Mengawali Hari Pertama Puasa 1433 H di Negara Orang

Seperti beberapa tahun terakhir, seperti biasa saya memulai menjalankan hari pertama ibadah puasa pada Ramadhan 1433 H ini jauh dari keluarga, puasa di negeri orang, penuh dengan kesederhanaan. Kebetulan di negara di mana saya tinggal sekarang ini, ditetapkan hari pertama Ramadhan jatuh pada hari Jumat, 20 Juli 2012.

Saya tinggal di sebuah apartemen, lumayan besar, dengan 3 kamar tidur, 3 kamar mandi, ruang keluarga dan dapur dengan peralatan masak lengkap. Namun begitu tinggal sendirian di saat Ramadhan seperti sekarang ini tetap dirasa seperti ada yang kurang lengkap, tidak ada teman berbuka puasa dan sahur di rumah, kemungkinan ketiduran saat waktunya sahur sangat besar, contohnya di hari pertama seperti tadi malam, saya kelewatan sahur karena ketiduran hehe. Apalagi bulan puasa kali ini masih bertepatan dengan musim panas, dimana pengaruhnya adalah jam berpuasa menjadi lebih panjang dibandingkan dengan di tanah air, walaupun sebenarnya hanya beda kurang lebih 1-an jam saja. Apapun kondisinya saya tetap bersyukur. Saya beranggapan sebagai bagian dari sebuah ujian di bulan puasa yang harus dijalani dengan penuh keiklasan. Insha Allah kalau semua dijalani semata hanya mencari keridhoan-Nya, semua akan berjalan lancar, adem ayem di hati dan pikiran.

Untuk persiapan berbuka puasa di hari pertama kali ini, saya memasak sendiri sekaligus untuk mengisi dan menghabiskan waktu agar terasa cepat berlalu menjelang waktu berbuka. Pertengahan bulan Juni 2012 kemaren, saya pulang ke tanah air, untuk bertemu dengan seorang teman yang baik, dan saya diajak oleh dia untuk makan siang di sebuah rumah makan Sunda , Sambara namanya, yang lokasinya ada di seputaran Jalan Wolter Monginsidi, Jakarta Selatan. Waktu itu kami memesan masakan Sunda yang disajikan dengan beras merah. Nah sejak saat itu saya mencoba untuk mengkonsumsi beras merah ini, apalagi hasil medikel cekup saya bulan Mei kemaren dokter memberi nasehat untuk mengkonsumsi low fat, katanya kolestrol saya sudah tinggi. Beras merah banyak yang menyarankan untuk dikonsumsi karena baik untuk kesehatan. Beberapa minggu lalu saya pulang ke tanah air lagi, dan sepulangnya dari tanah air, saya membawa 5Kg beras merah untuk dikonsumsi sehari-hari. Nanti kalau beras merahnya habis, ya beli lagi balik ke Indonesia hihi. Nah sore ini saya menyiapkan hidangan buka puasa dengan menu beras merah, sayur lodeh kacang panjang, sambel terasi, telur dadar, dan irisan buah mangga. Untuk minumnya cukup dengan es teh manis saja, twinings earl grey. Menu yang sederhana, dimasak sendiri, dan disantap sendiri.

 

Karena ada tugas kantor, besok hari Sabtu, 21 Juli saya harus berangkat ke Dubai sampai tanggal 29 Juli 2012. Jadi puasa di tempat lain lagi. Tentu saja suasana puasa yang akan saya jalani berbeda lagi.

 

 

Pesawat Emirates yang membawa saya ke Dubai mendarat agak sedikit telat dari  yang dijadwalkan. Alhamdulillah saya tetap puasa, tidak tergiur dengan hidangan makanan yang setiap saat disajikan di dalam pesawat Emirates.

Walaupun saya memegang passport Indonesia, namun karena kerja dan mempunyai residence dari salah satu negara di wilayah GCC, saya bisa mengajukan visa on arrival ke Dubai. Cara mengajukannya cukup sederhana dan mudah. Begitu pesawat mendarat, terus saja melangkah ke arah baggage claims dan passport control. Di ujung paling  kanan ada money changer sekaligus tempat membeli formulir pengajuan visa on arrival, “Emirates NBD”, samping sebelah kiri tempat Eye Scan. Formulir aplikasi visa on arrival harganya 185 Dirham (1 Dirham kurang lebih Rp 2570 per kurs hari ini). Setelah form diisi, kemudian saya mengantri di Eye Scan, untuk scan mata sekaligus formulir aplikasi distempel.

Antrian di Eye Scan cukup panjang, dan baru 2jam kemudian saya selesai. Proses selanjutnya adalah langsung menuju passport control untuk immigration cleareance. Setelah immigration clearance selesai, saya langsung menuju ke carousel tempat pengambilan bagasi kemudian keluar bandara. Tidak lupa saya menyempatkan diri membeli local simcard prepaid di konter Etisalat persis di pintu luar kedatangan, supaya tetap bisa berkomunikasi murah dengan BlackBerry . Harga kartunya 50 Dirham dan untuk mengaktifkan layanan BIS ditambah 40 Dirham, total 90 Dirham. Saya pikir lebih murah daripada menggunakan simcard negara asal, karena kena roaming.

Taksi yang membawa saya dari bandara ke hotel tempat saya menginap sampai tanggal 29 Juli nanti meluncur dengan kecepatan sedang, kurang lebih jam 16.00 local time sudah sampai di hotel. Sopirnya seorang India, bahasa Inggrisnya bagus, tapi anehnya dia bilang tidak bisa membaca tulisan bahasa Inggris hehe. Tarif taksi yang tertera di argo meter sebesar 45 Dirham dari bandara ke Novotel WTC. Setelah segala urusan checkin selesai, segera saya menuju kamar dan istirahat sejenak. Karena saya puasa, sedangkan paket hotelnya termasuk sarapan gratis, maka sarapan gratisnya bisa diganti dengan paket sahur.

