Suasana Duduk di Kelas Bisnis Qatar Airways

Beberapa saat lalu saya menuliskan pengalaman suasana duduk di kelas ekonomi Emirates, dan kali ini saya akan mencoba menuliskan pengalaman saya bagaimana suasana duduk di kelas bisnis Qatar Airways. Sekali lagi apa yang akan saya tuliskan ini tidak bermaksud mengajari apalagi menyombongkan diri. Apa yang saya tuliskan semata berbagi pengalaman, yang semoga memberikan informasi bermanfaat terutama bagi anda yang akan bepergian dan baru pertama kali terbang menggunakan maskapai seperti yang saya ceritakan nantinya.

Dan mohon maaf kalau nanti ada diantara anda sekalian tertarik ingin membuka image atau photo yang saya sertakan ditulisan ini akan mendapatkan kualitas gambar yang kurang bagus, karena saya memotretnya dalam kondisi ruangan/kabin yang relatif kurang cahaya dan hanya menggunakan kamera BlackBerry butut..seperti biasa hehe.

Long weekend di akhir bulan Maret kemaren, saya menyempatkan diri untuk pulang ke Indonesia karena adanya satu urusan penting. Kali ini saya menggunakan maskapai Qatar Airways. Saya berangkat tanggal 28 Maret petang menuju Indonesia. Sebenarnya saya membeli tiket kelas ekonomi pulang-pergi. Namun pada saat saya transit dan terbang dari Doha menuju Jakarta menggunakan Qatar Airways QR672, tiket kelas ekonomi saya di-upgrade ke kelas bisnis..Alhamdulillah gratis. Saya pernah menuliskan pengalaman beberapa kali mendapatkan atau naik kelas bisnis secara gratisan.

kursiPada Jumat dini hari jam 2.30 pagi waktu Doha kemaren, pada saat itu maskapai QR672 terbang dengan menggunakan pesawat seri Airbus 330-300. Untuk kelas ekonominya letak kursinya 2-4-2, 2 deret kursi di kanan, 4 deret kursi di tengah, dan 2 deret kursi di kiri. Sedangkan susunan kursi di kelas bisnisnya adalah 2-2-2, masing-masing 2 deret kursi di kanan, tengah, dan kiri. Kursi bisa diatur sedemikian rupa antara lain posisi kursi dalam kondisi pesawat akan terbang dan mendarat, pada saatkursi2 penumpang akan menikmati makan, posisi ketika penumpang akan tidur bisa direbahkan hampir 180 derajat, dan posisi yang diatur sesuai dengan kehendak penumpang. Tombol pengatur kursi ada di salah satu tangan kursi. Di tombol tersebut juga ada tombol untuk mengaktifkan mesin pemijat yang ada di kursi masing-masing penumpang. Pada intinya, penumpang kelas bisnis mendapatkan kenyamanan dan keleluasaan mengatur posisi kursi sesuai dengan yang mereka inginkan. Jarak antar welkom drinkkursi di depannya sangat-sangat lega, yang memungkinkan kursi direbahkan dalam posisi tidur hampir 180 derajat tanpa takut mengganggu penumpang di depannya. Perlu diketahui pemisah atau sekat antar kursi kanan dan kiri berupa tangan kursi yang cukup lebar, dimana tangan kursi yang berfungsi sebagai penyekat ini bisa untuk menaruh nampan welcome drink, nampan makan dan remote control layar tv. Dengan demikian tidak perlu khawatir kalau pada saat kita ingin istirahat dan kursi direbahkan akan mengganggu penumpang di sampingIMG-20130330-00273 kiri, kanan, belakang atau depan kita. Malah kalau kita mau, kita masih bisa berbincang-bincang berkenalan atau ngobrol apa saja selama dalam perjalanan dengan teman duduk di samping kita.

Begitu kita duduk di kursi kelas bisnis, biasanya pramugari akan menghampiri dan menawarkan welcome drink. Terserah kita mau memesan apa, minuman non alkohol atau minuman beralkohol. Tentu saja saya memesan minuman non alkohol saja :). Selain welcome drink, pramugari juga memberikan goodies berupa satu stel piyama bertuliskan Qatar Airways dan satu tas kecil merk Salvatore Ferragamo berisi parfum berukuran kecil (traveler perfume), lip bum dan hand body semua merk Salvatore Ferragamo juga. Satu hal lagi, selama di dalam pesawat kita boleh menghidupkan handphone kita. Pramugari akan mengumumkan kapan saatnya kita boleh menyalakan handphone sesaat sesudah terbang, dan  kapan kita harus mematikan handphone sesaat sebelum mendarat. Ketentuan ini berlaku baik di kelas bisnis maupun kelas ekonomi.

