Sekelumit Cerita Lain tentang Jogja

Yogyakarta, Yogya, Yogja, Djogdja, Djodjakarta dan berbagai vareasi nama turunan dari nama-nama itu atau belakangan lebih dikenal dengan sebutan Jogja. Nama terakhir dipopulerkan oleh Hermawan Kertajaya dengan jargon marketingnya Jogja Never Ending Asia. Siapakah tidak mengenal Jogja? sepertinya lebih banyak orang yang mengenal Jogja daripada orang yang sama sekali tidak mengenal nama Jogja.

Yogyakarta sebagai sebuah propinsi, terdiri dari 1 kotamadya dan 4 kabupaten yaitu Kodya Jogja, Kab Bantul, Kab Kulonprogo, Kab Sleman, dan Kab Gunung Kidul. Ada sesuatu yang lucu disini. Ada sebagian pihak mempunyai anggapan orang-orang terutama yang bertempat tinggal di Kab Bantul, Kulonprogo, dan Gunung Kidul ketika mereka mengaku sebagai orang Jogja, selalu dikejar dengan pertanyaan Jogja-nya dimana. Ketika mereka menjawab Bantul, Kulonprogo, atau Gunung Kidul kemudian jawaban balik yang diterima adalah mereka bukan orang Jogja melainkan orang Bantul, Kulonprogo atau Gunung Kidul :). Tetapi ketika ada orang yang bilang bertempat tinggal di Jalan Kaliurang, Pogung, Condong Catur, bandara Adisucipto orang langsung mengiyakan mereka adalah orang Jogja, padahal sebenarnya kalau mau disamakan dengan kasus yang pertama, orang-orang yang bertempat tinggal di daerah sekitar wilayah itu adalah orang Sleman hehe

Orang Jogja adalah orang yang bermukim di semua wilayah propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Orang Jogja adalah kesatuan orang-orang yang bertempat dan bermukim dibawah ikatan batin dengan Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Diakui atau tidak orang yang benar-benar lahir dan besar di Jogja masih punya ikatan batin yang kental dengan Keraton. Mereka pada umumnya masih sangat menghormati dan menjunjung tinggi Sultan sebagai pemimpin mereka. Lihatlah contoh yang sederhana, ketika di daerah lain orang-orang berunjuk rasa menentang kepemimpinan seseorang, justru di Jogja rakyatnya berunjuk rasa untuk mendukung Sultan sebagai pemimpin mereka. Rakyat Jogja tidak rela ketika ada tangan-tangan kekuasaan dari luar mencoba mengganggu-gugat kepemimpinan Sultan.

Jogja sekarang sudah berkembang sedemikian pesatnya. Sekarang ini banyak titik-titik kemacetan yang sangat mudah dijumpai di Jogja. Sekitar tahun 80-90an Jogja masih dikenal sebagai kota sepeda. Saya masih ingat betul, di waktu pagi hari ratusan bahkan ribuan pengendara sepeda ontel memasuki kota Jogja. Kota Jogja (Kodya Jogja) sebagai pusat ekonomi menyedot minat penduduk yang tinggal di sekitar atau di luar kota Jogja untuk mengadu nasib dan mencari nafkah. Demikian pula sebaliknya, ketika sore hari, ratusan atau ribuan sepeda ini keluar meninggalkan kota Jogja. Seandainya pemandangan ini di lihat dari atas, pasti akan terlihat seperti ular raksasa yang panjang sekali. Sekarang ini barisan mengular sepeda ontel ini berganti dengan sepeda motor, yang kadang kala ugal-ugalan cara mengendarainya. Kenapa bisa begini? salah siapa? saya tidak tahu…

Dulu kendaraan umum  yang melayani transportasi wilayah Jogja dan sekitarnya adalah sejenis colt-300. Seiring berjalannya waktu, beberapa jenis kendaraan roda empat sebagai moda transportasi juga didatangkan untuk melayani masyarakat kota Jogja. Karena saking terbiasanya dengan layanan transportasi colt-300, masyarakat kota Jogja dan sekitarnya setiap kali menunggu kendaraan umum baik itu colt, bus, dan yang lainnya, selalu menyebut menunggu “kol” :). Tetapi tentu saja  itu terjadi beberapa saat yang lalu. Sekarang kata-kata kol sudah jarang atau malah tidak terdengar sama sekali, karena transportasi umum kota Jogja rata-rata sudah dilayani oleh bus.

Orang-orang yang tinggalnya dekat dengan pantai selatan dulu menyebut kota Jogja dengan sebutan “lor” karena letaknya di sebelah Utara – relatif terhadap letak pantai Parang Tritis. Atau ada juga yang menyebut kota Jogja dengan sebutan “negoro” atau negara karena mengacu pada posisi Keraton sebagai pusat pemerintahan. Jadi ketika ada yang bertanya kepada seseorang mau pergi kemana, dan dijawab oleh orang tersebut mau pergi “ngalor”  (ke utara) atau pergi ke “negoro” artinya mereka mau pergi ke kota Jogja.

Ada sesuatu yang khas di Jogja. Orang-orang pada umumnya menggunakan arah mata angin untuk menunjukkan arah lokasi atau navigasi. Sedangkan di kota-kota lain pada umumnya orang-orang hanya menggunakan 2 petunjuk saja yaitu kanan atau kiri. Cobalah anda bertanya kepada orang Jogja mengenai suatu letak lokasi atau tempat tertentu. Bisa dipastikan anda akan mendapatkan petunjuk yang mengandung salah satu atau lebih arah mata angin, misalnya sebelah Utara a, sebelah Selatan b, sebelah Barat c atau sebelah Timur d. Orang yang belum terbiasa dengan cara atau petunjuk arah yang digunakan oleh orang-orang Jogja, pasti akan bingung, titik pangkal mata anginnya diikat dimana? Ketika orang bilang sebelah Utara, referensi titik awalnya dari mana? Orang Jogja menganggap Tugu sebagai titik nol. Ketika ditarik garis lurus dari Pantai Selatan (Pantai Parangtritis), Keraton, Tugu, dan Gunung Merapi maka akan tergambar garis lurus maya arah Selatan – Utara. Artinya titik referensinya adalah Tugu. Keraton berada di sebelah Selatan Tugu. Gunung Merapi berada di sebelah Utara Tugu. Nahh mudah bukan, jikalau anda jalan-jalan di Jogja dan mendapatkan petunjuk arah dengan menggunakan mata angin, sekarang anda sudah tahu cara “membaca”-nya.

