Bagian Pertama Memulai Minimarket Mandiri: Mengenal Segmen Pasar

Apa yang akan saya uraikan disini adalah kelanjutan dari postingan saya sebelumnya disini Memulai Bisnis Minimarket Mandiri non Franchise untuk Pemula tentang tahapan-tahapan yang sekiranya perlu dipertimbangkan apabila anda ingin memulai atau mendirikan bisnis usaha minimarket mandiri. Kalau di tulisan sebelumnya saya hanya memberikan uraian secara garis besar dalam bentuk rangkuman slide presentasi, kali ini saya akan mencoba untuk menguraikan lebih detail. Tulisan ini akan bersambung terdiri dari beberapa bagian, dan akan saya mulai dengan bagian Mengenal Segmen Pasar.

Sebelum mendirikan usaha minimarket mandiri sangat penting dilakukan survei untuk mengenal segmen pasar. Ada baiknya anda melakukan riset sederhana mengenai demografi penduduk sekitar calon lokasi yang akan anda pilih untuk memulai bisnis ini. Anda bisa menggunakan data sekunder misalnya dengan mengunjungi website resmi pemerintah daerah setempat dan kemudian juga tidak ada salahnya anda langsung survei lokasi. Diharapkan dari hasil riset sederhana yang anda lakukan ini, akan diperoleh data-data mengenai kelompok usia penduduk yang ada di sekitar lokasi, tingkat pendidikan mereka, yang kemudian akan bisa digunakan untuk memperkirakan tingkat penghasilan dan kebutuhan penduduk di sekitar calon lokasi.

Riset sederhana yang lainnya yang tidak kalah penting untuk dilakukan adalah memahami kompetitor yang ada di sekitar calon lokasi. Coba lakukan pendataan berapa banyak warung dan atau toko yang masih dikelola secara tradisional yang ada disana, dan juga berapa banyak minimarket modern yang ada disitu. Seberapa padat penyebaran warung, toko, atau minimarket-minimarket tadi. Kemudian tidak ada salahnya untuk mengunjungi satu per satu, misal dengan berbelanja, untuk sekedar melakukan survei barang-barang apa saja yang disediakan, seberapa lengkap, berapa harganya dan bagaimana pelayanan mereka kepada konsumen.

Data-data ini penting, karena akan membantu kita untuk menyiapkan blue plan atau rencana apa yang akan kita lakukan dengan minimarket kita nantinya; barang-barang apa saja yang nanti akan disediakan, bagaimana pelayanan yang akan diberikan untuk memenuhi kebutuhan konsumen, kelengkapan dan ketersediaan barang, kemudahan pelanggan mendapatkan barang yang dicari, antisipasi tingkat persaingan dengan kompetitor sejenis, program-program promosi yang akan kita tawarkan. Apakah konsep minimarket yang akan didirikan hanya menyediakan minuman dan makanan siap saji, ataukah sebagai minimarket yang juga menyediakan bahan mentah sembako dan barang-barang yang terkait lainnya, berapa waktu atau jam operasi minimarket tersebut, 24 jam sehari, 10 jam sehari, apakah minimarket melayani sistem delivery, dan lain sebagainya.

Mengenal segmen pasar sangatlah penting untuk dilakukan pertama kali sebelum kita melangkah ke step berikutnya. Ikuti terus kelanjutan tulisan mengenai langkah-langkah mendirikan dan menjalankan usaha minimarket mandiri di blog ini.

Bersambung disini..

Posted in Peluang Usaha | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Beberapa Peluang Usaha yang Bisa Dilakukan di Lingkungan Pedesaan

Bisa jadi peluang usaha yang akan saya uraikan disini ada yang beranggapan tidak menarik atau sepopuler dengan beberapa jenis usaha yang lainnya. Pertama, mungkin dalam skala dan cakupannya akan dirasa tidak sebesar dengan jenis usaha yang lainnya, sehingga ada beberapa orang yang mengkhawatirkan seberapa cepat akan balik modal dan seberapa besar keuntungan yang bisa didapatkan. Kedua, peluang usaha ini dilakukan di lingkungan pedesaan mungkin bagi sebagian orang berusaha di lingkungan pedesaan tidak bisa memberikan atau sangat kecil bisa memberikan keuntungan karena pangsa pasarnya dalam suatu komunitas yang mempunya daya beli lebih rendah. Bisa jadi orang yang mempunyai anggapan-anggapan di atas ada benarnya. Sebenarnya saya mencoba menekuni beberapa usaha di lingkungan pedesaan ini tidak semata-mata hanya untuk mencari laba, tetapi ada juga sisi sosialnya, yaitu dengan harapan bisa ikut menggerakan perekonomian pedesaan. Tentu saja saya tidak mau mengklaim bahwa apa yang saya lakukan benar-benar sangat bisa mempengaruhi untuk menggerakkan ekonomi pedesaan. Intinya lebih baik bekerja dengan tindakan nyata, daripada memberikan klaim-klaim saja, kayak yang sering dilakukan oleh itu tuh hehe…

