jogja geowisata (www.ygeotour.com). Alumni Teknik Geologi UGM, sekarang masih bekerja di Schlumberger (www.slb.com), sekaligus menekuni sebagai Personal Blogger. Hobby: International Travel, Photography, Gourmet Cooking, Entrepreneurship, Blogging
This entry was posted in Cerita-Cerita and tagged , , , . Bookmark the permalink.

10 Responses to Suasana Transit di Dubai International Airport

  1. dee says:

    Terimakasih informasinya… sangat membantu sekali…, kebetulan bulan depan akan transit di Bandara Dubai sebelum melanjutkan perjalanan menuju Jeddah.

    :)

  2. Induszka iNdaH says:

    terima kasih pak Wid infonya,bermanfaat sekali..saya jadi bisa memprediksikan hal-hal apa saja yang bisa saya lakukan nanti ketika disana,karena kebetulan bulan April nanti saya akan transit di Dubai cukup lama sebelum melanjutkan perjalanan menuju Schiphol International Airport, Amsterdam :)

    • WiD says:

      sama-sama Mbak…wahh enak donk liburan ke Amsterdam ya? pakai Emirates ya Mbak? karena Garuda yang tujuan Amsterdam, transitnya dipindah ke Abu Dhabi, sejak Garuda ada kerja sama (codeshare) dengan Etihad.

  3. Wirya says:

    thank you infonya, kebetulan saya jg akan bepergian dan transit di dubai.
    mau tanya mata uang apa saja yang diterima di toko2 makanan? (selain USD & AED)
    thank you

    • WiD says:

      Pak Wirya, mata uang negara2 teluk diterima semua..plus tentu saja mata uang utama dunia (Euro, GBP). Akan lebih fleksibel seandainya bawa mata uang USD, Euro ato GBP. Salam

  4. Sudradjat Dai says:

    Hari apa dan jam berapa waktu kapal anda mendarat di Dubai dan berapa lama connecting timenya?Apakah betul pendapat beberapa pengeritik bahwa di Bandara Dubai kurang tempat duduk dan kurang WC? Terima kasih

    • WiD says:

      Pak Drajat, Emirates Jakarta – Dubai sehari 3x, keberangkatan jam 7:25am, 17:55 dan 00:40. Pengeritiknya sepertinya tidak bisa membedakan dia sedang transit dimana, mungkin mereka ngira sedang transit di Dubai ternyata transit di bandara lainnya. Dubai bandaranya sangat besar dan bersih..

  5. nurshasha says:

    Terima kasih atas informasi yang sangat berguna.cuma saya musykil sama ada kite perlu mengambil luggage kita semasa transit di dubai international airport.maksud saya sebelum meneruskan flight yang seterusnya.

    • WiD says:

      Sama-sama terima kasih kembali. Kalau kita hanya transit, kita tidak perlu mengambil bagasi/luggage di Dubai international airport. Bagasi akan langsung dibawa oleh connecting flight kita selanjutnya. For example you fly from UK to KL and transit in Dubai using Emirates. During your checkin process in UK, the Emirates counter checkin staf in UK already registered your luggages and assigned them to your connecting flight from Dubai to KL. So, you will claim your luggages/baggages directly @KLIA.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>