Selain sebagai pusat budaya, kota pelajar, Jogja juga dikenal sebagai pusat kuliner. Berbagai macam vareasi kuliner dengan sangat mudah dijumpai di Jogja. Jogja dikenal sebagai pusat kuliner belumlah begitu lama. Mungkin seiring dengan berkembangnya Jogja sebagai salah satu kota tujuan wisata maka berkembang pesat pula beraneka ragam kuliner. Dulu sebelum wisawata kuliner di Jogja berkembang pesat seperti sekarang ini, orang hanya mengenal beberapa macam vareasi kuliner atau makanan khas dari Jogja. Misalnya Kodya Jogja dikenal dengan bakpia dan gudeg-nya, Bantul dengan geplak, Sleman dengan salak pondohnya, Kulon Progo dengan growol, dan Gunung Kidul dengan tiwul dan gatotnya. Sekarang ini hampir semua wilayah di propinsi Jogjakarta  semua makanan khas dengan berbagai macam vareasinya tersedia. Gudeg nangka akan mudah di temukan di daerah Wijilan, Kodya Jogja namun kalau anda ingin mencoba gudeg manggar (calon buah kelapa yang masih kecil-kecil sekali) anda tidak akan bisa menemukan di Wijilan. Gudeg manggar adalah makanan khas yang hanya anda jumpai di daerah Srandakan, Kab Bantul. Berbagai vareasi masakan jamur, bakmi, ikan, sate, angkringan dengan sego (nasi) kucingnya dengan kekhasannya masing-masing, dan lain-lainnya sekarang dengan sangat mudah ditemukan di semua wilayah di Jogja. Disebut sego kucing bukan berarti nasi untuk makanan kucing, tetapi karena ukurannya yang sangat sedikit seolah-olah sama porsinya untuk diberikan kepada seekor kucing, maka kemudian namanya dikenal sebagai nasi/sego kucing. Sekarang ada satu lagi oleh-oleh khas dari Jogja yang sudah mulai dikenal banyak orang, yaitu berupa produk coklat. Pabrik dan lokasi tokonya ada di Kotagede.

Dulu sewaktu kecil saya tinggal di daerah pinggiran Jogjakarta. Banyak pohon rindang di halaman rumah saya. Saya masih ingat setiap pagi sebelum mandi dan berangkat sekolah, Ibu selalu membangunkan saya dan kakak untuk menyapu halaman rumah yang dipenuhi oleh daun-daun kering yang jatuh dari pohon pada malam harinya. Saya dan kakak membagi jatah luas halaman yang menjadi tanggung jawab masing-masing untuk disapu. Biasanya masyarakat pedesaan di Jogja menggali lubang di pojok-pojok halaman rumahnya masing-masing untuk tempat mengumpulkan sampah-sampah dari daun-daun kering ini. Lubang-lubang ini biasanya disebut “jogangan”. Jadi kalau saya menyapu halaman, sampah dan daun-daun kering ini saya arahkan ke jogangan tersebut. Setelah penuh, biasanya sampah daun kering ini dibakar dan sekaligus bisa dijadikan sebagai tempat perapian. Sekitar tahun 80-90an lalu di waktu pagi hari udara Jogja masih lumayan dingin, tidak seperti sekarang. Pada umumnya di pagi hari bisa dijumpai pemandangan dimana masing-masing orang sedang berapi unggun menghangatkan badan dari dinginnya udara pagi dengan membakar sampah daun kering di pojok halamannya masing-masing. Sambil berapi-api biasanya saya dan kakak memasukkan beberapa potong ketela pohon atau butir-butir buah mlinjo  untuk dibakar bersamaan dengan daun-daun kering tadi. Buah mlinjo ini (bahan mentah emping) kita dapatkan dengan memungut buah-buah mlinjo masak (biasanya kulitnya berwarna kuning atau kemerahan) yang jatuh dari pohon pada malam harinya karena terkena angin atau dimakan kelelawar. Setelah api padam, dan daun sudah terbakar habis, kita angkat ketela dan mlinjo bakar, dan dinikmati bersama-sama sebagai sarapan pagi sebelum mandi dan berangkat sekolah.

Tidak akan habis-habisnya bercerita tentang Jogja dan kenangan di dalamnya. Kalau anda ingin main ke Jogja, jangan segan-segan menghubungi saya, dengan senang hati nanti saya antarkan anda ke lokasi-lokasi menarik di Jogja. Siapa yang belum pernah berkunjung ke Jogja :)?

Posted in Cerita-Cerita | Tagged , , , , , , , , | 1 Comment

Sedang Menulis, Akan Menulis, dan Terus Menulis

Saya ingat ketika saya duduk di bangku sekolah dasar sampai dengan sekolah menengah atas, saya pernah belajar sejarah. Salah satu topik yang menarik dari pelajaran sejarah yang saya sukai adalah cerita tentang kehidupan, bersosialisasi dan bermasyarakat masa lalu, dimana pada saat membaca bahan pokok pelajaran yang dituliskan dalam buku sejarah tadi, saya bisa membayangkan dan angan saya menerawang seolah saya berada pada jaman ketika itu.

Kita sebagai manusia abad sekarang ini bisa mengetahui dan mempelajari kehidupan bermasyarakat orang-orang terdahulu melalui catatan dan hasil budaya yang ditinggalkan orang-orang tadi. Bayangkan kalau mereka sama sekali tidak meninggalkan sedikit pun hasil peninggalan budaya mereka, kita tidak akan tahu sebenarnya bagaimana kehidupan nenek moyang kita waktu itu. Candi, arca, benteng, istana, peralatan dapur, peralatan perang, prasasti adalah salah satu diantara sekian banyak hasil kreasi budaya pada jamannya yang bisa kita lihat sampai sekarang ini. Dari sana kita bisa menerka dan merekonstruksi jejak langkah budaya orang-orang terdahulu.

Jejak kehidupan manusia abad sebelumnya biasanya bisa kita temukan melalui catatan-catatan yang ditinggalkan mereka. Semakin berkembang budaya mereka, semakin tertata jejak catatan mereka. Manusia purba meninggalkan jejak kehidupan mereka dengan cara menulis dan menggambarkan  di dinding-dinding gua. Perkembangan selanjutnya adalah catatan-catatan yang bisa kita temukan tertulis di batu-batu. Kita mengenalnya sebagai prasasti. Banyak jejak-jejak budaya yang bisa kita ketahui dengan membaca prasasti ini seperti misalnya prasasti Karang Tengah yang menceritakan sejarah pembangunan candi Borobudur.

Jaman semakin maju, budaya manusia pun semakin maju. Catatan-catatan perjalanan budaya berikutnya bisa kita temukan tertulis di media lain seperti di daun lontar seperti misalnya Kitab Arjunawiwaha yang ditemukan di daerah Jawa Barat yang dituliskan sekitar tahun 1334 masehi. Dari sana kita bisa semakin detail mengetahui rekam jejak kehidupan dan budaya manusia waktu itu. Setelah bangsa Cina menemukan cara pembuatan kertas dan tinta beberapa ribu tahun yang lalu, orang kemudian beralih menuliskan kisah perjalanan kehidupan dan budayanya melalui kertas. Banyak catatan-catatan sejarah yang dituliskan dalam ribuan lembar kertas waktu itu. Dan di abad ke-21 seperti sekarang ini dengan semakin berkembangnya teknologi informasi dan internet, orang tidak perlu lagi menuliskan kisah perjalanan hidupnya melalui kertas, daun lontar, batu apalagi dituliskan di dinding-dinding gua. Mereka bisa dengan leluasa menuliskan apa yang ingin diceritakan tentang semua hal dan apa saja melalui internet, web, atau blog.