Hari ini lumayan capek, apalagi tadi harus berdiri antri selama 2jam di tempat Eye Scan, cukup membuat kaki pegel-pegel. Istirahat sejenak di kamar adalah pilihan paling pas. Menjelang berbuka puasa saya menyempatkan diri membalas email kantor. Setengah jam menjelang buka puasa, saya memesan beberapa menu makanan lewat room service. Eh ternyata pesanan saya kebanyakan hihi. Setelah tiba waktu berbuka, saya pun menyantap hidangan berbuka puasa yang saya pesan tadi dengan hari senang hehe..Alhamdulillah

 

Pada kesempatan yang baik ini, tidak lupa saya ingin mengucapkan selamat menjalankan ibadah Puasa 1433 H bagi yang menjalankan, semoga amalan kita bersama di bulan suci Ramadhan ini diterima oleh Allah SWT..aminn

Posted in Cerita-Cerita | Tagged , , , , | Leave a comment

Bagaimana Caranya Menukarkan QMiles Qatar Airways dengan Tiket Murah

Saya yakin semua maskapai penerbangan internasional mempunyai suatu program untuk mempertahankan atau tetap menjaga loyalitas pelanggannya agar tetap terbang dengan maskapai tersebut. Salah satunya adalah Qatar Airways, mereka mempunyai program loyalitas penumpang yang mereka namakan Qatar Airways Privilege Club.

Saya tidak bekerja di Qatar Airways, jadi apa yang saya ceritakan disini bukan dalam rangka promosi, tetapi hanya sekedar berbagi cerita, karena kebetulan saya member dari program ini dan beberapa kali merasakan manfaatnya. Apa yang akan saya ceritakan kali ini adalah bagaimana caranya menukarkan Qmiles Qatar Airways Privilege Club dengan tiket murah.

  • Pertama-tama yang perlu dilakukan tentu saja login ke http://www.qatarairways.com/global/en/homepage-privilege-club.page#

 

 

  • Kemudian klik “Login to Privilege Club” seperti yang dalam lingkaran warna merah di atas. Windows login seperti dibawah ini akan muncul

  • Masukkan Nomer keanggaotaan dan pin anda, kemudian klik tombol “Login” di pojok kanan bawah dari window login diatas. Sesaat kemudian anda akan menuju ke window baru. Untuk mengetahui berapa Qmiles point yang anda butuhkan untuk menuju ke kota/negara tujuan anda, klik “Manage & Qmiles” > “Qmiles Redeem Calculator”

  •  Masukkan asal dan tujuan keberangkatan anda. Misalnya contoh untuk saya, akan saya masukkan dari Kuwait ke Jakarta. Kemudian klik tombol “Calculate Qmiles”. Dari kalkulator Qmiles akan terlihat dibutuhkan 35000 Qmiles untuk mendapatkan tiket “gratis” dari Kuwait ke Jakarta. Sebenarnya bukan gratis benar-benar gratis, tetapi hanya membayar pajak, sedangkan harga tiketnya sendiri benar-benar gratis.

  •  Setelah anda tahu berapa poin yang dibutuhkan dari dan menuju tempat tujuan anda, langkah selanjutnya adalah melakukan booking. Caranya kembali ke Home Privilege Club kemudian klik “Book & Upgrade” seperti dalam  window di bawah ini:

  • Lakukan proses booking flight sampai selesai seperti tampak dalam contoh di bawah ini

  • Langkah terakhir adalah melakukan konfirmasi pembayaran. Ada 2 pilihan, apakah akan menggunakan 35000 Qmiles (excluding tax, belum termasuk pajak), atau menggunakan 17500 Qmiles + cash (belum termasuk pajak)

 

 Dari gambar di atas terlihat, total “uang” yang harus saya bayar untuk perjalanan dari Kuwait – Jakarta (return, pulang-pergi) adalah 35000 Qmiles + pajak (sebesar 74.7 KD atau kurang lebih setara dengan Rp 2.5 jt). Artinya saya hanya perlu membayar sejumlah uang Rp 2.5 jt untuk tiket pulang-pergi dari Kuwait – Jakarta. Murah bukan?

Semoga tips di atas bermanfaat…

Posted in Tips | Tagged , , , , | 4 Comments

Sudahkah Anda Mengganti Password Linkedln Anda dengan Password yang Kuat?

Beberapa hari yang lalu saya menonton berita di stasiun TV Al-Jazeera versi bahasa Inggris tentang dibobolnya situs Linkedln oleh hacker dan mereka berhasil mencuri 6,5 juta password pengguna Linkedln dan mempublikasikannya di situs hacker. Selang beberapa hari kemudian saya mendapatkan email “Security Alert” dari kantor yang isinya mengingatkan semua pegawai untuk berhati-hati dan segera mengganti password Linkedln apalagi kecenderungan kita adalah menggunakan satu password yang sama untuk semuanya. Saya pun mendapatkan email peringatan dari Linkedln untuk segera merubah password. Linkedln juga mengirimkan tautan untuk me-reset password kita.

Bisa jadi password Linkedln kita gunakan sama dengan password yang kita gunakan untuk membuka email kantor, email pribadi, internet banking, jejaring sosial, dan sebagainya. Dengan demikian untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, alangkah baiknya untuk segera mengganti password Linkedln dengan password yang kuat.

Bagaimanakah tip membuat password yang kuat yang susah ditebak atau dijebol oleh hacker? Berikut beberapa tip yang saya ambil dan terjemahkan dari microsoft tentang tip membuat password yang kuat dan susah untuk ditebak oleh hacker.

  • Panjang. Panjang 8 karakter atau lebih
  • Kompleksitas. Gunakan kombinasi huruf, angka, simbol, tanda baca. Sebisa mungkin gunakan semua karakter, angka, atau huruf yang ada di keyboard, bukan hanya karakter yang umum digunakan. Semakin banyak vareasi karakter yang digunakan akan semakin baik. Perlu diperhatikan, software untuk meng-hack password secara otomatis akan bisa mengenali karakter-simbol konversi yang umum digunakan, misalnya “to = 2” atau “and = &”
  • Vareasi. Untuk menjaga keefektifan password kita agar tetap kuat, sebaiknya kita rubah password tadi secara teratur. Misalnya dengan memberikan peringatan otomatis setiap 3 bulan sekali untuk merubah password email, internet banking, kartu kredit, dll-nya
  • Keragaman. Jangan menggunakan satu password yang sama untuk semuanya. Misalnya password email pribadi sama seperti password email kantor, internet banking, jejaring sosial, dan lainnya.
  • Hindari. Hindari membuat password yang mudah ditebak, misalnya dengan menggunakan kata-kata terjemahan dari satu bahasa ke bahasa yang lain, menuliskan password dengan menggunakan kata-kata yang dituliskan terbalik, singkatan, huruf atau karakter yang dituliskan secara berurutan misalnya 123456, abcdefg, atau menggunakan huruf atau angka yang berdekatan letaknya di keyboard. Dan yang tidak kalah pentingnya, hindari membuat password yang menggunakan data-data pribadi kita, misalnya tanggal lahir, tempat lahir, nama pacar, nama istri/suami/anak dan sejenisnya.

