Cara Pelaporan SPT Secara Online Bagi TKI yang Sudah Mempunyai NPWP Pribadi

Bulan Maret sudah tiba, dan biasanya bagi wajib pajak pribadi baik itu karyawan maupun non karyawan yang sudah mempunyai NPWP (nomor pokok wajib pajak), disibukkan dengan pelaporan SPT pribadi ke kantor pajak, tidak terkecuali diantaranya adalah orang Indonesia yang bekerja di luar negeri yang kebetulan juga sudah mempunyai NPWP. Biasanya formulir yang digunakan untuk melaporkan pajak penghasilan pribadi ini adalah formulir SPT1770S.

Terlepas dari perdebatan apakah setiap warga negara Indonesia baik yang ada di dalam maupun di luar negeri wajib memiliki NPWP  atau tidak dan perlu lapor SPT setiap tahun atau tidak, namun pada kenyataannya setiap orang yang sudah mempunyai NPWP, tak terkecuali yang kemudian bekerja di luar negeri, tetap harus melaporkan pajak penghasilan pribadinya tersebut ke kantor pajak. Misalnya anda, sebelum bekerja di luar negeri, anda pernah bekerja di sebuah perusahaan di dalam negeri dan ketika itu anda sudah mempunyai NPWP dan rutin melaporkan SPT tahunan ke kantor pajak. Setahun kemudian anda bekerja di luar negeri. Apakah kemudian anda terbebas dari kewajiban melaporkan SPT anda setelah anda berada di luar negeri? Jawabannya tidak, karena tetap saja kantor pajak akan mengirimkan surat pemberitahuan untuk melaporkan SPT pribadi anda tersebut, yang dikirimkan ke alamat terakhir anda seperti yang terdaftar di NPWP, meskipun anda sekarang bekerja di luar negeri.

Dalam Pasal 2 ayat 1 UU No 28 Tahun 2007 tentang Perubahan Ketiga atas Undang-undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan menyebutkan bahwa Setiap Wajib Pajak yang telah memenuhi persyaratan subjektif dan objektif sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan wajib mendaftarkan diri pada kantor Direktorat Jenderal Pajak yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal atau tempat kedudukan Wajib Pajak dan kepadanya diberikan Nomor Pokok Wajib Pajak. Selangkapnya bisa dibaca disini http://www.pajak.go.id/dmdocuments/UU-28-2007.pdf.

Akan tetapi Dirjen Perpajakan akhirnya mengeluarkan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER – 2/PJ/2009 Tentang Perlakuan Pajak Penghasilan Bagi Pekerja Indonesia Di Luar Negeri yang menegaskan bahwa WNI yang bekerja di Luar Negeri lebih dari 183 hari diperlakukan Wajib Pajak Luar Negeri. Selengkapnya bisa dibaca disini http://www.pajak.go.id/dmdocuments/PER-02-2009.pdf

Pemahaman saya sebagai orang awam ketika membaca kedua aturan tersebut diatas adalah bagi setiap warga negara Indonesia yang bekerja di luar negeri lebih dari 183 hari tidak akan diperlakukan sebagai wajib pajak dalam negeri. Kalaupun tetap harus melaporkan SPT tahunan, nanti yang dilaporkan adalah Nihil. Jadi kesimpulannya adalah tidak ada salahnya anda mempunyai NPWP dan rutin melakukan pelaporan SPT tahunan, walaupun kemudian atau sekarang ini anda sedang bekerja di luar negeri. Apalagi ada sanksi-nya loh bagi wajib pajak yang alpa atau sengaja tidak melaporkan SPT tahunannya. Seperti saya kutip dari media online Kompas.com, sanksinya bervareasi dari denda Rp 100 rb sampai pidana 3 bulan kurungan. Selengkapnya bisa dibaca disini Sanksi jika Telat Lapor SPT Tahunan.

