Bagian Keenam Memulai Minimarket Mandiri: Strategi Penjualan

Setelah semua perangkat, isi, dan komputerisasi minimarket sudah selesai dilakukan, artinya minimarket kita sudah siap dibuka untuk melayani pembeli. Minimarket adalah salah satu usaha dagang yang sifatnya pasif, atau menunggu pembeli untuk datang. Bukan kita yang harus mendatangi pembeli seperti misalnya yang dilakukan oleh pedagang keliling. Dengan demikian diperlukan suatu strategi tertentu bagaimana agar supaya banyak pembeli yang datang untuk berbelanja di minimarket kita tersebut. Ada banyak faktor yang menyebabkan pembeli mau datang untuk berbelanja, antara lain faktor pelayanan, keamanan, kelengkapan barang yang ada di minimarket, kebersihan, dan yang paling menentukan adalah harga barang yang kita jual.

Menentukan harga jual dari semua item barang yang kita pajang di minimarket merupakan salah satu strategi penjualan yang harus kita pikirkan secara cermat. Kita sebagai pemilik minimarket setidaknya harus belajar ilmu ekonomi walaupun dalam level basic secara autodidak. Sekali lagi perlu diingat, minimarket yang kita jalankan ini adalah minimarket mandiri, jadi segala sesuatu yang menyangkut operasional, strategi marketing dan penjualan semuanya kita yang harus memikirkan dan menentukan. Ini justru sangat bagus, karena secara tidak langsung kita akan dituntut untuk selalu belajar dan terlatih menentukan bagaimana sebuah usaha (perusahaan) dijalankan.  Memiliki sebuah minimarket, berarti kita harus siap menjadi ‘bos’ yang harus mampu memikirkan bagaimana agar ‘perusahaan’ tadi  bisa jalan dan menguntungkan.

Untuk menentukan dan pada akhirnya kita bisa menempelkan tanda harga (price tag) per item barang, bisa dilakukan dengan beberapa strategi seperti contoh-contoh yang disebutkan di bawah ini:

  1. Survey harga di toko grosir, swalayan, supermarket, hipermarket dan pasar-pasar. Pada saat kita berbelanja item barang di tempat-tempat tersebut, kita akan mendapatkan struk belanja. Simpan baik-baik struk belanja ini karena nantinya akan kita gunakan sebagai patokan untuk menentukan harga jual kembali item-item yang kita beli tersebut di minimarket kita. Kalau kita menjadi pelanggan setia di tempat-tempat grosir besar dan kita bisa menjalin relasi dengan pemiliknya, manfaatkan kesempatan bagus ini untuk menanyakan strategi penjualan yang mereka lakukan setiap harinya di tempat mereka tersebut. Berapa minimum dan maksimum pengambilan keuntungan untuk item barang atau kelompok item barang yang biasanya mereka terapkan. Tidak ada salahnya sama sekali kita berkonsultasi dengan orang-orang yang sudah mapan dalam bisnis retail ini.
  2. Survey harga di toko, minimarket, atau warung tradisional di sekitar minimarket kita. Pembeli akan sangat sensitif memilih dimana mereka akan belanja. Perbedaan harga Rp 5 lebih mahal di minimarket kita, bisa jadi mereka akan lari ke toko atau minimarket lainnya. Harus pintar-pintar memilih strategi penjualan, subsidi silang item barang mana yang kita akan jual lebih murah dan mana yang akan kita jual lebih  mahal dibandingkan item yang sama yang dijual di minimarket atau toko di sekitar minimarket kita.
  3. Pada saat agen atau sales produk datang ke minimarket kita untuk menawarkan barang, kita bisa melakukan nego harga belinya kepada mereka, sebisa mungkin harga yang kita dapatkan dari agen/sales tersebut harus lebih murah dari pada harga yang kita dapatkan di supermarket atau hipermarket besar. Kita sudah mempunyai patokan daftar harga barang dari banyak tempat grosir, supermarket atau hipermarket yang sudah kita punyai dari langkah no 1 dan 2 diatas. Dengan demikian kita bisa menentukan harga jual item lebih murah daripada harga item atau barang yang sama yang di jual di supermarket atau hipermarket di atas. Hal ini secara psikologis akan memberikan kesan kepada pembeli kalau minimarket kita adalah tempat berbelanja paling murah, lebih murah daripada berbelanja supermarket atau hipermarket.
  4. Berdasarkan pengalaman saya menjalankan bisnis minimarket berikut adalah “rule of thumb” berapa persen keuntungan yang bisa kita ambil dari masing-masing kelompok barang. Perlu diingat, untuk menentukan berapa persen kisaran keuntungan, akan sangat tergantung dari survey harga di tempat anda masing-masing. Apa yang saya sampaikan disini adalah sebagai gambaran kepada anda untuk kemudian bisa disesuaikan dengan kondisi dan persaingan minimarket di sekitar minimarket anda masing-masing. Untuk kelompok food (segala macam produk makanan, minuman, dan sembako), saya mengambil kisaran keuntungan 5-10% dari harga beli. Kemudian untuk kelompok non food (sabun, kosmestik, peralatan rumah tangga, ATK, obat-obatan, aksesoris, dan lain sebagainya) saya mengambil kisaran keuntungan 20-50% dari harga beli.
  5. Bekerja sama denga agen atau sales produk untuk sesekali melakukan promo diskon harga atau pemberian hadiah untuk pembelian item-item tertentu atau dalam jumlah tertentu, misalnya promo beli 1 dapat 2 dan lain sebagainya dalam waktu terentu, misalnya seminggu atau pada hari-hari tertentu. Lakukan promo diskon secara regular sebagai salah satu cara untuk menarik banyak pembeli datang ke minimarket kita. Bila perlu buat selebaran promo diskon yang bisa kita tempel di tempat-tempat tertentu atau kita sediakan di depan meja kasir sehingga pembeli bisa dengan mudah melihat dan mengambil selebaran tersebut.
  6. Lakukan langkah-langkah strategi penentuan harga dengan dibarengi oleh pelayanan yang optimal kepada pembeli, ramah dan cepat, ciptakan lingkungan dan suasana minimarket senyaman dan seaman mungkin sehingga pembeli akan betah dan “ketagihan” berbelanja di minimarket kita.