Dari beberapa jenis usaha atau bisnis yang saya jalani, salah satu diantaranya saya mencoba untuk belajar menggeluti ternak sapi. Ternak sapi yang saya lakukan sampai sekarang ini tentu saja masih dalam skala kecil, belum sampai pada taraf berternak puluhan bahkan ratusan atau ribuan sapi. Hanya beberapa ekor sapi saja, namun menurut saya mampu memberikan peluang bisnis yang cukup menjanjikan di kemudian hari nanti. Apa yang saya lakukan adalah menjalin kerja sama dengan beberapa penduduk desa yang berminat dan berniat secara sungguh-sungguh untuk memelihara sapi, menggemukkan, atau membesarkan. Dari sisi saya adalah menyediakan bibit sapi, baik anakan sapi jantan atau betina. Saya mengikuti aturan pembagian keuntungan yang memang sudah secara turun-temurun berlaku di lingkungan pedesaan ini. Akhir tahun 2011 pada saat pulang ke Indonesia saya sempat mengecek jenis usaha yang baru saja saya jalani ini seperti nampak dalam photo di atas. Dalam gambar nampak induk sapi yang saya titipkan sudah melahirkan anak sapi jantan. Sistem usaha yang saya gunakan adalah menggemukan dan membesarkan anakan sapi, dalam waktu yang tidak terlalu lama sapi akan dijual. Jadi sebenarnya sistem yang saya gunakan seperti orang bermain trading saham, beli, tidak di-keep dalam jangka waktu lama kemudian dijual pada saat harganya sudah dirasa menguntungkan. Cara ini untuk menghindari resiko rugi karena beberapa hal misalnya antara lain sapi mati terkena serangan penyakit atau hama.

Jenis usaha di lingkungan pedesaan lainnya yang saya coba mulai tekuni adalah membeli hasil panen petani pada saat mereka panen, terutama gabah. Yang perlu ditekankan disini adalah harga beli gabah yang saya gunakan untuk membeli dari petani adalah selalu mengacu pada harga normal pasaran satuan harga gabah yang berlaku umum dan ditentukan oleh pemerintah, dan tidak mengambil kesempatan dengan menurunkan harga beli serendah-rendahnya. Dengan begitu akan tercipta situasi dan kerjasama yang saling menguntungkan antara saya dan petani. Biasanya dalam masa panen padi, saya menyiapkan sejumlah modal untuk membeli sebanyak-banyaknya gabah dari petani di lingkungan pedesaan tersebut. Setelah masa panen padi selesai, gabah akan dikeringkan dan digiling menjadi beras. Beras ini yang nanti akan dijual kepada pedagang besar pada waktu yang tepat. Dari sini keuntungan yang bisa saya dapatkan.

Kesempatan atau peluang usaha bisa dilakukan dimana saja, yang perlu dilakukan adalah kejelian kita membaca peluang, keberanian kita untuk mencoba, tidak serakah, dan tentu saja tetap harus menjunjung tinggi etika bisnis dan moral dengan partner bisnis kita sehingga tercipta suasana usaha yang sehat dan saling menguntungkan. Bagaimana dengan anda, apakah tergerak dan tertarik untuk menjalankan beberapa rencana usaha anda dengan ikut melibatkan masyarakat pedesaan?

Posted in Peluang Usaha | Tagged , , , , , , , , , | 6 Comments

Langkah Sederhana Saat Migrasi WordPress dari Satu Domain Hosting ke Domain Hosting yang Lain

Ada kalanya kita berpikiran untuk memindahkan website kita dari perusahaan hosting lama ke perusahaan hosting yang baru karena beberapa alasan misalnya perusahaan yang baru menawarkan harga sewa domain dan webhosting yang lebih murah. Yang sering terjadi adalah perusahaan hosting tidak bersedia untuk sekalian membantu memindahkan isi website kita ke domain yang baru. Mereka hanya bersedia memindahkan registrasi domainnya saja. Atau mereka hanya bersedia memandu apabila kita mengalami kesulitan pada saat migrasi data website.

Saya akan memberikan analogi sederhana sebagai berikut. Domain bisa dianalogikan sebagai rumah, sedangkan website adalah isi dari rumah. Misalnya kita akan menyewa sebuah rumah, seandainya ada orang yang menyewakan rumah yang lebih murah daripada rumah yang kita sewa sekarang, tentu saja kita akan memilih untuk pindah ke rumah dengan harga sewa yang lebih murah tersebut. Apabila kita pindahan ke rumah yang baru tentu saja identitas alamat rumah kita juga ikut berubah. Identitas alamat rumah kita biasanya tertera di KTP atau kartu identitas yang lain. Sedangkan untuk identitas domain (misal www.tulisan-ringan.com) akan tercatat di www.whois.net. Untuk bisa merubah alamat rumah tadi, kita harus menghubungi pihak terkait, misalnya RT atau lurah, sedang untuk merubah alamat domain, kita meminta bantuan perusahaan penyewa domain dan web hosting. Tentu saja apabila kita pindahan rumah, isi perabotan dan lain-lainnya akan ikut dipindah juga ke tempat yang baru. Tetapi akan sangat jarang terjadi si penyewa rumah yang lama maupun penyewa rumah yang baru akan bersedia membantu kita ikut mengangkut-angkut barang pindahan. Demikian analogi sederhana yang saya pakai untuk menggambarkan hal diatas, semoga  benar hehe

Di bawah ini adalah langkah-langkah yang perlu diperhatikan pada saat kita ingin memindahkan website, khususnya yang ditulis dengan menggunakan WordPress, dari satu domain hosting ke domain hosting yang lain:

  1. Hubungi perusahaan penyewa domain dan webhosting yang baru dimana kita akan memindahkan WordPress atau isi website kita. Setelah urusan administrasi dan pembayaran selesai langkah selanjutnya adalah
  2. Komunikasikan ke penyewa hosting yang lama kalau kita ingin migrasi website kita ke perusahaan hosting yang baru. Minta nasehat langkah apa yang perlu dilakukan. Biasanya pihak hosting akan memberikan nasehat langkah-langkah yang harus dilakukan misalnya mengupdate informasi di Domain Manager melalui cpanel
  3. Setelah domain sudah kita pindahkan ke hosting yang baru, langkah berikutnya adalah memigrasi file website dan database-nya. Untuk memastikan kalau domain kita sudah pindah ke tempat yang baru adalah dengan mengecek di www.whois.net
  4. Untuk memindahkan isi website, saya lebih suka menggunakan aplikasi FTP client seperti FileZilla. Dengan FileZilla pindahkan semua file website (di bawah /public_html folder) dari hostname yang lama ke lokal disk di komputer kita
  5. Backup MySQL database dari tempat yang lama dengan cara login ke phpMyAdmin yang ada di cpanel, kemudian pilih menu Export di phpMyAdmin User Interface
  6. Setelah langkah backup files dan database selesai, langkah selanjutnya adalah me-restore backup file yang ada di lokal komputer tadi ke domain hosting yang baru. Dengan menggunakan FileZilla ftp-kan file tersebut ke hostname yang baru tepat di bawah folder /public_html.
  7. Restore MySQL database backup ke domain hosting yang baru dengan cara kembali login ke phpMyAdmin, kemudian pilih menu Import di phpMyAdmin User Interface. Setelah selesai check apakah semua database sudah ter-import semuanya.
  8. Melalui cpanel > Database > MySQL Database, perhatikan apakah sudah ada user yang sudah ditambahkan ke database atau belum. Kalau belum ada, ikuti langkah-langkah yang disebutkan melalui User Interface menu ini untuk membuat user name yang baru dan ditambahkan kepada database name yang ada.
  9. Periksa file wp-config.php di bawah direktori /public_html. File ini berisi MySQL database setting. Edit database name, user name, password, dan hostname sesuai dengan hasil dari langkah no 8
  10. Buka website anda dengan mengetikkan alamat url-nya di browser. Pastikan semua jalan seperti semula.

Demikian langkah-langkah sederhana untuk memindahkan WordPress dari satu domain hosting ke domain hosting yang lain. Semoga bermanfaat.

Posted in Tips | Tagged , , , , , | 1 Comment

Memanfaatkan Layanan “Flash Drive” Virtual dengan Microsoft SkyDrive

Sering kali kita harus mengirimkan sebuah laporan, proposal, dokumen, gambar, photo dan lain-lainnya kepada teman, kerabat, relasi business, bos atau siapapun. Seandainya kita sering bertemu setiap hari dan atau tidak ada kendala untuk bertemu dengan mereka secara langsung maka akan dengan sangat gampang kita bisa memberikan file-file di atas kepada yang bersangkutan. Atau misalnya ukuran file-file tadi memungkinkan untuk dikirimkan melalui email atau messenger, maka dengan sangat mudah kita tinggal memilih file yang mana yang akan kita kirimkan lewat email atau messenger kepada mereka.

Sekarang yang menjadi pertanyaan adalah, bagaimana kalau misalnya ukuran file yang akan kita kirimkan tadi besar sedemikian sehingga file tersebut tidak memungkinkan untuk dikirimkan lewat email atau messenger? Kemudian orang yang akan menerima atau meminta file tadi berada di kota atau negara yang berbeda dengan kita? Kapasitas penyimpanan email sekarang ini sudah sedemikian berkembangnya. Sekarang banyak email gratisan yang memberikan kapasitas Inbox lebih dari 5Gb kepada penggunanya. Namun tidak demikian dengan kapasitas atau kemampuan yang diberikan kepada pengguna untuk bisa mengirimkan file melalui email dalam satu kali pengiriman. Beberapa layanan email membatasi ukuran maksimal 5GB file yang bisa dikirimkan atau malah lebih kecil dari itu. File yang ukurannya di atas 5GB tidak bisa dikirimkan melalui email. Terus bagaimanakah solusinya?

Ada beberapa layanan drop file seperti RapidShare, MegaUpload, dan sejenisnya. Tetapi belakangan ini berkembang kasus yang lagi hangat-hangatnya, beberapa layanan drop file seperti di atas sedang disorot oleh pihak FBI, bahkan layanan MegaUpload ditutup dan pemiliknya diajukan ke pengadilan karena terkait dengan masalah pelanggaran Intellectual Property hak cipta orang lain. Semisal tidak ada isu diatas, untuk menggunakan layanan tersebut tidaklah gratis, kita harus membayar uang langganan.

Microsoft pada pertengahan atau akhir 2009 kemaren meluncurkan layanan yang mereka kenalkan dengan nama SkyDrive, yaitu layanan penyimpanan data online dengan kapasitas 25GB dan terlindung kata sandi bagi penggunanya. Layanan ini gratis dan tersedia dengan mudah di Windows Live. SkyDrive memberikan kemudahan pengaturan data dan informasi digital pada saat data tersebut akan dipindahkan, dibagi, atau dikirimkan kepada relasi, teman, keluarga atau siapapun, tanpa harus menyimpan file ke dalam physical flash disk, external hard disk, atau dikirimkan melalui email. Dengan SkyDrive, anda hanya butuh mengunggah file yang diinginkan ke folder pribadi anda – menghapus keharusan membawa pulang laptop anda atau resiko melebihi batas kapasitas inbox (kotak masuk) anda dan akhirnya tidak menerima attachment (lampiran).