Ditambah lagi sekarang ini untuk segala macam transaksi keuangan di Indonesia contohnya seperti ketika anda ingin mengajukan segala macam kredit di bank, membeli rumah dengan cara KPR, membeli mobil dengan pembiayaan KPM dari bank, mendirikan badan usaha (PT, CV dan sebagainya) dan lain sebagainya salah satu syaratnya adalah diwajibkan mencantumkan NPWP anda. Yang perlu anda pertimbangkan adalah apakah ketika anda sudah berada di luar negeri kemudian memutuskan untuk sama sekali tidak akan melakukan segala macam kegiatan bisnis dan atau transaksi keuangan di dalam negeri? Apakah anda suatu ketika tidak ingin membeli rumah, mobil atau membuka usaha di dalam negeri? kalau masih tergantung dengan segala macam hal transaksi keuangan atau rencana bisnis di dalam negeri, memang sebaiknya, mau tidak mau anda harus mempunyai NPWP pribadi.

Dulu banyak orang berkeluh kesah ketika terlanjur sudah mempunyai NPWP, apalagi bagi orang yang kemudian bekerja di luar negeri, karena membayangkan betapa ribet dan repotnya harus melaporkan pajak penghasilan setiap tahunnya. Apalagi dulu ketika melapor SPT tahunan tersebut kita harus datang ke kantor pajak.

Tetapi segala macam keribetan itu hanya terjadi duluuuu…Sekarang Dirjen Pajak sudah membuat terobosan yang sangat memudahkan wajib pajak melaporkan SPT tahunan tanpa harus datang ke kantor pajak, yaitu dengan cara pelaporan SPT secara online yang sangat mudah, praktis dan interface aplikasinya yang sangat user friendly. Tetapi anda baru bisa melaporkan SPT secara online, hanya bila anda sudah mempunyai e-fin. Jadi untuk bisa melaporkan SPT secara online, yang perlu anda lakukan pertama kali adalah mempunyai e-fin. Saya pernah menuliskan di blog ini cara mendapatkan e-fin. Selengkapnya bisa dibaca disini cara mendapatkan e-filling.

Berikut langkah-langkah sederhana cara pelaporan SPT tahunan melalui aplikasi e-filling dari Dirjen Pajak khususnya bagi anda yang bekerja di luar negeri. Langkah-langkah yang akan saya tulis dan sebutkan berikut di bawah mungkin tidak cocok untuk pelaporan SPT tahunan bagi anda yang bekerja di dalam negeri, karena semua angka di dalam langkah ini dibuat nihil atau nol. Ingat seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya, Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER – 2/PJ/2009 Tentang Perlakuan Pajak Penghasilan Bagi Pekerja Indonesia Di Luar Negeri yang menegaskan bahwa WNI yang bekerja di Luar Negeri lebih dari 183 hari diperlakukan Wajib Pajak Luar Negeri, artinya tidak diperlakukan sama seperti wajib pajak dalam negeri.

Langkah-langkahnya pelaporan SPT online melalu e-filing adalah sebagai berikut:

  • Langkah pertama masuk ke website Dirjen Pajak yang beralamat di http://pajak.go.id.
  • Kemudian lihat di sebelah kanan atas ada beberapa link aplikasi salah satunya e-Filling

efiling0

 

 

 

  • Klik aplikasi e-Filling, akan mendapatkan halaman seperti di bawah ini. Isikan no NPWP dan kata sandi anda kemudian klik tombol login

efiling1

 

 

 

 

 

 

 

  • Ketika anda sudah login, maka akan mendapatkan halaman seperti di bawah ini, kemudian klik menu “Buat SPT”

efiling2

 

 

  • Setelah itu anda akan mendapatkan halaman seperti di bawah ini. Pilih menu Isi SPT

efiling3

 

  • Dari menu Isi SPT kemudian pilih menu “1770 S Formulir”, anda akan mendapatkan halaman seperti di bawah ini. Selanjutnya dari menu formulir ini nanti yang akan kita gunakan untuk pembahasan lebih lanjut.

isispt1770sformulir

 

  • Isikan informasi yang disebutkan pada menu no 1 “Identitas”. Setelah lengkap klik tombol “Lanjut”.
  • Isikan informasi yang disebutkan pada menu no 2 “Lampiran II”. Catatan: semua angka ditulis 0 (nol) seperti di bawah ini. Setelah lengkap dan semua informasi diisikan kemudian klik tombol “Lanjut”.