Bersambung ke bagian ketujuh

About WiD

Founder&Owner jogja geowisata (www.ygeotour.com). Alumni Teknik Geologi UGM, sekarang masih bekerja di Schlumberger (www.slb.com), sekaligus menekuni sebagai Personal Blogger. Hobby: International Travel, Photography, Gourmet Cooking, Entrepreneurship, Blogging
This entry was posted in Peluang Usaha and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

10 Responses to Bagian Keenam Memulai Minimarket Mandiri: Strategi Penjualan

  1. karni says:

    Ass pak Wid, saya tertarik sekali membaca artikel bapak, sy berencana membuka minimarket mandiri, yg ingin sy tanyakan, kira2 modal minimal yg diperlukan berapa ya pak, untuk menyiapkan semua perlengkapan mini market tadi jika ingin mendirikan dari yang skala paling kecil, mohon masukannya pak, terima kasih.

    • WiD says:

      Walaikumsalam Pak Karni, modal minimalnya sangat bergantung dari skala minimarket yang ingin Pak Karni dirikan. Yang perlu dipertimbangkan adalah: 1) apakah lahan/ruangan milik sendiri atau sewa. 2) berapa luas ruangan tersebut, 3) sarana fisik sangat tergantung dari ruangan/lahan tempat kita mau membuka minimarket. Namun pada intinya dengan ruangan seluas 3×4 M plus dengan modal awal 5jt pun insha Allah sudah bisa menjalankan minimarket mandiri.

  2. Ety says:

    asw. Pak Wid, Saya berencana membuka usaha minimarket, tp saat ini saya minim sekali pengetahuan tentang usaha ini, termasuk mengelola manajemennya, sehingga menjadikan sya belum mantap untuk memulainya. Apa hal2 awal yang harus saya lakukan untuk memulai usaha ini agar sya ngga salah langkah? Kalo modal insya Allah saya sudah ada. Trimakasih.

    • WiD says:

      Walaikumsalam Ibu Ety, dalam berwirausaha yang paling penting adalah niat, keuletan dan kemauan berusaha keras. Saya sendiri tidak mempunyai latar belakang manajemen, ekonomi, atau hal-hal yang terkait. Wkatu itu modal saya hanya tekad dan niat untuk berwirausaha. Seandainya Ibu sudah mempunyai tekat dan niat dan diiringi dengan doa, maka insha Allah Ibu akan bisa mewujudkan usaha minimarket Ibu. Aminn.

  3. Iwan says:

    Assalamu alaikum,artikelnya sangat membantu.semoga kita semua mendapat kelancaran dalam berwirausaha dari ALLAH SWT.thx

  4. yullia sapwan says:

    Assalamualaikum,,,pak, sy seorang mahasiswa,,sy ingin membuka usaha mini market di lombok, mohon info dan bantuanx untuk masalah tempat pembelian barang2 minimarket yang terjangkau,,terimakasih

    • WiD says:

      Walaikumsalam Mas…mohon maaf Mas, saya tidak tahu dimana lokasi tersebut di Lombok. Apa yang saya lakukan dari sejak mula saya menjalankan usaha ini adalah minimarket mandiri yang sifatnya benar-benar mandiri dari mulai pengadaan sampai penjualan barang. Dari sana saya perlahan-lahan mulai menjalin komunikasi dan kerjasama dengan sales kebutuhan minimarket. Mereka kini yang datang di minimarket saya. Coba kalo Mas Yuli sempat baca tahap keempat seri tulisan ini: Bagian Keempat Memulai Minimarket Mandiri: http://tulisan-ringan.com/peluang-usaha/bagian-keempat-memulai-minimarket-mandiri-mengisi-barang. Terimakasih

  5. rina says:

    N penduduk msh sedikit.Pak sy tingal di medan tapi di sebuah perkampungan kecil.apakah menurut bpk di kalau mendirikan minimarket disini bisa maju

    • WiD says:

      Berani mencoba adalah salah satu kunci sukses untuk memulai berwirausaha. Tidak ada salahnya Ibu Rina untuk mencobanya. Salam berwirausaha..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>