Keamanan juga selalu menjadi perhatian utama menyangkut data yang kita simpan dengan menyediakan pilihan untuk mengamankan setiap folder didalamnya dengan masing-masing kata sandi. Kita juga dapat menciptakan folder yang bisa kita atur apakah folder ini dapat dilihat untuk umum maupun untuk dibagi dengan orang-orang tertentu atau hanya bisa diakses oleh kita sendiri.

Berikut cara mengakses SkyDrive:

  1. Masuk ke https://skydrive.live.com dengan akun dan kata sandi kita
  2. Akun SkyDrive terintegrasi dengan akun Windows Live lainnya. Kalau kita sudah mempunyai akun hotmail misalnya, maka kita bisa login ke SkyDrive dengan akun hotmail kita
  3. Kalau misalnya belum mempunyai akun Windows Live, kita bisa sign-up gratis
  4. Setelah anda login, akan ditampilkan windows seperti di bawah ini (klik image untuk memperbesar). Anda bisa mengatur-ngatur privasi folder, file, membuat folder baru, share file dan lain-lain dengan menu-menu yang ada disini

Sekarang bagaimana caranya agar kita bisa memanfaatkan file sharing yang ada di SkyDrive untuk memperlancar urusan, pekerjaan, atau bisnis kita? Menurut saya ada beberapa cara:

  1. Masing-masing anggota ( mungkin terdiri dari teman kantor, atau relasi bisnis atau anggota keluarga) membuat akun dan kata sandi sendiri-sendiri di SkyDrive. File-file hanya di-share dalam lingkup terbatas kepada mereka saja.
  2. Membuat satu akun dan kata sandi SkyDrive yang bisa diakses oleh beberapa orang. Dengan demikian andaikata ada file yang ukurannya besar, file ini bisa diunggah ke dalam SkyDrive, dan bisa diakses oleh orang lain yang mungkin berada di kota atau negara lain dengan menggunakan akun dan kata sandi yang sama.
  3. Cara mana yang anda pilih tergantung tingkat kepercayaan anda kepada orang yang akan anda ajak untuk berbagi file. Kalau dengan keluarga sendiri, mungkin tidak ada masalah dengan memilih opsi kedua 🙂

Selamat mencoba…

Posted in Tips | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Mencoba Merambah Bisnis Hunian Sewa Eksklusif

Jogja sebagai salah satu tujuan wisata utama di Indonesia menawarkan banyak ragam tujuan wisata menarik kepada pendatang atau turis. Di balik potensi wisata yang dimiliki kota Jogja tersebut tentu saja terkandung peluang usaha yang terkait dengan predikat Jogja sebagai kota wisata itu sendiri.

Saya mempunyai ide untuk mencoba membuka usaha penyewaan rumah hunian eksklusif kepada turis yang datang di Jogja. Saya melihat peluang ini lebih menguntungkan dibandingkan apabila rumah disewakan dalam kurun waktu lama, baik dalam kurun bulanan ataupun tahunan. Selain itu dari sisi pemeliharaan rumah, dengan sewa harian perawatan rumah masih bisa diakukan dibawah pengawasan dan kendali kita sendiri. Saya yakin ada beberapa pendatang atau turis terutama yang membawa keluarga akan lebih memilih rumah hunian, bernuansa kompleks perumahan yang asri, dibandingkan apabila mereka tinggdal dalam suasana dan situasi kamar di hotel. Mungkin ide ini bukan hal yang baru, bisa jadi sudah banyak orang yang menjalankan jenis usaha ini. Namun tidak ada salahnya saya mencoba memulainya.

Apa yang akan saya tawarkan mempunyai beberapa pertimbangan antara lain:

  1. Rumah hunian hanya disewakan selama masa puncak musim liburan dan atau jika ada yg mehendaki di luar masa itu. Sewa rumah hunian hanya terbatas dalam jangka waktu atau lama masa turis menghabiskan waktu liburan di Jogja. Dengan demikian bisa jadi dalam waktu 1 minggu atau 1 bulan, ada beberapa orang berbeda yang menyewa rumah hunian tersebut tergantung berapa lama masing-masing turis menghabiskan lama waktu liburan di Jogja. Tarif dihitung harian sama seperti cara menghitung tarif harian kamar di hotel. Harga sewa dipatok dengan harga optimal sesuai dengan fasilitas yang disediakan.
  2. Rumah hunian yang disewakan dilengkapi dengan perabotan lengkap (kitchen set lengkap, mesin cuci, ac, lemari es, dll), peralatan entertainment (TV, radio, dan sambungan internet, dan tilpon), dan petugas kebersihan yang akan datang setiap hari.
  3. Rumah hunian dekat dengan minimarket untuk memudahkan penyewa membeli kebutuhan sehari-hari selama menghabiskan musim liburan
  4. Rumah hunian terletak di dalam kompleks perumahan yang aman, ada petugas sekuriti, nyaman, asri, dan relatif jauh dari kebisingan
  5. Disediakan tranportasi (mobil dengan sopir) untuk siap mengantarkan selama 12-24 jam kepada penghuni, tergantung dari perjanjian yang sudah ditentukan sebelumnya.
  6. Rumah hunian hanya khusus disewakan kepada penyewa keluarga (Bapak, Ibu, Anak, dan atau anggota keluarga yang ikut serta) dan atau kepada yang bisa menunjukkan identitas sebagai sebuah keluarga. Hal ini dirasa perlu karena rumah hunian berada di dalam komplek lingkungan perumahan untuk menjaga ketenangan dan ketentraman bersama-sama dengan penghuni kompleks yang lainnya.