SPTLAMPIRAN2

 

  • Isikan informasi yang disebutkan pada menu no 3 “Lampiran I”. Catatan: semua angka ditulis 0 (nol) seperti di bawah ini. Setelah lengkap dan semua informasi diisikan kemudian klik tombol “Lanjut”.

SPTLAMPIRAN3

 

  • Isikan informasi yang disebutkan pada menu no 4 “Induk”. Catatan: semua angka ditulis 0 (nol) seperti di bawah ini. Setelah lengkap dan semua informasi diisikan kemudian klik tombol “Lanjut”.

SPTLAMPIRAN4

  • Setelah Menu 1 sampai dengan 4 diisi dengan lengkap, langkah terakhir adalah mengirimkan SPT tersebut. Sekali lagi pastikan semua informasi yang ditanyakan pada menu 1 sampai dengan 4 diisi dengan lengkap dan jangan ada yang terlewatkan. Karena kalau ada yang terlewatkan anda tidak akan bisa melanjutkan ke menu 5. Klik Tombol “Lanjut” maka anda akan berada di menu 5 “Kirim” seperti halaman di bawah ini:

SPTLAMPIRAN5

 

  • Sebelum anda bisa mengirimkan SPT secara online, anda perlu mengisikan kode verifikasi terlebih dahulu. Klik tombol “di sini” berwarna hijau pada menu nomor 5 di atas. Ketika anda meng-klik tombol “di sini” anda akan mendapatkan halaman seperti di bawah ini. Pilih apakah kode verifikasi akan dikirimkan lewat email atau nomor handphone, kemudian klik OK

kodeverifikasi

 

 

 

 

  • Seandainya kode verifikasi dikirimkan lewat email anda yang terdaftar ketika anda mendaftar e-filling, maka kode tersebut akan dikirimkan ke email anda seperti contoh di bawah ini

emailkode

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  • Masukkan kode verifikasi pada menu nomor 5 seperti gambar di bawah ini, kemudian klik tombol “Kirim SPT” warna hijau

inputkode

 

  • Setelah anda meng-klik tombol “Kirim SPT”, proses sudah selesai dan akan ada halaman atau windows pop up muncul seperti di bawah ini

buktikirim

 

 

 

 

 

 

 

  • Bukti pelaporan SPT akan dikirimkan melalui email seketika setelah anda meng-klik tombol “Tutup” dari halaman di atas seperti contoh di bawah ini

buktipenerimaanelec

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  • Proses pelaporan SPT secara online sudah selesai. Anda bisa memeriksa apa yang sudah anda laporkan melalui menu Dashboard seperti contoh di bawah ini

daftardokumenSPT

 

 

Demikian tulisan singkat saya, semoga ada manfaatnya dan bisa memberikan informasi bagaimana cara pelaporan SPT pribadi secara online terutama bagi anda yang bekerja di luar negeri. Sangat mudah, praktis, cepat dan menyingkat waktu bukan?

Catatan: saya bukan konsultan pajak, saya adalah wajib pajak biasa seperti anda yang kebetulan mempunyai NPWP pribadi dan sekarang sedang bekerja di luar negeri. Kalau sekiranya ada kekeliruan dengan apa  yang saya sebutkan di atas, dengan senang hati saya menerima koreksi.

About WiD

Founder&Owner jogja geowisata (www.ygeotour.com) dan geodwipa teknika (www.geodwipa.com). Alumni Teknik Geologi UGM. Hobby: International Travel, Photography, Gourmet Cooking, Entrepreneurship, Blogging.
This entry was posted in Tips and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

31 Responses to Cara Pelaporan SPT Secara Online Bagi TKI yang Sudah Mempunyai NPWP Pribadi

  1. Sherly Margaretha says:

    Selamat pagi pak.

