Bagian Keenam Memulai Minimarket Mandiri: Strategi Penjualan

Setelah semua perangkat, isi, dan komputerisasi minimarket sudah selesai dilakukan, artinya minimarket kita sudah siap dibuka untuk melayani pembeli. Minimarket adalah salah satu usaha dagang yang sifatnya pasif, atau menunggu pembeli untuk datang. Bukan kita yang harus mendatangi pembeli seperti misalnya yang dilakukan oleh pedagang keliling. Dengan demikian diperlukan suatu strategi tertentu bagaimana agar supaya banyak pembeli yang datang untuk berbelanja di minimarket kita tersebut. Ada banyak faktor yang menyebabkan pembeli mau datang untuk berbelanja, antara lain faktor pelayanan, keamanan, kelengkapan barang yang ada di minimarket, kebersihan, dan yang paling menentukan adalah harga barang yang kita jual.

Menentukan harga jual dari semua item barang yang kita pajang di minimarket merupakan salah satu strategi penjualan yang harus kita pikirkan secara cermat. Kita sebagai pemilik minimarket setidaknya harus belajar ilmu ekonomi walaupun dalam level basic secara autodidak. Sekali lagi perlu diingat, minimarket yang kita jalankan ini adalah minimarket mandiri, jadi segala sesuatu yang menyangkut operasional, strategi marketing dan penjualan semuanya kita yang harus memikirkan dan menentukan. Ini justru sangat bagus, karena secara tidak langsung kita akan dituntut untuk selalu belajar dan terlatih menentukan bagaimana sebuah usaha (perusahaan) dijalankan.  Memiliki sebuah minimarket, berarti kita harus siap menjadi ‘bos’ yang harus mampu memikirkan bagaimana agar ‘perusahaan’ tadi  bisa jalan dan menguntungkan.

Untuk menentukan dan pada akhirnya kita bisa menempelkan tanda harga (price tag) per item barang, bisa dilakukan dengan beberapa strategi seperti contoh-contoh yang disebutkan di bawah ini:

  1. Survey harga di toko grosir, swalayan, supermarket, hipermarket dan pasar-pasar. Pada saat kita berbelanja item barang di tempat-tempat tersebut, kita akan mendapatkan struk belanja. Simpan baik-baik struk belanja ini karena nantinya akan kita gunakan sebagai patokan untuk menentukan harga jual kembali item-item yang kita beli tersebut di minimarket kita. Kalau kita menjadi pelanggan setia di tempat-tempat grosir besar dan kita bisa menjalin relasi dengan pemiliknya, manfaatkan kesempatan bagus ini untuk menanyakan strategi penjualan yang mereka lakukan setiap harinya di tempat mereka tersebut. Berapa minimum dan maksimum pengambilan keuntungan untuk item barang atau kelompok item barang yang biasanya mereka terapkan. Tidak ada salahnya sama sekali kita berkonsultasi dengan orang-orang yang sudah mapan dalam bisnis retail ini.
  2. Survey harga di toko, minimarket, atau warung tradisional di sekitar minimarket kita. Pembeli akan sangat sensitif memilih dimana mereka akan belanja. Perbedaan harga Rp 5 lebih mahal di minimarket kita, bisa jadi mereka akan lari ke toko atau minimarket lainnya. Harus pintar-pintar memilih strategi penjualan, subsidi silang item barang mana yang kita akan jual lebih murah dan mana yang akan kita jual lebih  mahal dibandingkan item yang sama yang dijual di minimarket atau toko di sekitar minimarket kita.
  3. Pada saat agen atau sales produk datang ke minimarket kita untuk menawarkan barang, kita bisa melakukan nego harga belinya kepada mereka, sebisa mungkin harga yang kita dapatkan dari agen/sales tersebut harus lebih murah dari pada harga yang kita dapatkan di supermarket atau hipermarket besar. Kita sudah mempunyai patokan daftar harga barang dari banyak tempat grosir, supermarket atau hipermarket yang sudah kita punyai dari langkah no 1 dan 2 diatas. Dengan demikian kita bisa menentukan harga jual item lebih murah daripada harga item atau barang yang sama yang di jual di supermarket atau hipermarket di atas. Hal ini secara psikologis akan memberikan kesan kepada pembeli kalau minimarket kita adalah tempat berbelanja paling murah, lebih murah daripada berbelanja supermarket atau hipermarket.
  4. Berdasarkan pengalaman saya menjalankan bisnis minimarket berikut adalah “rule of thumb” berapa persen keuntungan yang bisa kita ambil dari masing-masing kelompok barang. Perlu diingat, untuk menentukan berapa persen kisaran keuntungan, akan sangat tergantung dari survey harga di tempat anda masing-masing. Apa yang saya sampaikan disini adalah sebagai gambaran kepada anda untuk kemudian bisa disesuaikan dengan kondisi dan persaingan minimarket di sekitar minimarket anda masing-masing. Untuk kelompok food (segala macam produk makanan, minuman, dan sembako), saya mengambil kisaran keuntungan 5-10% dari harga beli. Kemudian untuk kelompok non food (sabun, kosmestik, peralatan rumah tangga, ATK, obat-obatan, aksesoris, dan lain sebagainya) saya mengambil kisaran keuntungan 20-50% dari harga beli.
  5. Bekerja sama denga agen atau sales produk untuk sesekali melakukan promo diskon harga atau pemberian hadiah untuk pembelian item-item tertentu atau dalam jumlah tertentu, misalnya promo beli 1 dapat 2 dan lain sebagainya dalam waktu terentu, misalnya seminggu atau pada hari-hari tertentu. Lakukan promo diskon secara regular sebagai salah satu cara untuk menarik banyak pembeli datang ke minimarket kita. Bila perlu buat selebaran promo diskon yang bisa kita tempel di tempat-tempat tertentu atau kita sediakan di depan meja kasir sehingga pembeli bisa dengan mudah melihat dan mengambil selebaran tersebut.
  6. Lakukan langkah-langkah strategi penentuan harga dengan dibarengi oleh pelayanan yang optimal kepada pembeli, ramah dan cepat, ciptakan lingkungan dan suasana minimarket senyaman dan seaman mungkin sehingga pembeli akan betah dan “ketagihan” berbelanja di minimarket kita.

