Menghitung Hari

Pernahkah perasaan itu hinggap di pikiran anda? ya menghitung hari. Sesuatu yang ditunggu untuk segera datang dan sebenarnya sudah tahu kapan saatnya itu datang, justru karena sudah tahu itu pasti datang maka setiap detik, menit dan jam dihitung dan mengharapkan hari itu segera datang. Itulah sebenarnya yang disebut menghitung hari. Saya tidak tahu secara medis psikologis istilahnya apa, hari dimana sesuatu yang tidak kita harapkan untuk datang, seolah dan serasa waktu berjalan cepat tiba pada hari itu, namun ketika kita mengharapkan sesuatu itu segera datang, rasanya sangat lama menunggu saat itu segera datang 🙂

Ketika kita dikejar deadline untuk menyelesaikan tugas yang dibebankan di pundak kita, seolah waktu berjalan begitu cepat. Serasa weekend baru saja berlalu kemaren sekarang sudah tiba saatnya weekend lagi. Ketika kita harus menyampaikan sebuah presentasi untuk klien minggu depan, belum juga selesai melakukan persiapan dan mengumpulkan bahan, tiba waktu presentasi begitu terasa dekat. Berbeda ketika kita menantikan kapan tiba hari saatnya gajian, terasa lama sekali…

Semua orang sepertinya pernah merasakan syndrome menghitung hari ini, kasusnya sama yaitu mengharapkan sesuatu yang diinginkan segera datang. Kalau sesuatu yang diharapkan itu datangnya pada hari Selasa minggu depan, sedangkan sekarang baru hari Minggu, kalau bisa dan mampu maka mesin waktu dipercepat agar hari Selasa depan itu segera datang, kalau bisa sehabis hari Minggu ini langsung melompat menjadi hari Selasa, supaya bisa segera bertemu dengan yang diharapkan segera datang tersebut hihi

Saya sedang menghitung hari. Dari hari ini, hari Minggu 25 Desember 2011 sampai pada hari H nanti kurang lebih 8 hari lagi, namun perasaan untuk sampai pada hari H tadi lama banget datangnya. Tidak berlebihan kalau ada pepatah yang mengatakan menunggu selama sehari seolah menunggu selama seabad hehe. Apakah anda juga sedang menghitung hari?

Posted in Cerita-Cerita | Tagged , , | Leave a comment

Menikmati Momen Sesaat Setelah Presentasi Selesai

Pada saat kita berhasil menjual ide kepada klien kita sesaat setelah presentasi selesai, tentunya perasaan lega dan senang menghinggapi diri kita. Jerih payah yang kita lakukan dalam menyiapkan presentasi terbayar sudah. Karena apa? menyiapkan sebuah presentasi tentunya tidaklah mudah, butuh waktu mungkin bisa beberapa hari, studi kasus, mencari data pendukung tentang apa yang akan kita sampaikan, review dan rehearsal baik dengan diri sendiri maupun dengan teman sejawat atau supervisor kita, koreksi beberapa kali dari apa yang kita tuliskan di slide, sampai akhirnya kita mempresentasikan di depan klien atau manajemen.

Alokasi waktu yang diberikan kepada kita untuk mempresentasikan ide kita tersebut biasanya kurang lebih 1 jam, dan itu sudah termasuk di dalamnya  Q&A session dan feedbacks. Bagaimana sekian lama persiapan yang sudah kita lakukan sebelumnya sebisa mungkin bisa kita sampaikan dalam kurun waktu yang sangat terbatas tersebut, 15-20 menit maksimum untuk presentasi dan selebihnya mendengarkan feedback dari audience. Kalau kita bisa mengatur waktu dengan baik dan bisa menyampaikan gagasan kita secara meyakinkan dalam presentasi tersebut, niscaya ide yang kita bawa akan diterima oleh klien atau kepada siapapun audience yang mendengarkan presentasi kita. Bagaimana caranya agar presentasi kita meyakinkan? Faktor rehearsal sangat sangat penting, karena dengan semakin banyak rehearsal akan semakin banyak input  yang kita terima dan tentu saja akan semakin lancar kita mempresentasikannya.