    Kebetulan kakak saya juga bekerja diluar negri, dan memiliki NPWP indonesia, namun belum mendaftar e-FIN. Untuk melapor pajaknya berarti beliau harus mengisi form 1770S secara manual ya? Apakah perlu dilampirkan juga dokumen pelaporan pajak yang sudah dilaporkan di luar negri?
    Terimakasih Pak

    • WiD says:

      Selamat pagi Bu Sherly. Mohon maaf sebelumnya nanti ketika saja memberikan jawaban ternyata kurang tepat dan kurang benar jawabannya, maklum Bu, saya juga wajib pajak biasa seperti Ibu dan kakak Ibu. Jadi sepengetahuan saya, dan yang pernah saya lakukan waktu itu ketika saya belum bisa melaporkan pajak secara online, saya menyempatkan diri pulang ke Indonesia bersamaan waktunya dengan cuti saya, kemudian saya mengisi form 1770S secara manual. Saya hanya isi nihil semua, tanpa harus melampirkan bukti pembayaran pajak luar negeri. Apa yg saya lampirkan hanya residence, visa luar negeri, passport dan surat keterangan kerja dari kantor. Sebenarnya kakak Ibu bisa mewakilkan kepada Ibu untuk melaporkan ke kantor pajak dengan menyertakan surat kuasa, dan nanti surat kuasa bisa Ibu lampirkan bersama dokumen-dokumen yang lainnya. Nah sekalian saja nanti Ibu menguruskan e-Fin untuk kakak Ibu dengan surat kuasa yang sama.

    • Sherly Margaretha says:

      Malam Pak,
      Terimakasih sebelumnya untuk respon pertanyaannya di tahun lalu.

      Tahun ini saya kesulitan untuk daftar pajak kakak saya. Saya sudah menggunakan E-fin, dan mengikuti semua langkah bapak diatas, namun di akhir nya ada notifikasi yang menyatakan bahwa data saya tidak lengkap. Apakah bapak sudah berhasil lapor pajak tahun ini? terimakasih

    • WiD says:

      Malam Bu,
      Bisa Bu..yang saya lakukan adalah membuat csv file dari aplikasi e-SPT. Kemudian meng-upload csv file dan dokumen-dokumen pelengkap (visa kerja, residence, bukti lapor diri ke KBRI sebagai bukti kalau saya benar-benar sebagai TKI) melalui DJP Online.

  2. Rica says:

    Selamat sore Pak,

    Mau tanya nih soal formulir yang digunakan untuk e-filing. Di tulisan bapak, semua penghasilan diisi nihil, tapi kenapa Bapak gunakan formulir 1770 S? Kenapa bukan formulir 1770 SS (penghasilan < = Rp. 60juta)? Bukankah dianggap penghasilan kena pajak kita 0?

    Terima kasih.

    • WiD says:

      Selamat sore juga Bu Rica, seperti yang saya sebutkan, saya juga wajib pajak biasa seperti ibu, yang kebetulan saya bekerja di luar negeri. Dulu sebelum ada e-Filling di sela-sela waktu cuti, saya kembali ke Indonesia dan melaporkan SPT tahunan dengan menggunakan formulis 1770 S. Ketika itu pun saya juga isi nihil, petugas pajak juga menerima dan saya mendapatkan print out bukti pelaporan. Ketika sudah ada e-filing maka saya pun menggunakan formulir yang sama juga. Benar atau salah, terus terang saya tidak tahu. Tetapi karena petugas pajak menerima pelaporan SPT tahunan saya, maka saya asumsikan tidak ada masalah. Terus terang saya tidak bisa menjawab pertanyaan Ibu lebih detail, karena saya tidak tahu jawaban mana yang benar.

  3. Ali Haryadi says:

    Terima kasih atas informasinya , sangat membantu

  4. Rizal says:

    Salam hangat,
    Terima kasih atas tulisannya yang informatif Pak. Jujur, sebelum membaca tulisan bapak saya kebingungan mengisi e-filling. Begitu banyak tulisan yang sudah saya baca di internet. Meskipun dengan contoh kasus, masih sangat membingungkan.
    Ternyata, pelaporan SPT tahuanan untuk WNI yang bekerja di LN sangatlah mudah.
    Sekali lagi, terima kasih.