Inti dari semua yang disebutkan diatas adalah sebuah tulisan. Kita bisa mewariskan kepada anak cucu cicit kita kelak di kemudian hari sebuah cerita, perjalanan budaya dan kehidupan tentang apa yang kita rasakan saat ini, apa yang kita alami, apa yang kita rencanakan, dan lain sebagainya melalui sebuah tulisan. Orang-orang abad ke-9 ketika membangun candi Borobudur, mereka mempunyai inisiatif menuliskan rangkaian-rangkaian kata yang dipahat di sebuah bongkahan batu, mungkin mereka menginginkan agar anak keturunannya kelak mengetahui tentang apa yang dikerjakannya waktu itu dengan membangun sebuah candi. Catatan-catatan perjalanan yang dituliskan para penjelajah seperti Columbus, Laksamana Ceng Ho, dan tokoh-tokoh penjelajah lainnya mungkin memang sengaja ditulis oleh mereka untuk diwariskan kepada keturunannya kelak di kemudian hari agar mereka tahu kisah perjalanan mereka.

Saya sekarang sedang menulis, akan menulis, dan terus menulis. Saya sengaja membeli domain dan membuat blog untuk menuangkan segala macam ide, pikiran, dan rencana ke dalam sebuah tulisan. Saya akan terus menulis dan menulis tentang apa saja di dalam blog saya ini. Blog ini saya istilahkan sebagai prasasti kehidupan saya. Saya akan coba pelihara blog ini dan kemudian mewariskan kepada anak cucu saya kelak di kemudian hari dan berpesan kepada mereka untuk tetap terus memelihara blog ini. Saya membayangkan suatu saat nanti, puluhan bahkan ratusan atau ribuan tahun yang akan datang, ketika anak keturunan saya masih bisa membaca tulisan-tulisan yang pernah saya postingkan di dalam blog ini, pasti mereka akan menjadi tahu dulu nenek moyangnya sedang memikirkan apa, merencanakan apa, dan melakukan apa 🙂

Saya sedang menulis, akan menulis, dan terus menulis supaya kelak anak cucu saya bisa membaca kisah perjalanan hidup saya. Bagaimana dengan anda?

Posted in Cerita-Cerita | Tagged , , , , | Leave a comment

Kekuatan dari sebuah Kegagalan

Ada satu kata bijak yang mengatakan bahwa kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda. Saya tidak tahu apakah anda termasuk salah satu yang mempercayai kata bijak tersebut atau tidak, namun saya adalah salah satu yang meyakininya. Saya tidak takut gagal  pada saat saya mencoba sesuatu yang baru pertama kali saya lakukan. Karena dengan kegagalan tadi saya bisa mempelajari faktor-faktor yang bisa menyebabkan saya gagal dan dari sana akan muncul inovasi-inovasi segar untuk memperbaiki dan mencegah kegagalan itu muncul dan terulang kembali.

Thomas Alpha Edison penemu bola lampu, dia mencoba sampai 1000 kali, 999 kali berujung pada kegagalan, dan pada saat uji coba yang ke-1000 kalinya baru akhirnya menunjukkan hasil yang mampu mengantarkan namanya terus akan dikenang sepanjang sejarah umat manusia, karena pada kesempatan 1 kali yang terakhir itulah muncul inovasi brilian berupa penemuan bola lampu listrik. Kegagalan adalah sesuatu yang sangat diperlukan untuk memperkuat gagasan menuju sukses dan berinovasi. Mari kita melihat filosofi belajar seorang bayi. Dia belajar berjalan dari mulai tengkurap, merangkak, jatuh bangun tanpa mundur satu langkahpun untuk terus dan terus belajar dari kegagalan yang pertama, kedua, dan seterusnya sampai akhirnya dia mampu berdiri, berjalan, bahkan berlari.

Dengan takut gagal, berarti kita memutuskan untuk menghindari inovasi, risiko, dan mengambil keputusan. Dengan mengijinkan diri sendiri untuk bisa menerima kegagalan dalam suatu kegiatan, bisnis atau perjalanan hidup artinya  membuka kesempatan diri kita untuk membiasakan menghadapi masalah-masalah teknis yang rumit, belajar mencari solusinya dari satu kegagalan yang sangat mungkin bisa diterapkan kepada 100 masalah-masalah yang rumit selanjutnya. Banyak ahli yang mengatakan orang yang takut gagal adalah orang yang tidak mau keluar dari comfort zone yang dinikmati sekarang, atau orang yang ingin terus mempertahankan status quo.

Kita sering merayakan kesuksesan. Mungkin ada baiknya kalau sebuah kegagalan kita rayakan juga. Bisa jadi ide ini terkesan aneh dan mengada-ada. Saya sendiri pun selama ini belum pernah merayakan sebuah kegagalan. Namun saya akan mencoba untuk merayakannya, seandainya tahun ini ada suatu kegagalan yang menghampiri saya. Kegagalan yang dirayakan sama meriahnya ketika merayakan kesuksesan akan sangat boleh jadi memberikan amunisi dan tenaga berlebih pada diri saya untuk bisa menengok dan berpikir lebih terang benderang dan penuh semangat kenapa kegagalan ini bisa terjadi, bagaimana mengatasinya dan bagaimana bisa mencegah agar tidak terulang kembali. Kegagalan yang diratapi terus menerus hanya akan membuat diri kita lemah tak berdaya dan menyerah pada nasib.

Saya pernah gagal, dan tidak takut gagal. Bagaimana dengan anda?

Posted in Cerita-Cerita | Tagged , , , , | Leave a comment

Bijak Menarik Tunai USD Melalui ATM

Tanggal 1 Januari 2012 kemaren saya transit di Terminal 3, Dubai International Airport untuk perjalanan ke Jakarta. Karena saya menginginkan US Dollar dalam bentuk tunai, kemudian saya berpikir untuk mencari ATM yang melayani pengambilan dalam mata uang US Dollar. Sebenarnya beberapa hari sebelumnya saya sudah menarik USD beberapa lembar dalam pecahan 100 melalui ATM bank di Kuwait. Dan saya juga sudah melakukan transfer melalui internet banking ke rekening bank saya di Indonesia. Tetapi sayangnya saya terkena batas jumlah maksimum per bulan yang bisa saya transfer dari rekening bank saya di Kuwait ke rekening bank saya di tanah air.

Dengan membawa USD dalam bentuk tunai akan memberikan kemudahan dan keuntungan lebih dibandingkan nanti sesampainya di Jakarta saya harus menarik Rupiah dengan kartu ATM dari bank luar negeri yang saya pegang sekarang, yang pastinya akan terkena biaya pada saat penarikan, dan juga akan terkena nilai konversi, yang pada akhirnya nilainya akan berkurang banyak. Dengan USD tunai di tangan saya bisa menabungkan kembali ke rekening USD saya di salah satu bank nasional  di tanah air. Di bank ini rate kurs USD ke IDR-nya lebih bagus di bandingkan beberapa bank nasional lainnya.