Semoga bermanfaat, dan selalu waspada…

Posted in Tips | Tagged , , | Leave a comment

Bagaimana Cara Menkonversi Lagu di YouTube Menjadi File MP3 Secara Online dan Gratis

Sering kali kita menemukan banyak lagu bagus yang secara sengaja maupun tidak sengaja kita dapatkan di YouTube, namun seketika itu juga kita bingung bagaimana bisa menyimpan dan mengkonversi file video tersebut menjadi sebuah file MP3, dengan demikian kita bisa memutar lagu-lagu tersebut di MP3 player kapan saja dan dimana saja.

Berikut ini akan saya tuliskan tips sederhana bagaimana cara merubah file video di YouTube menjadi sebuah file MP3 secara online dan gratis.

  • Silahkan anda kunjungi tautan berikut http://www.youtube-mp3.org/. Anda akan mendapatkan windows seperti di bawah ini:

 

 

 

 

 

  • Kemudian masukkan alamat URL dari video sebuah lagu yang ada di YouTube yang akan anda rubah menjadi sebuah file MP3 pada kolom di atas tombol “Convert Video” seperti contoh di bawah ini. Misalnya saya akan merubah sebuah lagu video dari Albert, AFI Junior, yang menyayikan lagu berjudul Sio Mama. Alamat URL di YouTube adalah http://www.youtube.com/watch?v=Y56FEI9Irog&feature=related. Maka untuk merubah lagu tersebut menjadi file MP3, saya memasukkan alamat URL-nya pada kolom yang sepeti gambar di bawah ini
  •  

 

 

 

 

 

  • Setelah itu anda klik tombol “Convert Video”, maka anda akan mendapatkan windows seperti di bawah ini

 

 

 

 

 

 

  • Anda akan mendapatkan sebuah pesan bertuliskan “Video successfully converted to mp3” dengan thumbnail dari video yang bersangkutan. Langkah terakhir silahkan anda klik tautan menu “Download” dan file MP3 akan terunduh di dalam komputer anda.

Sederhana dan mudah bukan? selamat mencoba..

Untuk tahu bagaimana cara mengunduh video dari YouTube secara online dan gratis, bisa dibaca ulasannya di sini

Posted in Tips | Tagged , , , | Leave a comment

Cara Tiga Mantan Mahasiswa Geologi Menghabiskan Waktu Akhir Pekan di Negara Orang

Melihat judulnya kok seolah-olah saya ingin mengeneralisasikan bahwa semua mantan mahasiswa Geologi akan menghabiskan acara akhir pekan dengan cara yang sama seperti yang akan saya tuliskan di bawah ini. Nah supaya tidak salah paham, saya perlu nulis disclaimer-nya dulu  nih. Judul di atas hanya berlaku untuk saya saja ya dan di suatu satu hari itu saja.

Saya, sore tadi dijemput temen untuk diajakin jalan. Setelah menjemput saya, mobil Dodge Nitro warna merah yang kita naiki meluncur dengan kecepatan lumayan kencang menuju ke arah apartemen salah seorang teman lagi. Setelah bertemu dengan teman ini, kemudian kita bertiga meluncur ke arah kota untuk sekedar melepas lelah dan menikmati suasana akhir pekan bersama-sama. Karena sama-sama di rantau, rasanya senang bisa berkumpul dan menghabiskan waktu bersama. Namun seperti biasa kita dihadapkan pada satu pertanyaan yang sama dari waktu ke waktu,”mau jalan kemana?” huahehaha. Di sini tidak terlalu banyak pilihan tempat untuk menikmati dan menghabiskan acara di akhir minggu, tidak sebanyak opsi yang ada di tanah air. Setelah berunding..akhirnya diputuskan kita makan malam dulu sebelum melanjutkan perjalanan selanjutnya. Kali ini pilihan makan malam jatuh di sebuah restoran yang menyajikan Chinese Food cuisine. Sepanjang perjalanan menuju ke restoran ini, temen saya memutar sebuah lagu melalui panel audio yang ada di Dodge Nitro, sebuah lagu dangdut yang dibawakan oleh orkes PSP (Pancaran Sinar Petromak), sebuah band lama tahun 1980an. Judul lagunya Fatimah, lagu kocak menceritakan seorang janda cantik asal Singapore yang bernama Fatimah. Nahh yang penasaran ingin mengunduh dan mendengarkan lagunya seperti apa bisa diunduh disini nih psp_fatimah. Sepanjang perjalanan kita bertiga ketawa-ketiwi sambil saling berkomentar dan sesekali menirukan syair lagu Fatimah yang dinyanyikan band PSP ini.

Setibanya di restoran China, kita langsung memesan beberapa menu, seingat saya kami memesan beberapa mangkok sup dan beberapa piring menu ayam, udang dan ikan. Sepanjang waktu menghabiskan santap makan malam, kami banyak bercerita ngalor ngidul, kesana kemari, dari cerita-cerita kami semasa masih kuliah, praktikum, kuliah lapangan, sampai suasana kerja. Oh iya, kami bertiga sama-sama sebagai mantan mahasiswa Geologi. Saya alumni Geologi UGM, sedangkan kedua teman saya adalah alumni Geologi ITB. Saya dan salah satu teman kebetulan bekerja di Schlumberger, sedangkan satu teman lagi bekerja di salah satu perusahaan minyak di negara ini.

Setelah selesai dan puas menikmati makan malam, kami bertiga melanjutkan perjalanan menuju ke sebuah mal terbesar di negara ini. Di sini hanya ada 3 mal besar, jumlah yang sangat sedikit misalnya dibandingkan dengan jumlah mal yang ada di Jakarta. Bayangkan dengan hanya 3 mal besar untuk memuaskan keinginan semua orang berlibur di akhir pekan, bisa dibayangkan betapa padatnya pengunjung mal. Setelah hampir 1 jam berjuang mencari tempat parkir yang kosong, pada akhirnya kita bisa juga mendapatkan tempat parkir. Memasuki mal di akhir minggu suasananya penuh oleh pengunjung. Saya jadi teringat suasana keramaiannya agak-agak mirip ketika saya memasuki pasar Beringharjo di Jogja hehe. Setelah sampai ke dalam mal pun pertanyaan yang sama masih terulang kembali terlontar diantara kami bertiga,”mau nongkrong dimana?” Sebuah pertanyaan rutin yang kembali terulang hahaha.