  5. Danny Bahagio says:

    Salam kenal pak Wid,

    saya sama kaya pak Wid yg juga bekerja di bidang perminyakan di luar negeri.

    kebetulan saya juga lg bingung soal pajak ini pak.
    karena menurut pph pasal 24 kalau kita msh terdaftar sebagai wajib pajak efektif maka akan ada penghitungan kewajiban pajak kita dan kalau kita bayar pajak di luar negeri maka pembayaran pajak itu akan bisa di-kreditkan ke kewajiban pajak dalam negeri kita.

    tapi kalau seperti bapak yg mengisi nihil begitu saja apakah tidak akan apa2?

    atau sebaiknya saya mendaftar sebagai wajib pajak non-efektif saja ya?

    saya jg msh memikirkan mengenai plus minus kalo mendaftar sbg wajib pajak non-efektif ?

    saya terutama memikirkan agar tidak ada masalah di kemudian hari kalau saya akan membeli properti di Indonesia tp dgn status SPT nihil ato sbg wajib pajak non efektif

    terima kasih sebelum nya

    Danny Bahagio

    • WiD says:

      Salam kenal kembali Pak Danny, terus terang saya tidak bisa menjawab pertanyaan dari Pak Danny hehe. Kebetulan saya di middle east dan disini pajaknya zero. Saya sudah melaporkan SPT nihil sejak tahun 2008 sampai sekarang, dan belum pernah ada masalah. Dulu ketika belum ada online SPT, ketika saya lapor SPT Tahunan, saya lampirkan copy visa, surat keterangan KBRI dan passport. Bahkan dulu saya melaporkannya langsung ke kantor pajak dan dicek langsung sama petugas pajak. Kalau di kemudian hari kantor pajak meminta revisi tentu saja saya akan merevisi sesuai dengan arahan dan supervisi mereka.

  6. Djimantoro widjojo says:

    Hallo~
    Artikel ini sangat bermamfaat sekali! Dan aku juga bekerja di luar negeri yang pulang ke indonesia dan mau buat spt, yang aku bingungkan pengisian di kolom harta gimana ya, padahal isi an penghasilan nihil semua.

  7. Halo Pak Wid,

    Artikelnya sangat bermanfaat. Terima kasih banyak 🙂
    Oh iya, ada yang ingin saya tanyakan.
    Saat ini saya juga bekerja di luar negeri dan sudah mencoba untuk mengirimkan spt lewat e-filling.

    Namun, di bukti penerimaan elektroniknya tertulis:
    Masa Pajak : null/null

    Itu maksudnya apa ya?

  8. Edwin says:

    Hallo WiD,

    Terimakasih untuk posting step-by-step e-filling -nya.
    Kalau kita berpenghasilan di luar negri and tinggal menetap lebih dari 183 hari, kita adalah “Subject Pajak Luar Negri” menurut badan pajak Indonesia.
    Menurut yang saya baca, melaporkan STP Tahunan NIHIL saja adalah tidak cukup.
    Ada tigak documents tambahan yang harus disertakan:
    1. Surat Keterangan Domisili Pajak di Luar Negri / Certificate of Resident Tax Payer untuk tahun pajak yang dilaporkan.
    2. Bukti bayar pajak Anda di luar negri.
    3. Document yg menunjukan Anda bekerja atau berpenghasilan di luar negri.

    Pertanyaannya adalah: apakah documents ini dapat di-upload via e-Fin saat pengisian 1770 SS?

    • WiD says:

      Halo Edwin, terima kasih atas tambahan informasinya. Betul, alangkah baiknya dokumen penunjang disertakan. Bisa kok soft copy dari dokumen2 tersebut di-attached-kan. Khusus untuk no 2, mungkin tidak berlaku bagi temen2 yang kerja di negara bebas pajak (seperti di Middle East).

  9. Ramli says:

    Halo WiD,

    Barusan saya mencoba untuk Lapor Pajak dengan form 1700SS, tapi tidak bisa melampirkan bukti pembayaran pajak di luar negri.

    • WiD says:

      Halo Ramli, untuk hal ini akan lebih baik jika dan akan valid mendapatkan jawabannya dengan menanyakan langsung ke Ditjen Pajak..mereka punya account twitter di @DitjenPajakRI dan FB di DitjenPajakRI. Mungkin bisa tweet ke akun mereka atau menanyakan di Timeline FB mereka. Kebetulan untuk saya pribadi sekarang kerja di negara yang bebas pajak (Middle East), jadi tidak mempunyai semacam surat pembayarran pajak di luar negeri seperti Ramli.

  10. Danang ismu s says:

    Mas wid,

    Salam kenal. Nama saya danang wni kerja di singapore.