Saya menemukan beberapa ATM Standard Chartered Bank di terminal 3 ini. Di bagian depan ATM ada logo mata uang Dollar, Euro, dan Pound Sterling. Tidak ada keterangan lebih lanjut selain logo-logo mata uang di atas, misalnya tentang pecahan yang disediakan di mesin ATM tadi. Wahh bagus, dalam hati saya berkata. Kemudian saya menuju ke salah satu ATM dan melakukan penarikan. Mumpung ketemu ATM yang melayani penarikan dollar, saya tulis jumlah penarikan yang lumayan. Begitu uang keluar dari mesin ATM, lemesss…..ternyata yang keluar dari mesin ATM tadi adalah Dollar dalam bentuk pecahan 50. Cilaka deh, Dollar dalam bentuk pecahan 50 oleh bank-bank di tanah air akan diberi nilai yang lebih rendah dari pada Dollar dalam bentuk pecahan 100. Saya mendapatkan 6 lembar diantaranya bentuknya lusuh dan ada bagian yang terlipat. Waduhh nyesel juga tadi menarik USD dari ATM ini dalam jumlah yang lumayan. Sampai sekarang saya masih belum menemukan jawabannya, kenapa bank-bank atau money changer di tanah air akan memberikan nilai kurs yang lebih rendah apabila kita mempunyai lembaran Dollar yang lecek, lusuh, ataupun terlipat walaupun lipatannya sangat kecil di ujung lembar kertas ini sekalipun. Hal yang tidak saya temukan di luar Indonesia.

Dari pada nanti di tanah air 6 lembar uang Dollar pecahan 50 ini tidak diterima atau nilai kurs-nya jatuh banget, saya kemudian berpikir untuk saya belanjakan saja di Dubai Duty Free. Setelah melirik-lirik kesana kemari akhirnya pilihan jatuh untuk membeli parfum Channel 150ml. Itu saja harganya hanya 150 USD. Masih ada 3 lembar lagi perlu saya belanjakan disini. Karena memang niatnya tidak ingin berbelanja akhirnya saya bingung sendiri mau dibelanjakan untuk membeli apa. Akhirnya pilihan saya adalah menukarkan USD yang lusuh tadi ke Ringgit Malaysia, karena nanti RM ini walaupun lecek, lusuh, dan terlipat nilai tukarnya tidak akan lebih rendah dibandingkan lembaran kertas RM yang masih baru.

Siang tadi saya pergi ke salah satu bank nasional tanah air untuk menabung uang Dollar yang saya ambil dari ATM di Terminal 3, Dubai Airport lusa kemaren. Setelah di depan counter teller, lembaran uang kertas tadi saya serahkan dan dicek oleh petugas teller. Dan benar dugaan saya, bahwa yang lembaran Dollar 50 tidak bisa langsung dimasukkan ke rekening, namun harus dikurs-kan dulu ke Rupiah dengan nilai kurs hari itu, kemudian dari Rupiah baru dikurs-kan kembali ke USD dollar. Artinya begini, kalau anda mempunyai uang 50 USD, nilainya tidak akan sama 50 USD walaupun anda akan menabung uang tersebut ke rekening Dollar milik anda sendiri di bank tersebut, namun uang tadi harus dikonversi dulu ke Rupiah, misalnya hari itu kurs beli Dollar ada di kisaran Rp 8995 atau sama dengan Rp 449750. Kemudian pada saat kita akan memasukkan ke rekening Dollar, kita akan terkena kurs jual dari Bank, misalnya 1 USD nilai kurs jual di bank tadi di kisaran Rp 9100. Jadi uang kita sebesar 50 USD tadi oleh pihak bank akan dinilai sebesar 449750/9010 = 49.42 USD. Bayangkan kalau jumlah lembaran 50-an tadi jumlahnya banyak berapa loss currency yang akan kita alami.

Pengalaman yang ingin saya bagikan disini adalah agar kita selalu bijak menarik mata uang Dollar secara tunai dari ATM karena kita tidak mengetahui secara pasti kualitas dan nilai nominal lembaran kertas yang akan kita terima dari mesin ATM tadi. Kalau ada kesempatan dan waktu lebih baik mengambil langsung dari bank, atau kalau misalnya sangat terpaksa harus menarik dari ATM terutama kalau ATM US Dollar-nya ini di luar negeri seperti contoh yang saya sebutkan di atas yaitu ATM Standard Chartered Bank di Terminal 3, Dubai Airport, ambillah dengan jumlah yang paling sedikit terlebih dahulu untuk mengecek kualitas lembaran kertas dan nilai nominal yang disediakan di ATM tersebut. Kalau memang kualitas lembarannya bagus dan dalam nominal pecahan 100, nahh baru kita bisa menarik beberapa lembar yang kita inginkan dari ATM tersebut.

Posted in Tips | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Ai Se Eu Te Pego

Ada banyak cara orang menyatakan dan mengekspresikan rasa sayang dan cintanya kepada seseorang. Ada yang melalui puisi, mengirimkan bunga, maupun lagu kepada orang yang disayangi tadi.

Lagu berikut khusus saya kirimkan untuk seseorang yang saya cintai disana 🙂

Ai Se Eu Te Pego

Ai Se Eu Te Pego v1

Bagaimanakah dengan anda? sudahkah anda mengirimkan sesuatu untuk mengekspresikan rasa cinta dan sayang anda kepada seseorang?

Posted in Cerita-Cerita | Leave a comment

Road to 2012…

Saya akan menuliskan secara bersambung sebuah cerita perjalanan saya di penghujung tahun 2011, menyambut dan memasuki awal tahun 2012. Saya tidak menghabiskan pergantian tahun baru kali ini di sebuah resort, tempat wisata, atau tempat pesta, melainkan melalui sebuah cara menurut versi saya sendiri, yang sangat boleh jadi orang lain akan menghindari untuk mencobanya 🙂

Jumat, 30 Desember 2011

Sepagian saya menyelesaikan preliminary assessment report yang harus saya kirimkan sebelum cuti. Setelah selesai sholat Jumat, saya dan beberapa temen jalan-jalan keliling mal. Seperti biasa menjelang pergantian tahun, banyak gerai yang menawarkan diskon menarik.  Sedianya saya hanya ingin mencari beberapa titipan oleh-oleh dari keluarga saya, namun akhirnya saya tertarik juga membeli dompet merk longchamp karena kebetulan teman mampir kesana dan mendapatkan gerai tersebut sedang ada diskon 30%. Jadilah saya terbawa untuk membeli barang di gerai ini.

Rasa capek dan letih menghinggapi diri saya setelah seharian jalan-jalan di mall. Jam menunjukkan pukul 22.00 waktu setempat ketika saya sampai di apartemen kembali. Biasanya kalau sehabis kerja dan sekedar ingin rileks, yang saya lakukan adalah menonton TV sambil minum secangkir teh hangat dan penganan seadanya. Ruangan yang ada di photo sebelah kiri adalah tempat saya menonton TV. View yang bisa dilihat dari jendela tersebut adalah laut dan kalau pagi hari saya sering menikmati sunrise dari ruangan ini. Sambil nonton TV saya  beres-beres apartemen dan mulai packing. Saya tidak sadar TV masih menyala ketika saya terbangun di pagi harinya. Ternyata saya tertidur di sofa di depan TV, mungkin karena rasa capek sehingga serasa badan tidak kuat lagi untuk sekedar berjalan ke tempat tidur.

Sabtu, 31 Desember 2011

Sekarang masih suasana musim dingin. Pagi tadi saya buka jendela ruang TV dan sempat mengabadikan sunrise seperti photo sebelah kiri; sebuah maha karya dari Tuhan Yang Maha Besar dari sekian banyak karya-Nya yang begitu agung untuk kita umat manusia. Saya benar-benar menikmati pagi itu dengan pemandangan sunrise di depan saya. Tidak henti-hentinya saya berdecak dengan pemandangan ini dan tidak terasa perasaan saya terguncang, betapa kecilnya saya di hadapan Tuhan. Betapa sombongnya saya selama ini. Kemampuan dan ilmu saya ternyata masih sangat-sangat jauh untuk bisa disombongkan. Semoga saya lebih bisa untuk bersyukur dan terus bersyukur atas nikmat yang telah diberikan Tuhan.