Mungkin ada yang berpendapat, ide saya tersebut diatas tidak masuk akal, bakal susah mendapatkan pelanggan. Namun bagi saya ide di atas sangat mungkin untuk dijalankan dan berpotensi mendapatkan keuntungan. Apalagi kemaren saya baru saja membeli rumah lagi di salah satu komplek perumahan di Jogja..jadi tidak ada salahnya rumah baru saya ini disulap menjadi salah satu lahan bisnis saya. Tunggu launching resminya, semoga bisa saya lakukan dengan segera. Sebenarnya sudah ada yang booking selama seminggu untuk bulan Juni 2012 besok 🙂

Posted in Peluang Usaha | Tagged , , , , , , , | 1 Comment

Cerita-Cerita Lucu di Seputar Diri Kita

Pernahkah anda mengalami sebuah peristiwa konyol namun menggelikan menghampiri anda? sebuah peristiwa yang sebenarnya secara logika tidak akan mungkin anda lakukan tetapi entah kenapa anda tetap melakukannya. Atau peristiwa-peristiwa yang menurut anda tidak mungkin bisa terjadi, tetapi tetap saja peristiwa itu terjadi pada diri anda. Mungkin karena itulah kadang kita berkesimpulan betapa konyolnya peristiwa itu. Kalau diingat ada perasaan malu yang muncul namun menggelikan. Saya pernah mengalami sendiri dua peristiwa yang menurut saya menggelikan sekaligus konyol. Peristiwa yang akan saya ceritakan ini belum lama terjadi, baru awal 2012 ini dan dua-duanya terjadi di seputaran bandara.

Cerita Pertama

Bulan Januari 2012 kemaren saya sedang cuti dan berada di Indonesia. Ada sesuatu yang harus saya urus di Jakarta. Pertengahan Januari saya berangkat dari Jogja menuju Jakarta menggunakan salah satu maskapai nasional yang mempunyai basis di bandara Soekarno Hatta terminal 1A. Awalnya saya memperkirakan urusannya bakal selesai sampai seharian. Sebelumnya saya sengaja memesan tiket berangkat ke Jakarta pagi hari dan pulang ke Jogja sore jam 17.00. Ternyata urusan saya selesai lebih cepat dari pada yang saya duga. Siang hari jam 11.00 semuanya sudah beres. Dari pada menunggu 6 jam di Jakarta, saya berkesimpulan lebih baik saya pulang ke Jogja lebih cepat. Setelah berkonsultasi dengan travel agen tempat saya membeli tiket di Jogja, saya memutuskan go show langsung meluncur ke bandara Soetta terminal 1A untuk merubah dan memajukan tiket perjalanan.

Saya berhasil merubah tiket perjalanan dari jam 17.00 menjadi jam 14.00. Tentu saja ada tambahan biaya, karena saya merubah tiket pada hari yang sama. Setelah checkin dan boarding pas saya pegang, di sana tertera ruang tunggu ada di Gate 7 dan boarding time jam 13.30. Singkat cerita saya sudah beberapa saat berada di ruang tunggu, waktu sudah menunjukkan jam 14.30 tetapi kenapa belum ada panggilan boarding maupun pengumuman delay. Dalam hati saya sudah menggerutu dan maaf mengumpat pada maskapai ini, karena dari beberapa cerita dan berita, maskapai ini memang jagonya delay hihi piss. Kemudian saya dengan sikap tegap dan gagah berani, menghampiri meja petugas di ruang tunggu.

Saya bertanya,” Mbak, ini sudah jam 14.30 memang pesawat yang ke Jogja mau berapa lama lagi delay-nya?”. Mbak petugas yang saya tanya terlihat bingung, ada semacam keheranan terpancar di raut wajah dia. Mbaknya kemudian dengan sopan berkata,”Maaf Pak bisa lihat tiket Bapak?”. Saya serahkan tiket saya kepada petugas. Dan seketika itu juga petugasnya tersenyum dan menjawab,” Bapak, di ruang tunggu gate ini pesawat ke Jogja untuk keberangkatan jam 16.30. Sedangkan tiket Bapak keberangkatan ke Jogja jam 14.00, seharusnya Bapak menunggu di Gate 7 bukan di Gate 3 ini. Pesawat Bapak sudah berangkat, jadi Bapak sudah ketinggalan pesawat”.

Alamakkk..kenapa saya bisa sekonyol ini, sampai masuk ruang tunggu saja salah? setelah  berkonsultasi dengan Mbaknya, saya disarankan untuk kembali lagi ke bagian ticketing di lantai bawah. Saya pergi kesana dan merubah kembali tiket perjalanan saya. Akhirnya tiket perjalanan bisa dirubah ke jam 16.30 dan dikenai biaya lagi..hiks. Jadi rencana semula saya pulang ke Jogja jam 17.00, karena urusan selesai lebih cepat saya rubah tiket dengan tambahan biaya menjadi jam 14.00, eehhh karena salah masuk gate ruang tunggu saya harus kembali merubah tiket menjadi jam 16.30, terkena cancellation fee lagi. Sebuah pengalaman yang seru, konyol, tapi menggelikan.

Cerita Kedua

Peristiwa ini saya alami awal Februari 2012 kemaren pada saat saya harus kembali ke salah satu negara untuk kembali masuk kerja. Saya berangkat dari Indonesia Minggu dini hari, 5 Februari kemaren. Dan sampai ke negara tujuan pada hari yang sama  08.35 pagi hari waktu setempat. Setelah mengambil original visa di visa collection dan urusan di immigration clearance selesai kemudian saya mengambil bagasi dan langsung pulang ke apartemen diantar sopir.