Bersambung ke bagian ketujuh

Posted in Peluang Usaha | Tagged , , , , , , , , | 11 Comments

Pindah ke Apartemen Baru

Saya bekerja di salah satu perusahaan internasional. Sebagai pegawai dengan status International Mobile, saya berhak mendapatkan rumah tinggal (fully furnished housing provided) di semua negara dimana saya ditempatkan. Jumat malam kemaren saya baru saja pindahan dari apartemen yang sebelumnya ke apartemen yang baru karena satu dua minggu belakangan saya sangat sibuk jadi belum sempat memikirkan kapan saya akan mulai pindahan. Jumat petang pada saat saya sedang menikmati makan malam di sebuah restoran Cina berdua dengan seorang temen, tiba-tiba BlackBerry saya berdering. Ternyata landlord sebuah apartemen menilpon mengatakan kalau flat apartemen untuk saya sudah siap. Dia menanyakan kapan saya akan pindah. Saya jawab saja malam ini juga saya akan masuk. Hari Kamis sebelumnya memang saya sudah mendapatkan copy contract antara kantor dengan pihak landlord. Dari copy contract yang saya pegang, saya jadi tahu kalau uang sewanya sudah dibayarkan untuk jangka waktu satu tahun ke depan sekaligus, fully furnished, cleaning, internet, maintenance, listrik, air gratis.

Apartemen ini terletak di pinggir jalan menghadap laut ke arah timur. Sebuah view yang menurut saya sangat bagus, karena setiap pagi saya bisa menikmati indahnya saat-saat matahari terbit. Demikian juga kalau ingin sekedar jogging di waktu senggang atau di saat weekend, dengan gampang saya tinggal jalan beberapa meter, sampailah saya di pinggir pantai. Tapi kadang niat tinggal niat, kalah sama pulau kasur hehe. Atau pada saat malam hari, saya bisa dengan lepas menikmati keindahan kota dengan gemerlap lampu menghiasi suasana malam. Apartemen saya ini terletak di Lt 7, Flat no#19. Begitu memasuki flat, nuansa dindingnya bermotif (wall paper) berwarna coklat kekuningan, selaras dengan lampu penerangan sepanjang hall menuju ruang tengah. Di dinding terpampang beberapa lukisan repro menambah enak suasana di dalam flat. Begitu memasuki apartemen, ada kamar tidur di sisi kanan. Ukuran kamar lumayan besar, 4x4m dengan bed berukuran king size 2x2m. Kamar ini dilengkapi dengan meja rias dan lemari pakaian 5 pintu yang diletakkan di pojok kamar. Lampu tidur diletakkan di samping kanan dan kiri tempat tidur, dan kamar mandi dengan bathtub dan shower ada di dalam kamar.

Hall ini akan menyambung ke ruang tengah. Ruangan ini sepertinya dikhususkan sebagai ruang multifungsi, bisa sebagai kamar tamu sekaligus kamar tempat keluarga berkumpul dan bercengkrama. Suasana merah bercampur coklat sangat kental terlihat disini. Di samping kamar ada jendela lebar bertirai gorden coklat. Jendela ini langsung menghadap laut, sehingga mata dengan bebas bisa menikmati pemandangan di laut lepas atau suasana kota di kejauhan sana. Ruang tamu yang sekaligus sebagai ruang keluarga ini berukuran 4x6m, sangat cukup untuk tempat kumpul-kumpul. Sebenarnya ada meja makan di samping kursi ruang tamu ini, namun tidak kelihatan/terpotret. Ruang tamu dilengkapi dengan TV layar datar 42inch. Oh iya, semua yang saya ceritakan disini adalah furniture bawaan dari apartemen, bukan milik saya sendiri, artinya begitu saya masuk barang-barang itu sudah ada (furnished apartment). Ada sambungan internet ADSL gratis dan modem untuk koneksi WiFi yang diletakkan di ruang tamu. Jadi saya bisa sepuasnya berselancar, kirim email, browsing, dan yang paling penting bisa terus menyalurkan hobi ber-blogging ria.

Dapur adalah salah satu ruangan yang sering saya kunjungi, karena saya sering memasak sendiri. Apartemen dengan dapur yang representatif adalah suatu keharusan untuk saya. Flat saya ini dilengkapi dengan dapur berukuran kurang lebih 2x4m. Lemari es, mesin cuci, mesin pengering, kompor listrik, toaster, microwave, coffee maker, juicer, gelas, piring, dan peralatan dapur lainnya sudah disiapkan. Mungkin nanti kalau ingin menambah peralatan-peralatan dapur yang lainnya tinggal dilengkapi dan beli sendiri. Tentu saja bisa diklaim hehe. Bagi saya dapur dengan ukuran seperti ini sudah lebih dari cukup. Kitchen set-nya lumayan sederhana, namun begitu dengan peralatan dapur yang lumayan lengkap sudah sangat cukup untuk membuat saya betah tinggal di flat, mencoba-coba resep masakan baru, masak sendiri, dimakan sendiri (asyiikk sebentar lagi ada temennya hehe), hitung-hitung ngirit, tidak jajan makanan di luar. Nanti kalau pas pulang ke Indonesia tentu saja saya akan membawa bumbu-bumbu siap jadi maupun bahan-bahan yang sekiranya susah untuk ditemukan disini.

Di samping dapur ini ada kamar mandi luar, ukurannya kurang lebih 2x2m, dengan bathtub dan shower. Sepertinya kamar mandi luar ini didesain untuk tamu. Di depan kamar mandi luar ini ada kamar tidur lagi yang ukurannya lebih kecil 3x3m dengan ukuran bed sebesar 1.5x1m. Kamar ini didesain untuk kamar tidur anak, dilengkapi dengan 1 lemari pakaian dan dua lampu tidur di kanan dan kiri tempat tidur. Semuanya sudah tertata dengan rapi dan siap untuk ditempati. Di samping tempat tidur ada jendela bergorden. View dari jendela ini bisa melihat lokasi kota dan kompleks pemukiman di sekeliling apartemen.

Dan akhirnya sampailah kita ke tujuan akhir dari tur mengelilingi apartemen saya kali ini hihi. Kamar tidur utama berada di bagian paling belakang. Ukurannya lumayan besar kurang lebih 4x4m, dilengkapi dengan lemari pakaian 6 pintu yang lumayan besar, dan meja rias yang sekaligus berfungsi sebagai lemari kecil karena ada rak-rak yang bisa dipakai untuk menyimpan barang-barang plus tentu saja kaca rias, dan bed king-size kurang lebih berukuran 2x2m. Seperti dua kamar tidur sebelumnya, kamar tidur utama ini dilengkapi dengan lampu tidur di kanan dan kiri bed.  Kamar utama ini didesain bersuasana kuning kecoklatan dengan gorden berwarna hijau. Kamar mandi dengan bathtub dan shower ada di dalamnya. Saya lebih suka beli  dan bawa barang-barang keperluan kamar mandi dari Indonesia, baik itu sabun, pasta gigi, sikat gigi, sampho. Jadi ketika pulang ke Indonesia, salah satu barang wajib yang ada di tas saya adalah barang-barang di atas, eitss dan perlu diketahui saya beli barang-barang tadi di minimarket saya sendiri, daripada beli di toko orang lain kan? Biasanya saya membawa beberapa banyak sekalian cukup untuk keperluan selama 3-4 bulan. Jadi misalnya shampho atau sabun cair, saya sekaligus membawa refill-nya.

