Suasana Transit di Doha International Airport Lama

Ada tiga maskapai penerbangan internasional yang biasanya saya gunakan ketika saya bepergian keluar negeri, terutama perjalanan dari Indonesia ke arah Middle East dan Eropa. Maskapai tersebut adalah Qatar Airways, Emirates, dan Etihad. Masing-masing maskapai ini selalu menjadi langganan menduduki peringkat lima besar menurut lembaga pemeringkat SkyTrak. Saya sebenarnya sangat ingin mencoba menggunakan Garuda, karena sekarang Garuda juga sudah membuka jalur penerbangan dari Jakarta ke Amsterdam, transit di Dubai, dan Garuda pun dua tahun terakhir juga langganan mendapatkan penghargaan dari lembaga pemeringkat SkyTrak. Namun sayangnya kadang keinginan saya ini terbentur dengan tidak kesesuain hari dan jam jadwal keberangkatan dan kepulangan yang saya maui dengan jadwal yang ada di Garuda. Semoga Garuda Indonesia ke depannya akan semakin banyak menambah dan membuka jalur penerbangan ke banyak kota di dunia, sehingga pilihan saya akan jatuh ke Garuda daripada ketiga maskapai yang sudah saya sebutkan di atas.

Cerita yang ditulis disini adalah suasana transit di Doha International Airport yang lama sebelum mereka pindah di Hamad International Airport yang baru. Pemerintah Qatar mulai mengoperasikan Hamad International Aiport tanggal 27 Mei 2014. Dengan demikian mereka sudah tidak lagi menggunakan airport yang lama seperti yang diceritakan di bawah ini.

Pada beberapa kesempatan mendatang saya akan mencoba menuliskan suasana transit di Hub Qatar Airways (Doha International Airport), Hub Emirates (Terminal 3, Dubai International Airport: ceritanya bisa dibaca disini Suasana Transit di Dubai International Airport), dan di Hub Etihad (Terminal 3, Abudhabi International Airport: ceritanya bisa dibaca disini Suasana Transit di Abu Dhabi International Airport). Untuk kesempatan pertama, saya akan membagi cerita bagaimana suasana transit di Doha International Airport.

Ketika kita menggunakan maskapai Qatar Airways, tas bawaan yang akan kita bawa masuk ke kabin akan ditandai dengan tag yang warnanya beberapa macam, tergantung tujuan kita masing-masing. Apabila tujuan akhir perjalanan kita di Doha, maka tas kita akan diberikan tag berwarna biru. Sedangkan tag warna kuning akan diberikan pada tas kita apabila kita hanya transit di Doha. Tag warna ungu apabila kita menggunakan kelas bisnis dan transit di premium terminal di Doha. Ketika pesawat Qatar Airways yang membawa kita sudah mendarat di Doha, pesawat akan mendarat jauh dari terminal kedatangan, dan untuk saat ini di Doha International Airport belum ada layanan garbarata, atau tangga yang menghubungkan pintu pesawat keluar ke pintu masuk terminal kedatangan. Penumpang akan turun dan dibawa ke terminal menggunakan bus.

Bus akan berhenti di beberapa terminal kedatangan. Jangan sampai salah turun. Harap selalu diperhatikan warna tag yang dikaitkan di tas bawaan kita. Apabila tag tersebut berwarna kuning, terminal tempat kita turun adalah di terminal transfer. Perhatikan pintu terminal ada tandanya berupa neon box berwarna kuning bertuliskan “Transfer Departure” jangan sampai kita turun di terminal yang di pintunya ada tanda neon box berwarna biru bertuliskan “Doha Arrival”. Untuk penumpang transit kelas bisnis mereka akan turun di terminal transit kelas bisnis tersendiri. Apa yang akan saya tuliskan selanjutnya di blog ini adalah ketika kita transit di Doha dengan menggunakan tiket kelas ekonomi.

Begitu kita turun dari bus dan memasuki pintu terminal transfer, hal pertama yang harus kita lakukan adalah ikut mengantri untuk melakukan custom clearance. Tas bawaan kita akan diperiksa petugas custom di Doha dengan cara memasukkan tas tersebut di x-ray scanner sebelum kita masuk ke terminal transfer. Sebaiknya sebelum kita ikut antri, segala sesuatunya dipersiapkan terlebih dahulu. Passport dan tiket tidak usah dikeluarkan, lebih baik disimpan di dalam tas, karena petugas tidak akan menanyakan tiket dan passport. Segala bentuk perhiasan, jam tangan, ikat pinggang dan lain-lain yang mengandung unsur logam sebaiknya dimasukkan di dalam tas. Karena nanti pada saat kita melewati pintu detektor dan berbunyi, petugas akan menyuruh melepaskan benda-benda tadi dan kita diminta untuk mengulang kembali melewati pintu detektor logam serta memasukkan barang-barang tersebut ke x-ray scanner.