Kita tentunya akan semakin bersemangat mengeluarkan segenap kemampuan pada saat mempresentasikan sesuatu, apalagi kalau kita tahu bahwa sebagian orang penting atau key person dalam menggoalkan gagasan kita ada datang di antara audience dalam ruangan tersebut. Sebetulnya kita bisa mengetahui sebelumnya siapakah yang diundang dalam presentasi kita dari email invitation yang dikirimkan oleh representative client yang mengorganisir presentasi tersebut. Kalau di antara orang-orang yang diundang tadi beberapa di antaranya orang-orang besar, sebaiknya sedari awal kita sudah benar-benar melakukan persiapan dengan matang.

Ketika kita dengan lancar bisa menyampaikan ide dan gagasan selama presentasi tersebut, bisa menjawab semua pertanyaan dengan lancar dan merasakan aroma positif dari komentar, feedback, dan response dari audience yang kita terima dan pada akhir presentasi mereka menyatakan “ok go ahead” tentunya semua hal tadi membuat perasaan kita sangat lega. Ada semacam rasa kepuasan tersendiri dengan hasil jerih payah kita tersebut, dan kita bisa berbangga dengan diri kita sendiri.

Pagi ini saya presentasi di depan klien saya, dan mereka menerima ide yang saya sampaikan dan setuju untuk melanjutkan ke tahapan berikutnya. Bagaimana dengan presentasi anda? Semoga juga berakhir dengan happy ending seperti apa yang saya alami dengan presentasi saya pagi ini 🙂

Posted in Cerita-Cerita | Leave a comment

Kapan Terakhir Anda Presentasi?

Saya tidak akan membahas secara detail bagaimana teknik presentasi. Yang akan saya tuliskan dibawah ini adalah hal-hal yang umumnya kita alami pada saat kita harus presentasi.

Ada orang yang canggung pada saat disuruh berbicara di depan forum resmi di depan orang banyak. Ada orang yang sebenarnya tidak suka harus berbicara di depan orang banyak namun karena sifat pekerjaannya mau tidak mau dia sesekali harus berbicara di depan khalayak. Berbicara di depan umum dalam suatu forum resmi membutuhkan keberanian, persiapan, dan latihan karena tidak semua orang mempunyai bakat sejak dini untuk mengutarakan ide dan maksudnya di depan umum. Penyakit umum yang banyak dihadapi orang ketika harus berbicara di depan khalayak adalah grogi, canggung, keringat dingin, deg-deg-an, selip kata atau lidah dan lupa apa yang akan diomongkan.

Banyak jenis pekerjaan yang mengharuskan orang yang menggelutinya dituntut harus bisa berbicara di depan publik, seperti presenter atau pembawa acara, pendakwah, orator, sampai sales. Orang yang bekerja di kantor pun yang sebenarnya hanya menekuni pekerjaan yang bersifat teknis, juga tidak bisa lepas dari keharusan untuk terus berlatih dan menguasai cara atau teknik berbicara di depan umum atau lebih sering disebut teknik presentasi. Sepandai apapun orang tersebut dalam spesialiasinya di bidang yang ditekuninya, namun ketika dia tidak bisa menyampaikan kepada orang lain tentang apa yang dikerjakannya, maka orang lain tidak akan tahu kalau dia ahli dalam suatu bidang tersebut. Bagaimana orang lain tahu kita mengerjakannya sesuatu atau kita ahli dalam bidang tertentu kalau kita tidak bisa menyampaikan atau bercerita kepada orang lain tentang apa yang kita kerjakan.

Ketika seseorang harus presentasi dengan bahasa yang sama dengan audience-nya maka dia akan lebih lancar berbicara dibandingkan orang yang harus presentasi dengan bahasa yang bukan bahasa ibu-nya. Kebanyakan dari kita orang Indonesia, selain menguasai bahasa Indonesia, kita juga menguasai bahasa Ibu. Misalnya ketika orang Jawa harus presentasi dengan bahasa Inggris, maka dia harus mengolah susunan kata-kata di dalam otaknya melalui dua tahapan, dari bahasa Jawa-bahasa Indonesia-bahasa Inggris. Dengan demikian sangat boleh jadi ketika orang tersebut akan presentasi maka dia akan mengalami tingkat kegrogian yang lebih tinggi dibandingkan contoh kasus pertama di atas.