Fasilitas yang disediakan oleh pihak apartemen antara lain kolam renang, gym, ruang sauna, dan ada juga meja bilyard di lobby. Dan di teras apartemen ada StarBuck. Sebenarnya untuk urusan mencari makanan sangat mudah karena apartemen ini lokasinya dekat kemana-mana, dekat ke restoran karena memang sekelilingnya banyak restoran (termasuk restoran Indonesia), dekat dengan minimarket, dekat dengan baber shop, dekat dengan mall, dan dekat dengan kantor. Jadi saya rasa pilihan saya untuk memilih dan tinggal apartemen ini tidaklah keliru. Dan cukuplah setahun tinggal di apartemen ini, tidak usah lama-lama, eh siapa tahu tahun berikutnya sudah ditransfer ke lokasi/negara lain….

Posted in Cerita-Cerita | Tagged , , , , , , | 3 Comments

Cara Menghapus Akun Google Secara Permanen

Dalam postingan sebelumnya, saya memuliskan tip cara menghapus akun Yahoo secara permanen (baca disini). Sekarang saya akan coba tuliskan cara menghapus akun Google secara permanen. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Masuk ke laman berikut  https://accounts.google.com/Login

  1. Setelah anda memasukkan akun dan kata sandi anda, anda akan dialihkan ke menu seperti berikut

  1. Pilih menu Services > Delete entire Google account
  2. Klik “Close entire account and delete all services and info associated with it”
  3. Setelah anda melakukan langkah no 4, anda akan dialihkan ke menu seperti gambar di bawah

 

Sebelum melakukan langkah selanjutnya, sebaiknya anda membaca dengan teliti “peringatan” dari Google tentang akibat setelah anda menghapus akun Google. Intinya semua informasi yang terkait dengan akun tersebut akan terhapus selamanya. Anda bisa memilih apakah akan  menghapus salah satu atau beberapa atau semua layanan yang terkain dengan akun anda di Google dengan meng-klik kotak kecil di sebelah kiri layanan Google Adsense, Web History, Gmail, Google Talk, dan YouTube.

  1. Setelah anda benar-benar yakin, langkah selanjutnya adalah melakukan konfirmasi dari pilihan yang sudah anda tentukan pada langkah no 6 dengan memasukkan kata sandi anda kemudian klik “Delete Google Account”.
  2. Untuk membatalkan proses penghapusan akun Google anda tinggal meng-klik “Cancel”
  3. Selamat mencoba 🙂

 

Posted in Tips | Tagged , , , , , | 5 Comments

Bagian Kelima Memulai Minimarket Mandiri: Komputerisasi Minimarket

Pada bagian kelima ini saya akan melanjutkan tulisan saya dengan topik komputerisasi minimarket. Bagi yang belum membaca tahapan sebelumnya langkah-langkah mendirikan minimarket mandiri, bisa dibaca di bagian keempat berikut.

Apakah komputerisasi minimarket mandiri perlu dan wajib? jawabannya adalah bukan suatu keharusan namun akan sangat memberikan manfaat apabila kita melakukannya. Komputerisasi yang saya maksudkan disini adalah stocking, tracking, pelaporan untung dan rugi, transaksi penjualan dan pembelian dengan menggunakan program point of sales (POS). Kita bisa saja melakukan semua kegiatan diatas secara manual. Namun pertanyaannya adalah, bagaimana kalau seandainya minimarket mandiri kita semakin berkembang dan stok barang semakin banyak? bagaimanakah cara efektif untuk melakukan semuanya? apakah dengan pencatatan manual akan menjamin laporan-laporan yang kita siapkan memberikan data akurat yang bisa menggambarkan keadaan minimarket kita sesungguhnya? apakah dengan cara manual kita bisa melakukan rekap berapa sebenarnya keuntungan atau bahkan kerugian kita dalam periode waktu tertentu? Apakah dengan cara manual kita bisa melakukan tracking penjualan setiap harinya? apakah dengan cara manual kita bisa melakukan deteksi kealpaan (saya tidak mau menyebut kecurangan) di meja kasir? dan beberapa pertanyaan lainnya. Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan di atas saya serahkan ke anda masing-masing.

Seandainya jawaban dari pertanyaan-pertanyaan di atas adalah kita tidak bisa melakukan dengan secara cepat dan akurat dengan cara manual, maka solusinya tidak lain dan tidak bukan adalah kita harus melakukan program komputerisasi di minimarket mandiri kita. Sekali lagi yang perlu ingat, minimarket yang kita dirikan ini adalah minimarket mandiri, bukan franchise. Dengan demikian segala sesuatu yang terkait dengan semua operasional minimarket, kita lah yang harus sediakan dan persiapkan, termasuk hal yang terkait dengan program komputerisasi ini.

Tahapan awal dari program komputerisasi tentu saja mencari vendor-vendor pembuat program POS, kemudian membandingkan dari sisi harga, teknis, kemampuan program POS yang kita inginkan, service after sales-nya seandainya kita mempunyai masalah. Bukan bermaksud promosi, saya bisa merekomendasikan salah satu vendor pembuat program POS yang mungkin bisa anda pertimbangkan untuk anda pilih, namanya PT MKT, alamatnya di Jalan Kaliurang KM9, Jogja. Saya sudah menjadi pelanggan mereka dari awal berdiri minimarket saya sampai saat sekarang ini, dan saya menggunakan produk program POS windows based dari mereka (cerita selengkapnya baca selengkapnya disini.) Setelah kita bisa memilih vendor dan menentukan program POS apa yang ingin kita gunakan, tahap berikutnya tentu saja menyediakan komputer, printer, dan barcode reader-nya. Supaya tidak ribet, menurut hemat saya lebih baik sekalian kita membeli satu paket melalui vendor yang kita pilih tadi. Maksud satu paket disini adalah membeli program POS, komputer, printer, dan barcode reader dari satu vendor. Bagaimana spesifikasi hadware diatas, bisa kita konsultasikan dengan vendor tersebut dan tentu saja disesuaikan dengan dana yang kita punya/siapkan untuk melakukan program komputerisasi ini.