Setelah proses custom clearance selesai, kita bisa segera memasuki lantai pertama terminal transfer. Sebenarnya terminal transfer di Doha international airport (DIA) tidaklah begitu besar, masih jauh lebih besar di terminal 3, Dubai international airport. Di lantai pertama terminal transfer di DIA, ada beberapa gate. seperti nampak di dalam photo di samping kanan, Gate 1-6 terletak di lantai satu. Selain itu di lantai satu juga ada Qatar Duty Free (QDF). Sedangkan Gate 7-41 terletak di lantai 2. QDF juga relatif tidak besar. Lokasi utamanya terletak di lantai satu. QDF yang terletak di lantai satu mempunyai beberapa konter snack seperti coklat dan permen, cinderamata, minuman beralkohol, rokok serta cerutu yang menyambung ke konter parfum, tas, aksesoris dan perhiasan. Biasanya disana akan dipajang dua mobil mewah sebagai lucky draw bagi pengunjung yang beruntung. Pada saat photo di sebelah kiri ini saya ambil, dua mobil mewah yang terpanjang disana adalah Bentley dan Mercedes. Saya sendiri belum pernah mencoba mengikuti undian lucky draw ini, karena kalau tidak salah pembelian minimal 1000 QAR (Qatari Riyal) baru mendapatkan satu kupon undian. Dan saya belum pernah berbelanja di QDF menghabiskan sebanyak itu hehe. Tentang perbandingan harganya apakah lebih murah atau lebih mahal dibandingkan dengan Duty Free di bandara lain terus terang saya tidak mempunyai datanya, karena sama sekali belum pernah mencoba untuk membandingkan. Sedangkan QDF yang terletak di lantai 2 terdiri dari konter parfum (biasanya berupa satu stand display dari satu merk parfum saja), konter snack, konter elektronik, dan konter cindera mata. Konternya tentu saja hanya berupa konter kecil, seluas ruko. Di samping konter-konter tadi, ada beberapa – saya menyebutnya portable duty free – yang didorong oleh petugas QDF, sama seperti apa yang kita lihat ketika awak kabin menawarkan duty free di sela-sela gang kursi penumpang di dalam pesawat. Barang duty free yang dijual di kereta-kereta dorong ini pada umumnya rokok dan parfum.

Selain konter-konter duty free di atas, kita juga bisa menemukan beberapa konter yang menjual makanan dan minuman. Di lantai satu ada satu konter cafe menjual kopi, teh, dan kue-kue. Konter ini letaknya di belakang duty free yang ada di lantai satu. Oiya mata uang resmi yang digunakan untuk traksaksi jual beli di QDF adalah Qatari Riyal. Selain itu disini juga menerima mata uang utama dunia seperti Euro, USD, dan beberapa mata uang negara GCC (negara teluk). Kalau kita misalnya mempunyai mata uang USD yang lecek, terlipat sedikit, terlipat banyak, jangan khawatir uang masih tetap bisa digunakan untuk transaksi dan nilainya tidak akan berubah. Selain di lantai satu, cafe semacam ini bisa ditemukan juga di lantai dua. Bagi yang ingin menikmati hidangan yang agak berat seperti nasi dan menu fast food, konternya bisa ditemukan di lantai dua. Disana bisa ditemukan beberapa macam pilihan sesuai selera kita. Mungkin menunya tidak selengkap seperti yang anda harapkan atau bahkan kalau kita bandingkan dengan beberapa pilihan yang ada di bandara Soekarno Hatta. Di samping konter food court ini ada ruangan/lounge khusus pemegang Priviledge Club Silver. Sayang saya tidak sempat mengambil photo lounge-nya. Tetapi secara garis besar adalah sebuah ruangan, lumayan luas, berisi deretan bangku dan kursi tempat penumpang pemegang kartu silver beristirahat. Di Lounge silver ini terdapat ruangan komputer yang berisi beberapa buah komputer untuk penumpang berselancar di dunia maya. Namun di ruang komputer ini tidak ada kursinya, layar monitor komputer di letakkan di rak-rak dan orang harus sambil berdiri untuk mengaksesnya. Selain ruang komputer ada juga ruangan merokok, ruang sholat, toilet dan tentu saja ruang utama adalah tempat beristirahat (duduk saja) sambil menikmati beragam minuman hangat, coke, dan snack. Kalau saya bandingkan dengan lounge di Soekarno Hatta (SHIA), lounge silver di DIA ini masih jauh lebih sederhana dibandingkan apa yang ada di SHIA. Di lantai dua ini selain lounge silver khusus penumpang Qatar Airways, juga terdapat lounge pemegang Priviledge Club gold. Letaknya tidak jauh dari silver lounge. Selain kedua lounge yang dikhususkan untuk penumpang Qatar Airways ini, juga terdapat satu lounge lagi khusus untuk beberapa maskapai yang lainnya, seperti Emirates, Etihad, dll.