Faktor lain yang mempengaruhi tingkat kegrogian seseorang adalah jumlah audience yang dihadapi ketika orang tersebut melakukan presentasi. Presentasi yang dilakukan di depan audience yang sudah dikenal dan jumlahnya sedikit, akan lebih memberikan pengaruh psikis yang sangat minim kepada presenternya. Namun ketika seseorang harus melakukan presentasi di depan sebuah forum yang lebih besar misalnya di dalam konvensi IAGI, AAPG, SEG dan semacamnya, maka tekanan psikis akan jauh lebih besar.

Semakin orang sering melakukan presentasi semakin kecil tingkat kegrogiannya saat berdiri di depan publik. Semakin orang memberikan presentasi di depan forum-forum besar, tekanan psikis dengan sendirinya akan semakin hilang. Artinya teknik presentasi bisa dipelajari dari mulai cara menuliskan kalimat yang akan kita tempatkan di slide, pemilihan gambar, grafik, media presentasi sampai bagaimana kita berbicara dengan slide yang sudah kita siapkan tadi. Ada orang yang menulis script presentasi kemudian menghapalkan, dan itulah nantinya yang akan disampaikan pada saat dia presentasi dengan slide yang sudah disiapkan, ada juga yang menuliskan script dalam note kecil sebesar genggaman tangan dan note itu nanti akan dibawa pada saat dia presentasi dan lain sebagainya menggunakan teknik-teknik lainnya sesuai dengan kenyamanan orang yang akan melakukan presentasi. Namun yang sangat umum dilakukan adalah melakukan rehearsal/gladi kotor presentasi, atau latihan presentasi baik sendiri di depan cermin maupun di depan teman-temannya sebelum presentasi resmi misalnya di depan manajemen atau di depan kliennya.

Bagaimana dengan anda? masih adakah perasaan grogi dan cemas pada saat anda melakukan presentasi? kapan terakhir anda presentasi? adakah dalam waktu dekat ini anda harus presentasi menyampaikan ide dan gagasan anda di depan klien anda? Untuk saya, awal minggu depan saya harus presentasi di depan Exploration Team 🙂

Selamat melakukan presentasi…

Posted in Cerita-Cerita | Tagged , , , | Leave a comment

Tanggal 01 Januari 2012, Dimanakah Anda?

Pergantian tahun baru sebentar lagi. Seperti tahun-tahun sebelumnya pergantian baru selalu diisi dengan berbagai macam acara sesuai dengan acara yang sudah disiapkan masing-masing. Mungkin ada yang sudah jauh-jauh hari menyiapkan acara untuk menyambut dan memeriahkan acara pergantian tahun tersebut. Untuk saya sendiri, pada tanggal 01 Januari 2012 akan merayakan tahun baru di 3 bandara internasional yang berbeda, dan tentu saja di dalam pesawat :). Bagaimana dengan anda semua? Dimanakah anda pada tanggal tersebut?

Selain itu, pergantian tahun  juga banyak digunakan orang sebagai sarana untuk appraisal dan refleksi terhadap diri sendiri, tentang apa saja dari objective-objective tahun kemaren yang belum tercapai, me-review kembali penyebabnya, dan menentukan beberapa strategi untuk bisa meng-goal-kan pada tahun baru berikutnya, dan tentu saja meletakkan objective-objective baru yang akan kita capai sesaat setelah tanggal 1 Januari 2012 dimulai.

Saya sendiri sudah mempersiapkan dan membuat daftar apa saja di tahun depan yang ingin saya lakukan, dan tentu saja saya juga sudah mulai melakukan appraisal terhadap diri saya sendiri, kira-kira tahun 2011 yang lalu apa saja yang tidak harus saya lakukan kembali dan apa saja yang harus saya ulang untuk dilakukan di tahun 2012 nanti.