Setelah semua siap, program POS sudah terpasang di komputer dan kita sudah bisa mengoperasikan (biasanya vendor akan menawarkan pelatihan gratis sesaat setelah kita membeli program POS dari vendor tersebut), langkah selanjutnya adalah memasukkan data-data item-item atau barang-barang yang ada di minimarket kita ke dalam program POS tadi. Masing-masing program POS mempunyai Graphic User Interface (GUI) sendiri-sendiri. Namun biasanya hal umum yang bisa dijumpai di semua program POS adalah adanya menu untuk memasukkan item/barang, menu untuk penjualan, rekap dan pelaporan. Saya sarankan anda turun langsung dan mencoba sendiri memasukkan item-item tersebut dengan program POS yang baru anda pasang, karena dengan begitu pada nantinya anda bisa melatih karyawan-karyawan anda sendiri dan tentu saja anda akan menjadi lebih tahu seluk beluk program POS yang anda pasang, untuk menghindari kealpaan-kealpaan yang mungkin terjadi setelah minimarket anda benar-benar secara penuh mengimplementasikan dan beroperasi dengan program POS tersebut. Pengalaman saya pada saat untuk melakukan inventarisasi dan memasukkan data-data item atau barang yang ada di minimarket butuh waktu kurang lebih sebulan penuh sampai benar-benar semua data masuk ke dalam program POS dengan menggunakan tenaga 2 orang full time khusus untuk melakukan input data. Namun tentu saja durasi waktu dan berapa jumlah tenaga yang diperlukan untuk melakukan hal tersebut diatas tergantung dengan jumlah item atau barang yang ada di minimarket kita masing-masing.

Ada beberapa keuntungan yang bisa kita dapatkan dengan memasang dan menggunakan program POS di minimarket kita. Selain pencatatan transaksi dan laporan yang lebih akurat, dari sisi konsumen juga akan lebih merasa nyaman berbelanja di tempat kita, karena mereka akan mendapatkan kepastian harga dan struk pembelian yang pasti. Dari sisi kita, kebanggaan akan kita dapatkan, karena kita bisa memberikan pelayanan kepada pembeli dibarengi dengan teknologi. Bisa jadi nanti dari mulut ke mulut, satu pembeli ke pembeli berikutnya, akan berkembang informasi bahwa berbelanja di minimarket kita terasa nyaman, karena semua serba terdata di komputer.

Selain program POS, hal lainnya yang tidak kalah penting yang bisa kita pertimbangkan untuk dipasang di minimarket kita adalah memasang perangkat CCTV. Namun tentu saja urgensinya disesuaikan dengan kondisi minimarket dan lingkungan di sekitar minimarket kita masing-masing. Banyak vendor yang menawarkan program pemasangan CCTV dan kita tinggal memilih mana yang kira-kira cocok dengan kondisi dan keperluan kita. Dengan maraknya pemberitaan tentang tindak kejahatan yang menimpa minimarket-minimarket, tidak ada salahnya kita memasang perangkat CCTV ini. Berapa jumlah kamera CCTV yang akan kita pasang, bisa kita sesuaikan dengan seberapa luas bangunan minimarket tadi. Menurut hemat saya kamera-kamera CCTV yang kita pasang sebisa mungkin meng-cover semua isi ruangan minimarket, bagian depan, tengah, belakang, bagian kasir, pintu masuk, dan halaman luar/parkir minimarket. Dengan memasang perangkat CCTV secara psikologis akan memberikan jaminan keamanan kepada pembeli untuk berbelanja di minimarket kita, selain itu memberikan terapi kejut kepada orang-orang yang mempunyai pikiran jahat untuk berpikir ulang seribu kali untuk melakukan tindak kejahatan di minimarket kita tadi.

Bersambung bagian keenam

Posted in Peluang Usaha | Tagged , , , , , , | 9 Comments

Tips Agar BlackBerry Tidak Lambat

Apakah anda sering merasakan Blackberry anda lemot, lambat, dan sering nge-hang? Ada kemungkinan memory internal BlackBerry anda penuh. Salah satu kelemahan dari BlackBerry adalah kita  tidak bisa menginstall aplikasi di dalam media card. Oleh karena itu, kita harus me-manage memory internal BlackBerry kita dengan baik. Saya mendapatkan tips yang dikirimkan salah seorang temen melalui Grup BBM tips tentang bagaimana membersihkan memory internal BlackBerry ini. Saya sudah mencobanya dan saya rasakan perbedaan yang cukup signifikan, BlackBerry saya jarang nge-hang atau lemot lagi. Tips berikut saya tuliskan kembali dari unanimous resource:

  1. Hapus semua messages yang tidak penting, baik itu email, sms atau mms. Email dengan  attachment yang besar usahakan dibaca hanya melalui komputer.
  2. Hapus browser cache. Caranya buka Browser, klik menu (logo BB), klik Options, klik  Cache Operations, klik clear history.
  3. Tutup semua percakapan yang tidak penting di BlackBerry messenger, Yahoo Messenger, Google Talk, MSN, dan lain-lain.
  4. Hapus  cache di aplikasi FaceBook.  Caranya: buka FaceBook, klik menu (logo BB), klik options, klik clear cache.
  5. Hapus semua miss calls. Caranya:  buka  “Messages” (simbol sms/mms), klik menu (logo BB),  klik View Folder, klik Missed Calls, klik menu, klik Delete Prior.
  6. Hapus phone call logs. Caranya: buka  “Messages” (simbol sms/mms), klik menu, klik View Folder, klik Phone Call Log, klik menu, klik Delete Prior.
  7. Hapus event log. Caranya: dari Home Screen tahan tombol alt, lalu klik huruf L G L G, lalu tekan menu (logo BB), klik clear log.
  8. Bersihkan temporary memory. Caranya: buka “Options”, klik Security Options, klik Memory Cleaning, klik menu (logo BB), klik Clean Now, klik Save.
  9. Lakukan soft reset. Caranya: tekan alt – shift (aA) kanan – del secara bersamaan, tahan kira-kira 3 detik (sampai screen mati).

Baca juga tips aman menjual/memindahtangankan BlackBerry anda disini.

Semoga tips diatas membantu..