Akhirnya kita memutuskan untuk nongkrong di Starbucks sambil duduk melihat, mengamati, dan menikmati pemandangan orang-orang yang berlalu lalang kesana kemari hihi. Kebetulan kita mendapatkan tempat di dalam gerai, di sebuah meja kosong di dekat jendela dengan kaca yang transparan yang bisa terlihat dari dalam atau dari luar gerai. Begitu kita duduk dengan bebas kita bisa melihat makhluk Tuhan paling seksi bersliweran kesana kemari bak laron-laron di waktu malam yang mendekat mencari arah terang dari sebuah lampu. Tiba-tiba di samping persis tempat kami duduk, datang dua orang makhluk Tuhan paling seksi, duduk berseberangan dengan meja kami, sayangnya tersekat oleh jendela transparan ini. Walaupun tersekat, tapi kami masih bisa mengagumi mereka dengan bebas. Kedua teman saya sudah saling berkomentar tentang apa yang ada di hadapan kami tersebut, tentu saja saya juga ikut menimbrung mengomentari komentar-komentar mereka. Kami mengamati kedua gadis di depan kami ini menunjukkan sikap yang salah tingkah, entah karena merasa kami perhatikan, atau karena dia mencari perhatian, atau karena diperhatikan oleh pengunjung yang lainnya haha.

Hampir tiga jam kami nongkrong di Starbucks, dan sudah membuat kami cukup lelah. Kami akhirnya memutuskan pulang. Sepanjang perjalanan pulang, kembali teman saya memutar lagu dangdut. Hebat juga nih teman saya senang lagu dangdut hehe. Kali ini lagu yang diputar adalah sebuah lagu berirama dangdut keroncong kocak judulnya mahasiswa rantau oleh band PeHaBe (Pemuda Harapan Bangsa). Kami sepanjang jalan tertawa terbahak-bahak mendengarkan syair kocak lagu ini, membuat ingatan kami menerawang jauh mengingat kisah kami sewaktu mahasiswa dulu…kurang lebih persis seperti yang diceritakan dalam lagu ini. Bagi yang penasaran dengan syair dan lagu kocaknya, bisa diunduh disini PeHaBe – Mahasiswa Rantau.

Hahaha…begitulah kami bertiga menghabiskan acara akhir pekan kami kali ini, makan, nongkrong di mal dan ber-dangdut ria mendengarkan lagu-lagu kocak yang dibawakan oleh orkes melayu kreatif di dalam mobil.

Posted in Cerita-Cerita | Tagged , , , , , , , , | 2 Comments

KTKLN…Satu Lagi Kartu Identitas Baru Menghiasi Dompet Saya

KTKLN adalah sebuah kartu yang berwarna dominan putih dan merah di bagian atas dengan hologram bersimbol BNP2TKI. Di pojok kiri atas  kartu tertera simbol burung Garuda dan di pojok kanan atas ada logo BNP2TKI. Iya betul, kartu ini sekarang menjadi penghuni baru dompet Longchamp saya. Apa sih kepanjangan dari KTKLN itu? Kalau saya melihat di kartu-nya, disana tertulis kepanjangan dari KTKLN adalah Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri, kemudian di dalam tanda kurung bertuliskan terjemahan bahasa Inggrisnya “Overseas Worker’s ID Card”. Berikut wujud dari kartu KTKLN (gambar sengaja dibuat kabur hehe)

Saya ingat, awal-awal dimunculkan ide pembuatan KTKLN pada awal tahun 2011 lalu menimbulkan pro dan kontra. Bahkan banyak yang mengatakan ide ini adalah cara yang digunakan pemerintah untuk mendata para pekerja profesional yang bekerja di luar negeri dari kewajiban membuat NPWP, melaporkan atau membayar pajak apa yang didapatkan dari hasil kerjanya di luar negeri, dan lain-lainnya. Saya tidak akan membahas pro dan kontra dengan adanya KTKLN ini. Yang akan saya ceritakan disini adalah pengalaman saya membuat kartu tersebut itu sendiri.

Beberapa teman yang sudah pulang cuti terlebih dahulu ke Indonesia, sudah jauh-jauh hari mengurus dan mempunyai KTKLN, karena memang diwajibkan. Untuk saya sendiri baru tanggal 19 Mei 2012 ini berkesempatan membuat KTKLN. Karena suatu hal saya baru mendapatkan visa kerja di tempat assignment saya yang baru di negara ini, baru awal Mei kemaren. Sedangkan 9 bulan terakhir sebelum mendapatkan visa kerja saya  menggunakan visa bisnis yang mengharuskan tiap bulan keluar dari negara tersebut untuk memperbaharui dan membuat visa bisnis berikutnya. Selama masih menggunakan visa bisnis, tidak ada keharusan membuat KTKLN karena dianggap bukan atau belum bekerja di luar negeri.

Pada saat kita check-in tiket pesawat, petugas konter checkin akan menanyakan tujuan kita bepergian keluar negeri, apakah dalam rangka kerja atau tujuan lainnya. Seandainya dalam rangka kerja dan dikuatkan dengan visa kerja, petugas akan menanyakan apakah kita sudah mempunyai KTKLN atau belum. Seandainya belum, petugas akan menyuruh kita untuk membuat kartu tersebut terlebih dahulu baru kemudian kita bisa melakukan checkin. Pada saat tulisan ini dibuat, konter penerbitan KTKLN di bandara internasional Soekarno Hatta adalah di dalam terminal keberangkatan 2D.  Begitu kita masuk terminal keberangkatan 2D, konter penerbitan kartu ini ada di sebelah kiri paling ujung dari pintu masuk terminal.

Pengalaman saya membuat KTKLN prosesnya sangat simpel dan cepat. Saya mendatangi konter dan berkata kepada petugas untuk membuat KTKLN. Petugas mengajukan beberapa pertanyaan yang akan di-input-kan di dalam komputer diantaranya pekerjaan kita (saya menyebutkan sebagai pekerja profesional), alamat, nama ayah dan ibu, gaji per bulan, dll. Kemudian saya diambil photonya saat itu juga. Setelah itu saya disuruh menunggu diluar. Tidak lebih dari 5 menit kartu sudah jadi dan langsung diserahkan kepada saya. Semuanya gratis tanpa dipungut biaya sepeserpun. Paling tidak hal tersebut berdasarkan pengalaman yang saya alami kemaren. Selain di bandara, KTKLN bisa dibuat di kantor Departemen Tenaga Kerja di masing-masing wilayah di seluruh Indonesia. Setelah proses pembuatan kartu selesai, kita bisa mendatangi konter checkin tiket kembali. Waktu itu petugas konter checkin mengatakan kepada saya untuk tidak lupa melakukan validasi KTKLN.