Selamat meng-appraised terhadap diri sendiri sebelum pergantian tahun 2012

Posted in Cerita-Cerita | Leave a comment

Layanan Pelanggan Ujung Tombak Sebuah Kegiatan Usaha

Layanan pelanggan atau bahasa kerennya customer service, secara sederhana bisa diartikan sebagai sebuah layanan ekstra yang diberikan oleh seseorang atau sebuah  korporasi yang menjual jasa atau produk kepada orang lain atau sekelompok orang (konsumen). Saya tidak tahu asal muasal atau siapa yang mengenalkan teknik layanan pelanggan ini pada awal mulanya. Saya tidak penah kuliah mengambil jurusan ekonomi atau mengambil master bisnis di jalur pendidikan formal. Apa yang akan saya uraikan di sini adalah hasil pengamatan dengan belajar secara otodidak sebagai salah seorang pelaku wirausaha maupun sebagai konsumen itu sendiri.

Layanan pelanggan bisa diwujudkan dengan berbagai cara tergantung kepada jasa atau produk yang dijual. Layanan pelanggan tidak melulu menjadi keharusan sebuah kegiatan usaha yang besar, namun justru harus diterapkan oleh semua orang yang menggeluti dunia usaha baik yang masih berskala kecil, sedang, maupun besar. Seorang calon pembeli ketika dia datang ke toko komputer untuk mencari 1 mouse dan dilayani dengan baik oleh penjualnya, tentu saja si calon pembeli ini akan merasa nyaman karena mendapatkan pelayanan yang ramah dari penjualnya. Ketika dia hanya berencana membeli sebuah mouse saja, namun pada saat dia merasakan kenyamanan berbelanja disitu sangat bisa jadi calon pembeli tersebut akan menambah barang belanjaan dengan membeli sebuah keyboard.

Layanan pelanggan seharusnya tidak hanya diberikan pada saat konsumen mau membeli, namun pada saat konsumen tersebut menanyakan informasi jasa atau produk tanpa ada niat untuk membeli sekalipun, seyogyanya pelaku usaha harus tetap melayani dengan ramah sama seperti kalau pelanggan tersebut akan membeli produk atau jasa yang ditawarkan. Hal yang lainnya yang tidak boleh dilewatkan tentu saja layanan pelanggan setelah barang atau jasa itu dibeli oleh konsumen. Memastikan bahwa tidak ada komplain dan konsumen puas adalah sangat penting, karena dengan begitu konsumen akan kembali kepada kita untuk melakukan pembelian berikutnya. Dan yang tidak kalah pentingnya ketika mereka puas dan nyaman dengan berbelanja di tempat kita, mereka bisa menjadi marketer produk atau jasa kita secara tidak langsung. Kata para analis mouth marketing adalah salah satu teknik pemasaran paling efektif.

Aspek lain yang bisa diamati dari sebuah layanan pelanggan adalah bagaimana kita sebagai pelaku usaha bisa meresponse dengan cepat apa yang ditanyakan dan dibutuhkan pelanggan. Bagaimana response dan tanggung jawab kita sebagai pelaku usaha ketika pelanggan atau konsumen tidak puas dengan salah satu dari jasa atau produk yang mereka beli dari kita. Bagaimana kita bisa menyelesaikan masalah tersebut untuk tetap membawa konsumen yang tidak puas tersebut terus kembali untuk tetap dan terus berbelanja di tempat kita. Layanan pelanggan adalah ujung tombak kegiatan usaha kita. Pertahankan dan terus perbaiki untuk bisa melayani konsumen dengan baik.

Tetapi tentu saja, layanan pelanggan yang kita berikan tetap harus dilandasi oleh sikap saling menghargai dan menghormati antara kita sebagai pelaku usaha dan konsumen kita. Konsumen adalah raja, ungkapan yang harus kita pegang teguh. Namun bagaimana kita melayani sang raja dengan baik dan benar bergantung kepada sikap raja tersebut kepada kita, apakah bertindak sewenang-wenang atau sebaliknya 🙂

Selamat menerapkan layanan pelanggan pada semua jenis usaha anda

Posted in Tips | Tagged , , , | Leave a comment

Suatu Ketika di Petang Kemaren

Saya bukan ahli motivator. Tulisan ini tidak bermaksud untuk memberikan motivasi kepada siapapun setelah mungkin nanti ada orang yang membaca apa yang saya tuliskan ini. Saya sekedar menuliskan kembali apa yang saya ingat tentang sebuah peristiwa yang saya alamai yang terjadi kemaren petang dan dari peristiwa tersebut saya bisa mengambil hikmah dan pelajaran hidup.