Posted in Tips | Tagged , , , , , | Leave a comment

Bagian Keempat Memulai Minimarket Mandiri: Mengisi Barang

Pada bagian keempat ini saya akan membahas langkah selanjutnya dari kelanjutan langkah-langkah sebelumnya, yaitu mengisi barang. Yang saya maksud dengan mengisi barang disini adalah menyediakan semua kelengkapan yang diperlukan sampai benar-benar minimarket tadi siap untuk beroperasi, tentu saja terutama yang terkait dengan kelengkapan dan ketersediaan item-item yang akan dijual di minimarket.

Sebelum saya menginjak pada bahasan mengisi item yang akan tersedia dan dijual di minimarket, ada baiknya saya akan menyinggung sedikit mengenai pentingnya kita menyiapkan nama dan logo minimarket kita tersebut. Nama dan logo membantu pembeli untuk mengingat kembali dimana mereka bisa mendapatkan atau membeli sesuatu, merekam kesan dimana mereka mendapatkan pelayanan berbelanja menyenangkan, dan tentu saja secara tidak langsung mereka bisa menjadi tenaga marketing kita. Mereka akan menyampaikan dan bercerita pengalaman berbelanja yang menyenangkan yang mereka dapatkan di minimarket kita kepada teman, kolega, dan saudaranya dan begitu seterusnya (mouth marketing). Tentu saja mereka akan menyebut nama minimarket kita pada saat mereka bercerita. Semakin sering disebut, semakin terkenal minimarket kita. Jadi begitulah, betapa pentingnya nama dan logo minimarket kita tersebut. Dalam penentuan nama dan logo minimarket, sebisa mungkin dipilih yang menarik, mudah diingat, dan tentu saja yang  mempunyai nilai komersial. Saya tidak ahli dalam mencari atau  menentukan nama minimarket dan sekaligus logonya. Saya lebih cenderung untuk berkonsultasi kepada ahlinya, misal kepada seorang design interior, atau brand consultant. Kita bisa googling informasi mengenai jasa konsultasi pembuatan logo dan brand consultant yang terdekat di kota kita masing-masing.

Langkah berikutnya adalah memulai mengisi barang. Ingat minimarket kita ini adalah non franchise. Artinya semua tahapan pengisian barang harus kita sendiri yang menginisiasi, dari mencari informasi sales, lokasi-lokasi grosir, membuka jaringan dengan mereka, mengontrol ketersediaan stock, mengisi stock, sampai memonitor produk-produk baru yang muncul di pasaran. Berbeda dengan minimarket franchise, semua stock barang dipasong oleh pemegang lisensi.

Pada saat akan memulai mengisi barang, jangan sungkan untuk turun sendiri mengenal lapangan. Pasar tradisional adalah salah satu tempat atau lokasi berkumpulnya sales-sales produk makan, minuman, sembako, alat-alat keperluan rumah tangga dan lain sebagainya. Biasanya mereka men-drop barang-barang tersebut di pasar-pasar tradisional. Jadi salah satu tempat yang saya rekomendasikan untuk dikunjungi adalah pasar tradisional. Disana kita bisa memulai untuk melakukan survey harga, mengetahui toko-toko grosir tempat nanti kita berbelanja, dan juga tempat dimana kita bisa memulai membuka jaringan dengan sales-sales produk diatas. Setelah kita bisa membuat jaringan dengan mereka, pada akhirnya nanti kita bisa meminta sales-sales tersebut mendrop barang-barangnya langsung ke minimarket kita, dengan demikian kita akan mendapatkan harga beli langsung dari sales produk yang bersangkutan. Dibandingkan apabila kita mencari barang di tempat lain yang bisa jadi harganya sudah dinaikkan dari harga beli sebenarnya. Selain pasar tradisional, tempat yang saya rekomendasikan untuk dikunjungi adalah retail-retail grosir yang besar. Disana kita bisa mengecek dan sekaligus membandingkan harga produk-produk yang tersedia. Dengan demikian kita akan mempunyai daftar perbandingan harga produk-produk dari beberapa tempat tersebut yang pada nantinya kita bisa menentukan atau memilih dimana kita bisa membeli barang-barang yang akan kita jual kembali di minimarket kita dengan harga yang kompetitif.

Setelah kita tahu dimana kita bisa berbelanja, kemudian sales-sales produk sudah mulai mengunjungi minimarket kita, langkah berikutnya adalah membuat tata letak rak yang menarik, mengelompokkan item-item produk dalam kelompok rak tertentu untuk memudahkan pembeli mencari item barang yang diinginkan. Misalnya produk makanan sebaiknya dikelompokkan pada rak tersendiri khusus untuk makanan jangan dicampur dan diletakkan bersama item yang lainnya. Demikian juga dengan produk minuman, mie instant, sabun mandi, minyak goreng, sembako, kosmetika, obat-obatan, toiletries, peralatan rumah tangga, minuman dingin, dan lain sebagainya sebaiknya diletakkan pada kelompok rak-rak masing-masing. Dengan item-item yang dikelompokkan pada kelompok raknya masing-masing, selain pembeli yang akan dimudahkan dalam mencari barang yang akan dicari, juga akan memudahkan kita pada saat kita melakukan pengecekan stock barang yang sudah habis, akan habis, atau yg masih relatif utuh. Langkah selanjutnya adalah labeling rak dan harga item-item yang ada di rak tersebut. Tujuannya sama, memberikan informasi kepada pembeli tentang lokasi barang dan tentu saja harganya seinformatif mungkin.

Bersambung pada bagian kelima

Posted in Peluang Usaha | Tagged , , , , , , , | 13 Comments

Saya Masih Tingkat Pemula Belajar Adsense

Tanggal 20 Februari 2012 kemaren saya mencoba mendaftarkan blog saya ini ke Google Adsense setelah mengetahui kalau bahasa Indonesia sudah disupport (cerita lengkapnya baca disini). Awalnya saya mengira bahwa dengan munculnya beberapa iklan dari Google di blog saya berarti otomatis akan dengan sangat gampang tambahan uang jajan masuk ke kantong saya dengan sendirinya. Tetapi ternyata tidak semudah yang saya kira dan bayangkan hehehe.

Grafik performance report Google Adsense untuk blog saya dari tanggal 20 Feb – 15 Mar 2012 adalah seperti nampak dalam gambar di bawah ini:

Dari grafik di atas terlihat berapa sebenarnya jumlah per klik setiap hari dari pembaca yang mengunjungi blog saya dan berapa estimasi penghasilan yang didapatkan per hari-nya. Tidak setiap hari ada pengunjung yang meng-klik iklan, bahkan mayoritas malah begitu haha. Jadi tidaklah heran kalau mayoritas nilai 0.00 yang nampak di kolom estimated earnings seperti nampak dalam gambar di atas. Total estimated earnings untuk bulan Februari adalah $1.2 dan untuk bulan Maret sampai hari ini baru $0.22…idihh kecil amat hihihi.