Tempat makan di lantai dua yang lainnya yang bisa dicoba adalah terletak di pojok ruangan. Letaknya di dekat wahana tempat anak-anak bisa main (kecil saja, tidak luas). Restoran ini lebih banyak menyediakan menu India/Pakistan dan Arab. Cara penyajiannya prasmanan, kita bisa memesan makanan terlebih dahulu, kemudian baru memesan minuman. Sama seperti di konter lainnya, kita bisa menggunakan mata uang selain Qatari Riyal seperti yang sudah saya sebutkan di atas. Kita bisa duduk santai di meja-kursi yang di sediakan di depan konter restoran ini sambil menunggu waktu transfer selesai. Apabila kita membawa anak-anak di bawah usia 5th, ada wahana permainan anak di dekat restoran ini. Memang tidak besar, namun mungkin cukup untuk membuat anak-anak senang sambil menghabiskan waktu. Itu pun kalau anak-anak tersebut tidak capek. Apabila kita ingin menarik uang tunai melalui ATM atau menukarkan uang lewat money changer, di dekat permainan anak-anak ini ada satu ATM dan juga money changer.

Kita tidak perlu khawatir untuk ketinggalan pesawat di saat sedang menunggu waktu transit selesai. Selain adanya update keberangkatan pesawat yang selalu disiarkan melalui pengeras suara, kita juga bisa mengecek jadwal keberangkatan pesawat melalui layar-layar monitor yang dipasang di beberap tempat. Di sana akan tertera informasi no pesawat, jam keberangkatan, dan di berangkatkan melalui gate berapa pesawat tersebut. Bagi yang lebih senang menunggu sambil duduk di ruang tunggu keberangkatan, di lantai dua juga disediakan banyak kursi. Mungkin ada beberapa di antara kita yang ingin beristirahat saja dibandingkan jalan-jalan melihat suasana atau menikmati DIA di sela-sela menghabiskan waktu transfer. Ketika gate sudah dibuka untuk boarding, penumpang akan dipindahkan ke ruangan sementara tempat nantinya menunggu bus yang akan membawa dari terminal transfer menuju ke pesawat. Jadi seperti kedatangan di terminal transfer, untuk keberangkatan dari terminal transfer ke pesawat kembali lagi harus naik bus, bukan melalui garbarata. Dan menurut pengalaman saya, jarak tempuh dari terminal ke pesawat kadang memakan waktu tempuh 20-30 menit dengan menggunakan bus tersebut.

Demikian tulisan saya mengenai suasana transit di Doha International Airport. Semoga bisa membantu memberikan gambaran bagi anda semua yang baru pertama kali atau belum pernah transit disana. Insha Allah minggu ke-4 bulan Oktober 2012 nanti saya melakukan perjalanan kembali dan kebetulan transit di Abu Dhabi (e-ticket seperti tampak dalam gambar di sebelah kanan). Nantikan tulisan saya berikutnya di bulan Oktober 2012 mengenai suasana transit di Abu Dhabi International Airport. Sedangkan pertengahan bulan November 2012 nanti kembali saya akan melakukan perjalanan. Kali ini Insha Allah saya akan menggunakan pesawat Emirates (e-ticket seperti nampak di gambar sebelah kiri). Dengan demikian tulisan saya di bulan selanjutnya adalah mengenai suasana transit di Dubai International Airport. Semoga apa yang akan saya sampaikan bermanfaat. Salam….

About WiD

Founder&Owner jogja geowisata (www.ygeotour.com). Alumni Teknik Geologi UGM, sekarang masih bekerja di Schlumberger (www.slb.com), sekaligus menekuni sebagai Personal Blogger. Hobby: International Travel, Photography, Gourmet Cooking, Entrepreneurship, Blogging
This entry was posted in Cerita-Cerita and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

42 Responses to Suasana Transit di Doha International Airport Lama

  1. ningsih says:

    halo mas, mau tanya dong
    kalau kita transit di Doha sampai 9 jam, ngapain aja ya enaknya ?
    bisa nggak kita keluar sekedar jalan-jalan keliling kota Doha (yang ktanya gak gede2amat). Apa musti apply visa Qatar , ya ? Pernah punya pengalaman seperti itu ?
    Rencana saya naik QatarAir ke Istanbul bulan Februari tahun depan Insya Allah.