Karena sesuatu hal saya harus lebih lama tinggal di kantor dan pulang terlambat. Kebetulan saya belum mempunyai mobil sendiri di negara ini. Jangankan mobil, driving license saja belum punya. Bagaimana bisa punya driving license kalau residence permit saja belum jadi hehe. Saya masih sangat tergantung dengan antar jemput mobil kantor.

Pada petang itu setelah urusan kantor selesai, saya ingin pulang ke rumah. Tapi dengan siapa? saya lihat suasana kantor sudah sepi, ada beberapa orang tetapi saya tidak kenal. Saya mencoba menilpon salah seorang sopir kantor, tetapi dia juga sedang dalam perjalanan menuju ke rumahnya dan katanya tidak kembali lagi ke kantor.

Singkat cerita ada salah satu sopir kantor, berkebangsaan India, yang bersedia menjemput saya dari kantor dan mengantarkan saya pulang ke apartemen. Waktu itu petang hari, jam 17.30. Di musim dingin jam segitu sudah kelihatan malam. Saya lihat muka capek dan kelelahan terpancar dari wajahnya. Dia bilang baru saja mengantar seseorang ke bandara dan langsung balik menjemput saya. Ada perasaan bersalah dalam diri saya dan saya bilang minta maaf sudah merepotkan dia.

Sebagai ungkapan rasa bersalah saya kepada dia kemudian saya ajak pak sopir ini untuk mampir makan malam. Saya tanyakan ke dia apakah keluarganya diajak merantau juga di negara ini. Dia bilang iya. Kantor saya eselbe ini letaknya bukan di jantung kota seperti halnya di Jl Sudirman atau Thamrin, yang banyak sekali resto-resto, namun letaknya di kawasan industri area, jauh dari restaurant yang bener-bener restaurant. Tempat makan terdekat hanya sebuah restaurant cepat saji. Saya ajak pak sopir mampir sebentar kesana. Awalnya dia tidak mau ikut masuk ke dalam, namun saya tetap mengajak dia untuk ikut bergabung dengan saya masuk ke dalam restaurant cepat saji tersebut.

Saya memesan satu set menu dinner isinya 3 potong ayam, kentang, 1 coke dan 1 set menu keluarga yang isinya 1 keranjang yang di dalamnya berisi 21 potong ayam, 3 kotak besar kentang goreng, 10 roti, dan 1 botol coke. Semua untuk dibawa pulang. Setelah selesai membayar semua pesanan, kemudian saya bilang kepada pak sopir,”ini menu famili untuk kamu dan keluargamu di rumah, sedangkan yang menu dinner untuk saya”. Di luar dugaan saya, ekspresi dia benar-benar kaget dengan apa yang saya lakukan. Mungkin dalam bayangan pak sopir ini, menu famili akan saya bawa pulang dan menu dinner akan saya berikan ke dia.

Apa yang saya lakukan menurut saya sebenarnya tidak ada apa-apanya dengan apa yang pak sopir ini lakukan kepada saya. Seharusnya jam segitu dia sudah pulang dan bertemu  dengan keluarga dia di rumah. Selama dalam perjalanan pulang dan sesampainya saya di apartemen saya terus merenungkan, kenapa hal yang saya lakukan kepada pak sopir tadi yang menurut saya sangat sepele namun sangat diapresiasi oleh dia?

Kemudian saya pada suatu kesimpulan, bahwa kita harus saling menghormati dengan orang lain, selalu memperlakukan dan menghargai orang lain dengan baik tanpa harus memperhatikan latar belakang siapa orang itu, posisinya sebagai apa, orangnya dari  mana. Betul, kalimat diatas sudah sangat sering kita baca, kita dengar, atau kita lihat, bahkan sudah diajarkan sejak kita di Sekolah Dasar. Namun dengan kejadian yang saya alami petang itu, saya semakin yakin dengan kebenaran kalimat-kalimat itu. Sekecil apapun yang kita lakukan dan mungkin menurut kita itu sangat sepele namun asal dilakukan dengan perasaan iklas dan dilandasi sikap saling menghargai, sangat bisa jadi orang lain itu akan sangat mengapresiasi apa yang kita lakukan terhadap mereka.