Saya googling-googling mencari tips-tips bagaimana bisa menaikkan performance Google Adsense, tentu saja tips-tips yang tidak menyalahi Terms&Conditions yang sudah ditentukan oleh Google Adsense. Ternyata beberapa tips yang diberikan para blogger yang sudah expert dalam per-adsense-an ini, ada yang belum saya lakukan, dan malah ada tips yang sepertinya tidak bisa diterapkan di blog saya ini. Beberapa tips yang saya dapatkan dari googling-googling diantaranya sebagai berikut:

  • Tingkat relevansi iklan dengan isi blog. Menurut tips yang saya baca ada beberapa cara yang bisa dilakukan antara lain dengan menyuruh crawl-nya si Google untuk  merayap isi blog kemudian dia akan mencoba menampilkan iklan sesuai dengan apa yang ditulis di blog tadi. Caranya dengan men-setting crawl melalui webmaster tool-nya Google. Saya sudah melakukannya. Namun cara ini pun tidaklah cukup, harus didukung dengan hal lain seperti rajin memposting atau memposting tulisan secara regular di blog kita dan sebisa mungkin diusahakan tema tulisan kita terfokus pada satu bahasan. Maksudnya begini, menurut tips tadi, kalau performance Google Adsense blog kita ingin bagus, kita harus bikin blog yang khusus membahas satu pokok bahasan saja, misalnya blog tentang Golf, maka semua tulisan-tulisan yang diposting di blog adalah hal-hal yang terkait dengan Golf, jangan dicampur adukkan dengan tulisan-tulisan mengenai jalan-jalan, komputer, makanan, dan lainnya. Nahh tips yang terakhir ini yang sepertinya tidak bisa saya terapkan di blog saya ini, karena memang blog ini saya buat untuk menulis tentang apa saja topik yang kebetulan melintas di benak saya, campur-campur gitu deh hehe
  • Meningkatkan probabilitas blog kita masuk dalam urutan pertama (atau paling tidak muncul di halaman depan) hasil pencarian mesin pencari Google. Ini pun ada beberapa cara, misalnya membuat keyword yang mewakili isi tulisan di blog, atau melakukan beberapa teknik SEO (search engine optimization) lainnya. Nahh teknik yang terakhir ini yang belum saya optimal-kan. Masih belum punya banyak waktu untuk ngulik-ngulik teknik SEO ini. Mungkin nanti kalau sudah punya waktu cukup senggang, saya akan mulai mencoba beberapa teknik SEO.
  • Dan masih banyak tips-tips yang lainnya yang belum sempat saya coba (dan baca)

Begitulah pengalaman saya sebulan ini setelah mempunyai Adsense di blog. Saya belum bisa memberikan tips-tips bagaimana mendapatkan penghasilan dari Google Adsense, lha wong performance Adsense saya sendiri saja masih seperti diatas haha. Walaupun performance Google Adsense di blog saya masih belum seperti yang saya impikan namun hal ini tentunya tidak menghalangi saya untuk tetap terus menulis dan menulis di blog, namanya juga sudah hobi. Salam Blogger…

Posted in Cerita-Cerita | Tagged , , , , , | Leave a comment

Mainan Baru Dell Precision M6600…

Betul sore tadi saya baru saja mengambil laptop dari IT setelah mereka me-reimage dengan image standar, seperti biasa standarnya si Biru :). Saya 2 minggu lalu di-order-kan sebuah laptop baru. Laptop ini memiliki layar 17.3 inch, dengan berat kurang lebih 3.5kg, menggunakan generasi kedua prosesor Intel® Core™ i7 Extreme edition dan opsi sistem memori 1600MHz. Betul laptop kerja saya diganti dari Dell Latitude E6400 menjadi Dell Precision M6600, dan sore tadi baru saya ambil.  Untuk review Dell M6600 lengkapnya bisa dilihat salah satunya di sini. Kalau dibilang laptop sebenarnya kurang tepat. Menurut Dell jenis variant  ini mereka sebut dengan mobile workstation.

Tidak dengan tanpa alasan kantor tiba-tiba mengganti laptop kerja saya yang lama dengan si mobile workstation ini. Saya diberi tanggung jawab baru untuk menjadi salah satu anggota deployment team tepatnya sebagai product champion di wilayah ini dengan tugas atau objective adalah salah satunya untuk bisa lebih memperkuat posisi dan market share salah satu aplikasi andalan si Biru. Aplikasi atau software ini sangat dikenal oleh para profesional G&G terutama yang menekuni dan berkecimpung di bidang GGRE (geology, geophysics, reservoir engineering) modeling, mungkin malah sebagai leader untuk aplikasi serupa world-wide. Aplikasi ini hanya bisa dipasang di komputer dengan spesifikasi tertentu. Nah karena saya mobile, maka diberilah workstation mobile supaya saya bisa bawa tuh aplikasinya kemana saya pergi terus dipresentasikan, didemokan akhirnya full deployment ke client.

Tetapi se-mobile-nya saya, kalau disuruh nenteng-nenteng dengan laptop seberat 3.5kg lama-lama gempor juga hehe. Tetapi tetep harus semangat, toh nanti bisa dibawa dengan tas yang ada rodanya. Yang paling penting adalah bagaimana saya harus bisa menjawab kepercayaan yang sudah diberikan ini. Dengan persiapan yang boleh dikatakan sangat dekat, minggu depan saya harus presentasi di depan salah satu target client. Dalam waktu seminggu ke depan saya harus mempersiapkan sebaik mungkin, karena target ke depannya adalah full deployment bisa dilakukan secepatnya kepada prospek client ini.

Ketika minggu lalu saya dikasih tahu secara mendadak untuk memberikan presentasi di salah satu client untuk minggu depan, saya langsung mengiyakan, walaupun saya tahu persiapannya terbilang sangat mepet. Saya berprinsip setiap pekerjaan tentu ada tantangannya sendiri-sendiri. Tantangan bukan berarti halangan. Tantangan kalau dimaknai secara positif akan mampu menjadi cambuk untuk pada akhirnya bisa mendapatkan raihan yang terbaik. Sebaliknya tantangan yang dimaknai secara negatif, akan selalu terasa menjadi halangan yang akan menghentikan usaha kita untuk mencapai hasil maksimal. Presentasi minggu depan akan saya anggap sebagai cambuk untuk membuat saya menatap tantangan tersebut menjadi sebuah peluang emas yang harus secara pintar dimanfaatkan. Ayo selalu semangat…karena semangat membawa nikmat !