    • WiD says:

      Halo Mbak Ningsih, kalau boleh saya sarankan coba tanyakan ke Qatar Airways perwakilan Jakarta di nomer tilp +622123580611 (jam 09.00-21.00) untuk menanyakan apakah mereka bisa membantu untuk menguruskan visa transit di Doha sana, dikarenakan transit yang lama, yaitu 9 jam. Mbak Ningsih dari Jakarta ke Doha-nya pake QR yang berangkat sore jam 18an atau yang berangkat tengah malam jam 00.40an?

      Saya pernah tinggal di Doha dari Dec 2008 – Dec 2010, dan sesudahnya ketika saya melakukan perjalanan dan transit di Doha, selama ini yang saya tahu kita tidak bisa apply visa transit di bandara Doha. Saya belum pernah melihat ada counter di terminal yang khusus yang melayani visa transit. Tidak seperti ketika kita transit di Dubai, disana ada counter khusus yang melayani aplikasi visa transit. Namun seperti yang sudah saya sebutkan diatas, ada baiknya Mbak Ningsih menanyakan ke perwakilan Qatar Airways di Jakarta pada nomor tersebut diatas. Atau kalau Mbak Ningsih tinggal di Jakarta, mungkin bisa datang ke kantor mereka di Grand Indonesia Shopping Town, 3rd Floor, East Mall EM-3-29, Jl. M.H Thamrin No 1. Jakarta, Indonesia

      Betul Mbak, Doha kota-nya kecil. Bulan Februari negara-negara di Middle East masih dalam situasi musim dingin, termasuk Doha. Namun disana tidak banyak yang bisa dilihat. Mungkin hanya sepanjang corniche (garis pantai) dimana komplek perkantoran banyak terdapat disana, beberapa gedung tinggi dengan desain artistik. Selebihnya tidak ada Mbak. Nah kalau semisal Mbak Ningsih dari Jakarta menggunakan QR yang berangkat sore, akan sampai di Doha jam 23.00 (waktu Doha). Kalaupun transit dan keluar bandara, Mbak Ningsih tidak bisa melihat apa-apa, kecuali semisal nanti QR memberikan hotel, yang bisa Mbak lakukan hanya istirahat dan tidur di hotel menunggu pesawat lanjutan Mbak Ningsih ke Turki. Kalau Mbak dari Jakarta menggunakan QR yang berangkat tengah malam, maka akan sampai di Doha jam 5.00 pagi waktu Doha. Seandainya memang Qatar Aiways Jakarta bisa membantu menguruskan visa transit dan hotelnya, nahh bisa sedikit lihat-lihat situasi kota Doha seperti apa.

      Semoga keterangan saya membantu, dan selamat liburan ke Turki…

  2. ningsih says:

    Ok, mas, terima kasih atas masukan yang sangat detail dan sangat membantu.

  3. Ahmad Karim says:

    Pak Widodo ini perjalanannya dari Kuwait ya?

    Bagaimana caranya supaya bisa dapat bagasi tambahan 12 kg tersebut?

    Terima kasih.

    • WiD says:

      Betul Pak Ahmad dari Kuwait..satu-satunya jalan supaya dapat tambahan bagasi secara gratis adalah menjadi frequent flyer member maskapai tersebut Pak. Kalau kita selalu setia menggunakan salah satu maskapai, maka keanggotaan kita juga akan dengan cepat naik ke kelas berikutnya, misalnya ke silver atau gold. Dengan begitu jatah bagasi kita juga akan naik sesuai dengan ketentuan maskapai yang bersangkutan untuk silver atau gold membership. Salam

  4. Ayu says:

    Halo mas,
    Mau tanya klo beli Riyal Qatar di Jakarta dimana ya? Saya sudah cari di 2 money changer mereka bilang ga menyediakan uang qatar.
    Thanks

    • WiD says:

      Halo juga Mbak Ayu, setahu saya memang Qatar Riyal jarang diperjualkan di money changer di Jakarta. Nah lebih baik Mbak Ayu bawa US dollar ketika akan traveling ke Qatar. Nanti disana Mbak Ayu bisa tukarkan US dollar ke Qatar Riyal pada saat sudah sampai di Qatar. Dan jangan khawatir, apabila uang US dollar-nya terlipat, hal ini tidak akan mengurangi nilai tukarnya ketika Mbak Ayu tukarkan ke Qatar Riyal.