Sebelum masuk ke antrian imigrasi, ada satu konter bertuliskan Validasi KTKLN. Kita serahkan tiket dan kartunya kepada petugas yang ada disana. Petugas akan mengecek dan memberikan stampel di atas tiket pesawat yang kita pegang. Mungkin itulah yang dinamakan proses validasi KTKLN. Pada saat immigration clearance pun petugas imigrasi juga akan menanyakan kartu ini. Kalau semua lancar petugas imigrasi akan mengijinkan kita untuk segera masuk ke terminal keberangkatan pesawat masing-masing. Kalau belum punya kartu di atas, petugas imigrasi pun akan meminta kita untuk membuat kartu ini terlebih dahulu, sebelum kita bisa keluar dari immigration clearance process.

Demikian sekilas cerita tentang bagaimana proses pembuatan KTKLN, semoga bermanfaat.

Posted in Cerita-Cerita | Tagged , , | 6 Comments

Perbandingan Kenyamanan Naik Kelas Bisnis Emirates, Qatar Airways, dan Etihad

Di-posting-an sebelumnya, saya menulis perbandingan kenyamanan naik kelas ekonomi dari tiga maskapai papan atas. Untuk posting-an kali ini saya akan coba membandingkan kenyamanan naik di kelas bisnis dari tiga maskapai yang sama yaitu Emirates, Etihad, dan Qatar Airways. Asumsi titik keberangkatan adalah dari masing-masing HUB ketiga maskapai tersebut, dengan tujuan akhir Jakarta. Ada 4 kriteria yang akan saya gunakan untuk membandingkan ketiganya, yaitu fasilitas lounge, layout kabin kelas bisnis, hiburan di atas pesawat, refreshment dan cindera mata.  Sekali lagi perlu saya sampaikan, tulisan ini adalah pendapat saya pribadi. Saya sudah menuliskan di blog ini kisah tentang suasana duduk di kelas bisnis Qatar Airways dan suasana duduk di kelas bisnis Emirates

  1. Fasilitas Lounge selama transit. Kalau kita memegang tiket kelas bisnis, secara otomatis salah satu fasilitas yang kita terima adalah lounge untuk kelas bisnis. Hub untuk Etihad adalah di Abu Dhabi. Lounge kelas bisnis Etihad berdampingan dengan lounge pemegang tiket kelas pertama (first class) Etihad, tentu saja ruangannya dibedakan. Makanan dan minuman yang disajikan cukup beragam, ada WiFi connection. Sayangnya ruangan lounge kelas bisnis tidak begitu luas, kadang kala ketika banyak penumpang yang transit, susah sekali untuk mencari kursi yang kosong. Tidak ada fasilitas untuk mandi yang memadai. Hub untuk Qatar Airways adalah di Doha. Lounge kelas bisnisnya tidak begitu luas juga, pilihan makanan dan minuman tidak selengkap lounge kelas bisnis Etihad di Abu Dhabi, ada WiFi connection. Fasilitas kamar mandi standar dan tidak ada fasilitas untuk mandi yang memadai. Hub untuk Emirates adalah di Dubai. Ada dua lounge kelas bisnis, yaitu di dekat Gate 102 dan di dekat Gate 212, terserah penumpang mau memilih yang mana. Lounge luas, dilengkapi dengan kursi pijat, petugas ticketing, ruang internet dengan lebih dari 10 komputer, WiFi connection, banyak ragam minuman dan makanan, sofa empuk, kamar mandi bagus, dan ada fasilitas untuk mandi yang memadai. Setiap penumpang yang ingin mandi untuk menyegarkan diri dengan gampang tinggal bilang ke petugas, nanti handuk, sikat/odol akan disediakan. Shampoo dan sabun cair sudah terpasang di kamar mandi. Kamar mandi untuk mandi dipisahkan dengan kamar mandi untuk buar air kecil/besar dan tentu saja kamar mandi cowok dipisahkan dari kamar mandi cewek.
  2. Layout/tata letak Kabin Kelas Bisnis. Ketika naik kelas bisnis Etihad, kesan pertama yang muncul, layoutnya sangat memperhatikan privasi penumpang. Tata letak dibuat 2-4-2. Di gang sebelah kiri dan kanan berjajar dua kursi-dua kursi, namun antar kursi yang letaknya sebaris (misal 1A dan 1B), layoutnya tidak dibuat sejajar, melainkan posisi kursinya dibuat agak depan (misal 1A) dan belakang (misal 1B). Demikian seterusnya kursi-kursi di deretan belakang dan depannya. Jadi seandainya anda naik kelas bisnis Etihad bersama teman anda dan kebetulan duduk di kursi 1A dan 1B, anda tidak dapat dengan mudah dan akrab untuk mengobrol dengan teman anda tersebut. Sedangkan kursi di deretan tengah ada 4 kursi dengan dua kursi di tengah diletakkan sejajar, sedangkan kursi yang letaknya di dekat gang sebelah kiri dan kanan letaknya agak kebelakang dari dua kursi yang tengah tersebut. Misalnya anda bersama keluarga memegang tiket kelas bisnis dengan nomer 1-CDEF, maka penumpang yang memegang tiket 1D dan 1E akan bisa saling ngobrol, tetapi penumpang dengan tiket 1C dan 1F tidak bisa saling ngobrol satu sama lain maupun dengan penumpang 1D dan 1E. Sandaran kursi bisa disetel dengan berbagai macam pilihan posisi sampai dengan 180 derajat. Kursi dilengkapi dengan massage chair dan tentu saja selimut yang tebal dan bantal yang empuk. Sedangkan layout kelas bisnis untuk Qatar Airways dan Emirates adalah hampir sama, dengan posisi 2-3-2 dan letak antar kursi yang sebaris adalah sejajar. Dengan demikian anda akan bebas ngobrol dengan teman yang ada di samping anda. Sama halnya dengan Etihad, posisi kursi bisa diatur dengan berbagai macam posisi sampai dengan 180 derajat, dilengkapi dengan tombol untuk mengaktifkan massage dengan berbagai macam pilihan dan intensitas pijatan, selimut tebal dan bantal yang empuk.
  3. Hiburan di atas kabin (in flight entertainment) untuk ketiganya hampir sama. Monitor TV yang cukup lebar di depan kursi masing-masing bisa memanjakan diri kita menonton berbagai macam ragam pilihan hiburan baik dengan touch screen atau bisa juga dipilih dengan menggunakan remote control yang ada di samping kursi. Yang membedakan hanya satu yaitu hanya Emirates yang memungkinkan penumpang untuk menghidupkan HP untuk melakukan panggilan atau mengirimkan SMS selama terbang.
  4. Refreshment dan cindera mata. Layaknya di kelas bisnis, tentu saja makanan dan minuman yang diterima oleh penumpang akan berbeda dengan yang diterima di kelas ekonomi, baik ragam, rasa, maupun cara penyajiannya. Ketiganya menyajikan pilihan refreshment yang sama enak dan berkelasnya. Hal yang sedikit membedakan mungkin cindera mata yang diberikan. Emirates biasanya akan memberikan satu dompet kain berisi parfum, handbody yang berukuran kecil, tissue dan sisir. Sedangkan Etihad selain memberikan dompet kain berisi hal seperti yang disebut di atas, saya juga pernah mendapatkan satu dompet kulit khusus untuk menyimpan passport, boarding pass, kartu kredit, ATM, uang, dan lain-lain. Sedangkan Qatar Airways akan memberikan dompet berisi parfum, dll dan satu stel piyama yang dibungkus dalam kemasan yang rapi dengan berbagai macam ukuran dari S sampai XL. Piyama ini bisa dipakai selama penerbangan, atau bisa juga dibawa pulang.