    Tahun ini syaa berusaha lapor menggunakan e filling. Saya ikuti step yg mas sampaikan dengan mengisi “0” .. tetapi saat mengisi bukti potong luar negeri yg dalam kasua mas wid diisi “0” langkah 9. Saya gagal di situ karena npwp pemotong nya tidak bisa saya isi kosong seperti yg mas isi.

    Apakah mas sudah lapor yg tahun ini?

    Terima kasih banyak atas bantuannya

  11. Bayu says:

    Halo Pak Wid,

    Terima kasih untuk artikelnya. Sangat jelas sekali.
    Saya sekarang juga bekerja di luar negeri dan juga sudah bisa untuk mengisi lewat e-filing.
    Namun saya ada kesulitan di Lampiran 1 dimana saya diharuskan untuk mengisi Nama dan NPWP Pemotong Pajak serta Nomor Bukti dan Tanggal Bukti Pemotongan untuk bisa mengirim SPT nya.
    Sementara dari contoh yang bapak berikan di step Lampiran 1, kita hanya perlu mengisi Jenis Pajak saja. Mohon infonya. Terima kasih

  12. Arie says:

    Halo,

    Untuk yang kesulitan mengisi e-filling krn bekerja di luar negeri, kemarin saya sempat telepon kring pajak di 1-500-200.

    Karena bekerja di luar negeri, maka SPT nya adalah 1770 (Pilih ya, waktu pilihan pekerjaan bebas). Bukan 1770SS atau 1770S. Untuk 1770SS dan S hanya untuk pekerja yang bekerja di indonesia.

    Nanti tinggal mengupload SPT nya dan Lampirannya.
    Untuk CSV nya bisa di download disini:
    http://www.pajak.go.id/aplikasi-perpajakan
    download yang Aplikasi e-SPT PPh OP 2016 Ver.1.5

    Nanti tinggal di extract lalu install. Untuk windows 7/8 yang 64 bit ada masalah kompatibilitas. Jadi lebih baik pakai windows 32 bit.

    Setelah install, tinggal isi SPT nya.

  13. Totok says:

    Pak Wid…utk yg bekerja si timteng khususnya saudi…apakah yg dimaksud dg dokumen # 1 sama dg Iqama & dok #3 adalah certificate of employment dari perusahaan…trima kasih sebelumnya

  14. Danang ismu s says:

    Dear all,

    Saya sudah berhasil lapor. Yg saya install yg part 1 di win 7 64 bit … setelah itu semua berjalan sesuai step.

    Terima kasih banyak atas bantuannya

    • alfa says:

      mas Danang,

      pake formnya yg 1770 apa yg 1770s?
      soalnya saya sudah coba segala cara, tetep ga bisa submit katanya ga boleh isi 0. mohon pencerahannya mas soalnya udah mepet nih takut di persulit kalo telat.

    • Alfa says:

      Pak,
      Saya juga bekerja di LN.
      Saya sudah pakai Aplikasi e-SPT PPh OP 2016 Ver.1.5, dan pilih yang 1770.
      Semuanya diisi dengan nol ya, kecuali di Lampiran 4 mengenai harta dan utang?
      Setelah itu submit ke efiling.pajak.go.id dengan pilihan “Buat SPT” > “Menjalankan Usaha = Ya” ?

      Koq saya masih menghadapi error “File Csv gagal di proses” ketika submit CSV file nya ya?

      Mohon pencerahannya,..

  15. eko says:

    saya coba tapi gak berhasil..gimana yaa…

  16. Abdurrohman says:

    Pak kalo sebelumnya belum punya NPWP terus sekarang kerja di luar negeri gimana ya?

    • WiD says:

      Kalo menurut saya lebih baik punya NPWP pak, apalagi nanti ketika bapak ingin membeli aset misal rumah ato yang lainnya di Indonesia. Skrg semua transaksi keuangan di Indonesia mewajibkan punya NPWP. Nanti ketika bapak cuti disempetin saja pak datang ke kantor pajak terdekat dan bikin NPWP.

  17. Riswandi says:

    malam pak,

    jumlah tanggungan pilih apa pak?mengingat istri di Indo sudah tidak kerja apa iya harus tetap disi 0? sdangkan biaya hdup dari saya,sya bkerja diLN .

    Tnksmhon pncerahannya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*