layarDi depan kita ada monitor TV kurang lebih berukuran 17 inch. Kita bisa melihat berbagai macam hiburan sesuai selera kita masing-masing. Di sana akan ada beberapa channel hiburan yang bisa kita pilih. Channel hiburannya tidak dibedakan antara kelas ekonomi dan kelas bisnis. Artinya, apa yang ditawarkan disana sama. Program acara baik film, musik, berita, dokumenter adalah sama di kelas ekonomi dan bisnis. Namun begitu bukan berarti channel hiburan ini dikontrol melalui master control yang mana seisi pesawat akan melihat acara yang sama persis antara penumpang satu dengan yang lainnya. Masing-masing penumpang bisa memilih acara pilihan kesukaan mereka masing-masing. Khusus untuk saya, hampir semua film-film Hollywood rilis baru, biasanya saya nonton pertama kali bukan dari bioskop, melainkan justru saya melihat pertama kali dari pesawat terbang. Salah satu film yang saya lihat kemaren adalah Sky Fall…film lama yak hehe..waktu itu saya belum nonton di bioskop.

makan4Sesaat sebelum terbang, beberapa pramugari akan berkeliling ke semua penumpang kelas bisnis. Selain menawarkan welcome drink, mereka juga menanyakan kepada penumpang kira-kira apakah tertarik menikmati menu makanan sesaat pesawat tinggal landas atau tidak. Kalau tertarik kita tinggal bilang kepada pramugari menu makanan dan minuman apa yang akan kita pesan. Daftar menu makanan ada di buku menu yang diselipkan di kursi kita masing-masing di bawah monitor TV. Jangan lupa, semua gratis. Menu makanan yang tersedia di kelas bisnis lebih banyak vareasinya dibandingkan menu yang disajikan di kelas ekonomi. Di kelas ekonomi biasanya ada 2 menu yang ditawarkan. Dan tentu saja menu yang disajikan di kelas ekonomi tidak sama dengan menu yang disajikan di kelas bisnis. Sesaat pesawat tinggal landas, pada saat itu saya memesan smoked turkey, semacam sandwich yang diisi ayam kalkun, ada keju, disajikan dengan irisan kentang dan salad seperti nampak dalam gambar di atas. Sebenarnya saya masih bisa memesan tambahan menu makanan yang lainnya, apa daya mata ngantuk dan keburu pengen tidur hehehe…

makan2Kurang lebih 2 jam sebelum mendarat, pramugari kembali akan berkeliling mendatangi tempat duduk penumpang untuk menawarkan sarapan. Seandainya pramugari melihat penumpang masih tertidur, mereka tidak akan membangunkannya. Mereka akan kembali mendatangi dan menawarkan makanan setelah melihat penumpang yang bersangkutan sudah terbangun. Ini berbeda dengan suasana di kelas ekonomi. Kalau kita makan1tidak menempelkan stiker bertuliskan “Don’t Disturb” pramugari akan tetap membangunkan kita untuk menawarkan menu sarapan. Menu sarapan yang ditawarkan kue-kue bersama selai dan margarin ditambah dengan menu-menu yang kita pesan. Sebenarnya setelah menu roti seperti nampak dalam gambar diatas, menu selanjutnya yang saya pesan dan santap adalah salad tuna, sayang karena keasyikan makan, saya lupa mengambil makan3gambarnya. Baru teringat setelah salad-nya habis hihihi. Setelah salad, baru kemudian datang menu utama. Saya lupa namanya apa, menu disajikan dengan bayam, sosis, kentang lembut (kayak perkedel deh haha), jamur, telur goreng berisi irisan tomat dan ayam dan kue bolu. Kita bisa memesan minuman apapun yang ada di daftar menu sesuai selera kita dan kapan pun kita mau selama dalam perjalanan. Menu terakhir/penutup yang saya pesan adalah irisan buah. Berbagai macam buah yang ada disajikan, dari buah yang saya tahu namanya, sampai buah yang saya tidak tahu namanya. Akhirnya pesawat QR672 yang membawa saya dari Doha mendarat kurang lebih jam 15.30 WIB di bandara Soekarno Hatta. Saya bisa istirahat lumayan nyaman selama dalam perjalanan kurang lebih 8 jam. Dan saya bisa melanjutkan penerbangan lanjutan ke Jogja dengan badan yang tidak terlalu capek :).

Semoga tulisan saya diatas bisa memberikan informasi bermanfaat kepada anda semuanya, terutama bagi anda yang akan naik kelas bisnis Qatar Airways untuk pertama kalinya.

About WiD

Founder&Owner jogja geowisata (www.ygeotour.com) dan geodwipa teknika (www.geodwipa.com). Alumni Teknik Geologi UGM. Hobby: International Travel, Photography, Gourmet Cooking, Entrepreneurship, Blogging.
This entry was posted in Cerita-Cerita and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*