Silahkan anda memilih sendiri di kelas bisnis dari maskapai apa yang akan anda pilih berdasarkan tulisan saya di atas. Pengalaman saya pribadi adalah saya hampir tidak pernah membeli tiket kelas bisnis, karena beberapa kali (malah bisa dikatakan sering) saya naik kelas bisnis ketiga maskapai ini dari upgrade kelas ekonomi ke kelas bisnis secara gratis, karena saya adalah frequent flyer member dari ketiga maskapai tersebut diatas. Terakhir saya naik kelas bisnis gratis tepat pada tanggal 1 Januari 2012 kemaren, bersama maskapai Emirates.

Posted in Tips | Tagged , , , | Leave a comment

Perbandingan Kenyamanan Naik Kelas Ekonomi Emirates, Qatar Airways, dan Etihad

Tidak bisa dipungkiri maskapai Emirates, Qatar Airways, dan Etihad adalah maskapai-maskapai langganan sepuluh besar maskapai terbaik dunia menurut lembaga pemeringkat SkyTrak. Jadi tidak perlu diragukan lagi layanan terbaik yang akan kita nikmati ketika terbang dengan ketiga maskapai dunia diatas.

Apa yang akan saya tuliskan disini adalah pendapat pribadi saya untuk mencoba membandingkan kenyamanan layanan ketika terbang menggunakan ketiga maskapai diatas berdasarkan apa yang saya rasakan sendiri. Saya akan membandingkan berdasarkan empat kriteria yaitu: layanan dan informasi dari website, harga, servis selama di pesawat (in flight entertainment, layanan pramugari, makanan dan minuman), dan transit di hub masing-masing. NOTE: perbandingan ini diambil dengan asumsi titik keberangkatan awal adalah dari bandara internasional Soekarno Hatta.

  1. Layanan dan informasi dari official website. Baik Emirates, Etihad, maupun Qatar Airways mempunyai official website yang up to date, cepat diakses, memberikan informasi yang lengkap seperti jam keberangkatan, informasi harga, layanan checkin online, program reward frequent flyer, dan lainnya. Website ketiganya masing-masing adalah www.emirates.com, www.etihadairways.com, dan www.qatarairways.com
  2. Harga. Harga ketiganya tidak jauh berbeda satu sama lain tentu saja tergantung kepada hari/jam keberangkatan dan tujuan. Saya sering mengecek dan membandingkan harga ketiganya sebelum saya melakukan pemesanan tiket, melalui situs pembanding seperti www.kayak.com untuk memilih harga yang lebih kompetitif pada tanggal keberangkatan, kedatangan dan tujuan perjalanan saya
  3. Servis selama di dalam pesawat. Biasanya ketiga maskapai ini menggunakan pesawat Airbus A330-300 ketika berangkat dari bandara internasional Soekarno Hatta, dengan layout tempat duduk di kelas ekonomi adalah 3-4-3, 3 deretan kursi di sisi sebelah kiri, 4 deratan kursi di tengah, dan 3 deretan kursi di sisi sebelah kanan. Khusus untuk Qatar Airways mereka sering menggunakan pesawat dengan formasi tempat duduk 2-4-2.  Menurut saya jarak antar kursi cukup lega, ruang untuk kaki di bawah kursi cukup luas sehingga cukup nyaman dan bebas untuk kaki berselonjor. Toilet ada empat, dua di kabin ekonomi bagian depan, dan dua di kabin ekonomi bagian belakang. Namun kadang-kadang selain menggunakan Airbus A330-300 adakalanya mereka berangkat dari Jakarta dengan Boeing-777-300. Nah untuk pesawat tipe ini sepertinya layout di kabin ekonomi kurang begitu nyaman, terutama terletak di sisi kursi sebelah kiri dan kanan (deretan dua atau tiga kursi), karena ruang untuk kaki terutama yang duduk di dekat jendela kurang begitu luas. Untuk hiburan selama di dalam pesawat, ketiganya menawarkan konsep yang hampir sama, menyuguhkan hiburan dengan berbagai macam pilihan film-film baru, musik, berita, game yang bisa diputar oleh setiap penumpang sesuai dengan pilihannya masing-masing melalui layar monitor/televisi yang ada di depan kursi masing-masing. Menurut saya monitor TV untuk Etihad dan Emirates lebih terkesan baru dari pada monitor TV Qatar Airways. Khusus untuk Emirates, sesaat setelah take-off penumpang bisa menghidupkan HP atau alat komunikasi yang lainnya, karena pesawat sudah dilengkapi dengan teknologi aeromobile dan sangat aman, tidak akan mengganggu jalur komunikasi yang digunakan pilot kepada menara pengawas (ATC: air traffic control) maupun jalur navigasi pesawat. Dengan demikian penumpang bisa menghubungi sahabat atau keluarga yang ada di darat baik melalui panggilan telepon ataupun SMS. Biaya yang dikenakan tergantung kepada operator masing-masing sama persis seperti biaya yang dikenakan pada saat roaming internasional. Biasanya pramugari akan memberitahukan kapan HP sudah mulai bisa dihidupkan, dan sesaat sebelum landing/mendarat akan ada pengumuman yang memberitahukan kapan HP dan alat komunikasi lainnya harus sudah dimatikan. Pengumuman juga akan tertera di layar monitor TV yang ada di depan kursi masing-masing penumpang. Sesaat setelah menghidupkan HP, nanti akan ada SMS yang terkirim di HP kita dari nomor +1234 yang bunyinya seperti berikut,”Use your phone on your Emirates flight today. Remember to use the country code e.g. +971 and please set your phone to vibrate mode”.  Pada saat tulisan ini saya buat, setahu saya Etihad dan Qatar Airways belum menerapkan teknologi aeromobile di jajaran pesawatnya. Tilpon atau SMS juga bisa dilakukan di dalam pesawat, namun bukan melalui HP masing-masing penumpang melainkan melalui remote (sekaligus berfungsi sebagai remote TV) yang ada di kursi penumpang. Pembayarannya melalui kartu kredit dengan cara menggesekkan kartu kredit pada remote tersebut kemudian layanan panggilan atau SMS baru bisa dilakukan. Biayanya tertera pada lembar informasi, kalau tidak salah ingat kurang lebih biaya untuk melakukan panggilan adalah 6-USD per menit. Untuk layanan refreshment (makanan, snack dan minuman) menurut saya Emirates menyajikan lebih banyak dan menu yang lebih enak. Selain hidangan utama, Emirates juga memberikan makanan kecil dan tentu saja tawaran minuman (jus, kopi, teh) yang lebih sering dibandingkan Qatar Airways dan Etihad. Untuk detail suasana duduk di kelas ekonomi Emirates bisa dibaca disini. Keramahan layanan pramugari tentu saja ketiganya memberikan layanan kelas dunia, sebagaimana wajarnya servis yang diberikan oleh maskapai yang selalu menduduki posisi 10 besar dunia. Namun saya mempunyai pengalaman yang tidak mengenakkan dengan salah satu layanan pramugari Etihad beberapa waktu lalu di tahun 2010, sampai-sampai saya harus menulis surat keluhan melalui website mereka. Dan tentu saja keluhan saya ditindaklanjuti oleh mereka secara profesional juga.
  4. Transit. Seandainya perjalanan kita memerlukan dan mengharuskan transit yang cukup lama, saya lebih suka transit di bandara yang luas, lengkap, dan memberikan berbagai macam pilihan untuk berbelanja, istirahat, maupun jalan-jalan menghabiskan waktu selama transit. Hub Etihad adalah terminal tiga bandara internasional Abu Dhabi. Bandaranya lumayan ramai, ada beberapa pilihan restoran, cafe, dan tempat belanja. Namun begitu bandaranya tidak begitu luas, demikian juga dengan Qatar Airways yang mempunyai hub di bandara internasional Doha. Walaupun ada beberapa pilihan restoran, cafe, dan duty shop, bandara internasional Doha relatif kecil. Untuk perjalanan yang memerlukan transit yang cukup lama saya lebih suka menggunakan Emirates, karena hub mereka di terminal tiga, bandara internasional Dubai. Bandaranya sangat luas, banyak sekali pilihan tempat makan, cafe, tempat istirahat, toilet bahkan mandi, tempat berbelanja, dan tentu saja banyak tempat yang bisa digunakan sekedar untuk jalan-jalan menghabiskan waktu transit. Dengan demikian waktu transit akan terasa berlalu lebih cepat dan tidak melelahkan.