  5. fahri says:

    pagi mas, mau tanya. kalo kita transit di doha dengan waktu yang lama, apakah akan diberi fasilitas (makan, dll)? atau kita nunggu aja gitu? biasanya ngapain ya mas biar gak bosen? hehehehe makasih

    • WiD says:

      Pagi juga Mas Fahri, kalau misalnya transitnya lebih dari 10 jam, saya sarankan Mas Fahri coba untuk menanyakan langsung ke Qatar Airways perwakilan Jakarta, apakah mereka bisa menguruskan visa transit dan hotel. Kalau transitnya 5-6 jam atau kurang, biasanya semuanya diserahkan kepada penumpang untuk mengatur waktu selama transit mau digunakan untuk apa saja selama menunggu lanjutan pesawat berikutnya. Mereka tidak memberi fasilitas apapun Mas. Untuk makan dan sebagainya diserahkan kepada penumpang selama transit di terminal transit Aiport Doha. Salam

  6. virda ma says:

    halo mas,
    saya seneng nih baca blognya sampeyan. ^^
    rinci banget, dan jelas, jd ketika saya nanti transit di Doha, saya tau hrs kemana.
    ada sedikit pertanyaan ketika transit di Doha.
    saya pergi jkt-transit jam 05:26 (2,5jam) -turki ;
    balik turki-transit jam 23:40 (2,8jam) – jkt
    inginnya bisa beli merchan khas doha.. kira2 lbh baik kpn saya bs jalan keliling bandara u/ beli merchan?? terlalu pagi atau terlalu malam?? trims yaa..

    • WiD says:

      Halo juga Mbak Virda..wahh mau liburan ke Turki ya, semoga perjalanan Mbak Virda menyenangkan. Tentang pertanyaan Mbak Virda, di lantai 1 Aiport Doha, ada duty free, walaupun tidak besar. Disana dijual merchandise khas Doha, seperti mug bertuliskan Qatar/Doha, gantungan kunci, boneka onta, boneka laki-laki dan perempuan yg berpakaian arab berukuran kecil. Tetapi kalau Mbak Virda mau nyari kaos yang bertuliskan Doha/Qatar sepengetahuan saya ga ada disana. Saya rasa waktu transit Mbak Virda sangat cukup untuk mampir ke duty free, karena dekat sekali kok duty free-nya dengan terminal transitnya, jalan kaki 5 menit juga sudah sampai. Jadi menurut saya ketika transit di Doha dari Jakarta, Mbak Virda bisa mampir melihat-lihat dan membeli cindera mata disana. Dan begitu pun ketika pulang ke Jakarta dari Turki-Jakarta dan transit lagi di Doha, Mbak Virda bisa mampir kembali, siapa tahu masih ada yang ingin dibeli. Salam – WiD

  7. hubbul ummi says:

    asslamkm..salam kenal akhi..
    saya mau tanya…kalo kita ke qatar dengan menggunakan visa turis dan disponsori oleh hotel (buka disponsori oleh keluarga yang ada di doha) kabarnya ditanyain berapa uang pegangan atau uang yang ada di ATM kita…kira2 berapa ya akhi uang yang kita jadikn pegangan waktu ditanyain dibandara ….soalnya teman saya sempat di tahan dibandara krena gak ada bawa uang jaminan….mohon informasi akhi

    • WiD says:

      Walaikum Salam…saya pernah tinggal dan kerja di Doha selama 2.5th dari Dec 2010 – Jul 2011. Kebetulan skrg saya sudah pindah di negara berbeda. Waktu di Doha saya mempunyai residence Qatar. Terus terang saya tidak mempunyai pengalaman menggunakan atau apply visa turis untuk masuk Qatar yang disponsori oleh hotel. Mungkin Mas Hubbul bisa mencari informasi ke beberapa milist warga Indonesia yang tinggal di Qatar, salah satunya beralamat disini http://www.tentangqatar.com

  8. hubbul ummi says:

    saya sudah dapat visa nya sekarang akh…munkin akhi tau berapa uang yang biasanya jadi jaminan masuk pas ditanya oleh petugas diimigrasi..saya cuma seorang mahasiswa dan dalam waktu dekat akan jalan ke doha…saudara saya juga gak tau berapa uang pegangan minimal..dan ana tanya di tentang qatar dia juga gak tau akh…afwan..syukron katsiron

    • WiD says:

      Mohon maaf sekali, saya tidak tahu mengenai informasi yang Mas Hubbul tanyakan. Seperti saya sebutkan sebelumnya, tidak ada salahnya Mas Hubbul masuk ke milist yang saya tuliskan tadi. Di sana Mas Hubbul bisa mendapatkan informasi yang lebih valid dari teman-teman Indonesia yang tinggal di Qatar.