Saya menjadi teringat masih mempunyai beberapa hal yang harus saya selesaikan saat ini juga, karena nanti malam bisa sekalian saya titipkan ke teman untuk diserahkan ke kantor hari Senin besok. Ya apalagi kalau bukan claim expense temporary living. Lumayan jumlahnya, kalau sampai kelupaan menyelesaikan dan menyerahkan besok Senin, bisa-bisa akhir bulan ini claim-nya tidak masuk ke rekening saya :).

Selain menyelesaikan expense claim di atas, karena malam nanti saya sudah akan terbang, biasanya yang sering saya lakukan adalah melakukan online checkin dari rumah, untuk menghindari antrian panjang di bandara dan untuk memastikan kalau saya mendapatkan seat di maskapai yang bersangkutan. Selain itu saya bisa bebas memilih tempat duduk seperti yang saya kehendaki. Kalau naik pesawat dengan perjalanan panjang lebih dari 3 jam ke atas, saya lebih suka memilih kursi yang terletak di gang atau aisle seat dengan demikian kalau saya ingin ke toilet tidak akan mengganggu tidur orang lain, dan saya bisa bebas sebebas-bebasnya untuk hilir mudik pergi ke toilet. Maklum agak beser apalagi kalau naik Emirates, snack dan minuman jalan terus sepanjang perjalanan hehe.

Sehabis maghrib saya diajak temen untuk ikut menghadiri acara yang diselenggarakan oleh pihak KBRI yang mengundang beberapa perwakilan organisasi orang Indonesia yang ada di negara ini. Kebetulan saya adalah sekretaris IATMI chapter setempat, kepengurusan yang baru saja dibentuk 2 minggu yang lalu. Acara diselenggarakan di Regency Hotel dan berisi tentang informasi dan progress yang dilakukan oleh pihak KBRI selama tahun 2011 yang disampaikan kepada seluruh perwakilan masyarakat Indonesia yang ada disini. Jam 21.30 acara selesai dan kami langsung meluncur ke rumah salah seorang teman Indonesia yang juga sedang mengadakan acara kumpul-kumpul di rumahnya untuk menyambut pergantian tahun.

01 Januari 2012

Acara diisi dengan kumpul-kumpul beberapa keluarga ngobrol sana-sini, ngalor ngidul sambil barbeque-an, bakar sate dan bakar jagung. Ada kurang lebih 10 orang dan atau keluarga yang ngumpul bareng di balkoni lantai atas apartemen temen saya tersebut. Karena sedang musim dingin, terasa sekali dinginmya menusuk tulang. Hidangan beberapa macam barbeque cukup bisa untuk menghangatkan badan kami. Tepat jam 00 tahun 2012 kami semua mendengar dan melihat permainan kembang api dari kejauhan sana. Masing-masing orang mencoba mengabadikan percikan kembang api yang menghiasi langit malam itu menandai pergantian tahun baru. Selamat tinggal tahun 2011 dan selamat datang tahun 2012. Saya perhatikan anak-anak kecil teriak kegirangan, semangat sekali melihat permainan kembang api jauh di atas langit sana. Saya mencoba mengabadikan dengan kamera pocket, namun sepertinya kecepatan percikan kembang api tersebut jauh lebih cepat dari pada kecepatan shutter lensa kamera saya sehingga hasil potretannya tidak sebagus misalnya kalau diabadikan dengan menggunakan kamera DSLR.

Tepat pukul 00.30 saya pamitan kepada teman-teman yang lainnya yang masih menikmati suasana pergantian baru di balkoni tersebut. Saya harus berangkat ke bandara dan diantar teman yang lainnya. Perkiraan kita sebelumnya jalan menuju ke arah bandara akan macet oleh keramaian orang yang sedang merayakan pergantian tahun baru ini. Namun diluar dugaan, ternyata jalanan sangat lengang dan lancar sampai menuju bandara.

Kuwait international airport tidaklah sebesar dan semegah airport di Dubai, Bangkok, Changi, KLIA, bahkan dengan Jakarta masih kalah jauh. Saya menggunakan jasa porter untuk menuju ke arah counter check-in. Selesai checkin dan melewati antrian imigrasi saya langsung menuju ke business lounge. Walaupun tiket Emirates saya di kelas ekonomi, tetapi saya masih bisa menikmati business lounge, karena saya pemegang gold skywards. Ternyata Emirates sekarang mempunyai business lounge sendiri di Kuwait international airport, namanya Derwaza Lounge. Pada saat saya masuk lounge ini suasananya sangat sepi. Mungkin karena semua orang sudah bepergian sebelum tanggal 1 Januari.

Ada dua sisi di Derwasa Lounge, sebelah kiri setelah pintu masuk adalah tempat rileks, istirahat sambil nonton TV dan ditemani dengan minuman dan makanan ringan. Ada koneksi Wi-Fi gratis disediakan disini, sehingga tadi saya sempat menilpon menggunakan Skype dan menghidupkan BlackBerry dengan memanfaatkan koneksi Wi-Fi. Sedangkan di sebelah kanan adalah buffet area dimana kita bisa memesan makanan dan minuman yang disediakan disitu. Pagi ini menu yang disediakan ada beberapa macam, tetapi karena tadi saya sudah banyak makan di acara KBRI dan di rumah teman, jadi di lounge sini saya hanya memesan jus mangga dan secangkir teh. Sambil menunggu waktu boarding tiba saya isi dan sempatkan waktu untuk mengupdate blog. Boarding jam 03.05 dengan tujuan Dubai. Waktu tempuh diperkirakan kurang lebih 1.30 jam dan perkiraan waktu sampai di Dubai kurang lebih jam 6.25 Dubai time (Dubai lebih cepat 1 jam daripada Kuwait). Dan nanti akan ada waktu transit kurang lebih 4 jam untuk melanjutkan perjalanan selanjutnya ke Jakarta. Saya habiskan secangkir teh dilmah saya, karena waktu boarding semakin dekat . Saya menjadi penggemar minum teh belum lama. Dulu kalau saya minum teh harus memakai gula supaya terasa manis, karena saya tidak suka rasa pahit teh. Sekarang kebalikannya, saya kalau minum teh lebih suka tidak mencampurkan dengan gula, dengan demikian saya bisa lebih bisa merasakan beberapa varian teh yang berbeda-beda, misalnya rasa teh camomile tentu akan berbeda dengan english breakfast atau earl grey. Atau perbandingan lebih jauh lagi, saya sekarang bisa membedakan varian teh earl grey brand A dengan earl grey brand B, dan seterusnya.

Pesawat Emirates yang membawa saya dari Kuwait mendarat tepat waktu di Dubai. Waktu 1.30 jam tadi saya pergunakan secara efektif untuk tidur. Begitu saya terbangun pesawat sudah mendarat. Saya sangat salut dengan Dubai, salah satu anggota keemiran Uni Arab Emirate. Dia mampu menjelma menjadi salah satu kota termegah, terpesat pembangunannya, dan menjadi pusat kegiatan ekonomi dunia. Banyak perusahaan-perusahaan besar internasional memindahkan head quarters-nya ke Dubai.