Dari tulisan saya ini tentunya anda sudah tahu maskapai pilihan saya, bagaimana dengan maskapai pilihan anda dari ketiga maskapai tersebut di atas?

Untuk perbandingan kelas bisnis dari ketiganya bisa dibaca di tulisan berikut

Posted in Tips | Tagged , , , , , , | 35 Comments

Dengan Modal 100rb Bisa Berwirausaha Apa?

Ya betul..dengan uang 100rb bisa digunakan untuk berwirausaha apa? Di saat semua harga barang kebutuhan pokok, bahan bakar minyak, dan lain sebagainya sudah merangkak naik apakah kira-kira cukup hanya dengan uang 100rb atau modal yang relatif cekak bisa digunakan untuk modal untuk berwirausaha? Sepertinya langkah yang hampir mustahil untuk dilakukan.

Dalam berwirausaha modal paling utama yang dibutuhkan adalah niat, ide, kerja keras baru kemudian modal berwujud uang. Niat, bagaimana kita benar-benar berkeinginan untuk menjalankan usaha dengan berapapun modal yang kita punya. Ide, kecermatan dan kejelian kita membaca peluang kira-kira peluang usaha seperti apa, bagaimana, dan dalam bidang apa yang ingin kita jalankan. Kerja keras, tanpa mengenal kata putus asa dan menyerah terus berusaha memajukan dan membesarkan usaha yang kita geluti.

Dalam berwirausaha mandiri tidak ada pelajaran, pendidikan, dan literaturnya. Berwirausaha seperti belajar naik sepeda. Belajar naik sepeda, dimulai dari dituntun atau memegang sesuatu, kemudian memakai roda tiga. Terjatuh dalam belajar naik sepeda adalah hal yang wajar. “Lalu ada yang jatuh, kapok, dan tidak mau naik sepeda? Tidak ada,”. “Jadi lakukan berwirausaha seperti belajar naik sepeda” (Dicuplik dari ungkapan Dahlan Iskan yang diberitakan di Kompas Online)

Dengan demikian tidak ada kata mustahil untuk memanfaatkan sejumlah uang 100rb untuk bisa memulai berwirausaha. Seperti apakah contohnya? Saya akan memberikan satu contoh yang sudah saya jalani. Dan tentu saja masih banyak contoh-contoh atau ide berwirausaha yang lainnya yang bisa dijalankan sesuai dengan niat dan keinginan kita masing-masing. Berikut contoh jenis usaha yang saya jalankan dengan modal uang 10orb. Saya waktu itu memanfaatkan uang 100rb untuk memulai menjalankan usaha pengisian pulsa elektronik. Kenapa jenis usaha pengisian pulsa? Sekarang ini hampir semua lapisan masyarakat baik di kota, desa sampai ke pelosok-pelosok sudah tidak asing lagi dengan teknologi mobile telecommunication, hampir semua orang mempunyai handphone, dengan begitu hampir dipastikan semua orang memerlukan pulsa. Sebuah kesempatan usaha yang patut dicoba.

Dengan uang 100rb tentu saja sangat tidak cukup kalau misalnya kita ingin membuka konter jual beli handphone, kartu perdana atau kartu isi ulang. Untuk biaya sewa konter atau ruko saja sudah tidak mencukupi. Namun bagaimana seandainya kalau usaha ini diarahkan menjadi bisnis pengisian pulsa elektronik? Modalnya hanya sebuah handphone merk apa saja, dengan spesifikasi apa saja, keluaran tahun berapapun, mau yang butut atau keluaran terbaru asal bisa digunakan untuk menerima dan mengirim SMS sudah sangat mencukupi.