  9. mamal says:

    assalamu’alaikum…
    mas mau nanya. ana masiswa kairo al azhar. rencana besok tanggal 13 februari 2013 mau pulang ke indonesia. dan ini baru pertama kali ana naik peasawat qatar. ana transit di doha sekitar 15 jam dan dapet hotel. yang saya tanyakan, apakah nanti ada petugas yang mengantar ke hotel. ini baru pertama kali transit di doha sekaligus dapt hotel. biasanya gk pernah dapet hotel. mohon penjelasannya. syukron ^_^

    • WiD says:

      Walaikumsalam Mas..mungkin karena Mas Aiez transitnya 15jam kemudian diberikan kompensasi hotel oleh Qatar Airways selama menunggu waktu transit tersebut. Tentunya mereka akan menyediakan mobil jemputan untuk menuju kesana. Yang Mas Aiez bisa lakukan adalah setelah landing dan menuju terminal kedatangan, segera hubungi petugas ground Qatar Airways (biasanya berpakaian dengan seragam serba ungu, dan ada pin di topi dan bajunya yang berlambang Orix). Sampaikan saja kepada mereka kalau Mas Aiez mendapatkan hotel selama menunggu transit, kemudian tanyakan lagi kepada petugas tersebut bagaimana Mas bisa menuju hotel tadi, tentunya ground staff akan memandu Mas Aiez untuk langkah selanjutnya.

  10. ibnu says:

    salam kenal Mas Wid.
    saya kbtulan akan kedubai tapi transit oha menggunakani d qatar airways. pesawatcdari jkt 17.45 dan tiba di doha 22.00. kmudian dg pswt qatar airways yg lain terbang dari doha 23.15 nah kalau kayak gini misalkan pesawat yg dari jkt delay…trus gimana ya? apa saya bisa brgkt juga kedyai? masalah bagasi gimaa Mas?

    mohon bagi pngalamannnya ya. klo bisa lgsung kirim ke email saya biar cepet updatenya.

    makasi
    salam
    ibnu

    • WiD says:

      Salam kenal kembali Mas Ibnoe…memang waktunya terlalu mepet Mas dengan waktu transit seperti itu, tetapi jangan khawatir, karena connecting flight-nya masih dalam satu maskapai yaitu Qatar Airways, ada beberapa kemungkinan: 1) Kalau delay-nya tidak terlalu lama dan masih dalam batas wajar, maka Mas Ibnoe tetap akan ditunggu oleh pesawat lanjutan tersebut (yang jam 23.15). Tetapi seandainya delay-nya sudah terlalu lama, maka Mas Ibnoe akan diberangkatkan dengan pesawat Qatar Airways yang lainnya. Bagasi akan diberangkatkan bersama-sama dengan pesawat yang ditumpangi Mas Ibnoe juga. Btw, kenapa naik Qatar Mas, apakah pada saat itu tiket Emirates sedang penuh? Sekarang Emirates berangkat dari Jakarta-Dubai 3x dalam sehari, jam 7an pagi, 18an, dan 00.00.

  11. reni says:

    Assalamualaikum…. salam kenal mas wid…
    Saya ada rencana ke istanbul bersama putri saya (5 tahun) bulan Mei 2013. Ini adalah pengalaman pertama kami perjalanan keluar negeri berdua saja. Kebetulan saya naik Qatar Airways brgkt dari Jakarta pukul 00.10, dan akan transit di Doha selama kurang lebih 3 jam. Berhubung visa masuk Turki untuk WNI kan VOA dibeli ketika tiba di Bandara Ataturk, jadi nanti ketika transit di Doha dan pemeriksaan imigrasi maupun boarding, apakah petugas bandara di Doha akan mempertanyakan visa masuk ke Turki atau tidak ya? Rencananya saya tidak akan keluar dari bandara Doha mengingat waktu transit hanya 3 jam. Sebelumnya terima kasih bnyk atas informasinya…

    • WiD says:

      Waalaikum salam, salam kenal kembali Mbak Reni. Ketika Mbak Reni dan keluarga transit di Doha, mereka tidak akan menanyakan sama sekali visa dan surat perjalanan lainnya untuk perjalanan berikutnya, regardless berapa lama waktu transit di Doha, mau sebentar atau lama, dan tujuan berikutnya kemana. Ketika transit kita hanya akan melalui custom screening (memasukkan bawaan kita ke alat scanner) sebelum memasuki terminal transit.