Posted in Cerita-Cerita | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Bagian Ketiga Memulai Minimarket Mandiri: Menyiapkan Sarana Fisik

Pada bagian ketiga ini saya akan melanjutkan bahasan mengenai menyiapkan sarana fisik untuk minimarket mandiri. Setelah anda betul-betul sudah memahami segmen pasar dan pada akhirnya anda sudah bisa menentukan dan memilih lokasi di mana anda akan mendirikan minimarket mandiri, langkah berikutnya adalah menyiapkan sarana fisik. Saya akan bagi menjadi 3 hal pada bagian ini; pertama menyiapkan dan atau mendirikan bangunan fisik minimarket, kedua menyiapkan rak, perkakas, furniture minimarket, dan yang ketiga adalah perekrutan tenaga operasional yang akan mengoperasikan minimarket mandiri.

Tidak bisa dipungkiri untuk memulai bisnis minimarket mandiri ini tidak bisa dipisahkan dari kesiapan dana yang kita miliki. Seberapa besar dana tersebut tentu saja disesuaikan dengan kemampuan kita masing-masing. Seberapa besar dan lengkap minimarket mandiri yang akan kita dirikan nantinya bisa disesuaikan dengan kesiapan dana tersebut. Apabila dana yang kita miliki relatif kecil bukan berarti kita tidak bisa mewujudkan impian kita untuk mempunyai dan memulai usaha minimarket mandiri ini. Semua ide bisnis berawal dan hanya bisa dijalankan dengan niat yang kuat untuk memulainya. Bukan diawali dengan dana, bukan diawali dengan modal, bukan diawali dengan uang, namun diawali dengan niat dan tekad yang kuat untuk melakukannya. Modal bisa didapatkan belakangan. Sekarang sudah banyak lembaga finansial, baik bank dan lembaga yang lainnya, yang bersedia memodali usaha kecil dan menengah. Sekali lagi yang paling penting dalam memulai berwirausaha adalah ide dan niat.

Minimarket mandiri bisa anda dirikan di atas fisik bangunan milik anda sendiri, ataupun menyewa bangunan dari orang lain. Akan sangat bagus kalau anda sudah mempunyai bangunan yang sudah anda siapkan untuk menjalankan bisnis ini. Namun sebenarnya jenis usaha ini sangat fleksibel. Bisa dijalankan dimana saja. Usaha minimarket mandiri bisa dimulai dari sebuah garasi, gudang, atau sebuah kamar kosong yang mungkin kurang dimanfaatkan atau jarang terpakai di rumah anda. Dari sebuah ruangan kecil tersebut kalau anda sangat menekuni usaha ini dengan sebaik-baiknya niscaya nanti bisa berkembang menjadi lebih besar dan minimarket anda perlahan namun pasti bisa mempunyai dan menempati bangunan fisik atau gedung sendiri. Pernahkan anda membaca sebuah kisah kesuksesan bagaimana dan dari mana kedua pendiri Google memulai usahanya? Iya betul, dari sebuah garasi mobil di rumah. Saya tidak ingin membandingkan apa yang saya lakukan dengan kisah pendiri Google di atas. Saya mengawali usaha minimarket mandiri saya dari sebuah garasi kecil di rumah saya tahun 2003 silam, dan Alhamdulillah kini minimarket mandiri saya sudah berdiri di atas bangunan sendiri, tidak kalah dengan minimarket-minimarket franchise. Anda juga bisa menyewa sebuah ruko atau bangunan dari orang lain kemudian anda sulap menjadi minimarket. Semua tergantung hasil analisa data-data yang anda miliki dari kedua langkah yang sudah kita bahas sebelumnya (memahami segmen pasar dan memilih lokasi ).

Setelah anda memiliki bangunan atau ruko yang siap digunakan untuk memulai usaha minimarket mandiri, langkah berikutnya adalah menyiapkan perkakas, furniture, dan rak-rak yang nantinya akan digunakan untuk menempatkan barang-barang atau item yang akan dijual di minimarket anda. Bagaimana tata letak furniture atau rak-rak tersebut sangat tergantung dari selera anda masing-masing dan tentu saja juga tergantung dari seberapa luas bangunan atau ruangan tersebut. Ada baiknya untuk meletakkan dan menyusun rak-rak ini anda meminta tolong kepada ahlinya, misalnya kepada desain interior atau arsitek, karena tata letak rak-rak yang bagus dan menarik akan membuat para pelanggan akan betah berbelanja di minimarket anda pada nantinya.

Sekarang sudah ada beberapa korporasi atau perusahaan yang khusus menjual perangkat-perangkat kebutuhan minimarket seperti rak, komputer, barcode, sampai kepada program point of sales (POS). Rak-rak yang akan digunakan di minimarket anda, tidaklah harus selalu baru. Anda bisa memesan rak-rak second-hand kepada perusahaan tadi. Tanyakan kepada mereka perbandingan harga apabila anda memesan rak yang baru dengan yang second-hand. Seandainya beda harganya tidak terlalu jauh, tentu saja lebih baik memesan rak-rak baru. Namun kalau harganya terpaut jauh, memesan dan membeli rak-rak second-hand tidak ada salahnya. Minta kepada mereka untuk mengecat kembali rak-rak tersebut.

Selain rak, ada baikknya anda mulai mempertimbangkan dan memikirkan untuk mulai menyiapkan perangkat komputer, barcode reader, printer, dan program aplikasi POS untuk minimarket anda ini. Program POS sangat umum dimiliki oleh minimarket-minimarket karena program atau aplikasi ini sangat membantu untuk mencatat stock pembelian, penjualan, pelaporan untung dan rugi, dan memudahkan kita melayani pembeli. Program POS ada yang berbasis DOS, Linux, maupun Windows. Program mana yang ingin anda gunakan tentunya sesuai dengan pilihan anda masing-masing. Awalnya minimarket saya menggunakan aplikasi POS berbasis DOS, namun kemudian sekarang berganti ke aplikasi POS berbasis Windows karena kebetulan software house yang tempat saya membeli aplikasi POS ini memigrasi aplikasi POS ini dari DOS ke Windows (Baca cerita selengkapnya disini). Namun begitu tentu saja perangkat-perangkat seperti komputer, printer, barcode reader, program POS bisa anda siapkan belakangan di kemudian hari seandainya transaksi dan pencatatan stock di minimarket akan anda lakukan secara manual terlebih dahulu.