Saya baru ngeh karena secara tidak sengaja saya mengecek passport dan original visa (selembar kertas) minggu lalu setelah dua minggu masuk negara ini. Ternyata di passport dan original visa saya tidak ada stamp entry date-nya, tidak ada tok stempel tanggal masuk ke negara ini…waahh gawat nih, bisa dituduh ilegal. Saya juga tidak habis pikir, kok bisa terjadi yah..padahal antri di immigration lane, petugas sudah mempersilahkan keluar, tapi kenapa passport dan original visa tidak ada stamp entry date?

Setelah bertanya-tanya dan konsultasi ke beberapa teman, ternyata ada juga temen, seorang warga negara Venezuela, yang pernah mengalami peristiwa yang sama persis seperti yang saya alami di atas. Yang dia lalukan waktu itu adalah kembali lagi ke kantor imigrasi di bandara untuk meminta stempel. Dia datang ditemani petugas bagian formality/visa di kantor tempat dia bekerja, dan tentu saja orang yang bisa berbicara native languange, untuk mempermudah urusan semisal ada beberapa pertanyaan yang diajukan petugas imigrasi di bandara.

Kemudian saya menghubungi kantor, menceritakan masalah yang saya alami sekaligus minta diantarkan ke bandara. Singkat cerita saya diantar lagi ke imigrasi bandara, dan tidak lebih dari 10 menit, semua urusan sudah selesai. Passport dan original saya distempel tanggal masuk 5 Februari 2012, setelah 2 minggu tanpa ada stempel tanda masuk di passport dan visa 🙂

Bagaimana dengan anda, pernahkah anda mengalami cerita-cerita lucu yang anda alami di seputar di anda sendiri?

Posted in Cerita-Cerita | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Sekarang GoogleAdsense Support Bahasa Indonesia – Ayo Buruan Daftar

Mungkin kabar ini sudah lama ditunggu-tunggu oleh banyak blogger di Indonesia, salah satunya saya sendiri. Setelah beberapa kali berjuang mendaftarkan blog ini ke GoogleAdsense dan selalu ditolak karena bahasa utama web tidak didukung oleh GoogleAdsense, sampai saya menuliskan keluh-kesah betapa susahnya mendaftar GoogleAdsense di blog ini “Perjuangan Mendaftar Adsense..Susah 🙂” akhirnya kabar gembira yang ditunggu-tunggu datang juga..ya GoogleAdsense akhirnya mendukung bahasa Indonesia. Jangan-jangan pihak Google membaca keluh kesah yang pernah saya tuliskan ya hehehe.

Saya beberapa hari belakangan ini heran, kenapa ada salah satu harian online nasional yang banyak sekali menampilkan iklan dari Google, padahal harian online tadi bahasa utama yang digunakan adalah bahasa Indonesia. Waktu itu saya berpikiran, mungkin Google melakukan pengecualian terhadap situs-situs besar walaupun bahasa yang digunakan tidak atau belum didukung oleh GoogleAdsense. Sampai akhirnya tadi sore saya penasaran, jangan-jangan memang bahasa Indonesia memang sudah didukung. Kemudian saya browsing layanan bantuan GoogleAdsense yang beralamat di http://support.google.com/adsense/bin/answer.py?hl=en&answer=9727 untuk mengecek kembali bahasa mana saja yang masuk dalam daftar yang didukung. Dan woolllaaa…bahasa Indonesia sudah masuk dalam daftar.

Langsung saja saya ingin membuktikan dengan mendaftarkan kembali blog saya ini. Karena waktu itu saya pernah mendaftarkannya dengan alamat email saya sebelumnya dan ditolak, kali ini saya harus menggunakan alamat email yang baru untuk bisa kembali mendaftar blog yang sama.

Sekarang di menu drop-down Content language sudah muncul bahasa Indonesia. Setelah beberapa saat email konfirmasi untuk membuat code GoogleAdsense yang akan kita pasang di blog kita akan dikirimkan ke inbox email kita seperti contoh berikut:

Ikuti petunjuk yang disebutkan dalam email tersebut. Akan diberikan tautan yang mengarahkan kita untuk login ke GoogleAdsense dengan account email kita. Setelah kita masuk ke account GoogleAdsense, langkah selanjutnya adalah membuat code AdSense yang nantinya akan kita pasang di blog kita, seperti contoh di bawah.

Setelah anda memasang code AdSense ke widget blog anda masing-masing, tidak serta merta iklan dari Google akan muncul secara permanen. Dibutuhkan kurang lebih 4 hari kerja oleh pihak Google untuk memverifikasi apakah blog kita sesuai dan memenuhi persyaratan yang ditentukan untuk bisa dipasang iklan. Perlu diperhatikan, begitu kita memasang code AdSense di widget blog, akan ada semacam “uji coba” dari GoogleAdsense untuk menampilkan iklan di blog kita. Iklan yang tampil sebenarnya belum permanen. Jangan pernah meng-klik iklan “uji coba” ini, karena kalau kita meng-klik berarti menyalahi salah satu ketentuan yang ditetapkan oleh Google AdSense untuk tidak secara sengaja mengklik sendiri iklan yang muncul di blog kita. Saya senang sekali karena blog saya sekarang sudah terpasang iklan dari GoogleAdsense secara permanen. Artinya aplikasi saya ke Adsense di-approve oleh pihak Google.