  12. Tanty says:

    Salam kenal mas Wid.
    Insha Allah tahun depan saya mau ke Doha mas. Nah ini perjalanan pertama saya yang paling jauh & sendiri. Saya mau tanya, apakah perjalanan dari Jakarta ke Doha langsung atau transit di negara mana mas? Saya naik pesawat QR.
    Terima Kasih.

    • WiD says:

      Salam kenal kembali Mbak Tanty. Untuk perjalanan QR itu penerbangan dari Jakarta langsung ke Doha kok Mbak, jadi tidak ada transit di negara manapun. Kurang lebih waktu yang dibutuhkan untuk menempuh perjalanan Jakarta-Doha adalah 8 jam. Pesawat QR nyaman, pramugarinya ramah, makanan yang disajikan enak, dan untuk mengisi kejenuhan di dalam pesawat, Mbak Tanty bisa memutar film, mendengarkan musik dari perangkat audio/video di depan kursi Mbak Tanty. Semoga perjalana tahun depan ke Doha menyenangkan ya Mbak..

  13. Abdul says:

    Maksimal berat bagasi ma kabin berapa biasanya Mas??saya rencana balik dari kairo ke Indonesia pakai Qatar, makasih Infonya

  14. Tesalonika says:

    Wah, terima kasih infonya sangat membantu,
    Pak Wid pernah ke eropa kan tentunya, saya mau tanya Pak Wid, kalau saya dari Brussels ke Jakarta pakai Qatar Airways, berapa jatah bagasi untuk kelas ekonomi ya? karena ini pertama kalinya saya naik Qatar, ada yg bilang 23 kg ada yg bilang 30 kg,,jadi bingung..
    Terima kasih,,

    • WiD says:

      Sama-sama Ibu Tesa, terima kasih kembali. Kalau jatah bagasi Qatar Airways untuk kelas ekonomi 30 Kg, kelas bisnis 40 Kg dan first class 50 Kg. Informasinya tercantum di official website mereka kok Bu…silahkan bisa dicek disini http://www.qatarairways.com/id/en/baggage.page, di bagian “Flights to and from all other destinations”.

  15. Tesalonika says:

    terima kasih banyak Pak Wid, sangat membantu, iya saya sudah lihat di website-nya tp bingung karena banyak yg bilang jatahnya cuma 23 kg,, syukur deh kalau 30 kg,,legaaa,,,bisa bawa oleh2 banyak,, hehe,,
    Sukses selalu untuk Pak Wid,,
    Salam,

    • WiD says:

      Iya Bu, yang benar 30 Kg di bagasi dan 7 kg bisa dibawa ke kabin, jadi kalau ditotal-total kan 37 kg. Seneng sekali donk yang bakal dapat oleh-oleh dari Ibu Tesa nantinya hehe. Sukses selalu juga untuk Ibu Tesa. Regards

  16. betawi says:

    Mas, kalau ke Qatar dengan low budget kira-kira maskapai apa ya? sy lihat Qatar Air harganya 8 jutaan. Mohon Informasinya soalnya ada rencana ke sana tetapi tersandung budget yg minim dan perusahaan gak menanggung tiket karena sy baru pertama kali nih. terima kasih

  17. septi says:

    Dear Mas Wid,

    Sy akan ke montreal tgl 9 naik qatar.
    Berangkat ber 4 dan pulang sendirian.
    Terus terang saya agak takut juga,
    Waktu pulang ke ind, tiba di qatar jam 17.45 dan berangkat lagi ke Jkt jam 02.15 pagi. Kira2 transit 8jam.
    Mnrt mas Wid, apa yg saya kerjakan? Kalau dpt hotel apa cukup waktunya?
    Kalau mau ke hotel berarti melewati imigrasi lagi kah? Apa hotel nya ada di airport? Trimakasih sebelumnya.