Posted in Cerita-Cerita | Tagged , , , , | Leave a comment

Sebaris Saja..

15 Agustus, 10 April, 14 Februari, 02 Juni, 30 Oktober, dan 09 Mei

Posted in Cerita-Cerita | Leave a comment

Masih Dalam Proses

Ya betul masih dalam proses. Saya sedang mempersiapkan sebuah rencana usaha, namun untuk saat ini saya masih belum dapat menceritakan detailnya seperti apa, karena memang belum selesai persiapannya. Seandainya persiapan-persiapan itu bisa saya analogikan dengan deretan abjad A-Z, persiapan saya baru sampai pada deretan huruf G, dikarenakan kesibukan saya saat ini dan terbatasnya waktu saya pada saat saya berada di Indonesia.

Desain sudah saya dapatkan dari seorang arsitek yang membantu menuangkan ide-ide saya ke dalam bentuk gambar seperti di samping. Desain detail pun sudah saya dapatkan juga, sehingga pada saat saya serahkan kepada pak tukang untuk pengerjaan lebih lanjut, mereka dengan gampang langsung bisa mengerjakan sesuai dengan ukuran-ukuran detail yang tertera dalam site-plan dari arsitek tersebut. Saya mempunyai 2 desain, satu seperti yang terpampang pada gambar di samping kiri dan satu desain lagi seperi yang akan terlihat di gambar samping sebelah kanan. Konsep yang akan saya bawa adalah mengenalkan sebuah layanan yang untuk saat ini konsumen baru bisa mendapatkan hanya jika mereka datang ke sebuah tempat yang terkesan mahal, ekslusive, dan tentu saja sesuatu yang terkesan mahal dan ekslusive akan secara tidak langsung menjadikan pride atau gengsi yang orang yang melakukan aktivitas itu menjadi naik. Sekarang saya akan mencoba merubah atau mengenalkan suatu konsep untuk bisa menikmati minuman tersebut tidak harus datang ke tempat yang ekslusive dan harganya mahal namun kesan ekslusive masih tetap terjaga dan tidak menjadikan gengsi penikmatnya turun.

Analoginya seperti ini, pada saat orang melihat kita membawa belanjaan dari supermarket atau mall mungkin mereka akan melihat kondisi kita lebih bergengsi dibandingkan pada saat mereka melihat kita membawa belanjaan yang kita beli dari warung biasa. Nah sekarang saya akan mencoba membalik pandangan orang yaitu bagaimana caranya orang yang belanja di warung biasa, namun bisa mendapatkan layanan, kualitas, barang, dan tentu saja gengsi sama seperti pada saat orang tersebut belanja di supermarket atau mall.

Saya akan mencoba menghadirkan sebuah konsep agar konsumen bisa menikmati sebuah produk minuman, yang saat ini terkenal hanya bisa ditemukan atau disediakan di hotel bintang lima, kafe-kafe tertentu, bahkan maskapai setaraf Emirates, Qatar Airways, dan Etihad menyediakannya, dengan datang di tempat yang lebih rileks, tidak terkesan mahal namun tidak terkesan murahan juga.

Seperti apakah bentuknya? tunggu dulu karena persiapannya masih berada di huruf G, untuk sampai ke huruf Z masih diperlukan beberapa langkah lagi..doain ya.