Setelah 3-4 hari kerja dari saat kita memasang code GoogleAdsense kita akan tahu apakah aplikasi GoogleAdsense ditolak atau diterima oleh Google. Seandainya diterima maka iklan-iklan dari Google akan secara permanen tampil di blog kita.

Jadi tunggu apa lagi? ayoo buruan daftarkan alamat blog anda ke GoogleAdsense, siapa tahu pada akhirnya nanti banyak iklan Google yang mampir ke blog kita masing-masing. Selamat ber-googleadsensing-ria…

Posted in Tips | Tagged , , , , , | Leave a comment

Ternyata Memasak itu Mengasikkan…

Baru 2-3 tahun terakhir ini saya mulai kecanduan memasak. Suatu kesibukan baru, awalnya untuk mengisi waktu, tapi belakangan menjadi suatu hobi yang ngangenin disamping juga melatih kreatifitas untuk berimprovisasi dan berani mencoba sesuatu dan tentunya berani mempertaruhkan resiko karena  bahan masakan yang terbuang percuma disebabkan hasil olahan masakannya rasanya ga karuan dikarenakan salah meramu resep. Saya mulai senang memasak  pada saat saya overseas assignment di sebuah negara dan terbawa sampai sekarang saya sudah keluar dari negara tersebut dan ditempatkan di negara yang lain lagi hehe. Kebetulan saat itu jauh dari keluarga jadi harus sebisa mungkin untuk bisa survive. Apalagi  waktu itu tinggal di apartemen yang lumayan seluas, sendirian lagi, kalo ga ada kesibukan hari-hari tentunya akan terasa lama untuk dilewati. Siapa bilang cowok tidak bisa masak sendiri? tentunya bukan hanya masak air, nanak nasi, goreng telur dadar, ato rebus mie.

Dengan peralatan memasak yang lengkap yang tersedia di dapur, saya bisa mengembangkan kreativitas saya dalam urusan masak-memasak sepuas hati. Waktu itu awalnya saya kumpulin resep-resep yang ada di internet, kemudian saya print dan di-binder jadi satu. Setelah itu saya coba mempelajari dan membaca resep itu satu per satu. Dari sini saya mendapatkan ide kira-kira bumbu dapur dan bahan-bahan apa saja yang perlu saya cari dan beli di supermarket. Sebulan sekali  biasanya saya belanja urusan dapur berdasarkan hasil assessment saya dari resep-resep masakan tadi. Tentunya ada beberapa bumbu dapur yang susah saya dapatkan di negara ini. Dulu saya walaupun weekend sekalipun sering pulang ke Indonesia.  Pada saat weekend pulang ke Indonesia , saya sekalian mencari beberapa bumbu di sana dan saya bawa balik lagi ke tempat kerja.

Saya ingat sekali resep masakan yang pertama kali saya coba adalah tumis paprika saus tiram. Maklum baru pertama kali mencoba, jadi masih punya perasaan takut untuk berbuat salah. Jangan-jangan nanti hasil masakannya ga enak. Oleh karenanya saya coba ikutin bener-bener apa yang dibilang di resep. Kalau dibilang garam hanya butuh setengah sendok teh, saya juga tidak berani lebih dari setengah sendok teh. Jadi bener-bener saya ukur garamnya setengah sendok teh. Yang paling agak membingungkan pada saat saya dihadapkan pada resep yang bilang butuh bahan A 100 gr, bumbu B 200ml dan sejenisnya, susah ngukurnya, orang saya tidak punya timbangan. Atau pada saat saya dihadapkan pada suatu resep yang bumbunya tidak bisa saya dapatkan disini, misalnya butuh daun salam segini lembar. Ujung-ujungnya kreativitas dan improvisasi saya mulai terlatih sedikit demi sedikit. Kalau dibilang segini gram atau segini liter, saya kira-kira saja. Kalau ga ada bumbu A saya coba ganti bumbu B. Kalau ga ada bahan D saya ganti dengan bahan E. Singkat cerita pengalaman pertama saya memasak tumis paprika saus tiram berjalan dengan sukses. Rasanya enak dan hati saya waktu itu langsung melonjak berbunga-bunga. Seperti perasaan seseorang yang baru jatuh cinta untuk pertama kalinya haha.

Pengalaman pertama saya yang sukses tadi, memacu saya untuk mencoba resep berikutnya. Oh iya, saya biasanya mulai masak sehabis pulang kantor dan istirahat. Biasanya jam-jam 5-6 sore gitu saya mulai meracik-racik bumbu dan bahan yang diperlukan. Terus terang sampai hari ini saya belum bisa memasak di luar kepala. Saya masih harus meliat buku panduan, ya buku resep tadi. Ditemenin streaming radio siaran-siaran radio di Jogja, saya mulai meramu bumbu dan bahan makanan.