    • WiD says:

      Dear Mbak Septi..kira-kira pulang dari Kanada kapan ya? karena dengar-dengar airport mereka yang baru sudah akan dipakai, dan airport yang lama seperti yang saya tulis di blog ini sudah tidak akan dipakai lagi. Menurut informasi yang saya baca, Doha intl airport yang baru akan dibuka tgl 28-29 Mei 2014. Bandaranya super modern tidak kalah dengan Dubai intl airport. Di Doha international airport yang baru akan banyak yang bisa Mbak Septi lakukan, karena dilengkapi fasilitas belanja, restoran, hotel dan hiburan lainnya, jadi waktu transit 8 jam tidak akan terasa membosankan. Tetapi kalau Mbak Septi pulangnya sebelum tanggal tersebut di atas berarti ketika nanti transit masih akan di bandara lama dan sayangnya di bandara lama tidak ada fasilitas transit hotel dan Mbak Selfi harus keluar dan harus ada visa masuk ke Qatar. Menunggu selama 8 jam di Doha intl airport yang lama terus terang agak membosankan, karena bandaranya tidak besar. Namun dari segi keamanan, Mbak Selfi tidak usah takut, ketika transit di dalam suasananya sangat aman. Menurut saya tidak ada salahnya jika Mbak Selfi menanyakan kepada kantor perwakilan Qatar Airways di Jakarta apakah kira-kira memungkinkan tidak mereka membantu mengontak hotel di Doha untuk membuatkan transit visa (jadi yang menjadi sponsor-nya nanti pihak hotel) sehingga bisa Mbak Selfi gunakan ketika ingin keluar dari airport dan menuju hotel untuk beristirahat. Semoga jawaban saya membantu..

  18. septi says:

    Dear Mas wid,
    Makasih balasan nya yaa. Sy plg tgl 18 mei, jd mungkin ga sempat menikmati airport baru.
    Tp saya dapat hotel, sdh confirm cuma ga tau htl apa. Karena saya tiba jam 17.45, berangkat lg jam 02.15. Bagaimana sih kalau dpt hotel spt itu prosedurnya, kalau kita sdh sampai di airport? Thanks

    • WiD says:

      Sukurlah Mbak Septi kalau dapat hotel. Hotelnya yang arrange Qatar Airways ya? kalau yang arrange mereka Mbak Septi tidak usah khawatir, karena nanti pasti ada ground staff Qatar Airways yang akan membantu Mbak Septi untuk menuju hotel dan menjeput hotel balik ke airport. Biasanya sih kalau Qatar Airways hotel di Doha adalah hotel Rotana. Tapi untuk lebih detailnya nanti ketika Mbak Septi sudah sampai di Doha, Mbak Septi langsung mencari ground staff untuk menanyakan lebih lanjut. Jangan khawatir, ground staff QR ini banyak sekali stand by di terminal transit, jadi Mbak Septi akan dengan sangat mudah menemukan mereka.

  19. Asslmkm mas, posting yang menarik, ada yang mau saya tanyakan ni mas, ni pertanyaan yang agak2 sepele tapi krusial. Saya mau tanya kalau saya berangkat dari malaysia ke qatar jam 09.45 sampai di doha pukul 11;50, berangkat lagi ke paris 14:15 dan sampai diparis 20: 15. (saya bingung mas ini jam waktu malaysia pagi apa malam)? (dan yang ditiket ini pake sistem waktu yang mana mas?). sistem waktunya 24 atau 12 mas? krusial banget, tau tau ntar amblas ketinggalan flightnya. terimakasih

  20. amin says:

    Salam kenal pak wid

    sy mahasiswa berkeluarga dari al-azhar Cairo, inshaAllah skitar tgl 24 juni ini akan keIndonesia dgn maskapai Qatar, ini perjalanan perdana kami dhn qatar, karnanya sy mau byk tanya pak

  21. amin says:

    Seperti yg ana tlis diats…insyaAllah kami akan melakukan perjalan dgn qatar airways pd tgl 24 juni atau 3 juli (tglnya blm fix krn msh ada yg dipertimbamgkan

  22. sigit kus says:

    assmlmkm wr wb..selamat malam Mas Wid…salam kenal..

    mau tanya, inshaAllah, tanggal 19 juli ini saya akan ke manchester, UK naik qatar airways. Berangkat dari Jakarta jam 04.10 dan sampai Doha Jam 9.00 waktu Qatar. Saya transit 16 jam. Kalau transit begitu lama, apakah bagasi harus diambil?
    terima kasih banyak sebelumnya

    • WiD says:

      Walaikum salam Mas Sigit, salam kenal kembali. Bagasi tidak perlu diambil Mas, karena connecting flight-nya juga menggunakan Qatar Airways. Jadi nanti bagasi langsung diambil di Manchester. Doha sekarang mempunyai bandara baru, namanya Hamad International Airport, semegah Dubai airport. Insha Allah tulisan saya berikutnya menceritakan suasana transit di Hamad International Airport ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>