Langkah berikutnya adalah mencari informasi pusat atau grosir pengisian pulsa elektronik yang ada di kota kita masing-masing dan mendaftarkan diri menjadi reseller. Biasanya pendaftaran menjadi reseller tidak dipungut biaya sepeserpun alias gratis. Kemudian kita akan diberikan pelatihan singkat (gratis) oleh mereka, yang isinya pengenalan produk yang mereka jual, cara-cara melakukan pengiriman pulsa dari beberapa provider apabila ada pembeli yang datang membeli pulsa melalui kita. Setelah kita memahami teknik atau caranya, langkah selanjutnya adalah mengisi deposit pulsa di handphone kita tadi. Gunakan uang 100rb tadi untuk mengisi deposit pulsa.

Dan langkah terakhir adalah marketing, lakukan pemasaran mungkin di lingkungan terdekat kita masing-masing, misalnya teman, sanak saudara, tetangga kalau kita bisa melayani jual beli pulsa elektronik. Patok harga beli pulsa lebih murah 100-200 rupiah dari tempat lainnya, supaya usaha pengisian pulsa kita semakin dikenal banyak orang. Semakin lama niscaya usaha kita akan banyak dikenal orang dan kita bisa meningkatkan deposit pulsa elektronik kita semakin besar, misalnya 200rb, 300rb, dan seterusnya. Seiring berjalannya waktu dan ketekunan kita, niscaya dan tidak mustahil kita bisa meningkatkan usaha ini menjadi pusat grosir pulsa eletronik, bukan menjadi reseller kecil lagi.

Tentu saja sekali lagi, jenis usaha yang saya sebutkan diatas hanya satu contoh dari sekian banyak hal yang bisa kita lakukan dengan modal usaha sebesar 100rb.

Salam berwirausaha mandiri…

Posted in Peluang Usaha | Tagged , , | Leave a comment

Tip Sederhana Naik Pesawat Tujuan ke Jogja

Hampir semua penumpang pesawat terbang terutama yang berdurasi perjalanan pendek (dibawah 1 jam) rata-rata yang dicari adalah bagaimana mendapatkan kenyamanan sebelum, selama, dan setelah penerbangan. Bagaimana menghabiskan waktu agar terasa  berjalan lebih cepat selama menunggu di ruang tunggu, selama duduk di dalam pesawat, dan bagaimana agar keluar pesawat lebih cepat agar bisa segera mengambil bagasi dan keluar dari bandara untuk kemudian melanjutkan perjalanan ke rumah atau hotel masing-masing.

Jogja, tidak bisa dipungkiri lagi merupakan salah satu tujuan domestik tersibuk di Indonesia. Baik selama musim liburan, akhir minggu, maupun hari biasa, pesawat tujuan ke Jogja hampir bisa dipastikan penuh untuk semua kelas. Di bawah ini saya akan mencoba memberikan sedikit tips naik pesawat tujuan ke Jogja berdasarkan pengalaman dan apa yang saya rasakan selama ini (soalnya saya asli Jogja hehe), semoga  bisa membantu kenyamanan selama dalam perjalanan ke Jogja:

  • Rencanakan perjalanan anda jauh-jauh hari. Sebaiknya pemesanan tiket jangan dilakukan di saat-saat terakhir, untuk menghindari kehabisan tiket. Lakukan pemesanan paling tidak dua minggu sebelum tanggal keberangkatan. Siapa tahu juga anda masih bisa juga mendapatkan tiket murah
  • Pilihlah maskapai penerbangan sesuai dengan kriteria anda. Kriteria disini tentunya berdasarkan pengalaman anda mencoba beberapa maskapai. Kalau saya memilih maskapai yang terbukti catatan penerbangan tertunda (delay) tidak parah, menyajikan ragam hiburan di dalam pesawat (flight entertainment) sehingga perjalanan di dalam pesawat akan terasa lebih cepat dan tidak membosankan, ada refreshment atau light meal di dalam pesawat
  • Bawalah bacaan seperti misalnya koran, majalah, komik, dan lain sebagainya untuk menghabiskan waktu selama anda di dalam pesawat, sehingga waktu 1 jam akan berlalu dengan cepat karena anda asyik membaca
  • Kalau anda memegang tiket kelas ekonomi, pada saat check-in mintalah tempat duduk di urutan paling belakang supaya pada saat turun anda akan turun terlebih dahulu atau paling awal. Semua pesawat terbang tujuan ke Jogja setelah mendarat di bandara Adi Sucipto akan membuka pintu bagian depan dan bagian belakang. Kalau anda duduk di kursi paling belakang, tentu saja anda akan keluar dari pesawat paling awal
  • Siapkan baggage tags (kartu bagasi) karena sesaat anda mengambil bagasi dan akan keluar dari  bandara, petugas akan memeriksa dan mencocokkan dengan baggage tags yang tertempel di tas bawaan anda
  • Sesaat anda keluar dari bandara ada ragam pilihan transportasi yang bisa anda pilih untuk mengantarkan ke tujuan akhir anda masing-masing. Biasanya saya dijemput, tetapi pada saat saya tidak dijemput, saya selalu memakai taksi resmi bandara. Perlu diketahui taksi bandara di Adi Sucipto tidak berdasarkan argo meter, tetapi berdasarkan harga yang sudah ditentukan. Anda harus memesan di konter taksi terlebih dahulu dengan menyebutkan kemana tujuan anda. Petugas akan menyebutkan harga dan memberikan 2 tiket, satu tiket anda serahkan ke sopir taksi dan satu tiket bisa anda pegang sebagai bukti pembayaran
  • Kalau anda ingin menggunakan taksi ber-argo, anda bisa menilpon taksi JAS di no tilp 0274-373737 dan mereka bersedia menjemput anda di bandara. Harap diketahui, taksi JAS tidak mempunyai pangkalan di bandara Adi Sucipto. Mereka akan mengirimkan taksi yang pada saat anda tilp sedang berada pada lokasi paling dekat dengan bandara. Jangan khawatir, anda tidak akan menunggu sampai berjam-jam untuk menunggu taksi tersebut datang, maksimal dalam waktu 30 menit taksi akan datang. Tinggal sebutkan nomer HP anda, kemudian buat kesepakatan dimana anda akan menunggu.
  • Kalau ingin menggunakan jasa perjalanan wisata alam di Jogja dan sekitarnya, paket wisata yang ditawarkan oleh tour jogja-geowisata ini boleh dicoba.

Selamat datang di Jogja..semoga tips sederhana di atas bermanfaat.

Posted in Tips | Tagged , , | Leave a comment