Dubai menjadi Hub maskapai penerbangan internasional Emirates airline. Mereka khusus membangun terminal 3 sebagai salah satu terminal terbesar dan terlengkap di dunia. Kadang saya berpendapat, kemajuan salah satu negara bisa dilihat dari kemegahan terminal atau bandara internasionalnya. Lihatlah beberapa negara yang mempunyai bandara internasional yang megah, lengkap dan modern dan coba kita korelasikan dengan kemajuan negara tersebut; misalnya Singapore, Malaysia, UAE, Bangkok, Jepang, dan masih banyak contoh lagi. Dubai international airport khususnya terminal 3, karena menjadi hub Emirates, bisa kita lihat suasana di dalamnya sangat ramai. Ada berapa ribu orang setiap harinya memadati terminal 3 ini. Sebuah pontesi pasar yang lainnya tercipta dari sini. Bisa kita liat bagaimana Duty Free yang ada di Dubai ini. Di salah satu dinding di terminal 3 digambarkan sejarah perkembangan Emirates dan Hub-nya. Disana kita bisa membaca awal mula berdirinya Emirates airline sampai sekarang menjadi salah satu maskapai internasional terbaik di dunia. Saya kadang penasaran untuk mengetahui lebih detail bagaimana sebuah operasi di sebuah bandara internasional sekelas Dubai International Airport ini dijalankan. Bagaimana mereka mengatur lalu lintas pesawat, penumpang, dan barang dari penumpang itu sendiri. Pastinya dibutuhkan sebuah keahlian project management, change management, time management yang dijalankan oleh para profesional dengan high skill di masing-masing bidangnya.

Saya kalau sedang transit di Dubai, seperti yang pernah saya tuliskan pada posting-an yang lainnya di blog saya ini, selalu mampir ke Emirates Business Lounge, karena disana saya bisa mampir mandi dan tentu saja sarapan, dan tentu saja bisa lebih rileks menghabiskan waktu transit ini. Selain ada Wi-Fi connection, di lounge ini juga ada ruangan internet dengan kurang lebih 14 komputer. Ruangan internet ini letaknya di sebelah buffet area. Kita bisa dengan bebas berselancar di dunia maya, membuka situs jejaring sosial atau mengupdate blog seperti yang saya lakukan sekarang.

Tadi pagi keberangkatan Emirates ke Jakarta diberangkatkan melalui Gate 216. Saya perhatikan banyak juga penumpangnya pada hari ini. Mungkin mereka sebagian masyarakat Indonesia yang merayakan natal dan tahun baru di luar negeri, atau memang baru balik cuti pada tanggal 1 Januari ini seperti halnya saya. Saya juga melihat banyak juga diantara para penumpang adalah wisatawan luar negeri. Kadang seringkali  saya berharap penumpang di kelas ekonomi penuh, karena dengan demikian ada kesempatan kursi saya atau tiket saya di kelas ekonomi akan diupgrade ke kelas bisnis. Sudah sangat sering tiket ekonomi yang saya pegang diupgrade ke bisnis kelas gratis tanpa bayar sepeserpun. Demikian pula yang saya harapkan hari ini. Pada saat tiket ekonomi yang  saya pegang ini dicek di komputer oleh petugas counter check in di depan ruang tungga Gate 216, ternyata mereka tidak menemukan datanya. Dalam hati saya bersorak, ini pertanda bagus, berarti tiket saya diupgrade ke kelas bisnis. Dan dugaan saya tepat, betul tiket ekonomi saya diupgrade ke kelas bisnis gratis tanpa bayar seperpun. Wahh rejeki di tahun baru nih..semoga pertanda baik rejeki-rejeki yang lain akan datang dengan sendirinya kepada saya di tahun 2012 ini :). Kabin kelas bisnis Emirates enak, luas, bisa rebahan serebah-rebahnya senyaman posisi tidur di tempat tidur biasa. Ada massage menu yang bisa disetel kecepatan dan style-nya, menambah kenyamanan duduk di kabin kelas bisnis ini. Saya pernah merasakan duduk di kelas bisnis di beberapa maskapai internasional diantaranya Qatar Airways, Etihad, dan Emirates dan semuanya rata-rata diupgrade secara gratis hehe. Mungkin ini salah satu manfaat ketika kita mengikuti program frequent flyer dari maskapai penerbangan tersebut dan kita sudah menjadi member silver ataupun gold.

Pukul 21.30 pesawat Emirates landing tepat waktu di bandara Soekarno Hatta. Dan saya tidak merasa terlalu capek, orang duduk di kelas bisnis juga hehe. Antrian imigrasi lumayan lancar, jadi saya bisa dengan cepat langsung menuju ke karosel mengambil bagasi. Karena pada saat checkin saya menggunakan gold member, maka bagasi yang saya bawa diberikan tag priority bag, dengan demikian keluar dari convey belt-nya juga cepat. Saya membawa 2 bagasi, salah satu bagasi saya dicoret kapur seperti tampak pada photo di atas :). Di posting sebelumnya sudah pernah dijelaskan kenapa dan harus bagaimana menyikapi kalau ada bagasi kita yang ditandai kapur. Benar adanya tas tersebut diminta petugas untuk dimasukkan ke dalam xray scan, namun tidak demikian dengan tas saya yang berwarna biru, karena tidak ditandain kapur. Petugas tidak meminta membuka tas saya setelah keluar dari mesin x-ray scanner.

Sesaat keluar dari terminal kedatangan 2D, handphone saya berdering. Ternyata Bapak temen saya sudah menunggu di luar. Ada temen yang nitip barang untuk disampaikan kepada keluarganya di Jakarta. Saya melihat dari kejauhan seorang bapak berambut putih tersenyum melihat saya. Mungkin temen saya sudah mendiskripsikan ciri-ciri fisik saya sehingga bapak ini langsung bisa mengenali saya. Begitu dekat saya dipeluk beliau, ada perasaan rasa berterima kasih terpancar dari tatapan mata beliau kepada saya. Perasaan terharu menjalar di relung hati dan saya bersyukur bisa membantu sesama teman Indonesia yang berada di perantauan.

Setelah saya serahkan titipan temen saya tadi, dengan perasaan lega dan bahagia saya melangkahkan kaki ke arah transit hotel yang terletak di antara terminal kedatangan 2D dan 2E. Sudah tidak ada lagi pesawat lanjutan, karena Jakarta bukan tujuan akhir. Saya harus menginap semalam di Jakarta. Saya bersyukur ternyata masih ada kamar, apalagi malam ini masih tanggal 1 Januari. Malam ini saya harus istirahat dan tidur secepatnya, supaya besok bisa bangun pagi-pagi dan tidak kesiangan. Pesawat saya selanjutnya berangkat dari Jakarta jam 6 pagi.