Posted in Peluang Usaha | Tagged , , , , | Leave a comment

Perjuangan Mendaftar Adsense..Susah :)

AdSense adalah program kerjasama periklanan melalui media Internet yang diselenggarakan oleh Google. Melalui program periklanan AdSense, pemilik situs web atau blog yang telah mendaftar dan disetujui keanggotaannya diperbolehkan memasang unit iklan yang bentuk dan materinya telah ditentukan oleh Google di halaman web mereka. Pemilik situs web atau blog akan mendapatkan pemasukan berupa pembagian keuntungan dari Google untuk setiap iklan yang diklik oleh pengunjung situs, yang dikenal sebagai sistem pay per click (ppc) atau bayar per klik (sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Adsense)

Hari Kamis, 15 Desember 2011 yang lalu saya iseng-iseng mencoba mendaftarkan blog saya ini ke Google AdSense. Pendaftarannya diterima oleh Google dan saya bisa memasang HTML code Google AdSense ke dalam blog saya ini, walaupun isi iklannya masih belum ada, hanya berupa kotak kosong di widget area yang sudah saya tentukan di blog saya ini. Dari email notifikasi yang saya terima dari Google AdSense, iklan akan mulai muncul setelah mereka selesai melakukan review terhadap blog yang saya daftarkan ini, yang membutuhkan waktu kurang lebih 4 hari kerja untuk melakukan review.

Hari ini tepat 4 hari kerja, saya menerima email pemberitahuan dari Google AdSense. Permohonan saya ditolak karena ternyata Google AdSense belum support bahasa Indonesia. Artinya kalau blog kita berbahasa Indonesia, mereka belum bisa mengikutkan dalam program adsense mereka. Untuk sementara ini Google AdSense baru support beberapa bahasa seperti yang mereka sebutkan dalam link berikut https://support.google.com/adsense/as/bin/answer.py?hl=id&answer=9727. Semoga ke depannya bahasa Indonesia masuk dalam review mereka dan disupport penggunaannya di Google AdSense.

Untuk saat ini bahasa Indonesia baru didukung untuk AdSense for Search. Berikut saya cuplikan pengertian AdSense for Search: Selain menyediakan iklan-iklan dengan sistem bayar per klik, Google AdSense juga menyediakan AdSense untuk pencarian (AdSense for Search) dan iklan arahan (Referral). Pada AdSense untuk pencarian, pemilik situs web dapat memasang kotak pencarian Google di halaman web mereka. Pemilik situs akan mendapatkan pemasukan dari Google untuk setiap pencarian yang dilakukan pengunjung melalui kotak pencarian tersebut, yang berlanjut dengan klik pada iklan yang disertakan pada hasil pencarian. Pada iklan arahan, pemilik situs akan menerima pemasukan setelah klik pada iklan berlanjut dengan tindakan tertentu oleh pengunjung yang telah disepakati antara Google dengan pemasang iklan tersebut (Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Adsense)

Nahh untuk AdSense for Search ini sudah saya pasang di blog saya ini. Itu tuh yang ada tombol seach dan simbol Google di pojok kanan atas blog saya. Semoga ada yang mencari iklan dari situ hehe.

Hari ini saya juga mencoba mendaftar adsense atau PPC (pay per click) lokal. Saya mendaftarkan blog saya di salah satu PPC lokal. Caranya sangat mudah, kategori iklan bisa dipilih dan saat itu juga kode HTML-nya bisa saya copy dan paste-kan ke Widget Blog saya ini dan iklan bisa langsung muncul. Namun sayang sekali sepertinya filter pada saat memilih kategori iklan yang akan ditampilkan oleh PPC lokal tersebut di blog tidaklah benar-benar berjalan. Misalnya, ketika saya hanya memilih kategori iklan “Kendaraan” dan “Wisata” saja, bayangan saya hanya iklan yang berkaitan dengan kendaraan atau wisata yang akan dimunculkan di dalam iklan tersebut. Namun pada kenyataannya iklan yang dimunculkan adalah kebanyakan diluar kategori yang sudah saya pilih tadi, seperti bisnis uang jutaan dalam sejam, obat perkasa atau kejantaanan, bisnis online, dan lain sejenisnya yang saya justru ingin hindari penayangannya dalam blog saya ini.

Sebenarnya kalau mau sih blog saya ini dirubah menjadi blog berbahasa Inggris supaya bisa didaftarkan kembali ke Google AdSense. Tetapi sayanya yang males hehe, karena memang sedari awal tujuan penulisan blog ini selain sebagai catatan untuk diri sendiri diharapkan juga bisa dinikmati oleh pengunjung blog di Indonesia.

