Di-posting-an sebelumnya, saya menulis perbandingan kenyamanan naik kelas ekonomi dari tiga maskapai papan atas. Untuk posting-an kali ini saya akan coba membandingkan kenyamanan naik di kelas bisnis dari tiga maskapai yang sama yaitu Emirates, Etihad, dan Qatar Airways. Asumsi titik keberangkatan adalah dari masing-masing HUB ketiga maskapai tersebut, dengan tujuan akhir Jakarta. Ada 4 kriteria yang akan saya gunakan untuk membandingkan ketiganya, yaitu fasilitas lounge, layout kabin kelas bisnis, hiburan di atas pesawat, refreshment dan cindera mata. Sekali lagi perlu saya sampaikan, tulisan ini adalah pendapat saya pribadi. Saya sudah menuliskan di blog ini kisah tentang suasana duduk di kelas bisnis Qatar Airways dan suasana duduk di kelas bisnis Emirates
- Fasilitas Lounge selama transit. Kalau kita memegang tiket kelas bisnis, secara otomatis salah satu fasilitas yang kita terima adalah lounge untuk kelas bisnis. Hub untuk Etihad adalah di Abu Dhabi. Lounge kelas bisnis Etihad berdampingan dengan lounge pemegang tiket kelas pertama (first class) Etihad, tentu saja ruangannya dibedakan. Makanan dan minuman yang disajikan cukup beragam, ada WiFi connection. Sayangnya ruangan lounge kelas bisnis tidak begitu luas, kadang kala ketika banyak penumpang yang transit, susah sekali untuk mencari kursi yang kosong. Tidak ada fasilitas untuk mandi yang memadai. Hub untuk Qatar Airways adalah di Doha. Lounge kelas bisnisnya tidak begitu luas juga, pilihan makanan dan minuman tidak selengkap lounge kelas bisnis Etihad di Abu Dhabi, ada WiFi connection. Fasilitas kamar mandi standar dan tidak ada fasilitas untuk mandi yang memadai. Hub untuk Emirates adalah di Dubai. Ada dua lounge kelas bisnis, yaitu di dekat Gate 102 dan di dekat Gate 212, terserah penumpang mau memilih yang mana. Lounge luas, dilengkapi dengan kursi pijat, petugas ticketing, ruang internet dengan lebih dari 10 komputer, WiFi connection, banyak ragam minuman dan makanan, sofa empuk, kamar mandi bagus, dan ada fasilitas untuk mandi yang memadai. Setiap penumpang yang ingin mandi untuk menyegarkan diri dengan gampang tinggal bilang ke petugas, nanti handuk, sikat/odol akan disediakan. Shampoo dan sabun cair sudah terpasang di kamar mandi. Kamar mandi untuk mandi dipisahkan dengan kamar mandi untuk buar air kecil/besar dan tentu saja kamar mandi cowok dipisahkan dari kamar mandi cewek.
- Layout/tata letak Kabin Kelas Bisnis. Ketika naik kelas bisnis Etihad, kesan pertama yang muncul, layoutnya sangat memperhatikan privasi penumpang. Tata letak dibuat 2-4-2. Di gang sebelah kiri dan kanan berjajar dua kursi-dua kursi, namun antar kursi yang letaknya sebaris (misal 1A dan 1B), layoutnya tidak dibuat sejajar, melainkan posisi kursinya dibuat agak depan (misal 1A) dan belakang (misal 1B). Demikian seterusnya kursi-kursi di deretan belakang dan depannya. Jadi seandainya anda naik kelas bisnis Etihad bersama teman anda dan kebetulan duduk di kursi 1A dan 1B, anda tidak dapat dengan mudah dan akrab untuk mengobrol dengan teman anda tersebut. Sedangkan kursi di deretan tengah ada 4 kursi dengan dua kursi di tengah diletakkan sejajar, sedangkan kursi yang letaknya di dekat gang sebelah kiri dan kanan letaknya agak kebelakang dari dua kursi yang tengah tersebut. Misalnya anda bersama keluarga memegang tiket kelas bisnis dengan nomer 1-CDEF, maka penumpang yang memegang tiket 1D dan 1E akan bisa saling ngobrol, tetapi penumpang dengan tiket 1C dan 1F tidak bisa saling ngobrol satu sama lain maupun dengan penumpang 1D dan 1E. Sandaran kursi bisa disetel dengan berbagai macam pilihan posisi sampai dengan 180 derajat. Kursi dilengkapi dengan massage chair dan tentu saja selimut yang tebal dan bantal yang empuk. Sedangkan layout kelas bisnis untuk Qatar Airways dan Emirates adalah hampir sama, dengan posisi 2-3-2 dan letak antar kursi yang sebaris adalah sejajar. Dengan demikian anda akan bebas ngobrol dengan teman yang ada di samping anda. Sama halnya dengan Etihad, posisi kursi bisa diatur dengan berbagai macam posisi sampai dengan 180 derajat, dilengkapi dengan tombol untuk mengaktifkan massage dengan berbagai macam pilihan dan intensitas pijatan, selimut tebal dan bantal yang empuk.
- Hiburan di atas kabin (in flight entertainment) untuk ketiganya hampir sama. Monitor TV yang cukup lebar di depan kursi masing-masing bisa memanjakan diri kita menonton berbagai macam ragam pilihan hiburan baik dengan touch screen atau bisa juga dipilih dengan menggunakan remote control yang ada di samping kursi. Yang membedakan hanya satu yaitu hanya Emirates yang memungkinkan penumpang untuk menghidupkan HP untuk melakukan panggilan atau mengirimkan SMS selama terbang.
- Refreshment dan cindera mata. Layaknya di kelas bisnis, tentu saja makanan dan minuman yang diterima oleh penumpang akan berbeda dengan yang diterima di kelas ekonomi, baik ragam, rasa, maupun cara penyajiannya. Ketiganya menyajikan pilihan refreshment yang sama enak dan berkelasnya. Hal yang sedikit membedakan mungkin cindera mata yang diberikan. Emirates biasanya akan memberikan satu dompet kain berisi parfum, handbody yang berukuran kecil, tissue dan sisir. Sedangkan Etihad selain memberikan dompet kain berisi hal seperti yang disebut di atas, saya juga pernah mendapatkan satu dompet kulit khusus untuk menyimpan passport, boarding pass, kartu kredit, ATM, uang, dan lain-lain. Sedangkan Qatar Airways akan memberikan dompet berisi parfum, dll dan satu stel piyama yang dibungkus dalam kemasan yang rapi dengan berbagai macam ukuran dari S sampai XL. Piyama ini bisa dipakai selama penerbangan, atau bisa juga dibawa pulang.
Silahkan anda memilih sendiri di kelas bisnis dari maskapai apa yang akan anda pilih berdasarkan tulisan saya di atas. Pengalaman saya pribadi adalah saya hampir tidak pernah membeli tiket kelas bisnis, karena beberapa kali (malah bisa dikatakan sering) saya naik kelas bisnis ketiga maskapai ini dari upgrade kelas ekonomi ke kelas bisnis secara gratis, karena saya adalah frequent flyer member dari ketiga maskapai tersebut diatas. Terakhir saya naik kelas bisnis gratis tepat pada tanggal 1 Januari 2012 kemaren, bersama maskapai Emirates.