02 Januari 2012

Pesawat Garuda yang saya naiki Alhmadulillah dengan selamat berhasil landing di Bandara Internasional Adisucipto, Jogjakarta. Kota dimana saya tinggal, dimana saya dilahirkan, menempuh pendidikan, dan kota dimana orang-orang yang saya cintai dan hormati tinggal disana. Begitu anda semua menginjakkan kota Jogja, keramahan dan keiklasan akan menyambut kedatangan anda untuk berkunjung disini sehingga anda akan selalu merasa betah dan nyaman untuk berlama-lama tinggal di kota Jogja. Begitu pula yang saya rasakan saat sekarang ini. Saya selalu nyaman begitu menginjakkan kaki saya di Jogja 🙂

Sekali lagi saya mengucapkan Selamat Tahun Baru 2012. Semoga tahun ini kita bisa mendapatkan sesuatu dan menjadi lebih baik daripada tahun-tahun sebelumnya

Posted in Cerita-Cerita | Tagged , , , , | Leave a comment

Mengetahui Jejak Pengunjung di Blog Kita dengan Histats

Kadang kita penasaran pada saat kita me-post sebuah tulisan di blog kita, kira-kira ada ga sih yang membacanya? Kalau ada siapakah yang membaca, dari negara mana mereka mengakses blog kita, tulisan yang mana dan tentang apa yang mereka baca, dan lain sebagainya. Kecuali kalau pembaca memberikan comment kita tidak akan tahu siapa yang membaca posting-an kita tersebut. Penasaran disini tentu saja tidak berkonotasi negatif. Bukan sesuatu yang membuat kita khawatir karena tulisan yang kita posting-kan tadi dibaca orang lain. Justru kita malah senang karena tulisan kita dibaca oleh orang lain dan penasaran kira-kira siapakah gerangan mereka.

Mengetahui jejak pembaca atau pengunjung blog bukan berarti memata-matai kemudian kita melakukan tindakan negatif atau kriminal terhadap mereka. Kita hanya penasaran dan ingin tahu saja. Semakin banyak yang membaca blog kita, apalagi mereka memberikan comment baik positif maupun konstruktif, tentu saja akan menambah semangat kita untuk terus menulis dan menulis lagi, bercerita, berkisah, dan berbagi melalui sebuah tulisan.

Saya sudah mencoba beberapa aplikasi blog stat untuk mengetahui jejak pengunjung, antara lain dengan menginstal sebuah  plugin  yang saya dapatkan dari situs WordPress. Namun sayangnya dengan plugin ini saya tidak bisa mengetahui negara dimana blog saya diakses. Yang bisa saya ketahui hanyalah jumlah pages yang dikunjungi, jumlah hits, dan jumlah unique pengunjung. Untuk mengakalinya, saya mengkombinasikan dengan memasang flag counter, dengan demikian saya bisa mengetahui dari mana pembaca mengakses blog saya ini.

Kedua solusi yang saya gambarkan diatas, belum memuaskan rasa penasaran saya. Terima kasih kepada Google dan teknologi informasi yang berkembang begitu pesat ini. Saya googling dan akhirnya menemukan sebuah solusi yang saat ini sudah bisa memuaskan keinginan saya. Aplikasi ini sudah sangat umum digunakan para blogger untuk mengetahui jejak pengunjungnya. Betul saya menggunakan blog stat dari www.histats.com.Data yang kita dapatkan juga lebih dari cukup untuk mengobati rasa penasaran. Sekali lagi saya tekankan, mengetahui jejak pengunjung disini TIDAK untuk melakukan tindakan kriminal, fraud, hacking, dan sejenisnya.

Cara memasang histats di blog kita sangatlah gampang.

  1. Yang pertama kali dilakukan adalah mengunjungi situs www.histats.com dan kemudian melakukan pendaftaran dan ikuti langkah-langkah yang disebutkan
  2. Daftarkan alamat blog kita tersebut melalui control panel dari situs histats tadi
  3. Setelah selesai, kemudian kita bisa memilih pola blog stat seperti apa yang akan kita pasang di blog kita. Copy-kan script-nya di dalam widget blog kita masing-masing.
  4. Kita bisa memilih apakah blog stat dari histat yang kita pasang bersifat publik atau private. Publik artinya semua orang bisa melihat data jejak pengunjung di blog kita, sedangkan private adalah hanya kita sebagai penulis blog yang tau data jejak pengunjung di blog kita. Saya sendiri memilih setting private.
  5. Cukup sederhana bukan caranya?

Ada beberapa menu untuk mengetahui data-data yang kita inginkan, salah satunya siapakan pengunjung yang saat itu sedang online mengunjungi dan membaca blog kita, postingan yang mana yang sedang mereka baca, berapa lama pengunjung ini membaca pada sebuah tulisan, dan dari mana pembaca ini mengakses blog kita. Dan masih banyak lagi menu-menu yang lainnya yang bisa kita drill down untuk mengetahui informasi lebih banyak lagi. Intinya dengan histat ini saya sudah cukup puas bisa mendapatkan informasi mengenai jejak pengunjung di blog saya.

Bagaimana dengan blog anda? aplikasi blog stat apa yang anda gunakan? Selamat mencoba aplikasi blog stat dari histat ini

Posted in Tips | Tagged , , | 3 Comments

Berusahalah Membuat Bangga

Cukup kalimat di atas yang saya tanamkan ke dalam diri saya sendiri untuk selalu memacu semangat dan melecut diri saya untuk terus beraktivitas. Tidak ada kata-kata motivasi yang lain selain rangkaian ketiga kata di atas “berusahalah membuat bangga” yang saya gunakan. Masing-masing orang mempunyai cara tersendiri untuk menyemangati dirinya sendiri ketika dia jatuh,  ketika dia mencoba untuk terus bertahan pada suatu kondisi yang ingin dia pertahankan, maupun pada saat dia berusaha meraih sesuatu.

Apa yang saya tanamkan pada diri saya adalah sebisa mungkin membuat bangga diri saya sendiri dan tentu saja terutama bisa membuat bangga orang-orang yang saya cintai yang ada di keliling saya, orang-orang yang selalu memberikan dukungan kepada saya di saat saya susah maupun yang selalu mengingatkan saya ketika saya berada di puncak prestasi. Ketika kita berusaha membuat bangga seseorang, tentunya yang akan kita banggakan adalah sesuatu yang membuat mereka senang, bahagia, dan bersyukur dengan apa yang mereka miliki, bersyukur karena saya berada di tengah-tengah mereka, dan perasaan bangga karena mereka memiliki saya. Kebanggaan yang mereka utarakan dan munculkan terhadap saya itulah senjata sangat ampuh yang mampu melecut saya untuk terus beraktivitas, karena dengan demikian saya merasa mereka sangat memperhatikan, mencintai, dan menyayangi saya. Mereka bangga kepada saya, dan saya pun bangga memiliki mereka.

Sifat bangga dan sombong sangat jauh bedanya. Kebanggaan yang selalu didasari rasa bersyukur yang sangat mendalam kepada Tuhan, akan menjauhkan diri kita dari rasa dan sifat sombong. Sifat bangga senantiasa selalu dilandasi oleh sikap saling menghormati dan menghargai orang lain, tidak merasa lebih tinggi dari pada orang lain, tidak merasa lebih pandai dari orang lain, namun sebuah sikap yang mampu menunjukkan prestasi hidup yang mampu memberikan manfaat kepada diri sendiri, kepada orang-orang yang dicintai dan lebih luas lagi kepada masyarakat di lingkungannya.