Semoga Google AdSense segera memasukkan bahasa Indonesia sebagai salah satu yang disupport, dengan begitu saya bisa mencoba mendaftar lagi, dan judul di atas bisa saya ganti,”Enaknya dapat Penghasilan dari Google AdSense” hehe

Sembari menunggu Google Adsense support bahasa Indonesia, saya sekarang masih googling informasi mengenai PPC atau program adsense lokal yang cocok dan sesuai dengan yang saya inginkan. Ada yang bisa kasih info dan saran kah program PPC lokal yang bagus, dalam arti filter iklan dan tentunya saja pembagian pay per click-nya :)?

Tetapi coba tengok detik.com atau kompas.com, bahasa utamanya bahasa Indonesia, namun kenapa ya Google Adsense bisa nampang disana? mungkin blog saya ini harus sebesar detik atau Kompas dulu baru si Google mau naruh iklannya kesini hehe..

Baca juga artiket terkait di blog ini: Sekarang GoogleAdsense Support Bahasa Indonesia – Ayo Buruan Daftar

Posted in Cerita-Cerita | Tagged , , | Leave a comment

Kenapa Koper dan Tas Saya Dicorat-Coret Kapur?

Mungkin pertanyaan itu pernah hinggap di benak anda ketika mengetahui dan menjumpai koper atau tas anda ada bekas coretan kapur di sisi depan belakang, depan, dan samping, biasanya berwarna jingga,  sesaat anda baru saja selesai antri mengambil tas di convey belt bandara kedatangan internasional Soekarno Hatta.

Tas, koper, atau barang bawaan yang ada tanda coretan kapurnya, artinya pada saat akan keluar dari bandara, maka Bapak dan Ibu petugas Bea dan Cukai akan meminta anda memasukkan barang bawaan tersebut selain hand-carry kita ke mesin x-ray scanner dan ada kemungkinan tas atau koper kita diminta untuk dibuka untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Sebenarnya tas yang berada di convey belt tersebut sudah melalui proses pemeriksaan atau screening pertama yaitu pada saat bagasi diturunkan dari pesawat ada beberapa petugas dari Bea dan Cukai yang melakukan pemeriksaan tentu saja dengan x-ray scanner juga. Kalau dirasa ada yang mencurigakan di dalam tas kita, petugas akan memberi kode berupa tanda kapur, dicoretkan pada sisi samping, depan, dan belakang tas atau koper kita tersebut. Ini artinya memberikan tanda atau kode kepada Bapak dan Ibu petugas Bea dan Cukai yang ada di depan yang menjaga mesin x-ray menjelang pintu keluar untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap barang bawaan dari penumpang dengan tanda kapur tersebut.

Tentu saja kita tidak perlu apriori dengan tindakan yang dilakukan petugas untuk mencorat-coret tas atau koper kita. Beliau-beliau melakukan hal tersebut karena sedang menjalankan salah satu tugas mulia sesuai dengan standard operating procedure yang sudah baku dan ditentukan di kalangan kepabeanan. Dengan menjalankan tugas sesuai sesuai dengan SOP secara sungguh-sungguh maka narkotika, obat-obat terlarang dan barang-barang berbahaya dan terlarang lainnya bisa dicegah untuk masuk di wilayah hukum negara kita.

Kita tidak perlu khawatir kalau memang kita tidak membawa barang-barang terlarang masuk ke dalam wilayah hukum Indonesia. Ada orang yang mengakali dengan pergi ke toilet kemudian menghapus coretan kapur tadi. Namun menurut saya tidak perlu. Karena kita tidak merasa berbuat sesuatu yang melanggar hukum. Kalaupun di dalam tas kita tadi ada oleh-oleh yang mungkin dari x-ray seolah-olah terlihat seperti barang yang dilarang untuk dibawa masuk ke dalam negeri, kita buka saja di depan petugas, kita tunjukkan kwitansi pembelian yang menunjukkan harganya tidak melebihi batas maksimal yang ditentukan ($250 individu, $1000 keluarga).

Semoga informasi di atas bermanfaat, dan selamat membawa oleh-oleh dari luar negeri 🙂

Posted in Cerita-Cerita | Tagged , , , , | Leave a comment