Saya masih ingat resep masakan berikutnya yang saya coba adalah nasi goreng bungkus telur. Nasi goreng dicampur dengan kacang polong, wortel, jagung printilan, buncis, ayam fillet, dan sosis. Kemudian dibungkus dengan gulungan telur yang sudah dicampur dengan tepung. Resep demi resep selanjutnya saya coba dan berjalan dengan lancar. Keasyikan memasak mulai saya rasakan. Bukan menjadi suatu keberatan lagi, melainkan kecanduan yang mengarah ke hobi yang menyenangkan. Ternyata memasak itu mengasyikan yaahh..silahkan coba dan buktikan…

Posted in Cerita-Cerita | Tagged , , , , , | Leave a comment

Proud to be Indonesian…

Saya masih percaya bahwa Indonesia bisa memberikan yang terbaik buat saya, dan begitu juga sebaliknya saya masih terus optimis bisa berbuat terbaik buat negara saya. Salah dan benar Indonesia tetap negara saya. Kalau salah mari kita ikut berperan aktif bersama-sama membuat negara kita menjadi benar, dengan kemampuan dan keahlian di bidang kita masing-masing. Sekecil apapun akan sangat berarti. Kalau negara sudah benar mari bersama-sama menjaga agar negara kita terus menjadi benar. Saya merantau jauh dari kampung, apa yang saya peroleh dari sini saya investasikan kembali ke Indonesia tanpa ragu, saya buka usaha dengan apa yang saya peroleh dari perantauan. Dengan membuka usaha saya bisa membuka lowongan kerja, walaupun tarafnya masih kecil, hanya bisa menampung 4-5 orang tenaga kerja tetapi paling tidak saya sudah bisa mewujudkan keinginan saya dengan tindakan nyata untuk membantu negara saya menciptakan lapangan kerja buat sesama anak bangsa. Tidak hanya bisa mengeluh dan menyalahkan. Tentu saja saya berharap, usaha yang saya kembangkan akan semakin berkembang besar, sehingga lapangan kerja yang bisa saya ciptakan pun akan semakin bertambah luas, dengan demikian tenaga kerja yang bisa tertampung akan semakin bertambah banyak.

Kalau satu anak bangsa di perantauan bisa ikut serta secara nyata membuka lapangan kerja baru di kampung halaman masing-masing minimal 3-4 orang saja, sekian puluh ribu atau ratus ribu yang merantau dikalikan 3-4 orang tadi, bisa dibayangkan berapa ratus ribu tenaga kerja Indonesia yang tidak perlu jauh-jauh meninggalkan keluarganya, terutama Ibu-Ibu. Biarkan beliau-beliau tinggal di rumah untuk memberikan pendidikan terbaik buat putra-putrinya. Biarkan tenaga-tenaga ahli dan tenaga terampil saja yang keluar untuk merantau dan mencari modal yang diinvestasikan balik ke kampung. Paling tidak hal diatas yang sudah saya mulai lakukan sekarang ini. Saya tidak bisa merubah atau mempengaruhi suatu sistem yang sudah berjalan di kalangan para pembuat keputusan. Tetapi saya mempunyai cara sendiri untuk tetap bisa ikut serta berperan dan berbuat terbaik demi negara dan bangsa saya, Saya tidak mau terus-menerus mengeluh tentang kondisi di negara saya. Saya harus berbuat sesuatu dengan tindakan nyata, walaupun mungkin tarafnya masih sangat kecil. Saya tetap dan akan terus bangga menjadi warga negara Indonesia.

Menurut saya kalau kita hanya berkeluh kesah tanpa tindakan nyata dari diri kita sendiri untuk ikut membantu berbenah, akan lebih banyak energi kita sendiri yang terkuras dan terbuang percuma. Ada sebagian kecil orang yang berbuat melanggar kaidah-kaidah atau norma agama, hukum, sosial, mereka tentunya sudah tahu resiko dari apa yang mereka perbuat pada akhirnya nanti. Kalau kita bisa mencegah langsung itu akan sangat bagus, namun begitu kalau kita tidak sanggup mencegahnya secara langsung, menurut saya tindakan yang paling bijak adalah memberikan contoh nyata paling tidak kepada diri kita sendiri dan keluarga kita untuk tidak berbuat seperti mereka. Berikan contoh dengan tindakan nyata sekecil apapun yang bisa membawa perubahan menuju ke arah yang lebih baik tentu saja. Demikian juga di kalangan pemerintah. Kapasitas saya jelas tidak akan mampu memberikan pengaruh atau merubah keputusan-keputusan yang mereka ambil. Jangankan merubah memberi masukkan pun sangat kecil kemungkinan untuk didengar. Bukan berarti kita tidak boleh berkeluh kesah. Boleh namun juga harus realistis dan terukur. Kalau perlu diakomodir secara kolektif melalui suatu lembaga yang lebih besar, sehingga keluh kesah kita didengarkan oleh para pembuat kebijakan. Berkeluh kesah batasannya sangat tipis dengan menjelek-jelekkan bangsa sendiri, jadi menurut saya hendaknya kita juga bisa mengukur diri kita dalam berkeluh kesah, jangan sampai kita terjebak untuk selalu merasa pesimis menjadi anak bangsa dengan menjelek-jelekkan bangsanya sendiri.

Kalau negeri kita masih ada yang bolong-bolong, mari bersama-sama menambal yang bolong-bolong tadi, semampu kita. Sekecil peran yang bisa kita berikan, tidak masalah, yang penting ada tindakan nyata. Sukur-sukur bisa berbuat dan berperan lebih besar. Yang penting jangan sampai malah kita sendiri ikut terbawa arus alergi untuk menyembuhkan yang sakit itu. Ibarat sakit kulit, jangan sampe kita jijik untuk mengoleskan salep di kulit kita sendiri agar cepat sembuh sakit kulitnya, korengnya, dan bopengnya.

Akhir kata, untuk mengingatkan betapa indahnya tanah air kita, berikut saya cantumkan link lagu Indonesia Tanah Airku karya alm Ibu Soed, yang saya ambil dari YouTube.

http://www.youtube.com/watch?v=_UmvnW2I_zw

Always proud to be Indonesian….

Posted in Cerita-Cerita | Tagged , , , , , | Leave a comment