Saya bersyukur orang yang saya cintai bangga memiliki saya…teruslah membuat bangga untuk orang-orang yang kita cintai 🙂

Posted in Cerita-Cerita | Tagged , , , , , | Leave a comment

Overseas Assignment, Begitu Ada Kesempatan Langsung Putuskan

Overseas assignment, go international, atau pergi merantau keluar negeri merupakan sebuah peluang yang sangat diimpikan oleh sebagian besar dari kita. Banyak manfaat yang bisa didapatkan dari overseas assignment ini. Dengan tidak mengurangi rasa hormat kepada saudara-saudara sebangsa dan setanah air yang sedang merantau di luar negeri, yang akan saya bahas secara ringan disini adalah hanyalah sebatas pada manfaat dan keuntungan overseas assignment bagi tenaga terampil anak-anak bangsa yang ternyata tidak kalah terampil dengan bangsa lain.

Menurut saya overseas assignment tidak selalu harus berhubungan dengan sebuah pekerjaan (job), tetapi bisa juga berkaitan dengan belajar misalnya sekolah atau kuliah di luar negeri, atau kegiatan pertukaran kebudayaan yang mengharuskan kita tinggal untuk sekian lama di sebuah negara dan bergaul dengan beberapa orang dengan latar belakang kebudayaan yang berbeda. Kesempatan untuk bisa overseas assigment ini bisa didapatkan melalui berbagai cara tergantung sifat dari tugas atau tujuan dari overseas assignment itu sendiri.

Untuk overseas assignment berkaitan dengan pekerjaan (job), kesempatan itu bisa kita peroleh baik atas inisiatif kita sendiri, misalnya dengan berani dan percaya diri untuk melamar pekerjaan di luar negeri atau karena kita ditempatkan/ditransfer oleh kantor kita dan ditugaskan di kantor yang sama yang ada di negara lain. Untuk saya sendiri, kebetulan kesempatan overseas assigment yang saya peroleh ini karena ditempatkan oleh kantor saya dan dipindah ke beberapa negara yang berbeda.

Dengan tidak bermaksud untuk menyombongkan diri kepada siapapun, manfaat yang saya rasakan dari overseas assignment ini bagi saya sendiri adalah  saya sekarang mempunyai lebih banyak kesempatan untuk selalu dan terus belajar terbiasa open minded, berpikir terbuka, mencoba melihat sesuatu dari kacamata permasalahan yang lebih besar baru kemudian mengerucut pada hal yang spesifik, lebih berani untuk mengungkapkan pendapat dengan didasari pada fakta dan data yang valid, tidak asal hantam kromo atau istilah lainnya dalam bahasa Jawa tidak asal waton suloyo dalam mengungkapkan dan mempertahankan pendapat tadi, lebih terbiasa berdiskusi dan menghargai serta menghormati pandangan orang lain yang berlatar belakang budaya, agama, bahasa, negara yang berbeda-beda, lebih terbiasa untuk mengolah suatu informasi yang saya terima dengan selalu meng-cross check-an pada sumber-sumber yang lebih valid dan kompeten, dan tentu saja harapan saya yang paling besar ke depannya semoga nanti saya semakin bisa menjadi manusia yang lebih humanis lagi yang selalu bisa menghargai dan menghormati orang lain dengan selalu menjujung tinggi nilai-nilai universal kemanusiaan. Singkat kata, saya lebih bisa menjadi seseorang yang tidak seperti kata pepatah “katak di dalam tempurung”.

Saya lebih suka untuk ditempatkan di suatu negara dengan jangka waktu yang tidak terlalu lama, kemudian dipindah ke negara lain yang berbeda. Dengan begitu saya akan lebih banyak mempunyai kesempatan untuk belajar banyak hal lagi tentang kehidupan dari tempat dan orang yang mempunyai latar belakang budaya dan bangsa yang berbeda-beda. Sampai sekarang ini saya sudah ditugaskan ke beberapa negara yang berbeda. Kalau untuk sekedar training, sudah banyak negara yang pernah saya kunjungi. Dan tentu saja semua ini memperkaya pengalaman dan khasanah kehidupan saya. Tentu saja tidak selamanya saya akan berada di luar negeri, suatu saat nanti pasti saya akan kembali. Seperti kata pepatah sejauh-jauh bangau terbang pasti akan kembali ke sarangnya juga. Kapan kah masa itu? semua orang mempunyai pertimbangan tersendiri berdasarkan ukuran masing-masing kapan saat tepat untuk kembali.

Kalau kita mempunyai kesempatan untuk merantau keluar negeri, dengan menjual dan membawa keahlian dan ketrampilan yang kita miliki, tunjukkan kalau kita mampu melakukannya. Begitu ada kesempatan overseas assignment di depan kita, langsung putuskan dan berangkat, niscaya banyak pelajaran dan pengalaman yang bisa kita petik dari sana yang banyak memberikan manfaat kepada diri kita sendiri dan tentu saja bagi keluarga kita.

Selamat ber-overseas assignment 🙂

Posted in Cerita-Cerita | Tagged , , , | Leave a comment

Cara Memasang Google Translator di WordPress

Setelah beberapa kali googling akhirnya saya mendapatkan artikel  bagaimana cara memasang Google Translator pada WordPress seperti contoh di pojok kanan atas pada blog saya ini.  Untuk memasang Google Translator caranya mudah sekali:

Cara Pertama

  1. Login ke Dashboard WordPress
  2. Pilih menu Appearance > Widgets > Text
  3. Drag dan drop Text ke Sidebar yang kita kehendaki
  4. Copy scripts yang ada di  wayjar. Di sana ada 2 pilihan tata letak simbol bendera yang akan kita pasang ke dalam Widgets Text di atas. Jumlah bahasa bisa ditambahkan dan dikurangi sesuai dengan apa yang kita kehendaki dengan cara mengedit scripts tersebut.
  5. Karena saya hanya bisa mengerti bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, kalau saya perhatikan hasil terjemahannya si Google Translator ini agak lucu juga. Saya tidak bisa mengecek hasil terjemahan dari bahasa Indonesia ke bahasa selain bahasa Inggris, apakah hasilnya juga agak-agak menggelikan atau tidak. Tetapi lumayan lah paling tidak ada terjemahan bahasa asingnya, dan tidak buruk-buruk amat, dan pada nantinya si pembaca bisa mengira-ngira sendiri bagaimana arti sebenarnya 🙂

Cara Kedua

Cara kedua dengan menginstall plugin translator.

  1. Login ke Dashboard WordPress
  2. Pilih menu Plugins > Add New. Kemudian pada kolom search tuliskan “translator”
  3. Pilih plugin translator yang menurut anda paling sesuai. Untuk blog saya ini saya memilih plugin Global Translator
  4. Install plugin yang anda pilih, kemudian active-kan
  5. Setting plugin dan ikuti langkah yang disebutkan

Perbedaan cara pertama dan kedua. Untuk cara pertama ketika pengunjung blog kita ingin membaca posting dalam bahasa yang mereka pilih dengan cara menekan simbol bendera, maka mereka akan diarahkan ke halaman baru (new page) hasil dari terjemahannya. Sedangkan cara kedua, ketika pengunjung menekan simbol bendera, hasil terjemahannya akan ditampilkan pada halaman yang sama.

Selamat mencoba dan memasang Google Translator di WordPress anda masing-masing.

Posted in Tips | Tagged , , | Leave a comment