Perekrutan tenaga operasional sangat bergantung kepada seberapa besar minimarket mandiri yang akan anda jalankan. Untuk awal berdirinya minimarket, menurut hemat saya sebaiknya anda turun sendiri langsung untuk menjalankan bisnis ini. Dari sana anda akan bisa banyak belajar seluk-beluk mengoperasikan usaha ini, dari mencari suplier, sales, belanja item-item yang akan anda jual kembali, menentukan harga, membuat promosi, melayani pembeli, mengoperasikan komputer yang sudah terinstal program POS, dan lain sebagainya. Seiring berjalan dan berkembangnya minimarket mandiri, anda kemudian bisa memikirkan dan mempertimbangkan kira-kira membutuhkan berapa orang tenaga operasional yang akan membantu anda. Pelatihan kepada tenaga atau pegawai baru bisa anda lakukan sendiri, karena anda sudah banyak belajar dan mengetahui seluk-beluk bisnis anda ini. Setelah anda merasa yakin bahwa tenaga operasional ini sudah bisa dilepas, maka pekerjaan-pekerjaan teknis mengurus minimarket mandiri mulai bisa anda delegasikan kepada tenaga operasional tersebut. Tugas anda berikutnya adalah supervisi sekaligus memikirkan strategi bisnis bagaimana cara membesarkan minimarket mandiri anda tersebut.

Bersambung pada bagian keempat

Posted in Peluang Usaha | Tagged , , , , , , | 5 Comments

Bagian Kedua Memulai Minimarket Mandiri: Memilih Lokasi

Penentuan lokasi minimarket ini sangat penting karena akan menentukan kelangsungan bisnis minimarket yang kita rintis. Oleh karenanya semakin lengkap data-data yang kita kumpulkan pada tahapan sebelumnya (baca Bagian Pertama Memulai Minimarket Mandiri: Mengenal Segmen Pasar ) akan semakin memberikan hasil analisa yang lebih akurat. Penentuan lokasi selain berdasarkan data segmen pasar yang sudah kita miliki sebelumnya juga sangat bergantung dengan dana atau modal yang kita siapkan untuk memulai bisnis ini dan tentu saja kemudahan perijinan dari pemerintah daerah setempat dimana kita akan mendirikan minimarket mandiri ini.

Tentunya kita harus mempertimbangkan dengan cermat dimana kira-kira lokasi yang cocok sesuai dengan semua pertimbangan-pertimbangan di atas. Yang perlu diingat disini adalah kita akan memulai bisnis minimarket mandiri. Artinya kita pun harus realistis dalam melihat situasi. Akanlah tidak bijaksana dilihat dari sisi bisnis, apabila kita memaksakan untuk mendirikan minimarket mandiri yang berlokasi di pinggir jalan, sedangkan dari analisa segmen pasar kita sudah tahu bahwa di sana sudah berdiri beberapa minimarket franchise. Kalau head to head berkompetisi dengan mereka, tentu saja minimarket mandiri yang akan kita dirikan tidak akan mampu bersaing. Mereka mempunyai dukungan modal yang lebih kuat dan pasokan barang-barang yang lebih teratur. Di samping itu biasanya antar mereka pun sudah saling berkompetisi. Dalam jarak sekian ratus meter mereka sudah saling berhadap-hadapan. Market share atau pelanggan yang direbutkan pun sudah sangat sedikit. Semakin banyak minimarket, distribusi pembeli akan semakin merata, artinya kemungkinan masing-masing minimarket untuk didatangi pembeli akan semakin mengecil.

Akan lebih baik lokasi yang dipilih sebisa mungkin menjauhi lokasi-lokasi yang sudah ada minimarket franchise. Cobalah melihat lokasi agak lebih ke dalam, tidak di pinggir jalan, misalnya di tengah-tengah pemukiman penduduk atau kompleks perumahan. Saya mengistilahkan konsep minimarket jemput bola. Kita menjemput konsumen dengan cara mendirikan minimarket yang lokasinya mendekati tempat tinggal mereka. Persaingan dengan toko atau warung yang sudah ada tidaklah akan seketat dan sesusah apabila minimarket mandiri kita harus berhadap-hadapan dan bersaing dengan minimarket franchise. Memilih lokasi di dekat atau di tengah kompleks perumahan menurut saya lebih ideal dan strategis, karena konsumennya sudah jelas, tingkat kebutuhan mereka lebih mudah untuk dipetakan, gaya hidup mereka lebih gampang untuk diamati, tingkat kebutuhan berbelanja mereka pun sudah bisa dipastikan akan berjalan secara konsisten dan menerus. Namun tentu saja, memilih lokasi di dekat atau di tengah komplek perumahan adalah tidak mudah apalagi sekarang pun banyak minimarket franchise yang merambah di dekat kompleks perumahan juga. Tetapi masih banyak juga kompleks-kompleks perumahan yang belum berdiri minimarket franchise di dekatnya.

Semua lokasi bisa kita tentukan, namun tidak akan berjalan apabila kita tidak bisa mendapatkan ijin usaha dari pemerintah daerah setempat. Dari hasil analisa data-data pada tahapan pertama, tentunya kita sudah tahu prosedur resmi bagaimana mengurus perijinan untuk mendirikan usaha minimarket mandiri ini, lokasi-lokasi mana saja yang bisa didirikan, bagaimana syarat-syaratnya dan lain sebagainya. Ada beberapa daerah/kota yang tidak mengijinkan minimarket franchise untuk masuk ke dalam wilayahnya. Ada baiknya kita mencari tahu kota-kota atau daerah mana saja yang mempunyai aturan seperti ini, karena dengan demikian ada kesempatan kita untuk masuk dan mencoba mendirikan minimarket mandiri di daerah-daerah tersebut. Banyak cara untuk mencari dan mendapatkan lokasi yang bagus untuk memulai usaha minimarket mandiri. Sebelum menentukan dan mencari lokasi, saya lebih cenderung untuk melihat data-data statistik hasil analisa dari data-data yang dikumpulkan dalam tahapan-tahapan sebelumnya. Pemilihan lokasi yang tepat dan strategis akan sangat menetukan kelangsungan usaha minimarket mandiri ke depannya.

Selamat mencari dan menentukan lokasi…

Bersambung disini..

Posted in Peluang Usaha | Tagged , , , , , , | 3 Comments